Malaika Ariana
Wanita berusia 33 tahun itu kini mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan besar ternama di negara Australia, perusahaan yg berkembang di bidang otomotif itu memproduksi segala jenis kendaraan, ia begitu antusias saat memasuki hari pertama ia bekerja.
Hari itu di kantor nampak ia sedang mengerjakan sesuatu, kemudian salah seorang wanita yg tak lain adalah Catherin, Sekretaris Adam Jackson nampak membully.nya, wanita dengan pakaian seksi yg sangat menonjol itu menghina Malaika dengan begitu rendahnya.
Ia berjalan mengelilingi ruangan karyawan, melihat lihat sambil memainkan pena di jarinya.
Tak lama kemudian langkahnya terhenti ketika melihat karyawan baru yg sedang mengerjakan sesuatu, wanita itu kemudian menghampirinya.
"...karyawan baru...!! (Ucap Catherin dengan sinis)
"...selamat pagi Bu...!!! Malaika...(mengulurkan tangan untuk berjabat)
Namun wanita itu menangkis tangan Malaika yg coba bersalaman dengannya.
"..siapa kau... Berani menyentuh tanganku...!!! (Ucap Catherin sinis)
"...maaf Bu..!! (Malaika menarik kembali tangannya)
"... Sudah berapa lama dia disini...??? Siapa yg merekrut karyawan kampungan seperti dia... ??? (Tanya Catherin dengan nada tinggi)
Mendengar suaranya yg lantang itu, kemudian seorang supervisor menghampiri dan coba menjelaskan pada Catherin.
"...Maaf Bu.. ini atas rekomendasi bapak Adam sendiri... Beliau yg meminta saya untuk menerimanya kerja di sini... (Ucap spv itu sambil sedikit membungkuk)
"...whattt???? (Catherin terkejut)... Aku meragukanmu Alan....
Catherin nampak tidak percaya dengan perkataan spv tersebut, ia kemudian menghubungi Adam yg masih berada di Jepang.
"...Sir...!!! Aku rasa ada kesalahan dalam perekrutan karyawan, sepertinya Alan salah dalam menyeleksi... (Ucap Catherin dengan nada manisnya)
"...hmmm...!!! (Gumam Adam)... Kenapa??? Ada masalah?? Apa dia membuat kesalahan... (Jawab Adam)
"..emmmh... Tidak.. tp menurutku.. dia sangat tidak pantas berada disini.... Kalau kau melihat wajahnya pasti kau ingin segera menendangnya dari sini.... (Gerutu Catherin)
"...hmmm.... Aku yg berhak memutuskan.... Aku sudah melihat kualifikasinya dan dia layak bekerja disana... (Jawab Adam singkat)... Jika tidak ada lagi yg perlu di bicarakan... Lanjutkan pekerjaanmu.... Urusan karyawan baru sudah menjadi tanggung jawab Alan... Bukan kau..(sambung Adam)
Pria itu segera menutup telvon.nya.
"...sial!!!.... Dia bahkan tidak pernah bicara manis padaku... (Gerutu Catherin dengan kesal)
Dengan ekspresi kesalnya, Catherin segera meninggalkan ruangan itu, ia kembali ke tempatnya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tak lama kemudian, Alan alias supervisor tersebut, menghampiri Malaika dan mengajaknya untuk terjun langsung dalam pembuatan dan perakitan kendaraan, ia di ajak untuk masuk ke sebuah pabrik atau tempat produksi perusahaan tersebut.
Sesampainya disana, Malaika di perlihatkan pada sebuah pembuatan mesin2 besar, lanjut ke proses perakitan, ia juga dengan aktifnya bertanya tanya pada kepala gudang dan juga para karyawan produksi seputar proses produksi dan lainnya, bahasa Inggrisnya cukup lancar sehingga semakin mempermudahnya dalam berkomunikasi dengan mereka.
Alan yg melihat itu sangat kagum pada karyawan baru itu, ia tidak menyangka bahwa Malaika sangat cerdas dan mudah berinteraksi dengan orang luar.
"...insting pak Adam memang benar, dia memang yg terbaik....(Alan tersenyum).
Beberapa jam kemudian
"...pak...!!! (Panggil Malaika) apa ada lagi yg perlu saya kerjakan... Semua data sudah masuk dalam catatan saya...
