"tok..tok..".
marvil yang sedang meringkuk dalam kasurnya pun merasa bingung saat mendengar suara ketukan dari arah jendela balkonnya.ia pun mengusap air matanya,ia memang menangis setiap mengingat sifat papahnya yang lebih memilih ibu tirinya beserta saudara tirinya dibandingkan diri nya.
"tok...tok...".
kaca itu kembali diketuk dengan lebih keras ,ia pun bangkit dan langsung membuka pintu balkon itu melihat ada siapa.
" baa...kekok". teriak davin tersenyum lebar,marvil pun terbelalak ,bagaimana davin bisa ada disini,bukankah kamarnya berada dilantai 2.
"lu...ngapain disini?". tanya marvil melihat kearah bawah balkon.
"oh...gw cuma mau main aja,gw tau lu lagi sedihkan ".ucap davin tersenyum lebar.
" apa peduli loh,kenapa sih lu harus ikut campurin urusan gw".ucap marvil kesal,ia tak suka dikasihani apalagi itu adalah orang yang telah ia anggap musuh.
" perlu lu tau , gw gk ngerasa kesihan sama loh,gw ngerasa nyaman didekat loh".ucap davin tersenyum,sebenarnya ia tak pernah dekat dengan perempuan mana pun kecuali adiknya alexa.
akila dan caca. yang sudah ia anggap adiknya.dan saat ia bertemu dengan marvil membuatnya merasa tertarik untuk tahu segala sesuatu tentang nya.
marvil terdiam meendengar ucapan davin, ia masih ragu untuk percaya pada orang asing.
"kita berteman gimana?,gw janji gk akan pernah ngasihanin loh".ucap davin tersenyum.
marvil masih tetap diam,menatap mata biru yang begitu indah terkena terangnya sinar bulan yang meneduhkan, ia yakini perempuan mana pun yang menatap pemandangan itu akan langsung jatuh cinta pada pria yang berdiri didepannya itu.
" gpp...gw tau lu belum percaya sama gw, tapi gw tetap akan anggap lu teman gw". ucap davin tersenyum manis,marvil pun menunduk,apakah pria didepannya ini bisa untuk dipercaya.pikirnya.
marvil pun tersenyum, ia akan mencoba untuk mempercayai pria didepannya itu, karna kalau boleh jujur,ia sangat merasa rapuh harus menahan luka dihatinya sendirian,ia butuh sandaran untuk membuatnya kuat,selama ini ia selalu menjadi anak nakal agar mendapat perhatian dari papahnya itu,tetapi yang ia dapat malah ucapan papahnya yang begitu pahit yang tepat menusuk hatinya.
"lu senyum...lu terima pertemanan gw". ucap davin tersenyum.
"yah...jangan bohongi gw,karna gw gk akan kuat lagi".ucap marvil menatap bulan yang bersinar dengan terangnya.
"lu tenang aja,gw gk akan berbohong apalagi menambah luka lu,karna yang akan gw akan lakuin itu mengobati bukan menyakiti". ucap davin tersenyum menatap wajah cantik marvil.
"makasih...gw pegang kata kata luh". ucap marvil tersenyum.
marvil pun mengajak davin untuk duduk disofa yang berada di balkonnya.
"nih...".ucap davin menyerahkan sebungkus martabak manis.
" ini buat gw ?". bingung marvil melihat sebungkus martabak dipangkuannya.
" iyalah..gw tau lu belum makan,karna tadi sore gw liat lu nangis".ucap davin tersenyum.
"makasih...tau aja lu kalo gw lagi laper".ucap marvil tersenyum.
"iyalah...gw ini cowok idaman ,jadi tau semua mau cewek ". ucap davin tersenyum.
marvil pun membuka martabak itu dan langsung memakannya.
"manis...". ucap marvil.
" makasih...gw emg manis kok".ucap davin dengan pdnya.
" bukan loh...kepd an orang martabaknya". ucap marvil kesal
"iyadah...tapi gw itu manis juga,itu sebabnya martabaknya jadi manis". ucap davin tersenyum lebar.
"seterah lu dah....oh iya loh kok bisa naik sih ,inikan lantai 2 ".heran marvil memakan martabak itu.
"oh...itu gw emg jago manjat,ditambah lagi ada pohon disitu".ucap davin menunjuk sebuah pohon yang tumbuh tepat didepan balkon.
"oh...". jawab marvil mengangguk.
"yauda gw pulang dulu yah, jangan lupa tutup balkonnya lagi,gw gk boleh lama lama".ucap davin bangkit.
marvil terdiam ,tadinya ia merasa nyaman saat davin berada disisinya,tapi saat davin ingin pulang rasanya hatinya tak rela.
"heh...kok diam bae...gw pulang ya".ucap davin .marvil hanya mengangguk.
" besok pagi gw dateng lagi,tenang aja".ucap davin tersenyum.
"apa lu datang lagi".ucap marvil kaget,mendengar itu membuat hatinya terasa mendapat petasan yang membuat senang.
"iya tenang aja, babang ganteng ini akan datang menjemput neng marvil ".ucap davin tersenyum lebar.
"apaan sih loh lebay".ucap marvil tertawa .
" yauda gw pamit ya,dadah...".ucap davin turun dari balkon dengan cara melompati pohon,setelah sampai diranting pohon ,ia tersenyum lagi kearah marvil,setelah itu ia melompat turun dari pohon itu.
setelah itu ia pun mengendarai mobilnya untuk pulang.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
disebuah rumah mewah ,seorang pria berbaring didalam kasur king zee nya dengan pandangan menatap langit langit kamarnya itu.
" masa...gw harus dijodohin ama batu es".gumam pria itu, yang tak lain adalah sandi.
" apa besok gw akan dibuat babak belur ama kak davin ,karna deketin ceweknya". gumam sandi merenung.
" ah...ini gara gara gw sih,pake segala jatuh diatas badan batu es, jadi gini kan". kesal sandi memukul bantalnya.
"eh...tapi..". ia kembali berfikir,saat ia jatuh menimpa alexa ,mengapa jantungnya berdetak lebih kencang.
"apa...gw kena serangan jantung,kalo iya, gw akan minta pertanggung jawaban si batu es, karna ini gara gara dia yang gk becus jagain bangku yang gw naikin , jadi berakibat kejantung gw kan".ucap sandi kesal.
jangan lupa like dan komen yah kalo suka sama ceritanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
BINTANG PENGHACUR
ceritanya bagus anak sekolah banget
2021-12-17
0
BINTANG PENGHACUR
belajar baca dulu lah, pengisi suara nya kayak terbata-bata🤦
2021-12-17
0
weny •_•
si sandi antara polos dan bego
2021-06-05
0