Beberapa saat kemudian,
Masalah terpecahkan dan Ronald pun menemukan titik terang tentang siapa pelaku penggelapan uang tersebut,
Laki2 itu tak banyak berkata namun ia segera menuju ke ruangan direktur untuk memberitahunya.
"...pak aku sudah menemukan pelakunya....!! (Ucap Ronald)
"..tunjukkan padaku...!! (Pinta sang direktur)
"..lihat pak...!! (Menunjukkan sebuah laptop yg berisi tentang laporan keuangan), tanggal sekian di luar jam kerja... Tepatnya pukul 10 malam... Seluruh nominal ini masuk ke dalam rekening milik Malaika... (Ucap Ronald dengan menjelaskan)
"..Braninya dia...!!! Siapa dia... (Seru direktur dengan amarahnya)
"...dia adalah karyawan magang selama 10 hari terakhir pak... (Ucap Ronald)
Dengan segera kedua pria tersebut menghampiri meja Malaika dan segera menyeretnya keluar dari perusahaan. Malaika yg merasa tidak tau menau tentang hal itu hanya bisa menangis dan pasrah, ia bersumpah bahwa ia tidak pernah melakukan hal kotor itu.
Wanita itu di seret keluar perusahaan, ia di adili dan dipaksa untuk mengaku, tp apa yg mau di katakan, karna memang bukan Malaika pelakunya, ia terus menangis dan menjelaskan bahwa ia tidak tau apa2 tentang masalah itu.
Catherin yg melihat itu nampak tersenyum puas, karna sebentar lagi Malaika akan di keluarkan dari perusahaan tersebut.
Beruntung pada saat itu manager Alan menghubungi Adam atas kejadian tersebut.
"..pak...!!! Telefon dari CEO Adam... (Ucap manager Paul lalu memberikan ponselnya pada direktur tersebut)
"..Jangan ambil keputusan apa pun sebelum aku sendiri yg memutuskan...!!! Cari tau dulu kebenarannya... (Pinta Adam saat dalam telepon)
".. tp pak... Wanita ini terbukti bersalah, ia menggelapkan uang perusahaan sebanyak itu... Semua uang yg hilang telah masuk ke rekeningnya... (Ucap direktur bersikeras)
"...i know.. i know kalian panik... Tp coba dulu cari tau kebenarannya.. dia masih baru di perusahaan kita, kalaupun dia bisa dia tidak akan berani melakukan itu, (ucap Adam terus mencoba meredam amarah sang direktur)... Aku sering menjumpai orang2 seperti ini, dia di jebak.. kau cari buktinya... Dan jika aku salah dalam dugaan ini... Kau boleh ambil alih sebagian sahamku... (Ucap Adam dengan tegas)
Lalu panggilan itu berakhir, dan amarah sang direktur mulai mereda.
"..kau beruntung memiliki CEO sebaik dia... Kalau tidak kau sudah ku bunuh dari tadi.... (Ucap direktur itu lalu meninggalkan Malaika tempat tersebut)
Mendengar hal itu Malaika sedikit legah namun tangisnya masih tersisa dan membuat seluruh wajahnya sembab penuh air mata.
Namun manager Paul dan juga supervisor Alan berusaha membangunkannya untuk kembali berdiri.
"...tenanglah nona...!! Aku tidak tau ada apa dengan atasan kami hingga ia begitu mempercayaimu, aku rasa dia telah mengenalmu sejak lama... Karna yg ku tau... pak Adam adalah orang yg tidak pernah bisa mempercayai siapa pun apalagi seorang wanita... Tp setelah kau berada disini aku merasa kalian memiliki ikatan batin yg begitu kuat... (Ucap manager Paul menjelaskan)
"..Adam ??? (Malaika terkejut)
Mendengar nama Adam, Malaika mulai teringat seseorang, seseorang 8 tahun yg lalu menikahinya karna terpaksa. Tp ia mencoba menampik semua itu, mungkin bukan Adam yg di maksud, ada banyak nama Adam di dunia ini.
Keesokan harinya, seperti biasa Malaika masuk kerja, namun kali ini sedikit berbeda, seluruh staff memandangnya dengan begitu sinis, lantaran insident kemarin yg masih belum terpecahkan.
Meski begitu mereka semua sangat yakin bahwa Malaika memanglah pelakunya.
Tepat sekali, hari itu Adam telah kembali, dan hari itu juga Adam sendiri yg akan menemui Malaika dan bertanya banyak seputar pengalamannya.
"...nona... Hari ini atasan kami telah kembali, kau diminta untuk menghadap ke ruangannya tepat pukul 10.00 siang nanti.... (Pinta manager Paul)
"...baiklah...!! (Jawab Malaika dengan lemah lembut)
Mendengar hal itu, Catherin tersenyum puas, ia mengira bahwa Malaika akan segera di tendang keluar dari perusahaan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
Abel_alone
kau salah besar nenek sihir
2025-01-03
1