Bab.11
Pelayan mempersilahkan Safire dan Pangeran Otis masuk, mereka berdua sudah memakai masker. Meskipun Pangeran Otis ingin bertanya tentang masker yang baru dilihatnya, tapi ia menahan semuanya.
"Yaron, Paman datang."
Pangeran Yaron terbaring lemah, hanya membuka matanya saja terasa berat.
"Uhukkkk... uhukkkk... uhukkkk... Paman..."
Safire semakin yakin itu adalah TBC setelah kini melihat keadaan Pangeran Yaron secara langsung, ia lalu maju mendekati Pangeran Yaron yang terbaring lemah di atas ranjang.
"Salam Pangeran Yaron, aku Esmera. Istri Pangeran Alexander, boleh aku memeriksamu sebentar?"
Pangeran Yaron melirik ke arah sang Paman.
"Kakek mengirim Putri Esmera, percaya padanya," ujar Pangeran Otis seolah mengerti apa yang ingin dikatakan Pangeran Yaron.
"Periksa lah... uhuukkkk..." jawab Pangeran Yaron mengangguk lemah, dia sudah terbiasa dengan orang - orang berbeda yang datang padanya, mengatakan mereka adalah tabib tapi selama bertahun - tahun ia harus bertahan dengan penyakitnya karena tak seorang pun mampu menyembuhkan dirinya.
Safire menoleh ke arah Pangeran Otis, berbicara pelan. "Biarkan semua orang di ruangan ini keluar, jangan biarkan siapapun masuk. Aku harus melakukan test dan mengeluarkan kotak obatku. Tapi, jangan biarkan orang - orang di ruangan ini atau yang selalu berkontak fisik dengan Pangeran Yaron bertemu orang lain. Bawa mereka di ruangan lain, nanti aku akan memeriksa mereka satu - persatu. Minta bantuan pengawal Kakek Kaisar untuk menjaga mereka."
Pangeran Otis mengerti, dia mengangguk lalu berlari keluar untuk memanggil beberapa para pengawal pribadi Kaisar untuk membantunya.
Pangeran Alexander sudah sejak awal memperhatikan keduanya sejak keluar dari kamar sang Kakek. Ia melihat kelakuan Paman dan istrinya, dia terus mengikuti mereka berdua. Bahkan saat tubuh mereka saling menempel Alexander melihatnya, saat melihatnya hanya ada satu hal dalam pikirannya si wanita licik sedang menggoda sang Paman.
"Ada apa, Paman? Apa terjadi sesuatu pada kak Yaron? Kenapa kalian berdua masuk ke ruangannya?" diluar ruangan Pangeran Alexander menghentikan langkah Pangeran Otis.
"Apa sejak tadi kamu mengikuti kami?"
"Memangnya kenapa kalau aku mengikuti kalian, Esmera adalah istriku. Sudahlah, aku bertanya ada apa dengan Kak Yaron?"
"Putri Esmera akan memeriksanya, jangan ganggu dia." Ada suatu teguran dalam suara Pangeran Otis.
"Terserah padaku!" Pangeran Alexander mengeraskan rahangnya, menatap tajam sang Paman.
"Aku tak akan segan-segan melukaimu kalau kau berbuat sesuatu pada Esmera, aku adalah pengawal pribadinya sekarang. Ini titah langsung dari Kaisar, kini aku lebih berhak di dekatnya dibandingkan kau yang suaminya!" geram Pangeran Otis lalu berlari pergi dari sana.
Pangeran Alexander mengeratkan kedua tangannya, firasatnya tentang Esmera dan Paman nya sangat lah buruk.
Di dalam ruangan Safire masih menunggu, tak ingin membuka kotak ajaib di hadapan siapapun.
"Kau masih melancarkan sihirmu, wanita licik!" Pangeran Alexander tak mendengar teguran dari sang Paman, ia masuk ke dalam ruangan sengaja ingin menganggu istrinya.
Safire sudah tak takut lagi dengan lelaki ba jingan itu, dia hanya membenarkan selimut yang menutupi tubuh demam Pangeran Yaron dan tak meladeni Pangeran Alexander.
Pangeran Alexander kesal diabaikan, ia melangkah maju ingin mendekat pada Pangeran Yaron, tapi tangan Safire terangkat menghalangi.
"Berhenti disitu! Disini bahaya! Kau tidak lihat semua orang berada dalam jarak jauh!" Safire berbalik, menatap tajam pada Pangeran Alexander.
Pangeran Alexander tertegun, wajah tertutup Esmera dan hanya mata tajamnya yang terlihat seketika menghentikan langkahnya yang ingin maju.
"Aku datang!" Pangeran Otis kembali dengan beberapa pengawal yang dipinjam dari Kaisar.
"Bawa mereka semua, termasuk Yang Terhormat Yang Mulia Jenderal Perang Alexander," sindir Safire.
"Pangeran Alexander, Keluar!" Pangeran Otis menyeret tubuh Pangeran Alexander dengan paksa.
Setelah semua keluar, Safire mengeluarkan kotak obat sampai kotak itu membesar. Dia mengeluarkan sarung tangan medis dan memakainya, lalu mengeluarkan alat - alat untuk tes dahak. Banyak tes TBC yang mestinya dilakukan tapi tes dahak lebih akurat dan lebih memungkinkan di situasinya sekarang.
Safire memulai Prosedur dengan mengambil sedikit cairan dahak untuk diperiksa di bawah mikroskop. Saat Pangeran Yaron batuk, ia mengambil dahak untuk sampel. Sampel dari dahak ia oleskan di lapisan kaca tipis, disebut dengan smear.
Cairan dahak kemudian dicampur dengan tetesan bahan kimia untuk mengetahui adanya bakteri. Banyaknya jumlah bakteri dalam sampel dahak meningkatkan potensi penularan penyakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Kardi Kardi
komplit PERALATANEEEE. GOOD WORKS/Shy/
2025-02-08
1
Agustina Kusuma Dewi
jadi gemezzz alex...
2024-08-29
1
Devi Ratna S
duuhh baguuss bgttt sumpaahh 🔥😭🤩
2024-08-07
3