"Mak, Cici udah pulang nih, emak masak apaan?"
Cici menyambangi si emak yang lagi gosok baju di belakang rumah, sampingan ama dapur, Cici cium tangan emak nya, langsung otw ke meja makan, disibak nya tutup saji.
"Yee, ada telur balado kesukaan Cici ama sayur lodeh, makasih emak😘"
Dipeluk dan dicium nya emak Indun, Cici lanjut ambil piring dan minum. Di sendok nya nasi dua centong, karena Cici sudah berasa lapar dan disamping itu, telur balado adalah menu favorit Cici.
"Eit, tunggu Ci, kalau emang udah lapar, palingan enggak, ganti baju dulu, terus cuci tangan pakai sabun, baru makan" Emak menasehati Cici yang seperti nya sudah siap menyantap suapan pertamanya, untung dia makan pakai sendok, karena dia juga tau belum cuci tangan.
"Oh iya, untung emak ingetin, hehehe, dah gitu Cici juga lupa berdoa sebelum makan tadi" Dimasukkan nya nasi beserta lauk pauk ke dalam tutup saji, Cici bergegas menuju kamar untuk mengambil pakaian ganti dan langsung menuju kamar mandi.
Ceklek!
Pintu ruang tamu terbuka, terlihat Udin sepertinya sedang gundah gulana karena tugas kelompok dari Bu Ina, Udin bingung bagaimana menyampaikan kepada emak dan babe kalau dia sedang butuh uang buat patungan membeli perlengkapan untuk tugas tersebut. Udin selama ini mengetahui kalau memang perekonomian mereka tuh pas-pasan.
Ketika Udin sampai di belakang, emak menghela nafas lega mengetahui Udin yang pulang, tinggal babe Sobari yang belum pulang, kemungkinan sih diatas jam 7 malam pulang nya.
"Din kalau mau makan cuci tangan dulu, Cici lagi dikamar mandi, nanti gantian mandi nya" ujar emak.
"Iya Mak" sahut Udin, lalu berjalan ke wastafel sekaligus sebagai tempat mencuci piring.
Diambilnya piring dan sendok, lalu dia mulai mengambil nasi dan lauk nya, dan mulai melahapnya perlahan sambil berfikir bagaimana cara menyampaikan kebutuhan nya akan uang patungan.
Mungkin bagi sebagian orang jumlah nya memang tak seberapa, tapi Udin tau nominal tersebut bisa dipakai emak buat belanja sehari-hari. Udin hanya berdoa semoga emak punya sedikit simpanan yang bisa membantu nya.
Emak menyetrika sambil terkadang melirik ke arah Udin, karena biasanya Udin selalu menceritakan hal hal yang terjadi di sekolah, tapi ini kok tumben diam seperti sedang berfikir tentang sesuatu hal.
Itulah kerennya naluri seorang emak ya, sampai hafal diluar kepala mengenai kebiasaan anak-anak mereka.
"Din, tumben diem aja, biasanya nyerocos mulu sampai sering emak ngomel karena bicara dengan mulut yang masih penuh ama makanan"
"lagian kayak lagi mikirin sesuatu juga, ada apaan sih?"
"Lagi mikirin apaan?
Ditegur seperti itu Udin hanya nyengir kuda. "Hehehe, emak tau aja kalau Udin lagi ada sesuatu yang dipikirkan"
"Emang ada apaan sih Din? sahut emak.
"Ini loh Mak, Udin ada kerja kelompok di sekolahan, emak ada duit simpenan gak buat patungan ama anak-anak yang lain" Jawab Udin.
"Oh itu, kalau buat pendidikan ama kesehatan, In Syaa Alloh ada, kalaupun lagi gak ada, emak ama babe akan usahakan" emak nenangin perasaan Udin.
"Alhamdulillaah, makasih ya Mak" sahut Udin girang.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka, nampak Cici sudah merasa fresh bersih dan gak merasakan lengket akibat kegiatan di sekolahnya.
"Din, Cici denger ada tugas kelompok, emang bikin apaan sih?" dengan rasa penasaran Cici menanyakan tugas kelompok Udin.
