Tika tak habis pikir "Bagaimana sebuah perusahaan sangat memanjakan dan mementingkan seorang pelamar kerja yang notabene adalah orang yang samasekali belum berkontribusi apapun terhadap perusahaan.
Kalau pelamar diterima kerja mungkin bisa mengembalikan fasilitas tersebut dengan kinerja maksimal nya sebagai karyawan.
Namun jika pelamar tidak diterima bekerja, apakah tidak sia-sia pengorbanan perusahaan ini?
Betapa mulianya hati pemilik perusahaan ini, semoga beliau diberkahi kesehatan dan umur yang panjang"
"Aamiin ya rabbal 'aalamiin" tiba-tiba saja Tika mendengar seseorang mengamini doanya, lalu dia berbalik dan mendapati seorang karyawan yang berjalan masuk kedalam ruang bermain.
Karyawan D'Group memiliki seragam yang berbeda pada tiap jenjang jabatan nya, itulah mengapa Tika mengetahui bahwa orang yang mengamini doa nya adalah seorang karyawan seperti pendamping yang ada di ruang bermain.
Saat menitipkan anak nya, Tika dan anak-anak diberi gelang seperti pasien rumah sakit, perusahaan meminimalisir keadaan yang tidak di inginkan, seperti penculikan.
Kemudian Tika berjalan keluar sambil memandangi anak-anaknya dari dinding tempered glass, mereka langsung bermain dengan pendamping nya.
Tidak ada kekhawatiran ketika Tika menitipkan anak-anak di ruang bermain, karena Tika melihat banyak camilan sehat yang di sediakan.
Bahkan dia pun melihat kotak catering yang kosong, menandakan bahwa di dalam ruang bermain di sediakan pula fasilitas makanan berat empat sehat lima sempurna.
Sepanjang jalan dari ruang bermain ke ruang HRD, tak henti hentinya Tika berdoa agar bisa diterima menjadi karyawan di Perusahaan D'Group ini.
Tika bernafas lega, karena dia melihat hanya ada dua orang yang sedang duduk menunggu di depan ruang HRD.
Didepan dua orang tadi terdapat front desk yang mengumpulkan surat lamaran kerja, dilihat dari tulisan diatas meja.
Kumpulkan Surat Lamaran Kerja Anda Diatas Meja Ini!
Silahkan ambil nomor antrian dengan meng klik layar monitor di samping nya!
Silahkan tunggu antrian di ruang tunggu yang telah kami sediakan, yaitu ruang perpustakaan!
Tak lagi bertanya, Tika langsung menaruh surat lamaran kerja nya di atas meja lalu sesuai instruksi selanjutnya dia mengambil nomor antrian dan berjalan lagi ke ruang perpustakaan.
Tika menarik nafas nya perlahan "Huuufh! aku pikir tadi hanya dua orang yang menunggu, ternyata sisa nya ada diruang perpustakaan, untunglah ruang tunggu yang digunakan adalah perpustakaan, aku jadi bisa membunuh waktu dengan membaca"
Betapa kagetnya dia ketika memasuki pintu perpustakaan dia melihat hampir 50% perpustakaan yang berada diatas lantai ruang bermain tadi sudah terisi. Dan 90% lantai ini adalah ruang perpustakaan.
"Benar benar banyak yang mencoba peruntungan menjadi karyawan di perusahaan ini, untunglah aku sampai di front office tepat lima menit sebelum tutup.
Aku harap sore ini sudah bisa pulang untuk bersiap siap besok telah menjadi karyawan" Tika bergumam sambil berharap.
Tika masuk lebih ke dalam ruang perpustakaan, dia mencari buku kesukaan nya, yaitu romance novel.
Dari lima buku novel yang di bawa nya, semua genre pasti berhubungan dengan sebuah perusahaan.
"Hmmmm, benar-benar sangat teliti dalam menyaring informasi, bahkan novel tak luput dari pembelajaran tentang manajemen perusahaan" ucap Tika dalam hati nya.
"Tunggu dulu, tempat novel yang aku ambil tadi memang berada di lokasi buku buku manajemen perusahaan, hmmm rupa nya seperti itu ya klasifikasi nya, bahkan ada buku-buku kedokteran dan sudah pasti novel genre apapun pasti berhubungan dengan kedokteran"
Tika kembali dibuat berdecak kagum, di samping buku-buku berat, banyak pula buku ringan seperti novel, komik dan bacaan untuk balita.
Lima jam telah berlalu saat ini tepat pukul 16.30, satu persatu nomor urut telah di panggil menuju ruang HRD, hingga tibalah saat nya nomor urut Tika di sebut dari pengeras suara yang berada di tiap pojok plafon ruang perpustakaan.
