Arsad sedang duduk di ruangan nya
Tok tok..
Seseorang mengetuk pintu ruangan aron
" masuk" ucap aron dari dalam ruangan
" permisi pa " ucap seorag wanita cantik
" mauk silvi " ucap arsad
ya silvi lah yang datang keruangan arsad atas perintah arsad, silvi merupakan salah satu karyawan di kantor arsad yang paling cantik dan masih muda , banyak karyawan pria yang berusaha mendapat kan hati nya
" ada yang bisa saya bantu pak" tanya silvi yang sudah di dalam ruangan arsad
" silahkan duduk" ucap arsad yang langsung mengajak silvi duduk di sofa ruangan arsad
Silvi pun menuruti permintaan arsad untuk duduk di sofa
Tok.. Tok...
" masuk" ucap arsad
zaki pun masuk ke ruangan arsad dengan membawa dua porsi sarapan untuk dua orang
" ini sarapan nya bos" ucap zaki
" lerak kan saj di meja" ucap arsad
Zaki hendak meletakkan di meja kerja arsad
" letak kan di meja sini saja zaki" ucap arsad
Zaki pun menuruti permintaan arsad
' jangan jangan bos mau mengajak wanita ini untuk sarapan bersama ,dasar si bos baru dua hari putus sama tasya sudah mencari yang baru' batin zaki
" ngapain kamu bengong di situ sana keluar , kerjakan pekerjaan mu" ucap arsad yang melihat zaki tak keluar dari ruangan nya
" saya keluar dulu bos" ucap zaki
" hem" jawab arsad dengan deheman
zaki pun keluar dari ruangan arsad iya menuju ke meja kerja ya yang terletak di samping pintu ruangan arsad
" silvi temani saya sarapan ya" pinta arsad
" ma'f pa bukan nya saya gak mau, tapi saya tidak tidak enak sama karyawan lain nya dan juga saya gak enak sama istri bapak,saya takut nanti istri bapak salah faham" ucap silvia
" kamu tau silvia , saya dan istri saya itu tidak saling mencintai , kami hanya terpaksa menikah, karena di jodoh kan oleh orang tua kami" ucap arsad
" maaf pak saya tidak tahu mengenai itu" ucap silvia merasa bersalah
" gak papa kamu gak salah kok , saya dan istri sepakat untuk kemi mencari pasangan yang kami cintai , dan kami juga sepakat kalau di antara kami sudah menemukan pasangan yang menurut nya cocok untuk menjadi pendamping hidup nya makan kami akan bercerai" ucap arsad berbohong
" oh begitu" ucap silvia
" saya sebenar nya sudah menaruh hati sama kamu saat kamu pertama sekali masuk kerja di sini" ucap arsad
Silvia senyum malu malu mendengar ucapan arsad
" saya sebenar nya juga suka sama bapak tapi saya hanya memendam rasa saya saat tau kalau bapak sudah menikah" ucap silvia
" saya memang sudah menikah tapi saya hanya setatus saja, kamu ma gak jadi pacar saya" ucap arsad
" saya mau pak" ucap silvia dengan malu malu iya tak menyangka kalau bos nya menyukai nya
" jadi kita sekarang resmi jadian dong ya" ucap arsad sambil tersenyum
" iya pak" ucap silvia sambil tersenyum malu malu
" jangan panggil pak dong kalau kita lagi berdua , kita kan sudah resmi pacaran" ucap arsad dengan rayuan gombal nya
" jadi saya harus panggil apa dong" tanya silvia
" panggil aku sayang aja , dan satu lagi jangan pakai bahasa formal saat kita berdua" ucap arsad
" baik lah" ucap silvi
" coba panggil aku sayang dong" ucap arsal sambil tersenyum
" sayang" ucap silvi dengan lirih
" gak kedengaran aku sayang, coba ulang yang agak besaran gitu, biar aku mendengar suara indah mu itu" ucap arsad sambil tersenyum
Silvia salah tingkah saat arsad memanggil nya dengan sebutan sayang