"Ada market day di sekolahan Udin, jadi kita pada patungan untuk beli bahan masakannya" Jawab Udin.
Cici tak lagi bertanya, karena dia sudah fokus dengan hidangan yang tertunda. Dilihatnya Cici yang tak lagi bertanya, Udin segera beranjak dari meja makan setelah menghabiskan makanannya.
"Mak, Udin kekamar dulu ya, sejam lagi Udin baru mandi, kaga enak kalau habis banget makan langsung mandi Mak" Udin ijin pamit ama emaknya.
"Iya Din, jangan lupa sambil ngerjain PR, lumayan tuh sejam jangan dibuang buang" Sahut emak.
"Iya Mak" jawab Udin.
"Akhirnya rapih juga gosokan kemaren, tinggal yang di jemuran, Ci bantuin emak angkat jemuran ama rapihin pakaian yang tadi emak gosok ya, emak mau rebahan bentar"
Ujar emak sambil menaruh setrikaan di tempat biasanya, karena khawatir ada yang nyenggol setrikaan panas kalau gak buru buru di rapihkan.
"Siap Mak" jawab Cici singkat, karena masih akan menyuapkan nasi beserta lauk kedalam mulut nya.
Didalam kamar ukuran 2,5 x 2,5 yang merupakan kamar utama atau kamar Mak Indun dan babe Sobari, terlihat Mak Indun yang sedang rebahan sambil membaca novel sistem kesenangan nya.
Sambil berkhayal memiliki sistem yang bisa memenuhi semua keinginan nya, emak bergumam.
"Untung uang sisa sisa belanja gue kumpulin, lumayan kalau ada dadakan begini kan bisa manfaat, semoga secepatnya tuh sistem bakalan mampir ke otak gue, tau tau Ding!, selamat host telah ditemukan, apakah anda ingin bergabung dengan sistem?"
Ding! Sistem Emak!
Sistem akan memulai penyatuan dengan Emak Indun, mohon emak bersabar!
proses penyatuan dimulai .....
1%
5%
15%
25%
35%
45%
55%
65%
75%
85%
95%
96%
97%
98%
99%
100%
Proses selesai!
Selamat, Sistem Emak telah menyatu dengan Mak Indun.
Dari awal terdengar bunyi Ding sampai dengan proses penyatuan selesai, emak Indun seperti orang yang linglung sambil bertanya-tanya dalam hatinya, apakah memang halusinasinya selama ini akan menjadi kenyataan ataukah memang ini masih di alama khayalan nya saja.
Untuk memastikan, akhirnya emak langsung bertanya kepada sistem. "Eh Sistem emang loe beneran ada ya?"
Ding! Sistem Emak!
sistem menjawab (betul Mak)
Untuk lebih meyakinkan dirinya lagi, emak bertanya kembali. "Eh sistem, kalau emang loe beneran kayak yang di novel sistem gue baca kan banyak tuh jenis nya, nah loe ini termasuk jenis yang kayak gimana?"
Ding! Sistem Emak!
sistem menjawab (sistem termasuk jenis yang bisa disesuaikan dengan keinginan emak, karena sistem ditugaskan demikian)
Emak ingin berteriak tapi khawatir Cici ama Udin kebingungan nantinya. Akhirnya emak melakukan selebrasi kemenangan dirinya mendapatkan sistem dengan melompat lompat didepan lemari, mau melompat diatas kasur ngeri ambruk.
Emak berfikir jika sistem yang dia dapat sama dengan yang dia baca dinovel, maka akan tertera status dirinya. Maka dengan segera emak pun berkata "Sistem, status!"
Ding! Sistem Emak!
Sistem menjawab (silahkan emak isi sendiri statusnya, karena emak mau nya sistem yang sesuai dengan keinginan emak)
"Eh, bisa begitu ya, oke deh sistem, isi status ama kecantikan 80%; kekuatan 90%; kecerdasan 90%; keterampilan 90%; Poin Sistem Unlimited; Inventori plus ruang dimensi seluas bumi dan bisa dimasuki mahluk hidup lalu perbedaan waktunya 1 banding 10 artinya 1 hari di bumi sama dengan 10hari di ruang dimensi, oh iya beri emak cincin ruang penyimpanan. Sementara itu dulu"
Ding! Sistem Emak!
#Status Emak Indun
Kecantikan Max
Kekuatan Max
Kecerdasan Max
Keterampilan Max
#Skill:
-Pekerjaan Rumah Tangga
#Kekayaan:
Poin Sistem Unlimited
Cincin penyimpanan 1
Telpon Seluler
Uang di Rekening Rp nol
#Inventori
-Ruang dimensi seluas bumi
-Portal Perdagangan
#Misi :
Abadi : Menjaga amanah (jika terdeteksi gunakan sistem untuk kejahatan, sistem akan otomatis hilang)
Harian : Senam SKJ 84 (tidak mengerjakan akan kehilangan kecantikan 5%)
Spesial: -
Dadakan: -
#Suplier
Kebutuhan Primer:
-Sandang
-Pangan
-Papan
Kebutuhan Sekunder:
-Buku
-Furniture
-Elektronik
-Transportasi
#Kebutuhan Tersier:
-Kemewahan
-Keajaiban
#Fasilitas 2%:
-Dropship dari suplier
-Rekening antar dimensi
-Kurir antar dimensi
-Admin online
-Karyawan antar dimensi
-Body Guard antar dimensi
#Hadiah Pemula 1
Selesai Sistem Emak membacakan status dan lain-lainnya nya, emak langsung mendapatkan sebuah Cincin penyimpanan, Telpon Seluler, kartu ATM.
Setelah itu sistem menjelaskan kepada emak bahwa telpon seluler nya tidak memerlukan kuota dan tidak membutuhkan charger, ram dan penyimpanan internal nya juga unlimited.
Sebelum menginstal aplikasi Sistem Emak di telpon seluler, emak bisa merubah nama sistem, biar gak ribet manggil sistem, emak Indun merubah nama Sistem Emak jadi Dul.
Lalu sistem mulai menyinkronkan secara bertahap status kecantikan dan kekuatan emak dengan kondisi emak saat ini sampai setahun kedepan, agar tidak mengejutkan anggota keluarga dan tetangganya.
Untuk status kecerdasan dan keterampilan emak di sinkronkan secara bertahap selama seminggu ini.
Setelah diberi nama Dul, aplikasi langsung terpasang di telepon seluler emak yang super duper canggih, emak langsung buka aplikasi dan membaca statusnya, meskipun sudah mendengar dari Sistem Emak (sebelum berubah nama jadi Dul) tentang status nya, namun tak berhenti membuat emak Indun terperangah.
Sistem tidak menampakkan layar hologram seperti yang emak baca di novel online nya, Sistem Emak hanya mendengarkan suaranya sama emak, namun emak bisa liat status dan lain-lainnya di telepon seluler miliknya.
"Dul, gue kan cuma ngomong isi status ama kecantikan 80%; kekuatan 90%; kecerdasan 90%; keterampilan 90%; Poin Sistem Unlimited; Inventori plus ruang dimensi seluas bumi dan bisa dimasuki mahluk hidup lalu perbedaan waktunya 1 banding 10 artinya 1 hari di bumi sama dengan 10hari di ruang dimensi, oh iya beri emak cincin ruang penyimpanan. Sementara itu dulu"
"Nah itu komplit bener kayak yang gue pengen Dul, apa nanti bisa tambah menu #----- yang lain Dul?" eleh si emak mah katanya komplit tapi tetep aja minta tambahan, dasar emak emak.
Dul menjawab (Siap ditambahkan Mak! apapun dan kapan pun)
Selain bisa membaca status nya di aplikasi yang terdapat di telepon seluler, ternyata sistem bisa juga diajak diskusi, sungguh emak beneran beruntung mendapatkan sistem yang benar-benar sesuai dengan keinginan emak.
Semoga emak benar-benar bisa menjaga amanah ini, dan tidak pernah setitik pun terbersit untuk menyalahgunakan sistem.
Emak melihat saldo di rekeningnya nol rupiah, langsung terlintas untuk jualan online setelah melihat fasilitas dropship, kurir dan admin online, apalagi ada menu suplier, tambah deh semangat emak buat jualan online.
