Persiapan pembukaan Kantor Cabang D'Group di Planet Mustahil baru 20%, sungguh persiapan yang sangat sibuk.
Sementara kita tinggalkan dulu emak yang lagi sibuk di Planet Mustahil.
Sekarang kita beralih kepada seorang mamah muda yang baru saja ditinggal wafat suami nya, mereka memiliki dua orang anak yang masih usia SD dan TK.
Sebut saja namanya Tika, saat ini menjadi single parent yang telah bertekad untuk membahagiakan anak yatim, buah cintanya dengan suami tercinta yang telah mendahului nya.
Tika sendiri merupakan bungsu dari tiga bersaudara, dengan sifat nya yang sering ceplas ceplos tidak di sukai oleh kakak tertuanya yang bahkan telah memblokir nomor kontak nya.
Pada satu pertemuan yang Tika pikir konteks nya kan lagi pada saling becanda dia melontarkan kata yang ternyata tidak sukai oleh kakak nya.
Padahal beberapa saat yang lalu, kakaknya sendiri yang mencetuskan dan menceritakan asal muasal kata kata tersebut dengan raut wajah ceria.
Dalam kebingungan pada situasi canggung yang di hadapinya, dia hanya diam sambil mencerna perkataan yang katanya menyinggung sang kakak.
"Baru aja enak udah kayak gitu lagi aja, dah lah, emang diam itu emas, mendingan diem aja.
Ditanya nyaut, gak di tanya rapetin aja mulut serapet rapet nya. Gak guna juga cape cape menghilangkan kecanggungan.
Loh konteks nya kan lagi bercanda, berarti emang gue yang salah tempat dan kondisi, salah salah salah. Emang gue yang bego. Mungkin cukup, sudah cukup, cukup lah"
Ucap Tika dalam hati nya sambil mencari-cari lowongan pekerjaan di Gugel.
"Nah ini dia, mendingan aku save dulu link lowongan kerja ini, lanjut pamit pulang dan bersiap mengirim surat lamaran kerja ke Perusahaan D'Group"
Tanpa sengaja Tika nge klik iklan lowongan kerja yang di pasang perusahaan emak Indun.
"Maaf mba-mba, karena acara pertemuan kita sudah selesai, Tika dan anak-anak pamit dulu, Tika harus segera membuat lamaran kerja, kebetulan waktu Tika scroll Gugel, Tika lihat lowongan kerja di Perusahaan D'Group"
Tika pamit kepada kakak kakak nya, lebih tepat nya kabur dari kecanggungan yang dirasa nya aneh.
"Baiklah nduk, hati-hati dijalan nggeh, ingat jangan ngebut bawa motor nya, kamu sekarang harus lebih waspada, karena kamu adalah ibu sekaligus ayah bagi anak-anak mu"
Kakak ke dua nya selalu memberikan kehangatan di hatinya, berbeda dengan kakak nya yang pertama, selalu membuat Tika jadi serba salah.
"Baguslah kalau kamu sudah tau info lowongan di Perusahaan D'Group, karena sebelum aku tutup acara pertemuan ini, aku hendak menginformasikan nya kepadamu.
Aku sangat yakin kamu akan diterima kerja disana, karena menurut informasi, perusahaan tersebut lebih memprioritaskan karyawan dari kalangan tidak mampu.
Ingat Tika, kas keluarga hanya bisa menunjang keperluan kalian yang mendesak saja selama kamu belum memiliki pekerjaan"
Itulah yang kakak tertuanya nya katakan saat Tika hendak berpamitan, sungguh membuat hati menangis.
"Nggeh mbakyu, doakan Tika agar bisa langsung diterima di Perusahaan D'Group nggeh, Tika pamit pulang terlebih dahulu" pamit Tika kepada kedua kakak nya.
Siapa yang memiliki keinginan untuk ditinggal wafat suami secepat ini, tentu saja tak kan ada yang mau, terbersit saja tidak, semua pasangan ingin menua bersama, namun Tika sadar itulah takdir nya.
Tika tak kan menyalahkan siapapun dengan kondisi nya saat ini. Dia harus kuat demi anak-anak nya.
Setelah menaikkan si bungsu ke kursi anak yang berada diantara setir dan bangku, kemudian Tika menaiki motornya disusul anak pertamanya.
"Ayo mbak segera naik motor, kita mampir dulu ke toko fotocopy ya mbak, Mamah mau buat surat lamaran kerja"
Tika memanggil anak pertamanya dengan sebutan m**bak** untuk membiasakan si bungsu agar memanggil kakak nya dengan sebutan mbak juga.
Melajulah Tika bersama kedua anak nya menuju toko fotocopy yang dekat dengan rumah kontrakannya.
"Mas, bisa minta tolong print dan fotocopy sebanyak lima lembar surat lamaran kerja yang ada di flashdisk ini? Namun sebelum print saya minta di edit bagian penerima surat lamaran ini ganti dengan Perusahaan D'Group"
Setibanya Tika di toko fotocopy langsung menyerahkan sebuah flashdisk berisi surat lamaran kerja kepada perusahaan terdahulu, dokumen lain sudah ada fotocopy nya dan disimpan di rumah.
"Baik mba, mohon tunggu sebentar ya" sahut pekerja toko.
Tika hanya menganggukkan kepalanya, lalu berbicara kepada kedua anak nya.
"Mbak dan adik nanti ikut mamah ke Perusahaan D'Group ya, mamah mau melamar kerja"
Dari yang Tika baca di web Perusahaan D'Group disana ada ruang bermain khusus bagi pelamar kerja seperti Tika, single parent yang tidak memiliki seseorang untuk mengasuh anaknya.
Itulah kenapa saat pamit dari pertemuan keluarga tadi Tika tidak meminta tolong kepada salah satu kakak nya untuk menjaga anak-anak.
Tika merasa sangat beruntung telah membaca lowongan kerja ini.
Setelah menerima hasil fotocopy dan print yang sebelumnya telah di edit, Tika melajukan kembali motornya menuju rumah kontrakan untuk mengambil dokumen lain yang diperlukan.
Dokumen yang diperlukan sebagai syarat dari melamar pekerjaan telah siap, maka Tika melanjutkan perjalanan nya menuju Perusahaan D'Group.
Tibalah Tika di front office D'Group
"Siang mba, saya ingin mencoba peruntungan kami di perusahaan ini, kemana saya harus menyerahkan surat lamaran kerja?" tanya Tika kepada resepsionis yang bertugas.
"Siang juga mba" jawab resepsionis sambil berdiri dari duduk nya.
"Eh, siang juga Bu, maaf saya tak melihat kedua anak ibu"
Resepsionis langsung merubah sebutan nya kepada Tika saat ia berdiri dan melihat kedua anak Tika yang berdiri di kanan dan kiri Tika.
Tika hanya tersenyum mendengarnya, lalu resepsionis meminta Tika memberikan surat lamaran kerja tersebut kepada resepsionis untuk dicek kelengkapan dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai syarat.
Dirasa telah cukup lengkap, resepsionis mengatakan "Baiklah Bu, dokumen sudah oke, silahkan ibu daftarkan anak-anak diruang bermain dengan membawa surat rekomendasi dari saya, mereka akan aman disana"
Resepsionis mengarahkan Tika untuk menitipkan anak-anaknya ke ruang bermain terlebih dahulu sebelum mengantri didepan ruang HRD.
Ruang bermain memiliki seperempat ruangan di lantai dua, ternyata bukan hanya anak-anak Tika saja yang berada disana, sekitar 50 anak yang dibagi berdasarkan umur.
Untung nya anak-anak Tika berada di range yang tak jauh jadi bisa satu kelompok, tiap 10 anak di tangani oleh 1 orang pendamping, kecuali untuk para bayi, perusahaan menyediakan baby sitter profesional.
Tika hanya bisa terkagum kagum dengan fasilitas yang tidak ada pada perusahaan manapun, artinya fasilitas ini hanya bisa di dapatkan di Perusahaan D'Group.
Bukan main ya, emak sangat sangat memanjakan semua orang, bahkan pelamar kerja.
👣📱To be continued 📱👣
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments