Arsad melihat ke arah ara yang selalu menunduk kan kepala nya
' sok jual mahal buruk rupa' batin arsad mengumpat ara
Arsad menyangka ara buruk rupa sebab ara menutup ajak nya dengan cadar
" perkenalkan ini teman aku nama nya arsad" kata bima mengenalkan arsad
"arsad" kata arsad memperkenalkan diri nya dan mengulurkan tangan nya
" lisa "ucap lisa yang menyambut tangan arsad
Arsad pun beralih ke ara iya mengulurkan tangan nya
" ara" ucap ara sambil mengatupkan tangan nya ara memang sangat menjaga diri dan tidak mau bersentuhan dengan yang bukan mahrom nya
Arsad yang melihat ara tak menyambut tangan nya pun langsung menarik kembali tangan nya
' belagu banget ni orang , kenapa bima sampek tergila gila pada nya' batin arsad
" dia tidak mau bersentuhan yang bukan mahrom nya sad" kata bima memberi tahu arsad
Arsad hanya mengangguk kan kepalanya
" ara kata nya mau ada yang di omongin kok diem aja" tanya bima
" em begini mas sebelum nya ara minta ma'f dulu kan mas pernah bilang kalau mau menunggu ara sampai lulus kuliah" kata ara terhenti iya melirik ke arah lisa, lisa pun mengangguk kan kepalanya
" ya terus " tanya bima penasaran
" ma'fin ara ya mas sebaik nya mas cari perempuan lain saja jangan menunggu ara" kata ara dengan ragu regu
" kenapa aku tidak boleh menunggu kamu ara" tanya bima makin penasaran
"karena ara sudah di jodohkan mas" kata ara
Bima terdiam sejenak mendengar ucapan ara
" apa kamu tidak bisa membatalkan perjodohan itu ara aku kan sudah menaruh harapan sama kamu" kata bima
" ma'f mas aku gak bisa ini adalah ke permintaan almarhumah ayah dan ibu ku" kata ara menjelaskan
" terus aku bagai mana ara aku sudah berharap banget kamu jadi istri ku" kata bima
" sekali lagi ara minta ma'f mas ara juga baru tahu kemarin dari kk harun kalau aku sudah di jodoh kan oleh orang tua ku" kata ara yang tak berani menatap bima
' malang sekali nasip mu bim baru mau menjalani hubungan dengan seorang perempuan ternyata perempuan itu sudah di jodohkan' batin arsad yang mendengar pembicaraan bima dan ara
Bima pun mengusap wajah nya iya bingung harus bagai mana
" baik lah jika itu keputusan mu ara aku akan menghargai nya dan semoga kamu bahagia dengan pilihan orang tua mu"kata bima pasrah dengan takdir
" ara minta ma'f mas ara gak bermaksud untuk menyakiti mu , ara juga tidak tahu harus berbuat apa" kata ara
" kamu gak perlu minta ma'f ara ini bukan salah mu mungkin kita yang tak berjodoh , ara kamu masih mau kan berteman dengan ku meskipun kamu sudah menikah nanti" kata abi
" iya mas ara masih mau kok berteman dengan mas , tapi ara harus izin dulu kepada suami ara nanti ara tidak mau ada kesalah pahaman nanti nya" kata ara
"baik ara" kata bima sambil berusaha ter senyum
' meskipun kamu bukan milik ku setidak nya aku masih bisa melihat mu dari jauh' batin bima
' kalau aku jadi kamu aku akan mencari seribu kali lipat dari nya bim, untuk apa mengharapkan si buruk rupa ini' batin arsad
' kasihan sekali mas bima andai saja mas bima mau melihat ku yang sudah lama menaruh hati pada mu mas, aku tidak akan membiarkan mu seperti ini' batin lisa yang melihat ke arah bima
' ma'fin aku mas aku juga sama seperti mu kita sama sama sakit menerima kenyataan ini , semoga nanti kamu bisa mendapat kan jodoh yang lebih baik dari aku ya mas' batin ara
" ara apa boleh aku tau siapa calon suami mu" tanya bima memecah kan keheningan
" aku juga belum tau mas , aku belum pernah ketemu sama orang nya" kata ara berkata jujur
" masa mau di jodohin tapi belum tau orang nya apa ini alasan kamu menolak sahabat ku" kata arsad berkomentar
" tidak aku tidak berbohong aku baru tau kemarin dari kk ku kalau aku mau di jodoh kan dengan anak sahabat ayah ku yang ada di kota sebelah" kata ara menjelaskan
" aku berasal dari kota sebelah siapa nama calon mu itu siapa tau aku kenal " kata arsad
ara terdiam iya tak tau harus menjawab apa sebab iya tidak tau nama orang yang akan di jodoh kan dengan nya
" kenapa kamu dia gak tau nama nya atau sedang memikirkan sebuah nama untuk membohongi sahabat ku" kata aron lagi
" sudah lah sad jangan memojokkan ara seperti itu kasihan dia" kata buma yang kasihan melihat ara dipojokkan oleh arsad
" aku memang tidak tau siapa nama irang yang akan di jodoh kan dengan ku tapi aku tidak berbohong" kata ara dengan tegas
" baik lah kalau kau tidak berbohong kami akan hadir di acara pernikahan mu" kata arsad
" baik lah nanti kalau aku mau menikah aku akan mengundang kalian" kata ara yang sudah kesal dengan arsad
" ok kita tunggu saja , kapan kamu mau menikah dengan nya" tanya arsad
" kata kk ku dia akan datang bersama keluarga nya saat aku sudah lulus nanti" kata ara
" kapan kamu lulus" tanya arsad
" arsad sudah lah tidak udah di perbesar masalah ini" kata bima menengahi perdebatan arsad dengan ara
" kamu tenang aja aku cuma mau membuktikan kalau perempuan ini tidak sedang berbohong" kata arsad dengan senyum sinis
" aku lulus sekitar tiga bulan lagi" kata ara
" baik kah aku tunggu undangan mu , ayo bim kita pergi dari sini aku masih ada kerjaan dengan mu" kata arsad mengajak bima pergi dari kafe itu
" baik lah ara aku pergi dulu ya aku masih ada pekerjaan dengan arsad" kata bima
" iya mas silahkan " kata ara mengijinkan
" mari lisa kami pamit pergi dulu" kata bima kepada lisa
"iya mas hati hati di jalan" kata lisa
" assalamualaikum" salam bima
" walaikumsalam" jawab lisa dan ara
arsad sudah pergi duluan menuju ke parkiran
" sad tungguin aku" kata bima mengejar arsad
" kamu kenapa sih " tanya bima saat sudah di dekat arsad
" aku kesel aja melihat perempuan kebanyakan bohong ya kaya gitu" kata arsad yang kesal dengan ara
" tapi selama aku kenal dengan nya dia tidak pernah bohong " kata bima membela ara
" iya karena kamu sudah di buta kan oleh cinta nya jadi kamu gak bisa beda in mana yang jujur dan mana yang cuma mau nyakitin kamu aja" kata arsad
" sudah lah kita gak udah bahas itu lagi ayo kata nya kita mau melihat tempat pembangunan hotel lo nanti" kata bima mengalihkan pembicaraan
mereka pun pergi menuju tempat yang akan di bangun hotel oleh arsad
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
Laksana mutiara🥀
Maaf yaa, kak. aku juga masih pemula namun, ada sedikit ilmu yang kutahui yang mungkin bisa bermanfaat untuk kakak. Kalau bisa koma dan titik nya ada, contoh: "Sad, tungguin aku," kata Bima dengan mengejar Arsad.
2023-02-09
1