Matahari mulai menyembunyikan sinarnya, cahaya meredup dengan sempurna, di iringi angin senja yg menyejukkan. Malaika nampak berdiri di atas balkon rumah sewanya, membentangkan kedua tangan menikmati sunset dengan sendunya.
Tidak banyak yg ia kenal, hanya beberapa tetangga yg tinggal di sekitaran rumahnya. Ia tinggal seorang diri bersama kucing kesayangannya. Setiap pagi ia pergi bekerja, dan pulang di jam 3 sore. Meski masih berstatus karyawan magang ia sudah mendapatkan fasilitas dari kantor tempat ia bekerja. Termasuk rumah sewa yg ia tinggali.
Pasca kepergian suaminya, ia masih tidak bisa membuka hati untuk pria mana pun, bahkan ia berharap bisa menyusul suaminya di Syurga. Namun kenyataan membuyarkan lamunannya bahwa ia harus meneruskan hidup meski tanpa mendiang suaminya.
Wanita dengan paras kalem itu terlihat sendu saat menatap senja, ia tidak tau apakah ia bisa menemukan pengganti suaminya atau tidak.
Meski usianya telah memasuki 33 tahun namun ia masih terlihat seperti usia 20an, parasnya yg kalem serta tubuh yg mungil membuatnya terlihat awet muda, apalagi ia belum pernah memiliki seorang anak.
Beberapa saat kemudian, suara ponsel terdengar dari meja yg tak jauh dari sana, ia mengambil ponsel itu lalu mengangkatnya.
"..hallo... (Suara Malaika)
"..nona... Ini saya... Manager Paul... (Balas orang itu)
"..yaa ada yg bisa saya bantu pak...?? (Tanya Malaika)
"..nona.. aku ingin memberitahumu bahwa atasan kami masih bersikeras meminta anda yg harus menemui client tersebut... Bukan ibu Catherin... (Ucap manager Paul)
"..tp pak... Pasti saya akan mendapatkan masalah setelah ini... (Jawab Malaika sedikit cemas)
"..anda tak perlu cemas... Kami pastikan tidak akan ada yg mengganggu anda selama bekerja di kantor kami... (Ucap manager Paul mencoba meyakinkan).
Lalu keduanya pun mengakhiri panggilan.
Mendengar informasi tersebut, Malaika tampak sedih lantaran Catherin pasti akan mengerjainya lagi. Ia merasa bingung namun tidak bisa berbuat apa2, terpaksa ia harus mengikuti perintah manager Paul.
Keesokan harinya, sampailah dimana Malaika harus menemui client, ia nampak berbeda dari yg sebelumnya, penampilannya begitu anggun dan sopan, dengan sedikit riasan tipis di wajahnya membuatnya semakin terlihat elegant.
Wanita itu berjalan dengan menenteng sebuah tas kecil di lengannya, dan beberapa berkas di tangan yg lainnya. ia berjalan dengan anggun menuju ke mobil, di bukakanlah pintu mobil oleh seorang sopir dan mempersilahkan Malaika untuk masuk.
Catherin yg menyaksikan itu nampak gemas ingin mencabik cabik wajah Malaika, di selimuti kebencian yg mendalam, amarahnya terguncang tatkala melihat Malaika yg menggeser posisinya dengan begitu mudahnya.
Apalagi melihat penampilan Malaika yg sedikit berbeda dari biasanya, semakin memuncak dibuatnya, rasa kesal dan kemarahan merajai pikirannya.
Singkat pertemuan dengan client tersebut, meeting pun berjalan dengan lancar dan kerja sama telah terjalin begitu kontrak telah di tanda tangani.
Mendengar informasi tersebut, Adam tersenyum dan semakin di buat penasaran oleh karyawan magang itu. ia sangat kagum dengan kinerjanya hingga tidak sabar ingin mewawancarai langsung wanita itu.
Begitu pun dengan manager Paul dan juga supervisor Alan, mereka sangat terkagum kagum dengan Malaika yg begitu cekatan dalam melakukan pekerjaan.
Mengetahui hal itu, Catherin semakin di buat kesal dan amarahnya membabi buta, tak lama setelah itu ia merencanakan sebuah insident yg akan mencelakai Malaika hingga membuat wanita itu keluar dari perusahaan.
Sampai di suatu malam, Catherine mencoba mengotak atik komputer milik Malaika, ia coba memasukkan data keuangan ke rekening Malaika hingga membuat Malaika terjebak atas penggelapan uang perusahaan.
Keesokan harinya Malaika bekerja seperti biasanya, tidak ada gerak gerik aneh yg mencurigakan, ia nampak tenang karna memang sedang tidak melakukan kesalahan.
Namun beberapa menit kemudian direktur perusahaan meminta seluruh data keuangan bulan ini, ia menghampiri Ronald yakni manager keuangan.
"...kirim laporan keuangan bulan ini ke mejaku...!! Sekarang...!!! (Ucap direktur itu dengan tegas)
Langkahnya kemudian berlalu kembali ke ruang kerjanya.
Di susul Ronald yg kemudian menyerahkan berkas laporan keuangan.
Beberapa saat kemudian terdengar suara gebrakan meja yg sangat keras...
"BRUAKKKK !!!!
Suara itu mengejutkan seluruh staff, perhatiannya tertuju pada ruangan direktur yg tak jauh dari sana. Seluruh staff berdiri ketakutan sementara Ronald kembali dipanggil ke ruangannya lalu di mintai pertanggung jawaban atas laporan keuangan yg tidak beres.
"...apa ini...!!! (Bentak sang manager)... Pemasukan kita akhir2 ini meningkat... Penjualan begitu pesatnya... Tp kenapa laporan keuangan bisa seperti ini.... Kau lihat.... !!! (Menunjukkan data di komputer)... Kita minus sebanyak ini.... !!! Kau kemanakan semua uang itu...!!! (Ucapanya semakin keras di telinga)
"...ta tapi pak... Itu bukan perbuatan saya, saya sama sekali tidak pernah menggunakan uang perusahaan.... Aku bersumpah...!! (Ucap Ronal dengan memohon)
"...2 hari lagi CEO kita akan kembali... Apa kau bisa menjelaskan itu padanya...??? (Tanya sang direktur dengan menakutinya). Pergilah !!! (Pinta sang direktur mulai mereda)
Ronald pun akhirnya keluar ruangan dengan penuh ketakutan, dengan kerja kerasnya ia mencari tahu siapa yg telah menggelapkan uang perusahaan sebanyak itu, bahkan di jam makan siang pun ia sama sekali tak bergeming, ia masih terus mencari informasi siapa pelakunya.
Catherin yg menyaksikan hal itu nampak tersenyum sinis dan mencibirnya.
"...sebentar lagi kau akan tau siapa pelakunya, pasti orang dalam dibalik semua ini...(ucap Catherin dengan sinis namun pandangannya mengarah pada Malaika).
Wanita itu kemudian berlalu begitu saja, sementara Malaika yg menyaksikan itu nampak diam tak bersua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments