Dewi pun berdiri dan ia berjalan ingin pulang ke rumah.
"Untuk mencari tahu siapa pembunuh ku aku harus punya uang untuk pulang ke negara ku, ini adalah negara A, sedangkan negara ku ada di negara Q. Akhhhhh! Itu sangat jauh, kenapa aku malah pindahnya ke negara yang sangat jauh! Apa aku harus mencari pekerjaan dulu? Atau menggerogoti pria tua itu untuk mengambil uangnya, meskipun begitu tetap aja tidak akan cukup. Hm … aku rasa dengan kepintaran ku tidak akan sulit mencari pekerjaan yang bagus, aku akan mencari perusahaan dengan gaji tinggi," ucap Dewi menyusuri jalan.
"Ayo dekati wanita itu," perintah Zeiro.
"Baik Tuan," angguk Asistennya.
Setelah setengah perjalan, sebuah mobil lewat.
Tin! tin!
Sebuah mobil menghalangi jalan Dewi membuat Dewi berhenti. Kaca jendela perlahan-lahan terbuka dan memperlihatkan wajah pria tampan yang di kenali Dewi.
Dewi menekuk alisnya heran dengan mobil yang tiba-tiba menghalangi jalannya.
"Masuklah, aku ingin bicara padamu," ucap Zeiro menatap Dewi.
"Katakan saja di sini," jawab Dewi datar.
"Tidak bisa, di tempat ini terlalu ramai." ucap Zeiro melihat sekeliling tempat itu Rania di lewati oleh kendaraan yang berlalu lalang.
Ia pun masuk ke dalam mobil Zeiro dan duduk di sampingnya. Mobil perlahan-lahan melaju di jalanan.
"Bagaimana luka mu? Apa baik-baik saja?" tanya Dewi.
"Ini hanya luka kecil, itu tidak akan mempengaruhi hidupku, dan juga aku berterima kasih, jika bukan karena mu aku sudah mati di tangan pembunuh bayaran itu," ucap Zeiro tersenyum.
"Apa yang mereka cari denganmu?" tanya Dewi penasaran.
"Mereka ingin mencuri data perusahaanku, mereka sangat berani langsung mencarimu di saat aku sedang sendirian," ucap Zeiro geram.
"Katakan! Kau ingin mengatakan apa?" tanya Dewi tanpa basa basi.
"Aku ingin tawar menawar denganmu, mungkin kau pasti akan menerimanya," ucap Zeiro.
"Baiklah, asal itu menguntungkan," jawab Dewi setuju.
"Aku melihat kau sangat jago bela diri. Aku lihat keadaan mu saat ini kau pasti membutuhkan uang kan?" tanya Zeiro melihat ke depan sambil tersenyum.
"Kau menyelidiki ku?" tebak Dewi menatap Zeiro tajam.
"Itu tidak penting. Aku punya sebuah padepokan yang di dirikan oleh kakek butut ku yang masih bertahan sampai saat ini, seluruh siswa yang mengikuti akan di kirim untuk mengikuti kompetisi di ajang internasional, tapi sayangnya hanya pernah 5x menang dalam ajang internasional. Tawaranku adalah, mau kah kau menjadi bagian dari padepokan bela diriku untuk mengikuti kompetisi ini, jika kau menang, aku akan mengikuti keinginanmu," ucap Zeiro.
"Baiklah, aku setuju, tapi di mana di adakan kompetisi itu?" tanya Dewi.
"Di Negera Q," jawab Zeiro. Dewi terkejut saat mendengar nama negeranya di sebut. Itu adalah negara asalnya, negara yang banyak meninggalkan kenang-kenangan, negara yang membuatnya rindu dengan adik sepupu dan pacarnya. akan tetapi negara itu membuat ia mati dengan tragis
"Kenapa kau terkejut seperti itu? Tapi wajar saja kau terkejut, karena itu adalah negara asal dari Dewi pembunuh, tapi semua orang juga tau jika Dewi pembunuh baru saja wafat, sayang sekali. Tapi penerusnya banyak dan kuat-kuat, rasanya sangat sulit di mengalahkan mereka, tapi jika kau berlatih bersungguh-sungguh, aku rasa kau bisa mengalahkannya," ucap Zeiro.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
Ani Maryani
mungkin keluarga Dewi yg jahat d kota q kan dia punya sepupu
2024-10-02
0
Bey
Aq curiga pacar sama sepupu nya yg bikin dewi mati
2024-09-27
0
Warni Arni
Kayaknya org terdekat Dewi nih yg jahat dan menaruh bom di mobilnya
2024-08-02
0