Setelah dikalahkan oleh God Monster ditempat tersebut Reno melihat tubuh avatarnya yang sudah mati, dia lalu berjanji pada dirinya akan menjadi lebih kuat lagi agar dia bisa mengalahkan God Monster. Tetapi saat dia melihat tubuh avatar miliknya dia seakan-akan melihat sebuah cahaya hijau ada disekitar lehernya, namun saat dia ingin melihat lagi sistem game memaksa dirinya untul Log Out.
“Crrraakksstt…. Sssshh…” kapsul game milik Reno lalu terbuka, dia lalu langsung keluar dari tempat itu dan berjalan kekasir untuk membayar biaya sewanya, dan ketika Reno keluar dia melihat kedua temannya sudah duduk diruang tunggu sambil meminum es teh disana. Melihat itu Reno langsung dengan cepat bertemu dengan mereka, “Taaassk…” dengan kuatnya Reno menepuk pundak mereka untuk mengejutkan mereka berdua.
“WOOOIII…. Dasar kau Reno ngejutin aja” kata Dio ( bermain sebagai player dengan nama Red Flame ) dia adalah mahasiswa gendut yang ceria dan sangat bersahabat.
“Alah kayak gitu aja kau terkejut lemah, lihat Daniel aja gak terlalu terkejut” kata Reno.
“Aku juga tadi lumayan terkejut loh, lihat saja es tehku sedikit tumpah” kata Daniel ( bermain sebagia player Tall Boy ) dia adalah mahasiswa pendiam dan terbilang keren dengan sikapnya yang dewasa.
“Sudah lupakan saja, sekarang kau bagaimana kelihatanya kau juga mati yah..??” kata Dio yang bertanya pada Reno.
“Haaaaaaaaaaah…. Aku kalah sangat telak, tidak kusangka perbedaan statistik kami sangat berbeda” kata Reno yang mana merasa gusar ketika Dion membahas masalah itu lagi.
“Tidak apa-apa yang penting kau sudah berusaha” kata Daniel, dia menepuk punggung Reno untuk memberikan dia semangat.
“Benar yang penting kau sudah memberikan dia beberapa pukulan yang tidak akan dia bisa lupakan” kata Dio.
“Jangan sok kerenlah, perasaan kekalahanmu itu lebih mengerikan dari pada aku” kata Reno yang mengingatkan pada Dio kalau dia kalah setelah tersambar pertir lalu tubuhnya dicabik-cabik oleh God Monster.
“UUgggkkk… tolong jangan ingatkan aku lagi, aku mual melihat tubuhku sendiri dicabik-cabik seperti itu” kata Dio yang berusaha untuk menahan mualnya.
“Hahahah… kau yakin tidak mau mengingatnya lagi, perasaan kau masih menyimpan vidio saat kau dicabik-cabik bukan” kata Reno, sebelumnya Dio memvidiokan semua yang terjadi pada dikalahkan oleh God Monster.
“Benar juga…., Haaah… sekarang aku harus mengedit vidio itu dirumah, aku tidak sanggup untuk melihat tubuhku sendiri dihancurkan seperti itu” kata Dio yang mana sakit kepala ketika harus memeriksa vidio miliknya tersebut.
“Kalau kau tidak sanggup kirimkan saja vidionya padaku, akan kuedit semuanya” kata Daniel.
“Uwaah… abangku Daniel kau memang teman terbaikku, kenapa kau tidak jadi abangku saja” kata Dio yang melebih-lebihkan.
“Hahahah… kau terlalu memanjakannya” kata Reno.
“Tidak apa-apa lagi pula vidionya akan masuk kedalam chanel milikku, tetapi jangan terlalu berharap yah” kata Daniel.
“Ok tidak masalah, tetapi sekarang kita punya masalah yang lebih penting sekarang ini” kata Dio yang tiba-tiba membuat wajah serius.
“Masalah apa???” kata Rio.
“?????” Daniel juga heran dengan apa yang dibicarakan oleh Dio.
“Inti mutasi yang kita dapatkan harus dijual seperti apa” kata Dio.
“Kau benar juga, aku lupa tentang itu karena sibuk bertarung dengan God Monster” kata Reno yang mengingat kembali tentang inti mutasi yang mereka dapatkan dari monster Wolf Zombie ( Bab 7 ).
“Bukankah akan leebih bagus kalau kita menjualnya disitus lelang online, aku dengan game WFA ( World of Apocalypse ) memiliki situsnya sendiri untuk memudahkan para player menjual item-item yang mereka dapatkan” kata Daniel.
“Ooohh… begitukah kalau begitu sekarang kita mau menjualnya dengan cara apa, tunai atau gold…??” tanya Dio yang melihat mereka berdua.
“Kalau kau meminta saranku maka aku pilih tunai saja, karena walaupun kita menjualnya dalam bentuk gold koint aku tidak yakin harga akan tinggi, kalian tidak lupa bukan kalau game ini tidak memiliki sistem mengubah uang menjadi gold koint” kata Reno.
“Memang benar, cupan ada beberapa pemaint rangking teratas yang memiliki gold point melebihi ratusan, dan aku yakin mereka juga tidak akan mau menyia-nyiakan gold point milik mereka untuk membeli sebuah inti mutasi kita” kata Daniel.
“Eeeh…. Memangnya kenapa, inti mutasi yang kita dapatkan bukannya barang yang cukup langkah…??” kata Dio yang mana tidak dapat mengikuti pembicaraan kedua teman-temannya itu.
“Hahaha… lebih baik kau jelaskan saja pada dia, aku yakin kata-katamu lebih mudah dia mengerti dari pada kata-kataku” kata Reno yang mana terlambat menyadari kalau temannya itu sedikit lambat berpikirnya.
“Begini kawan, inti mutasi yang kita punya itu adalah sebuah bahan langkah untuk membuat armor, senjata, dan ramuan khusus, tetapi karena ada bahan-bahan lain yang dibutuhkan untuk membuat item yang kuat selain inti mutasi maka para player lebih berfokus untuk meningkatkan statistik mereka dengan cara menginfestasikan semua koint yang mereka punya kedalam karakter mereka” kata Daniel.
“Ooooohh…. Macam itu rupanya, aku baru tahu” kata Dio yang terlihat seperti anak idiot yang baru mendapatkan penjelasan dari gurunya.
“Aku terkejut kau bisa bermain game WFA ( World of Apocalypse ) selama lebih dari dua tahun tampa mengetahui semua itu” kata Reno yang sedikit heran dengan pikiran temannya itu.
“Hahaha… semua itu karena insting dan bakatku yang luar biasa, jadi walaupun tampa pengetahuan seperti itu aku tetap bisa menjadi player kuat” kata Dio yang bersikap sombong didepan Reno dan Daniel.
“Yaaah… terserah kau sajalah” kata Reno dan Daniel yang serentak berbicara.
Lalu setelah itu mereka bertiga memasuki ruangan komputer dan mulai mendaftarkan inti mutasi yang mereka dapatkan, Daniel lalu memasukkan informasi tentang inti mutasi yang mereka dapatkan. Reno dan Dio terkejut melihat kemampuan mengetik milik Daniel yang sangat cepat, dalam waktu singkat dia bisa mengetik beberapa ratus kata hanya dalam waktu beberapa detik.
Setelah selesai mendafkan item milik mereka dipelelangan online mereka lalu keluar dari gedung game center tersebut, setelah itu Reno dan kedua temannya lalu berpisah ditengah jalan detengah jalanan yang sepi tersebut Reno melihat bulan purnama yang sangat terang. Dan dijalan dia melihat seorang perempuan sedang dikepung oleh beberapa laki-laki, melihat hal itu Reno langsung mengambil sebuah balok kayu yang ada didekatnya dan mendatangi mereka dengan gagah berani tetapi sebelum Reno mulai bertindak.
“Buusskk…” perempuan itu lalu dengan sigapnya menyerang salah satu laki-laki yang ada disana menggunakan tendangan kakinya, melihat salah satu temannya diserang seperti itu salah satu dari lelaki yang ada disana lalu berusaha untuk memukulnya “Wuussh…” tetapi dengan mudahnya perempuan itu menghindari pukulannya, “Fuusshh…” perempuan itu lalu melompat dan berputar “Buusskk… Buusskk… Buusskk… Buusskk…” dengan satu buah putaran dia melancarkan sebuah tendangan yang mana membuat para lelaki tersebut terjatuh semuanya. Melihat mereka sudah kalah perempuan itu lalu berbalik dan ingin meninggalkan tempat tersebut, “Srrinnggss….” Salah seorang laki-laki itu lalu mengeluarkan sebuah pisau dari saku miliknya dan berencana untuk menusuk perempuan itu.
“AWAS DIBELAKANGMU…!!!” teriak Reno yang melihat hal itu.
Mendengar teriakan dari Reno dengan cepat perempuan itu berbalik lalu dengan telunjuk jari miliknya “Beeaamm….” Dia menembakkan sebuah cahaya dari jarinya, dan tembakan cahaya itu “Crrasstt…” menembus tangan laki-laki tersebut.
“Gaaahkk… dia orang yang telah terbangkitkan, ayo semuanya kita kabur” kata laki-laki yang mana tangannya telah tertembus tersebut, mereka lalu beramai-ramai pergi meninggalkan tempat itu.
Perempuan itu lalu melihat kearah Reno “Wuussh…” lalu dengan cepat dia sudah berada didepan Reno, perempuan dengan sebuah tudung hitam dikepalanya itu mengeluarkan aroma harum yang membuat Reno terpukau “Frruussk…” lalu perempuan itu membuka tudung kepalanya, Reno dikejutkan karena dia melihat seseorang yang sangat dia kenal ada didepannya.
“K-kau… adalah Cecilia player wanita terkuat di game WFA ( World of Apocalypse )” kata Reno yang sedikit gagap melihat idolanya ada dihadapannya.
Bersambung…..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 292 Episodes
Comments