Surabaya

...~Happy Reading~...

Sejak kejadian malam itu, entah apa yang sudah merasuki diri Raihan. Membuat laki laki itu tanpa sadar sudah bersikap posesif kepada Zefa.

Setiap hari, Raihan selalu meminta di buatkan sarapan oleh Zefa. Selain itu, Raihan juga mendadak jadi supir pribadi Zefa, mengantar jemput wanita nya dari kuliah dan tempat kerja nya.

Awalnya, Zefa sedikit bingung dengan perubahan sikap Raihan yang terlihat begitu drastis hanya dalam hitungan hari saja. Namun, seperti perkataan Erick, dirinya harus mulai membiasakan nya. Dan sebisa mungkin harus nyaman saat bersama Raihan.

Canggung, bingung dan gugup, itulah yang di rasakan oleh Zefa. Namun, kembali lagi, dirinya menikah dengan Raihan hanya ingin mendapatkan uang untuk pengobatan nenek nya. Jadilah ia benar benar mencoba untuk menerima semua perlakuan apapun dari suaminya.

"Mau kemana Wil?" tanya Zefa langsung mengerutkan dahi saat melihat adik ipar nya menuruni tangga dengan membawa sebuah koper kecil.

"Oh, aku mau pergi untuk beberapa hari," jawab laki laki itu lalu segera mendudukkan diri di kursi makan.

"Kakak belum bangun?" tanya Willy seraya menyeruput minuman nya yang sudah di siapkan oleh Zefa.

"Masih mandi, mungkin sebentar lagi akan turun," jawab Zefa sambil menata makanan di atas meja, "Kamu mau pergi kemana? Berapa lama?"

"Surabaya! Mungkin satu mingguan, jangan kangen ya!" goda Willy terkekeh, membuat Zefa ikut terkekeh namun dengan di sertai sebuah decakan.

Tak hanya hubungan Zefa dengan Raihan yang semakin baik, hubungan Zefa dengan Willy pun juga cukup baik. Tidak ada kecanggungan lagi di antara mereka.

Selain itu, Willy juga sudah mulai menerima Takdir nya, apalagi setiap melihat kakak nya sudah tidak cuek dan dingin lagi kepada Zefa. Membuat harapan Willy untuk mendapatkan janda Zefa, seperti pupus.

Namun, tidak apa bagi Willy. Ia ikut senang, jika memang kakak nya juga senang. Hanya saja, ia masih mencoba mencari celah bagaimana ibu nya bisa merestui pernikahan kakak nya.

Willy sudah lama mengincar Zefa. Tentu ia sudah tahu semua kehidupan tentang Zefa. Maka dari itu ia merasa semakin kasian kepada Zefa yang terus di musuhi oleh mama nya.

"Oh ya Wil, boleh gak aku minta tolong?" tanya Zefa tiba tiba langsung mendudukkan diri di depan Willy.

"Tolong apa?" Willy mengerutkan dahi nya, menatap wajah Zefa yang berada begitu dekat dengan nya.

'Cantik banget, tapi—' Laki laki remaja itu langsung memejamkan mata sambil menggelengkan kepala nya dengan cepat.

Ia tidak mau lagi memikirkan Zefa. Ia akan mencoba ikhlas dan merelakan Zefa menjadi kakak ipar nya. Namun, tak bisa di pungkiri bahwa wajah Zefa memang sangat cantik, manis dan juga imut menggemaskan.

"Kalau gak mau ya sudah, gak jadi," gumam Zefa menundukkan kepala nya lalu hendak beranjak.

Zefa mengira, saat melihat Willy menggelengkan kepala, laki laki menolak permintaan tolong nya. Tanpa ia tau, bahwa gelengan kepala dari Willy adalah agar laki laki itu tidak terlalu memikirkan dirinya

"Eh, bukan gitu. Aku mau kok, kamu mau minta tolong apa? Maaf, tadi cuma itu sedikit empat apa ya?" Willy terlihat semakin bingung sendiri untuk mencari alasan, namun beruntung karena Zefa langsung mengerti dan kembali tersenyum lagi kepada Willy.

'Jangan senyum begitu terus Zefa, aku gak kuat. Iya, aku gak kuat pengen rebut kamu dari kakak ku!' pekik Willy dalam hati nya begitu frustasi saat melihat senyuman Zefa yang terlihat begitu hangat dan tulus.

"Kalau pulang nanti, tolong belikan bolu lapis surabaya. Disini juga ada sih, tapi aku yakin rasanya sangat berbeda dengan yang dari kota nya langsung!" ucap Zefa dengan bersemangat, hingga tanpa sadar membuat wanita itu langsung menelan saliva nya.

"Ada lagi?" tanya Willy yang sudah semakin tak kuasa berlama lama di depan Zefa, ia ingin segera pergi agar jantung nya tidak meledak karena terus mengagumi kakak ipar nya sendiri.

"Gak sih, cuma itu aja. Tapi jangan beli satu ya, kalau bisa lebih dari tiga," jawab Zefa terkekeh malu, membuat wajah nya semakin menggemaskan di mata Willy.

'Sadar Wil, dia kakak ipar lo. Sadar!' gumam Willy dalam hatinya, lalu ia segera pergi tanpa menunggu Raihan yang ternyata sudah mulai menuruni tangga dan melihat kepergian nya dengan tatapan wajah bingung.

...~To be continue... ...

Terpopuler

Comments

Aidah Djafar

Aidah Djafar

zeva hamidunkah 🤔😁

2024-01-16

1

Aidah Djafar

Aidah Djafar

zeva gamidunkah 🤔😁

2024-01-16

0

Nur Lizza

Nur Lizza

jgn2 zeva hamil

2023-09-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!