alexa menatap datar sandi,ia tetap meneruskan lukisannya.
"lu lukis gw?". ucap sandi tak percaya.
"hm...".jawab alexa malas.
" lu kalo mau lukis tuh izin sama orangnya". kesal sandi.
" oh...orang iseng doang,gw lukis yang lain deh". ucap alexa datar,sandi pun langsung kesal.
"heh...ngapain gambar yang lain, gw uda ganteng begini".ucap sandi merapikan rambutnya.
" bukannya lu marah gw lukis".ucap alexa datar.
" ya..gw emg marah ,lagian lu ngelukis gw gk bilang bilang,gw kan mau rapih rapih dulu". ucap sandi merapikan rambutnya, alexa hanya menatap datar sandi.
"yauda ayo gambar gw".ucap sandi bergaya.alexa pun menurut ,karna ia juga tidak tahu apa yang akan menjadi objek menggambarnya.setelah beberapa menit alexa sudah selesai melukis.
" nih..".ucap alexa menyerahkan kertas kanvas berisi lukisan sandi, sandi pun menatap gambar itu tanpa berkedip.
" ini gw...,yaampun gw baru sadar kalo gw ganteng". ucap sandi, alexa pun menatapnya dengan pandangan datar.
" alay..".gumam alexa kesal.
" dih...alay..gk yah".kesal sandi.
KRING....".KRING....".KRING...."
bell pun berbunyi tanda isrirahat,sandi menatap alexa dengan ragu.
"lu mau kekantin gk?". tanya sandi .
"gk...".jawab alexa datar.
" loh gk punya duit, yauda ayo gw teraktir, tapi jangan salah paham yah, gw lakuin ini cuma buat bayar lukisan itu".ucap sandi.
" gk perlu".ucap alexa, sandi pun melotot, bukannya takut alexa malah biasa aja.
"bodo...sekarang kekantin bareng gw". ucap sandi menarik tangan alexa menuju kantin.
" lepas...".datar alexa mencoba menarik tangannya.
" diam , gw cuma mau jagain lu biar gk diganggu, karna lu akan jadi ceweknya kak davin". ucap sandi fokus berjalan kearah kantin sambil menarik tangan alexa.
dan benar, saat sedang berjalan banyak pria yang menggoda alexa,sandi pun mengambil karet dari saku seragamnya,ia pun menarik karet itu mengarahkan pada mulut siswa yang menggoda alexa, alexa cukup terkekeh melihat para siswa yang menggodanya pergi dengan mengoceh tak terima.
"apa...loh , kebiasaan suka godain cewek".ucap sandi kesal menatap siswa yang menggoda alexa, setelah itu ia pun mengikat rambutnya dengan karet itu,karna bisa dibilang rambutnya cukup gondrong.
"ayo..uda aman".ucap sandi menarik alexa menuju kantin.
\\\*
" aaahhh...saya mau pulang!!!". teriak davin dirumah sakit, para suster berdatangan.
"ada apa tuan muda?". tanya salah satu suster itu.
"saya mau pulang sus...". ucap davin kesal, ia sangat bosan dirumah sakit.
"tapi luka tuan masih basah, belum bisa pulang".ucap suster itu dengan cemas.
"ah...bodo gw mau pulang".teriak davin berlari keluar, para suster itu mengejar davin, tetapi davin berhasil mengumpat disebuah tembok.
" ah...males gw..hos..".ucap davin ngos ngosan, ia tak menyadari bahwa ia sekarang ia berada didepan ruang mayat.
"what !!!,ini ruang mayat". kaget davin terjatuh duduk.
hiks....hiks...huwaa...
davin panas dingin saat mendengar suara seseorang sedang menangis.
" apaan tuh...jangan jangan mba kun".ucap davin ketakutan.saat davin sedang ketakutan, ia melihat seorang dokter berjalan melewatinya menuju ruang mayat itu.
davin pun mengintip lewat pintu yang terbuka sedikit, ia kaget dan langsung mengusap matanya,melihat perempuan yang sangat familiar.
" marvil ngapain dia disini". gumam davin mengintip.
" dimana mayat ibu saya dok?". ucap marvil menangis.
" nona marvil , saya diperintahkan tuan untuk tidak memberitahu nona". ucap dokter itu sendu.
" tapi kenapa? itu ibu saya, kenapa papah tega".teriak marvil terisak.
"maaf nona saya tidak bisa membantu, karna ini permintaan tuan". ucap dokter itu , marvil pun menatap tajam dokter itu,dan langsung keluar , davin yang melihat marvil ingin keluar ia segera berlari dengan cepat untuk mengumpat.
davin mengikuti marvil menaiki tangga darurat menuju rooftoop, ia takut marvil akan berniat mengakhiri hidupnya.setelah sampai marvil langsung menaiki tembok pembatas rooftoop rumah sakit,davin yang suda berfikir macam2 pun kaget melihat itu, ia langsung berlari memeluk marvil dari belakang.
" masih ada jalan lain untuk hidup jangan kaya gini".ucap davin tepat dikuping marvil, ia memang memeluk marvil dari belakang.marvil langsung melebarkan matanya.
" lepas..".teriak marvil ,namun davin tidak melepaskannya,malah nenggendongnya turun dari tembok itu.
"lu ngapain , naik disana, kalo emg ada masalah,coba untuk berfikir panjang, jangan asal bunuh diri aja". cerocos davin kesal.
"ngapain lu disini, lagian siapa juga yang mau bunuh diri". ucap marvil sinis.
"jadi...tadi lu mau ngapain?". heran davin.
"bukan urusan lu,pergi gw mau sendiri". ucap marvil kesal.
" gk mau , emg nih rumah sakit punya loh".ucap davin duduk di rooftoop itu.
"seterah loh gw mau pergi". ucap marvil beranjak, namun ditahan oleh davin.
" lepas..mau ngapain sih loh". kesal marvil, davin pun berdiri dan tersenyum.
" kalo lu butuh temen cerita gw ada kok, walaupun baru kenal sih".ucap davin terkekeh.
" gk butuh" ucap marvil berbalik, davin malah menarik tangan marvil dan langsung berjalan duluan,marvil berusaha menarik tangannya namun tenaga davin jauh lebih besar darinya.
jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Anggra
ga tau ya kl itu davin
2021-02-24
0
.•♫•♬•𝕾𝖎𝖘𝖘𝖞♛•♬•♫. [Hiat]
Jadi ini 2 cerita dalam 1 cerita
Alexa - Sandi
Marvil - Davin
2021-02-15
2
Dew
Davin anak CIPA ya jangan-jangan....
2020-11-07
5