tersedak gorengan

Letta menatap Nadia dengan teduh. Dulu ia juga sering ditanya begini oleh kakaknya tapi dengan nada membentak, bukan dengan nada lembut dan kekhawatiran begini. Rasanya ada yang tak nyaman di hatinya. ini terlalu asing

Jika pemilik tubuh ini yang ditanya begitu sudah pasti Nadia akan di dorong dan dimaki oleh pemilik tubuh ini.

“ dari umah teman.” Jelas Letta kikuk

Nadia mendengarnya menghela nafas pelan.” ibuk khawatir kamu belum makan. sini nak duduk dulu.” Ia menarik tangan Letta untuk menduduki kursi kayu ditengah ruangan, letta diam menatap Nadia yang mendudukinya di sana. Lalu ia pergi memasuki kamarnya.

Setelahnya agung ikut keluar bersamanya.” Nak kami sudah ada uang yang kamu mau. Tapi jangan pulang malam lagi yah nak.” Ujar Nadia memberikan uang yang entah berapa jumlahnya. Tapi uang itu berbentuk pecahan dua pulih sampai ke dua ribu dan seratus ribu.

Letta menatap uang uang itu lamban lalu menatap Nadia.” Uang untuk apa?” Tanya Letta pelan.

Nadia menatap letta dengan tatapan sedih.” Kenmarin kan kamu mau beli sepatu. Maaf yah nak, ibu Cuma punya uang segini untuk beli sepatu baru buat kamu. Tapi tolong jangan pulang malam lagi, kamu anak perempuan kami satu-satunya.” Ujarnya dengan nanar dan merasa bersalah.

Letta diam menatap lamban uang uang ditangannya. Letta rasa uang ini tidak lebih dari dua ratus ribu rupiah. Tapi nilainya sangat berarti. Pasti mereka mengumpulkan uang ini sudah lama.

Agung melihat Letta diam menatap uang itu pun menatap Letta takut.” atau kamu mau nunggu bapak gajian dulu? Bapak pinjam duitnya sama pak Mamad dulu yah buat gaji bulan ini. tapi kamu jangan pulang malam lagi nak. Nanti kamu di apa apakan smaa laki laki. Bapak sama ibuk khawatir.” Jelas Agung nanar.

Letta paham sekarang, jadi kedua orang tua Letta ini berfikir jika Letta ini tadi pergi karena merajuk atau marah karena tidak diberi uang untuk beli sepatu baru.

Dulu memang pemilik tubuh ini suka memaksa kehendaknya pada orang tua, meminta uang diluar batas. Jika tidak diberi maka dia akan mengancam kabur atau tidak akan mau pulang lagi. karenanya kedua orang tuanya ini sangat khawatir kepada dirinya baru baru pulang. Letta baru pulang di jam 9 malam padahal. Awalnya tadi letta memang pulang jam 4 sore. Tapi ada banyak hal yang harus dirinya cari tau dulu,.

Agung disana menatap Letta yang diam saja takut. Nadia pun menatap Agung dengan tatapan ketar ketir.

Letta berdehem pelan melirik Agung dan Nadia tenang. Memberikan semua uang yang diberi ditangan Nadia pelan” Sepatu Letta masih bagus. Jadi tidak usah. “ jelas Letta tenang.,

Nadia dan agung tertegun menatap sepatu Letta yang bahkan masih ia kenakan.” tapi kata kamu sepatu kamu kena kuah bakso jadi harus diganti nak.” Ujar Nadia menatap sepatu Letta sendu.

Anak sialan. Hanya karena terkena kuah bakso harus diganti padahal sekarang ada yang namanya teknologi mencuci atau melaundry. Apa Letta tidak tau jika zaman sudah canggih?

Letta berdehem.” nggak apa apa. Masih bagus.” Ujar Letta kepada Nadia,

Nadia menatap Letta sendu dan juga lemah. Letta melihat hal tersebut terdiam sejenak menatap Agung yang diam saja.

Krekk.

Letta melirik Nato yang keluar kamar dengan kaki yang pincang meliriknya. Letta berdehem sejenak, Ingat sepatu Nato tadi dibuang oleh Guntur dan kawan-kawannya.

” lebih baik buat sepatu Nato. Sepatu dia Letta lihat tadi udah rusak.” Jelas letta pelan ,

Nato diam melirik Letta Datar.” itu karena loe, loe yang nguras duit ibuk bapak buat gaya hidup loe. Sampek gue nggak beli sepatu atau bahkan tas baru. Buat jajan aja gue nggak ada karena loe! “ jelas Nato ketus menjauh dari sana.

Letta diam mendengar Nato. Benar.

Pemilik tubuh ini menguasai ibu dan ayahnya sampai ke tulang, tak membiarkan Nato atau bahkan Nemo mendapatkan uang atau barang baru. Yang ia pikirkan selalu tentang dirinya. Dirinya dan dirinya.

Nato tidak salah membencinya., Dan Letta tidak menyalahkan dia.

...----------------...

Trangg tring Trangg..... suara subuh subuh sangat berisik. Letta sudah tiga hari ini mendengarnya, alasannya adalah ibu dan ayah Letta asli sudha didapur dan memasak kue kue yang akan dijual oleh mereka kelak. Ia melirik jam yang masih menunjukan pukul tiga pagi.

Letta menguap pelan dan segera berdiri dari tidurnya. Biasanya di kehidupan lama, dirinya jogging di jam segini tapi untuk sekarang tidak. Letta ingin menikmati hidupnya dengan baik, tidak penuh paksana lagi.,

Letta ingin keluar dari kamarnya tapi apa guna? ia juga tidak bisa membantu apapun. jadi letta memaksa diri untuk tidur kembali.

Tapi yang namanya kebiasaan jika sudha bangun Ia tidak bisa tidur lagi. akhirnya Letta memilih keluar dan melihat ibunya yang sedang memasak,.

“ Eh Letta. aduh maaf yah kamu kebangun karena keganggu., maafin ibuk.” Ujar Nadia kaget melihat Letta berdiri dipintu dapur.

“ jangan di tendang ini buat dijual lagi., maafin ibiuk nak.” Ujarnya bergetar ketakutan menangkap kedua tangan menunduk di depan Letta,

Letta melihatnya terunyah hatinya. menatap semua olahan kue yang hampir hampir jadi. Letta tidak tau harus bilang apa.” Hmm nggak. Ak Letta Cuma mau makan kue buatan hm ibuk?” Tanya Letta kukuk di sana. Letta tidak tau harus bicara apa.

Nadia mendengarnya melirik Agung yang tengah menoreng.” Boleh sini duduk kalo mau,. Ibuk ambilkan piring.” Ujar nadia buru buru mengambil piring plastik.

Letta kikuk duduk di lanbtai yang sudah ada kain untuk alasnya duduk. Pelan melirik Agung yang mengusap keringatnya sedang menggoreng menggunakan kompor gas usang,

“ ini goreng apa?” Tanya Letta pelan melihat gorengan ayahnya,

Agung melirik Letta” itu goreng pastel, paling di sukai sama orang orang.” ujarnya di sana tenang.

Letta mengangguk pelan.” ini ambil kamu mau yang mana? Ibuk ambilkan.” Ujar nadia kepada Letta.

Letta menunjuk pastel dan beberapa yang lainnya.” Hm semuanya aja.” Ujarnya. Nadia terkekeh mengangguk babagia mengambil kue kue yang sudah siap. Sebab dulu jangankan memakan gorengannya, melihat mereka menggoreng saja Letta tak segan membuangnya.

“ ini kue pastel. Kue putuh Putri, ini kue lapis, kue bakpau kampong, goreng tahu, goreng bakwan, ini onde onde, ini kue perkedel in.”

“ Cukup. itu aja cukup.” Henti Letta cepat Sebab piringnya sudah hampir penuh.

Nadia tersenyum memberikan kue kue yang ia ambil pada Letta.” jadi kalo maska kue sebanyak ini dari jam berapa?” tanyanya mencoba mengambil kue bakwa pertama kali dan memakannya.. Rasanya tidak buruk. Enak, enak sekali. Hanya saja ini berminyak sekali.

Madia mendekati suaminya dan membereskan barang barang yang sudah kotor.” Ini itu separoh sudah di buat tadi malem, kalo kue lapis jadi Cuma di potong dan dibungkus aja lagi, terus kue pastel udah di isi semalem terus ini digoreng gitu. Kalo pagi itu goreng aja dan nanti subuh bapak jualan dulu sampek jam setengah tujuh tiup di warung warung. Terus ibuk jual di pasar. Kemaren ibuk Cuma titip aja soalnya kamu sakit hari ibu ibuk jualan lagi dipasar dna nanti pagi pagi nggak dirumah.” Ujarnya.

Letta mengangguk paham.,” memangnya kalo semuanya habis berapa pendapatannya buk?” Tanya Letta.

Letta merasa menjadi wartawan dihadapan Nadia. “ yo nggak banyak, tapi adalah yah sekitar serarus lima puluh atau dua rarus ribu. “ ujarnya.

Letta mengangguyk pelan.” lumayan.” Gumamnya.

Nadia mengangguk sembari masih beres beres.” Iya buat bayar listrik, cicilan rumah, gerus tabungan baju, seragam kalian yang harus diganti setiap tahunnya.” Ujarnya.

“ oh ini rumah kontrakan?” Tanya Letta

Nadia melirik Agung yang mengangkat pastel usai digoreng.” Kan kemaren kamu gadai ini rumah buat beli mobil.” Ujar agung pelan. Letta tersedak gorengan mendengar ucapan Agung.,

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kurang ajar dia dulu

2024-12-24

0

Reni Dewi

Reni Dewi

letta anjay

2024-01-26

0

HNF G

HNF G

alamat jantungan nih si letta😂😂😂😂

2023-09-24

1

lihat semua
Episodes
1 Kembali hidup
2 Kehidupan baru pertama
3 Pertama masuk sekolah
4 Teman?
5 Keadaan masa lalu
6 Mengecek keadaan
7 Perasaan asing
8 tersedak gorengan
9 Dikacangi
10 Suram sekali
11 Guru
12 Perjanjian dengan Mars
13 Lelah jadi remaja
14 Aneh
15 Mengaku
16 Bertemu kembali
17 orang tua Mars
18 tidak direstui
19 diLuar angkasa
20 memperkaya diri
21 setan
22 Mars dkk
23 berkelahi
24 Pergi
25 Promosi apa Letta
26 Pacarnya Fajar
27 Nemo
28 Minta maaf terus
29 Om tajir
30 diancam anak sendiri
31 Berbeda
32 Gengsi
33 Hutang lagi
34 Kembali hutang
35 Keluarga Zeyn
36 tidak setuju
37 fitnah
38 berseru
39 ternyata
40 Di Begal
41 masa lalu
42 pulang
43 digebuk
44 Kembali sekolah
45 Lupa bawa duit
46 Ketahuan
47 Kebenaran terungkap 2
48 tidak di bayangkan
49 hadiah untuk Nato
50 Kebingungan
51 Kejujuran
52 pindah
53 rumah baru
54 keluarga sederhana
55 Tidak ada yang gratis
56 Fitnah
57 Akang batagor
58 Bertandang
59 kemarahan seorang ayah
60 Kehidupan Letta
61 Pencuri
62 Salah paham
63 Keluarga Mars
64 trauma
65 Gigit
66 kakek nenek Mars
67 salah trik
68 Tetap membenci
69 Lupa
70 Letta dan Renja
71 Selingkuhan
72 Pesta
73 publikasi
74 Bertemu Di pesta
75 Jujur saja
76 Bukan gila
77 Jujur
78 Pelik cinta
79 kesabaran Letta
80 Aib
81 Murkah
82 Berita aib
83 teman
84 Sakit
85 Kebenaran
86 Nato dan nasihat
87 Tuduhan
88 Pembatalan
89 Keluarga yang di rindukan
90 Jujur
91 ketiduran
92 Toxic
93 Selamat pagi
94 lulus
95 Lupa
96 Gosok gigi
97 Berhenti menganggu!!
98 Perpisahan
99 kalah Voting
100 Bastian dan keinginannya
101 Drama Zeyn
102 Juara gengs
103 Brayen dan kebenciannya
104 Terbongkar
105 Kating
106 Tertekan
107 kecelakaan
108 Selamat
109 Kehidupan Bastian
110 Gengsi
111 Marah
112 Tragedi Bima
113 Ancaman Tama kembali
114 musnah
115 Jalan-jalan
116 Enaknya punya ayah
117 Brayen
118 Mata duitan
119 Pesta sang kakak
120 Putus hubungan
121 Bima yang menyedihkan
122 Berita itu
123 Jujur kembali
124 Kecelakaan-kecelakaan
125 Takut
126 Keadaan
127 Sadar
128 Sunja dan pembalasan
129 sudah tau
130 Benjol
131 Di usir
132 Pingsan
133 Terang bulan
134 Kembali ribut
135 Kenyataannya
136 Membenci
137 berita
138 Tidak percaya
139 Pelukan
140 tempat nyaman
141 kebenaran
142 Menyesalnya Tama
143 Bertemu kembali
144 Enggan
145 Keinginan untuk pergi
146 Kabur saja
147 Balasan Galen
148 Bertamu
149 Nasi
150 Manusia mengerikan
151 sejak kapan?
152 petunjuk
153 Alasan lagi
154 sebelum
155 surat
156 perkara merajuk
157 Bertemu
158 hangat
159 pulang
160 tangisan
161 hantu
162 Gawat
163 Pilihan Letta jatuh kepada
164 dasar pilihan
165 Apa benar
166 Sudah tau
167 Letta merajuk
168 periksa
169 obatnya
170 Menghubungi
171 Alasan
172 Mama sambung
173 Kenangan Xior
174 Malam itu
175 Xior tau
176 kecap
177 Perkara masak
178 gara-gara Cake
179 Kemarahan Xior
180 Mantan
181 Bagaimana
182 Pulang
183 Hukuman
184 Marah nya agung dan Nadia
185 Izin pada orang tua
186 bertemu Calisa
187 mengetahui semua
188 Kembali pergi
189 Gagal
190 keluarga cemara
191 Pulang
192 Kembali kuliah
193 Rumah Putra
194 Ngadu
195 kok akrab?
196 Lelaki paling tulus
197 masa lalu
198 semua tentang luka
199 Keberadaan
200 sindiran
201 baru tau
202 hadiah dari Agung
203 YTTA aja
204 takut
205 Egois
206 dia orang baik
207 Tahun berlalu
208 Apartemen baru
209 telat
210 Bita operasi
211 penolakan lagi
212 tanggung dokter
213 Salah paham
214 kebenciannya
215 Bertemu
216 main
217 alasan Letta
218 kembali bertemu di situasi buruk
219 Marah
220 sekeras itu
221 Janji
222 kembaran Letta
223 Berkumpul kembali
224 bintang itu
225 pesta
226 di usir
227 Diterima
228 nikahan letta
229 takut
230 ayam gepuk
231 minta cucu
232 tak bisa masak
233 point' rumah sakit
234 rangking 3
235 pemaksaan
236 berusaha
237 karma
238 Hamil
239 marahnya Letta
240 Mengundurkan diri
241 Dikit lagi
242 Draft
Episodes

