...~Happy Reading~...
Hari demi hari berganti, kini tanpa terasa hari yang sudah di tunggu tiba juga. Pernikahan Raihan dan Zevanya hanya di langsung kan di rumah milik Raihan sendiri.
Seperti yang di katakan oleh mama Zarra tempo hari, tentu saja wanita itu benar benar menolak keberadaan Zevanya dan masih sulit untuk menerima nya.
Mama Zarra lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah sakit, daripada harus menghadiri acara pernikahan kedua dari anak sulung nya.
"Selamat kak!" ucap seorang laki laki remaja saat menghampiri Raihan dan juga Zevanya.
"Dimana Bunda kalian?" tanya Raihan menatap sepasang remaja suami istri di depan nya.
"Bunda lagi telfon, gak tau telfon siapa, kayaknya lagi marah besar!" jawab wanita itu sambil setengah berbisik.
Raihan terdiam, ia seolah tahu siapa orang yang di maksud oleh wanita di depan nya itu. Setelah memberikan ucapan kepada mempelai laki laki, ia segera bergeser untuk memberikan selamat kepada mempelai wanita.
"Selamat Zeva, selamat datang di keluarga gue," ucap nya sambil mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Zeva.
"T—terimakasih Kara.." jawab Zeva sedikit tak enak hati.
Ya, pasangan itu adalah Angkasa dan Kara. Mereka adalah teman se angkatan Zevanya. Pernah bertemu beberapa kali, apalagi saat skandal yang beredar dulu di kampus nya, membuat hampir semua orang mengenal Zevanya.
Maka dari itu, tidak heran jika Willy terkejut ketika kakak nya membawa pulang Zevanya dan akan menikahi nya.
Bukan tidak setuju, hanya saja skandal yang pernah terjadi pada Zeva seperti sebuah pasir yang bertemu magnet. Akan sulit di hilangkan.
"Zev, gue tahu lo itu baik. Dan gue percaya, lo bisa bikin kakak gue jatuh cinta, apalagi dengan emmttt!" Belum selesai Kara menyelesaikan ucapan nya, tiba tiba Raihan sudah lebih dulu membekap mulut adik sepupu nya itu dengan tangan.
"Emmmtt lepasss! Hemmtttt!" Kara berusaha memberontak namun sangat sulit karena tenaga Raihan lebih besar dan kuat.
"Aku tahu, kamu mau ngomong apa. Jadi lebih baik simpen lagi itu kata kata nya!" kata Raihan lalu ia melepaskan bungkaman nya.
"Dihh sotoy banget, emang Kara mau bilang apa hem? Orang Kara cuma mau nasehatin Zeva aja kok!" saut Kara dengan begitu kesal dan sebal.
"Astaga ini kenapa kalian pada ribut sih?" keluh seorang wanita yang hampir seumuran dengan Raihan, yakni tante nya, Jingga.
"Bunda, masa tadi mulut Bintang di bekap sama dia. Jahat banget kan, nih lihat lipstik Bintang jadi begini," keluh Kara mengadu manja kepada bunda nya.
"Lebay kamu Bin, makanya jangan pakai lipstik murah. Atau si Asa udah gak sanggup beliin buat kamu!" saut Raihan semakin berdecak.
"Udah cukup!" seru bunda Jingga kecil saat Kara atau Bintang hendak membalas perkataan Raihan lagi, "Kalian berdua udah sana pergi. Bunda mau bicara sama kakak kalian!" imbuh bunda Jingga mengusir.
Mau tak mau, akhirnya sepasang suami istri yang masih remaja itu pasrah dan segera pergi meninggalkan pelaminan.
"Berburu makanan jauh lebih menyenangkan!" celetuk Kara tiba tiba dan langsung menggandeng tangan Angkasa untuk ke meja makanan.
Sementara itu, Jingga yang masih berada di depan kedua mempelai. Ia menggenggam tangan keduanya dengan tangan kanan dan kiri nya.
"Kenapa mama gak datang?" tanya Raihan dengan ekspresi wajah datar nya.
"Rai, meskipun pernikahan ini terkesan paksaan. Aku harap, kamu bisa jadi laki laki yang bertanggung jawab. Cepat atau lambat, cinta itu akan tumbuh di hati kalian dengan seiring nya waktu. Jadi tolong, jangan tutup hati kalian, biarkan dia tumbuh dan aku berdoa, semoga ini adalah pernikahan terakhir kamu, Rai."
"Belajarlah untuk membuka hati, buang semua rasa yang tidak penting di dalam sana dan gantilah dengan yang baru. Karena yang pergi tidak akan kembali, dan yang di depan mata jangan sia siakan lagi," imbuh bunda Jingga panjang lebar..
...~To be continue... ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Wahda Nia
bener banget kata jingga
2024-06-02
1
Ida faridah
bijak sekali jingga
2024-03-16
0
Aidah Djafar
bener tuh kata bunda jingga 🤔
2024-01-15
2