"Akhirnya ...."
Tika pun menghela nafas lega, kemudian melangkahkan kaki nya menuju ruang HRD dan duduk manis di bangku kosong yang ada di depan front desk.
"Hai mba, kenalkan saya Tika, single parent dengan dua anak perempuan" Tika mengulurkan tangannya sambil tersenyum kepada perempuan yang duduk di sebelah kanan nya.
"Hai Tika, kenalkan juga, saya Tika tanpa huruf T, jadi cukup panggil Ika saja, saya jones nih mba"
Ika menyambut perkenalan Tika dengan sedikit diselingi humor ringan, sambil memasang tampang yang dibuat menyedihkan saat mengatakan jones.
"Duh mba Ika, saya jadi gak enak nih, perkenalan saya bawa status" ujar Tika merasa tak enak hati.
"Tak apa mba Tika, saya senang mendapat teman baru di saat tegang seperti ini, saya hanya bercanda tadi, saya juga sudah menikah dan baru memiliki seorang anak" ucap Ika menjelaskan tampang sedih nya tadi.
Selagi asyik mengobrol, pelamar kerja yang berada diruang HRD selama 15 menit itu akhirnya keluar.
Ika pun bersiap untuk masuk kedalam ruangan yang telah menanti nya.
"Saya duluan ya mba Tika, nanti kita sambung lagi" Ika pamit sambil bersalaman dan memberikan kartu nama nya.
"Baiklah, silahkan dan terimakasih banyak atas obrolan santainya" ujar Tika menyambut uluran tangan Ika dan menerima kartu nama nya.
Sambil menunggu waktu Ika selesai tes dan wawancara, Tika membaca informasi yang ada di website Perusahaan D'Group.
Belum selesai membaca seluruh informasi, Ika sudah keluar dari ruang HRD, hal itu terjadi disebabkan banyaknya sub menu yang ada di website Perusahaan D'Group.
"Semangat mba Tika, semoga kita bisa bertemu setelah menjadi karyawan di sini ya mba" ucap Ika sambil berlalu ke arah lift.
"Fighting" Tika hanya membalas dengan mengepalkan tangan, menekuk sikut dan mengarahkan tangan yang di tekuk dari atas ke bawah, lalu berjalan masuk ke dalam ruangan HRD.
"Selamat sore Kartika, silahkan duduk dengan nyaman" salah satu staf menyapa dan mempersilahkan Tika untuk duduk.
"Sore juga bapak dan ibu sekalian, mohon maaf jika penampilan saya agak kurang, mohon di maklumi" ucap Tika sambil duduk di kursi yang telah disediakan.
"Silahkan ceritakan kepada kami secara singkat dan padat, tak usah bertele-tele langsung saja to the poin, kenapa Perusahaan D'Group harus menerima Kartika untuk bekerja sebagai karyawan" salah satu dari tiga orang staf bertanya tanpa basi basi.
Tanpa berfikir panjang, Tika langsung menjawab "Saya memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi yang dapat membantu kemajuan perusahaan.
Di samping itu saya baru seminggu bercerai mati dengan suami.
Dengan menjadi karyawan di Perusahaan D'Group, saya yakin selain memajukan perusahaan, saya juga dapat memberikan kehidupan yang layak bagi dua orang putri saya"
"Kemampuan mu dalam bidang akuntansi, coba jawab pertanyaan berikut ini
Bila pendapatan sebesar empat puluh lima juta rupiah, beban tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah dan penarikan modal oleh pemilik sebesar sepuluh juta rupiah.
Maka jumlah laba bersih atau rugi bersih berapa rupiah?"
Staf kedua langsung menanyakan soal yang berhubungan dengan pernyataan Tika soal kemampuan nya.
Karena sambil mendengarkan staf kedua bertanya, Tika auto berfikir jawaban nya, oleh karena itu tak makan waktu lama, setelah staf kedua menyelesaikan pertanyaan nya, Tika langsung menjawab.
"Laba bersih sebesar Tujuh juta lima ratus ribu rupiah"
Staf kedua lanjut bertanya "Kenapa laba bersih tujuh juta lima ratus ribu rupiah?"
"Karena laba bersih merupakan selisih pendapatan atas beban.
Jika beban lebih besar dari pendapatan, selisihnya adalah rugi bersih.
Penarikan oleh pemilik adalah kebalikan dari investasi pemilik di perusahaan dan tidak mempengaruhi jumlah laba bersih maupun rugi besih" jawab Tika panjang lebar, sambil menghela nafas lega.
Staf ketiga lanjut bertanya ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments