Sore itu,
Terlihat Malaika sedang sibuk menyiram beberapa tanaman di sekitar pekarangan rumah Adam, ada banyak jenis bunga dan tumbuh2an yg lainnya.
Wanita dengan mengenakan dress berwarna pastel itu nampak tersenyum bahagia, rasa takut tak lagi menjalari pikirannya, meski trauma masih belum hilang dalam benaknya.
" Nyonya !!! (Panggil salah seorang pembantu yg menghampirinya), anda tidak boleh melakukan aktifitas lebih dari dua jam, tuan Adam meminta saya untuk mengingatkan anda (pinta pembantu itu)
Mendengar ucapan art itu Malaika hanya tersenyum, ia menoleh menghadap ke arah pembantu tersebut.
" Sebentar lagi bik, saya masih ingin bermain main d sini, udara disini sangat bagus (timpalnya)
Kemudian art itu berlalu meninggalkan Malaika, sementara itu tanpa di ketahui olehnya rupanya Adam telah berdiri memperhatikannya sejak tadi, laki laki itu berdiri di atas balkon dan memperhatikan Malaika dengan senyuman khasnya. Dengan kedua tangan yg tersembunyi di balik saku depan celananya.
Adam kemudian turun dan menghampiri Malaika.
Sebuah pelukan hangat menyambar di perut wanita itu, Adam mengejutkannya dengan mesra.
" Beberapa obat telah menunggumu !! Dan kau harus menghabiskannya (pinta Adam mengisyaratkan padanya untuk segera meminum obat)
Wanita itu nampak tersenyum ketika sebuah tangan besar merangkul perutnya.
" Siall !!! Lagi lagi aku harus berhadapan dengan obat2 itu (gerutu Malaika)
Wanita itu kemudian melepaskan diri dari pelukan suaminya, ia segera masuk ke dalam dan mengikuti instruksi yg di berikan oleh suaminya itu.
Dengan langkahnya, Adam mengikutinya dari belakang.
Kedua pasangan itu duduk di meja makan, Adam menyiapkan beberapa obat yg harus di minum oleh Malaika.
" Hari masih terang, dan kau sudah di rumah ?? Sepertinya ada sesuatu yg aneh !! (Ucap Malaika penuh kecurigaan)
Satu per satu ia menenggak obat yg di berikan Adam.
" Rumah ini ada anggota baru, mana mungkin aku membiarkannya terus sendirian, (jawab Adam dengan menyindirnya)
" Hmmm omong kosong macam apa ini ?? (Sahut Malaika)
" Apa kau bosan di rumah ini ?? (Tanya Adam lalu menyibakkan sedikit rambut yg menutupi mata wanita itu)
" Sebenarnya ya !!! (Tertawa kecil)
" Apa kau ingin jalan2 ?? (Tanya Adam dengan melontarkan senyuman hangatnya)
" Tidak !!! (Jawab Malaika dengan tegas)
" Why !!! (Sahut Adam)
Malaika hanya menggeleng, ia bergeming dalam hati
" Kau sangat lelah akhir2 ini, mana mungkin aku membiarkanmu tanpa istirahat sedikit pun (ucap Malaika dalam hati)
Kemudian lamunannya terhenti dengan suara Adam.
" Kenapa diam ?? (Tanya Adam), kau tidak menjawab pertanyaan ku
" Hmm tidak !!! (Menggeleng), aku mudah sekali mengantuk, bahkan setelah minum obat pun dengan mudahnya aku akan tertidur. (Ucap Malaika mencoba mencari alasan)
" Baiklah, akan ku temani sampai kau tertidur!! (Pinta Adam dengan suara lirih)
Di antarkannya Malaika masuk ke dalam kamarnya, pria itu kemudian mengunci pintu dari dalam dan membaringkannya di tempat tidur.
Percakapan suami istri itu mulai berisik di telinga, tidak ada obrolan serius, mereka hanya menceritakan beberapa hal kecil.
Malaika terbaring dalam dekapannya, walau masih dalam keadaan terjaga, namun mereka berdua sangat romantis. Dan hampir saja Adam khilaf di buatnya.
" Tidurlah !!! (Pinta Adam lirih), aku akan berjaga disini sampai pagi
Malaika memandangnya dari bawah, ucapan dan tatapan mata Adam cukup memabukkannya. Hingga pria itu semakin mendekatkan wajahnya pada istrinya.
" Apa yg kau lakukan ?? (Tanya Malaika dengan suara berbisik)
Tanpa memperdulikan pertanyaannya, Adam mengecup bibir wanita itu dan melakukan kissing dengan sempurna.
Nampak keduanya begitu menikmati adegan tersebut, perlahan tangan Adam mulai tak bisa diam, ia coba meraih kaitan bra yg di kenakan istrinya. Terlepaslah kaitan bra itu.
Namun untuk sesaat Malaika kemudian tersadar, dan ia menghentikan aktifitas itu, ia nampak panik dan kembali merapikan pakaiannya.
" Jangan sekarang !! (Pinta Malaika perlahan)
Mendengar ucapan Malaika, laki laki itu kemudian memaklumi dan meminta maaf karna tidak bisa mengontrol dirinya.
" I'm sorry !!! (Ucap Adam kemudian terbangun)
Pria itu kemudian mencium kening istrinya, dan berlalu meninggalkannya.
" Beristirahatlah !!! (Pinta Adam perlahan)
Setelah kejadian itu, sepanjang malam Malaika tidak bisa tidur lantaran menyalahkan dirinya.
Wanita itu terduduk di tempat tidurnya, merangkul kedua lututnya kemudian menangis. ia sedih karna belum bisa menjalankan tugasnya sebagai istri Adam seutuhnya.
Keesokan harinya seperti biasa, kedua pasangan itu menikmati sarapan pagi di meja yg sama. Namun kali ini sedikit berbeda lantaran Malaika merasa tidak enak hati karna kejadian semalam. ia terlihat kaku dan gugup tak seperti biasanya.
Meski begitu, namun laki laki disampingnya itu coba mencairkan suasana agar Malaika tidak tegang.
Beberapa menit kemudian, pria itu bersiap siap untuk pergi ke kantor. seperti biasa ia selalu mencium kening Malaika saat sebelum berangkat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments