Bab.15
Pangeran Otis terus berada di samping Safire, sampai akhirnya Tabib selesai mengobati. Selimut menutupi punggung terbuka Safire.
"Kamu sudah merasa lebih baik?"
"Hm," Safire hanya bergumam.
"Apa aku boleh bertanya? Apa kamu bisa menjawab?"
"Apa?"
"Pangeran Alexander mengatakan kamu menyiksa seorang anak kecil di kediaman kalian, apa benar?"
Safire mengambil nafas lalu menghembuskan dengan perlahan. "Itu benar, hari itu aku baru pulang mengikuti Pangeran Alex. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri Pangeran Alexander bertemu dengan Putri Abigail padahal Putri Abigail sudah menjadi istri Pangeran Levon. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan dan kenapa mereka bertemu diluar kediaman kami. Aku yang tidak pernah disayang Pangeran Alex dan tidak pernah diperhatikan selama kami menikah merasa marah. Saat pulang Cello menjatuhkan hadiah dari keluargaku, akhirnya aku meluapkan emosiku pada anak itu."
"Lalu?" tanya Pangeran Otis dengan sabar mendengarkan tidak ingin langsung men-jugje.
"Aku memukul kaki anak itu dengan kayu, aku akui aku salah... saat itu hatiku sedang sakit karena cemburu. Lalu kemarin, karena masih marah aku datang ke Istana mengeluh pada Ibu Ratu dan Ibu Suri kalau Pangeran belum pernah menyentuhku setelah menikah, tapi aku tidak mengatakan tentang Pangeran dan Putri Abigail yang bertemu. Setelah aku pulang, malam harinya Pangeran Alexander menyetubuhiku dengan kasar, sampai aku hampir mati."
Bukan hampir mati, tapi sepertinya Esmera memang mati saat malam itu. Aku kini terjebak dalam tubuh nya! Pangeran kejam itu sudah membunuh Esmera!
"Alex!!" geram Pangeran Otis.
"Pagi tadi saat bangun, aku hanya berusaha menyembuhkan kaki keponakan bibi Neri yang bernanah. Obat dari tabib itu palsu, sepertinya ada yang ingin menjebakku dengan membahayakan nyawa anak itu. Aku memang memukul kakinya sampai berdarah, tapi itu hanya luka kecil. Obat tabib harusnya bisa langsung menyembuhkan kakinya tapi aku tak mengerti kenapa kaki Cello sampai bernanah. Aku tadi mengobatinya dan berharap nyawa Cello tertolong, kirim seseorang ke kediaman Pangeran Alexander. Mungkin demam Cello sudah turun dan nanah nya sudah mengering," Safire mengingat - ngingat semua potongan ingatan si pemilik tubuh.
"Baik, satu lagi pertanyaanku. Aku ingin kamu mengatakan alasanmu kenapa menjebak Alex agar menikahimu?"
"Aku memang wanita jahat, aku tak mengelaknya. Tapi, Putri Abigail lebih jahat dariku. Apa kamu tau alasan Pangeran Alexander sangat mencintai Putri Abigail bahkan sampai sekarang meskipun sudah menikah denganku?"
"Apa?"
Pangeran Alexander yang hanya berdiam diri maju mendekat penasaran dengan perkataan istrinya selanjutnya.
"Kamu ingat saat di Istana diadakan pernikahan Pangeran Yaron, aku dan keluargaku juga datang. Aku pergi ke kolam belakang Istana, Pangeran Alexander sepertinya tak bisa berenang atau entah kakinya kram, aku meloncat menyelamatkan nya yang akan tenggelam. Saat aku pergi ke dalam Istana untuk memanggil bantuan, saat kembali Pangeran sudah tak ada. Beberapa bulan kemudian, aku baru mendengar kalau Putri Abigail mengaku sudah menyelamatkan Pangeran. Aku sudah menyukai Pangeran sejak kecil, tapi dia mencintai wanita lain... wanita pembohong besar. Mereka bahkan menjadi sepasang kekasih dan berniat menikah, aku marah. Jadi aku merencanakan penjebakan itu, karena aku mencintai Pangeran dan tak ingin kehilangan nya."
"Wanita tak tau malu! Sudah licik, picik! Sekarang kau memfitnah Putri Abigail! Dia adalah wanita sempurna, jangan berani menjelekkan nya lagi!"
"Kau tidak tau sifat aslinya, Putri Abigail adalah wanita ambisius. Dia mendengar kamu adalah kesayangan Kaisar, bahkan desas desus kamu akan menjadi Putra Mahkota sudah terdengar sejak lama. Sekarang kabar beredar jika Pangeran Levon akan menjadi kandidat terkuat untuk posisi Putra Mahkota yang menggeser mu, lihat lah bukankah Putri Abigail sekarang menikah dengan nya? Kamu terlepas dari tangan nya, tapi dia mendapatkan ikan emas yang lain. Kamu tak sadar itu?"
"Kau bohong! Semua yang kau katakan bohong! Jangan membual kalau kau tidak punya bukti!" Pangeran Alexander meraung marah, urat - urat di lengan nya menonjol keluar sekuat tenaga ia menahan amarahnya.
"Bukti? Kita tergores pinggiran kolam yang tajam saat aku mengangkat mu ke permukaan tanah dari dalam kolam, kau terluka di betis kirimu, aku terluka di betis kananku. Periksa lah betisku kalau kau tak percaya, luka itu akan membekas seumur hidupku seperti luka hatiku dan tubuhku karena mu, Alex..." air mata lolos dari sudut mata Safire.
Astaga! Aku menangis! Sial! Apa perasaan Esmera sesakit ini selama ini?! Ba jingan Alex!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Kardi Kardi
si ALEX sedang GALAUUU/Cry/
2025-02-08
1
Shinta Dewiana
nah kan sebenarna esmera tidak jahat...skrg tgl minta pisah aja sm.si alex...udah cukup kamu di siksa
2025-02-04
0
Agustina Kusuma Dewi
busuk kau alex
paman otis tolong
2024-08-29
1