Mereka berdelik ngeri dan merinding.
"Baiklah Dewi kami pergi dulu," ucap mereka langsung melajukan mobilnya.
"Da da, selamat jalan, kau harap kalian tidak berani lagi bertanya," ucap Dewi melambaikan tangannya.
Ia duduk di sebuah kursi jalanan sambil melihat video kematian berulang-ulang, berharap ia bisa menemukan petunjuknya, Video itu di ambil dari kamera cctv di tempat kejadian saat bom itu meledak.
Zeiro melihat Dewi yang menyelamatkannya tadi malam itu duduk sendiri di kursi. "Oh ya, apa kamu sudah menyelidikinya?" tanya Zeiro.
"Sudah Tuan, datanya sudah kirim ke email Anda," ucap asistennya mengirimkan email ke ponsel Zeiro. Zeiro membukanya.
Nama, Dewi Larasati, mahasiswa semester 3, nama ayahnya Surya dan mempunyai ibu sambung bernama Lena. Ia mempunyai adik tiri bernama Anita. Ia sering di bully dan di tindas, selalu pakai kaca mata dan rambut kuncir kuda, cupu dan culun, tidak ada yang menyukainya. Ia adalah anak yang tidak di sayang keluarganya, sering di marah oleh ayahnya tapi ia sangat penurut dan pendiam.
"Benarkah semua ini? Ini sangat jauh berbeda dengan apa yang aku lihat tadi, bahkan Fotonya memeng terlihat jelek dan culun, sedang tadi ia terlihat bersemangat dan sangat manis, apa semua ini?" tanya Zeiro berpikir.
"Apa data yang kamu cari ini benar?" tanya Zeiro memastikan.
"Benar Tuan, data ini sangat akurat," jawab Asistennya yakin.
"Lalu apa yang kita lihat tadi?" tanya Zeiro menatap ke asistennya.
"Hm … itu saya tidak tahu, mungkinkah ia begitu karena sering di tindas atau mungkin ia selama ini memang kuat tapi menyembunyikan keahliannya," tebak asisten juga ikut berpikir.
"Baiklah,kita lanjut perjalanannya," perintah Zeiro.
Ia menggenggam ponselnya menatap keluar jendela kaca sambil menatap pemandangan.
"Dewi, siapa kamu sebenarnya? Apa kau punya kepribadian ganda atau kau menyembunyikan kemampuan mu?" tanya Zeiro menatap kosong di hadapannya
Dari kejauhan Zeiro terus melihat Dewi, wajahnya yang cantik, rambut terurai lurus di tambah terkena angin sepoi-sepoi membuat rambut itu melambai-lambai.
Kulit putih bersih, mata bulat, alis tebal, hidung mancung, semuanya ada pada Dewi. Ia memakai rok selutut dan sepatu kets hitam yang terus menatap ponselnya.
"Dia bukan hanya cantik, dia juga sangat kuat, dia sangat menarik," gumam Zeiro tersenyum.
"Argghhh! Sial! Mau di ulang berapa kali pun itu hanya sebuah ledakan saja dan tidak ada siapa-siapa di dekat sana. Lihat saja nanti, aku akan membunuhmu dengan berkeping-keping menghancurkan tubuhmu menjadi daging cincang lalu memberi makan harimau," ucap Dewi geram.
Ia mengingat lagi, saat ia pergi hingga bom itu meledak. Padahal mobil itu baru saja ia beli kenapa bisa remnya blong? Saat setelah ia membeli mobil ia meletakkan mobil itu terparkir di rumah begitu saja dan tidak memasukkan ke dalam bagasi.
Saat paginya, ia membuka pintu mobilnya dan itu tidak terkunci, karena kemaren ia sangat mengantuk dan tidak mempedulikan mobil ya apa sudah terkunci atau tidak jadi dia tidak mempermasalahkannya itu.
"Seharusnya aku harus berhati-hati, jika tidak tidak akan ada kejadian seperti ini. Berarti malamnya mereka merusakkan rem mobilku karena mereka tau jika aku akan mengunakan mobil itu saat keberangkatan ku besoknya, mereka benar-benar ya," ucap Dewi kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 135 Episodes
Comments
YuWie
bukannya di awal pas lihat tv dia sdh tau suspect penaruh bom klo ada pengawal baru yg tdk dia kenal
2024-09-25
1
Asih Ningsih
apa rumahnya dewi gak ada cctv nya thoor.
2024-06-05
0
Asih Ningsih
iya knpa enggak kmu selidiki dari fumahmu aja dulu dew biar kmu tau siapa yg membuat rem mobilmu blong n ada bom di dalamnya.
2024-06-05
1