" sayang" ucap silvia dengan malu malu
" bah merdu nya suara kamu sayang" ucap arsad
" sayang bisa aja" ucap silvia
" kamu udah sarapan belum sayang" tanya arsad
" belum sayang tadi gak sempat sarapan " ucap silvia
" ya udah ayo kita sarapan bersama" ajak arsad
"baik lah sayang" ucap silvia
Meraka pun sarapan bersama dan saling menyuapi satu sama lain
🌸🌸🌸🌸🌸
di rumah ara sedang merasakan kalau suhu badan nya semkin panas iya juga menggigil kedinginan
" ya Allah kuat kan lah hamba " ucap ara yang merasa badan nya sakit semua
" ya Allah beri kan lah pertolongan untuk hamba , dan tolong beri tahu kan suami hamba kalau hamba sedang sakit " ucap ara sendiri
Ara berusaha untuk berjalan kerah dapur sebab iya sangat lapar sedari pagi belum makan dan sekarang sudah siang
Ara terus memaksakan tubuh nya untuk pergi menuju ke dapur , setelah sampai di dapur iya langsung membuka reskuker namun di sana tidak ada nasi sedikit pun
Ara langsung menuju ke kulkas , iya mengambil dua lembar roti dan selai kacang untuk mengganjal perut nya
Setelah makan roti ara pun langsung memasak nasi , setelah memasak nasi ara langsung menuju kamar nya untuk minum obat dan beristirahat lagi
Iya berharap setelah iya bangun nanti iya sudah sembuh
Setelah minum obat ara langsung tidur kembali
Sore hari arsad baru pulang dari kantor iya senyum senyum sendiri , arsad sangat bahagia karena dia sudah punya pacar baru
Aya memasuki rumah nya merasa heran
" ini rumah di bersihin gak sih sama perempuan itu" ucap arsad yang melihat lantai nya berdebu
Arsad berjalan menuju meja makan dan ternyata piring bekas iya makan semalam masih ada di meja makan
" ara" teriak arsad
Namun ara tak kunjung datang
" ara" teriak arsad sekali lagi
Masih sama ara tak menampakkan batang hidung nya
" kemana sih tu orang , apa jangan jangan dia kabur lagi" ucap arsad yang langsung menuju ke kamar ara
Dor... Dor....
Arsad menggedor pintu kamar ara
Ara pun terbangun kala mendengar ada seseorang menggedor pintu kamar nya
Iya dengan cepat menggunakan cadar nya dan segera membuka kan pintu kamar nya
Cekerek...
Pintu terbuka terlihat arsad dengan wajah marah nya
" apa kerjaan kamu di rumah ini hanya tiduran saja" ucap arsad dengan nada sinis
" ma'f mas aku lagi gak enek badan dari tadi pagi badan aku panas dan aku menggigil , mangkanya aku belum sempat membereskan rumah dan memasak untuk mu" ucap ara menjelas kan bagai mana keadaan nya
" aku gak mau tau apa pun itu alasan mu, sekarang bersih kan rumah ini sekarang juga" ucap arsad
"baik mas , nanti aku akan membereskan rumah , tapi aku mau makan dulu ya mas aku belum makan dari pagi, tadi siang hanya memakan roti saja untuk minum obat" ucap ara
" terserah kamu , aku gak perduli, yang aku mau rumah ini bersih dan rapi" ucap arsad yang langsung meninggalkan ara di depan kamar nya
" sabar ara , ini adalah ujian untuk mu " ucap ara menyemangati diri nya sendiri
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Dyah Oktina
arsad... memang keterlaluan ... harus kena azab nih 😠😠😠 memang pinter cari muka
2023-12-17
0
Uthie
cewek yg status pacar aja di siapkan makan enak... istri sakit dirumah malah dibiarkan kelaparan 😡😡😡
2023-05-15
0
Laksana mutiara🥀
Huaahh...😭😭😭 Aku kira untuk Ara, ternyata...? Untuk dia si Silvi?!😠😤😭
2023-02-15
1