"..baiklah...!! Ayo kita kembali..... (Ajak Alan)
Lalu keduanya pun kembali ke kantor.
Suatu hari di jam istirahat, Malaika nampak menikmati makan siangnya, meski ia belum memiliki teman namun ia slalu berusaha ramah kepada semua orang.
Tak lama kemudian, Catherin dan 3 orang wanita lainnya menghampiri Malaika, dan lagi lagi mereka membully.nya dengan sangat kasar.
Dengan membawa sebotol jus di tangannya, Catherin dengan santainya menuangkan jus tersebut di atas makan siang Malaika.
Mengetahui hal itu Malaika sangat kesal namun ia mencoba meredam amarahnya. Ia mencoba pindah ke tempat duduk lain dan kembali memesan makanan baru.
Sementara Catherin dan ketiga wanita itu nampak mencibirnya dari jauh.
"...kau lihat... Kelakuan anak magang itu... Sombong sekali... Siapa dia disini...??? Aku yakin pasti Adam sakit mata ketika menerimanya bekerja disini... (Ucap Malaika sinis)
"...hmmm benar saja... Apa yg istimewah darinya... Dia sama sekali tidak cantik, tidak seksi, bahkan aku rasa ukuran dadanya hanya 32... Hahahahaha...(ejek yg lainnya)... Benar2 tidak ada gairah..
"...aku yakin ketika Adam kembali, dia akan segera terhempas dari sini... Wanita kampungan ini benar2 tidak pantas berada disini... (Sahut yg lainnya).
"...kita lihat saja nanti...!!! Akan ku buat dia tersiksa selama disini dan dia tidak akan tahan sampai Adam kembali....huhhh!!! (Tambah Catherin)
Keesokan harinya.
Seperti biasa Malaika bekerja masih di bawah tekanan Alan, jabatannya masih belum jelas lantaran Adam ingin mengetahui skill yg sebenarnya tentang wanita itu.
Setiap hari Alan menginformasikan perkembangan kinerja Malaika, bahkan perihal ia di bully oleh Catherin dan yg lainnya Adam pun mengetahui semuanya, hanya saja Adam lupa satu hal tentang wanita itu, ia masih belum mengetahui siapa nama wanita tersebut, bahkan ia seperti tidak perduli tentang siapa namanya.
Suatu hari ada sebuah pertemuan penting dengan seorang client, mereka ingin mengajak bekerja sama dengan perusahaan Adam, tp sayangnya Adam masih berada di Jepang.
Mengetahui hal itu Adam segera mengutus managernya untuk meminta Malaika agar menemui client tersebut.
"...atasan kami meminta anda untuk menemui client penting dan membicarakan soal kerjasama... (Ucap Paul sang manager)
Mendengar hal tersebut sontak membuat Catherin murka.
"...Braninya kau meminta wanita kampungan ini menemui client penting!!!... Ini client penting kita... Bukan pengantar makanan siap saji...!!! (Bentak Catherin pada Paul)
"...Ma maaf Bu... Tp ini atas permintaan bapak Adam sendiri....!!! (Ucap Paul gugup)
"...persetan dengan perintah Adam...!!! Biar aku saja yg menemui client itu... Dan kau wanita kampungan...!!! Braninya kau melakukan ini padaku...!!! Aku tidak segan2 membunuhmu jika kau berani menggeser posisiku....!!!! (Bentak Catherin pada Malaika)
Wanita itu kemudian meninggalkan ruangan dengan penuh amarah.
Sementara Malaika yg mendengar hal itu nampak merasa bersalah, ia merasa tidak enak seakan ia telah lancang menggeser posisi Catherin, sedangkan Malaika hanyalah karyawan magang yg belum jelas jabatannya.
"...pak sebaiknya ibu Catherin saja yg menemui client tersebut.... Saya masih baru disini dan sangat tidak pantas, pengalaman saya juga masih sedikit.... Tolong pak...saya tidak ingin ada masalah antara saya dan ibu Catherin... (Pinta Malaika dengan memelas)
Sang manager pun bingung harus berkata apa, ia belum bisa memutuskan apa yg harus di lakukan.
"..saya akan kembali menghubungi atasan saya...dan coba bernegoisasi dengannya... (Ucap manager tersebut lalu kembali ke ruangan)
Malaika tersenyum legah mendengar hal itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
?????
mulainya intrik-intrik kecil... tetap semangat ya
2023-03-31
2