Tepat di menit 45 pukul 9 waktu setempat, CEO itu telah tiba di kantor, ia berjalan memasuki ruangannya di susul Catherin Sekretarisnya, wanita itu dengan bangganya berjalan di belakang Adam sambil membawakan beberapa berkas milik Adam. Dengan dua kemananan yg juga menemani langkahnya, Adam kemudian memasuki ruangan.
Pria itu lalu duduk dan meminta beberapa berkas yg telah di bawakan oleh Catherin. Wanita itu berdiri tepat di samping Adam, sementara Adam sibuk memeriksa beberapa berkas itu.
"...Sir...!!! Apa kau memerlukan sesuatu...??? Coffe atau...??? (Ucap Catherin dengan rayuan halusnya)
"..Tidak ada...!! Pergilah...!!! (Jawab Adam singkat namun ramah)
Mendengar jawaban pria itu, Catherin tampak menciutkan ekspresinya kemudian ia beranjak dari tempat itu.
Setelah selesai memeriksa beberapa berkas tersebut, Adam kembali merapikan mejanya, ia memutar kursinya 180 derajat sehingga ia membelakangi meja yg ada di depannya.
Di tataplah sebuah jam yg ada di tangannya, ketika menit menunjukkan ke 58, ia seperti sedang menunggu seseorang, yaa dia memang sedang menunggu karyawan magang itu.
Waktu terus berjalan, dan menit telah menunjukkan di angka 00... Tepatnya pukul 10 pagi.
Dan benar sekali suara ketukan pintu terdengar dari luar,
"Tok Tok Tok...!!! (Suara ketukan itu perlahan)
Tanpa merubah posisi duduknya, Adam hanya berkata :
" Masuklah...!!! (Ucap Adam dari dalam ruangan)
Perlahan wanita itu memasuki ruangannya, ia berdiri tepat di depan mejanya lalu berkata :
" Selamat pagi pak...!!! Apakah anda memanggil saya??? (Tanya wanita itu dengan sopan)
Seperti tak asing dengan suara itu, Adam segera memutar kembali kursinya, dan betapa terkejutnya ia bahwa wanita yg ada di depannya adalah Malaika, wanita yg pernah di nikahinya 8 tahun yg lalu.
Antara bahagia dan terharu, Pria itu sangat tidak menyangka bahwa ia akan dipertemukan kembali oleh Malaika,
Begitu pun dengan Malaika, ia sangat terkejut bahwa atasannya adalah seseorang yg pernah ia kenal sebelumnya.
Namun reaksi Malaika berbeda dengan Adam yg terlampau bahagia karna bertemu dengannya. Malaika justru menangis sejadinya seolah ingin meluapkan segala beban yg ada pada dirinya, ia menangis sesenggukan. Sementara Adam kemudian beranjak dari tempat duduknya ia segera mengunci pintu ruangannya agar tidak di ketahui oleh siapa pun.
Pria itu kembali menghampiri Malaika yg masih menangis sesenggukan, ia duduk di atas meja tepat berada di depan wanita itu, malaika tertunduk menangis tak henti hentinya.
"...menangislah..!!! Menangislah sekeras mungkin... Keluarkan semua bebanmu... Tidak akan ada yg mendengarkan....(ucap Adam kemudian mengangkat kedua bahu Malaika, dan memintanya untuk duduk dengan tenang).
Meski begitu, air matanya tak henti mengalir, Malaika masih terus menangis seolah Adam adalah tempat berteduh yg paling nyaman untuk mengeluarkan semua beban.
Pria itu kemudian memeluknya dengan erat, walau masih tidak mengerti dengan apa yg telah terjadi, namun ia berusaha untuk menenangkannya.
Setelah di rasa mulai sedikit tenang, Adam memberikannya segelas air minum untuknya, wanita itu meneguknya dengan perlahan. Dan Adam coba mengusap pipinya yg telah basah karna deraian air mata.
"...apa yg telah terjadi...??? (Tanya Adam mencoba untuk tersenyum)
Perlahan Malaika mulai menceritakan kejadian yg telah menimpanya pasca Adam meninggalkannya 8 tahun yg lalu.
Tak kuasa mendengarkan ceritanya, pria itu pun meneteskan air mata. ia tidak menyangka bahwa Malaika telah mengalami penderitaan yg begitu besar pasca kepergiannya.
Malaika masih terus menangis dengan ceritanya, sementara Adam kembali merangkulnya dan memintanya untuk sejenak menghentikan cerita itu, karna ia tak tahan melihat Malaika dengan air mata yg tak henti2nya.
"...dengar...!! Kau bersamaku sekarang, tidak akan ada yg berani menyakitimu.... (Ucap Adam mencoba menenangkan Malaika)
"...dan mereka juga memfitnahku.. (ucapan Malaika tertahan oleh satu jari Adam yg coba membungkamnya)
"...aku tau semua itu, dan aku juga tau siapa pelakunya, aku hanya perlu menemukan sedikit bukti untuk membersihkan namamu...(ucap Adam terus menenangkannya)
"..bagaimana kau tau semua itu... (Sahut Malaika)
Terdiam sejenak.
"..tenanglah...!!! Aku di sampingmu... Dan tidak akan ada yg bisa menyakitimu... (Ucap Adam lalu melangkahkan kakinya untuk keluar)
Namun sebelum itu, langkahnya kemudian terhenti, ia kembali mengucapkan sesuatu.
"..dan perlu kau ketahui.... tentang pernikahan 8 tahun yg lalu.... Aku tidak pernah menceraikanmu....!!! (Ucap Adam begitu tegas)
Mendengar hal tersebut Malaika spontan terkejut,
"...apa itu artinya...(sahut Malaika namun ucapannya terpotong)
Adam pun mengangguk
"...yaa... Kau masih istriku.... Istri sahku... hingga kini... (Ucap Adam dengan sedikit senyum di bibirnya)... Walau tidak semudah itu kau akan menerimaku sebagai suamimu, tp mulai sekarang aku akan menjaga dan melindungimu layaknya suami istri... (Tambahnya dengan tegas)
Malaika hanya terdiam mendengar perkataannya, ia baru menyadari bahwa memang benar Adam masih menjadi suami sahnya, namun wanita itu masih belum bisa menerima keberadaan Adam dalam hidupnya.
Pria itu kemudian menggandeng tangan Malaika, ia mengajaknya keluar ruangan dan mengantarnya kembali ke meja kerjanya.
Melihat pemandangan itu para staff nampak terkejut, mereka melihat kedua orang itu dengan mata yg sembap seperti habis menangis, apalagi saat Adam menggandeng tangan Malaika begitu mesra.
Catherin yg menyaksikan itu pun sangat kesal, ia tidak terima dengan sikap Adam terhadap Malaika yg begitu manis, sementara ia yg bekerja selama 5 tahun di perusahaan itu tidak pernah diperlakukan semanis itu oleh adam, sedangkan Malaika yg hanya karyawan magang beberapa hari yg lalu sudah mendapatkan perlakuan manis seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
FrenyHunt
hanya ada di dunia fiksi kakak😆
2025-01-03
0
Abel_alone
pngen laki" seperti Adam
2025-01-03
1