Jika nanti modal sudah terkumpul, emak pengen juga punya toko fisik di berbagai kota, bahkan di belahan dunia manapun, termasuk di portal perdagangan yang ada di ruang dimansi.
Langkah pertama untuk berjualan online, emak kudu nyiapin web toko online emak dan akun di berbagai platform e-commerce, si hijau, Oren, biru tua, biru muda dan pink fanta.
Untuk hal tersebut, emak meminta si Dul menyiapkan fasilitas admin online untuk web toko online emak dan untuk masing-masing platform e-commerce.
Untuk produk yang akan dijual oleh emak di toko online didapat dari suplier dengan harga dari suplier untuk emak hanya sebesar 25% dari harga jual suplier, namun untuk mengumpulkan modal, terpaksa emak memakai fasilitas dropship 2%, kurir 2%, admin online 2%, emak hanya menerima 69% sebagai keuntungan.
Namun untuk menarik perhatian dari para pembeli, emak memberikan diskon 19% dari tiap-tiap produk yang dijual nya, jadi sebenarnya keuntungan bersih yang emak dapatkan hanya 50%.
Emak Indun sudah cukup puas dengan 50%, karena jika nanti sudah ada modal untuk membeli stok produk dari suplier langsung dan emak tidak lagi menggunakan fasilitas dropship, palingan enggak emak akan dapat 52%, itupun jika emak tidak menggunakan fasilitas karyawan, bodyguard dan mungkin fasilitas yang akan datang.
Sekarang emak tinggal duduk manis deh nunggu cuan masuk ke rekening, karena semua sudah diatur dan dijalankan ama si Dul.
Emak bisa pantau aktivitas jual beli dan lainnya lewat aplikasi masing-masing platform e-commerce yang telah di install ama si Dul juga.
Menjelang malam, Cici dan Udin menonton televisi sambil makan malam di ruang multifungsi, tak lupa emak ikut makan. Sambil menunggu babe Sobari pulang ngantor.
Ceklek!
Pintu terbuka terlihat babe Sobari nongol dibalik pintu, saat itu jam menunjukkan pukul 20.00.
"Macet ya be, biasanya jam 07.30 udah sampai rumah" tanya emak.
"Iya Mak, tadi ada kecelakaan dijalan, motor nyerempet mobil, jadi lumayan macet" jawab babe Sobari.
"Ya sudah, sekarang babe ke kamar mandi, emak akan nyiapin makan malam" emak beranjak ke dapur dan menyiapkan malam untuk suami nya tercinta.
Cici, Udin dan bahkan babe tidak akan menyadari kalau emak punya telepon seluler dan cincin yang baru dipakainya, karena si Dul membuat seolah-olah memang emak sudah lama memiliki telepon seluler dan cincin tersebut.
Setelah menyiapkan makan malam, emak ngecek telepon seluler nya. Ternyata jualan emak Indun tidak hanya di platform e-commerce saja, namun sudah menjangkau berbagai media sosial lainnya.
Dilihat dari banyaknya media sosial yang telah terinstall di telepon seluler emak.
Akhirnya emak Indun ngomong ama si Dul dalem hatinya, "Dul, baek banget dah loe menjangkau seluruh platform e-commerce dan media sosial yang ada, apa bisa menjangkau ke berbagai belahan dunia lain Dul?"
Dul menjawab (Eh busrak Mak, dibalik pujianmu itu tersimpan hasrat kemaruk yang mendalam🥴)
"Ya elah Dul, manusia mana ada puasnya Dul, itu baru di bumi ini Dul, nah itu ada portal perdagangan juga di inventori, gimana emak gak tambah maruk coba, lagian ntar kalau saldo udeh banyak, pan enak kita mau keliling keliling Dul" jawab emak.
(siap deh Mak, apa kata dirimu sajah) jawab si Dul lagi.
Babe Sobari pun keluar dari kamar mandi dengan harum wangi sabun mandi keluarga. Karena biasanya keluarga inti akan memakai satu sabun untuk bersama.
Lanjut babe Sobari makan malam sambil di temani emak, Cici dan Udin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Muhammad Adrian
semangat Mak👍
2023-03-31
0