Updated 242 Episodes

1
Kembali hidup
2
Kehidupan baru pertama
3
Pertama masuk sekolah
4
Teman?
5
Keadaan masa lalu
6
Mengecek keadaan
7
Perasaan asing
8
tersedak gorengan
9
Dikacangi
10
Suram sekali
11
Guru
12
Perjanjian dengan Mars
13
Lelah jadi remaja
14
Aneh
15
Mengaku
16
Bertemu kembali
17
orang tua Mars
18
tidak direstui
19
diLuar angkasa
20
memperkaya diri
21
setan
22
Mars dkk
23
berkelahi
24
Pergi
25
Promosi apa Letta
26
Pacarnya Fajar
27
Nemo
28
Minta maaf terus
29
Om tajir
30
diancam anak sendiri
31
Berbeda
32
Gengsi
33
Hutang lagi
34
Kembali hutang
35
Keluarga Zeyn
36
tidak setuju
37
fitnah
38
berseru
39
ternyata
40
Di Begal
41
masa lalu
42
pulang
43
digebuk
44
Kembali sekolah
45
Lupa bawa duit
46
Ketahuan
47
Kebenaran terungkap 2
48
tidak di bayangkan
49
hadiah untuk Nato
50
Kebingungan
51
Kejujuran
52
pindah
53
rumah baru
54
keluarga sederhana
55
Tidak ada yang gratis
56
Fitnah
57
Akang batagor
58
Bertandang
59
kemarahan seorang ayah
60
Kehidupan Letta
61
Pencuri
62
Salah paham
63
Keluarga Mars
64
trauma
65
Gigit
66
kakek nenek Mars
67
salah trik
68
Tetap membenci
69
Lupa
70
Letta dan Renja
71
Selingkuhan
72
Pesta
73
publikasi
74
Bertemu Di pesta
75
Jujur saja
76
Bukan gila
77
Jujur
78
Pelik cinta
79
kesabaran Letta
80
Aib
81
Murkah
82
Berita aib
83
teman
84
Sakit
85
Kebenaran
86
Nato dan nasihat
87
Tuduhan
88
Pembatalan
89
Keluarga yang di rindukan
90
Jujur
91
ketiduran
92
Toxic
93
Selamat pagi
94
lulus
95
Lupa
96
Gosok gigi
97
Berhenti menganggu!!
98
Perpisahan
99
kalah Voting
100
Bastian dan keinginannya
101
Drama Zeyn
102
Juara gengs
103
Brayen dan kebenciannya
104
Terbongkar
105
Kating
106
Tertekan
107
kecelakaan
108
Selamat
109
Kehidupan Bastian
110
Gengsi
111
Marah
112
Tragedi Bima
113
Ancaman Tama kembali
114
musnah
115
Jalan-jalan
116
Enaknya punya ayah
117
Brayen
118
Mata duitan
119
Pesta sang kakak
120
Putus hubungan
121
Bima yang menyedihkan
122
Berita itu
123
Jujur kembali
124
Kecelakaan-kecelakaan
125
Takut
126
Keadaan
127
Sadar
128
Sunja dan pembalasan
129
sudah tau
130
Benjol
131
Di usir
132
Pingsan
133
Terang bulan
134
Kembali ribut
135
Kenyataannya
136
Membenci
137
berita
138
Tidak percaya
139
Pelukan
140
tempat nyaman
141
kebenaran
142
Menyesalnya Tama
143
Bertemu kembali
144
Enggan
145
Keinginan untuk pergi
146
Kabur saja
147
Balasan Galen
148
Bertamu
149
Nasi
150
Manusia mengerikan
151
sejak kapan?
152
petunjuk
153
Alasan lagi
154
sebelum
155
surat
156
perkara merajuk
157
Bertemu
158
hangat
159
pulang
160
tangisan
161
hantu
162
Gawat
163
Pilihan Letta jatuh kepada
164
dasar pilihan
165
Apa benar
166
Sudah tau
167
Letta merajuk
168
periksa
169
obatnya
170
Menghubungi
171
Alasan
172
Mama sambung
173
Kenangan Xior
174
Malam itu
175
Xior tau
176
kecap
177
Perkara masak
178
gara-gara Cake
179
Kemarahan Xior
180
Mantan
181
Bagaimana
182
Pulang
183
Hukuman
184
Marah nya agung dan Nadia
185
Izin pada orang tua
186
bertemu Calisa
187
mengetahui semua
188
Kembali pergi
189
Gagal
190
keluarga cemara
191
Pulang
192
Kembali kuliah
193
Rumah Putra
194
Ngadu
195
kok akrab?
196
Lelaki paling tulus
197
masa lalu
198
semua tentang luka
199
Keberadaan
200
sindiran
201
baru tau
202
hadiah dari Agung
203
YTTA aja
204
takut
205
Egois
206
dia orang baik
207
Tahun berlalu
208
Apartemen baru
209
telat
210
Bita operasi
211
penolakan lagi
212
tanggung dokter
213
Salah paham
214
kebenciannya
215
Bertemu
216
main
217
alasan Letta
218
kembali bertemu di situasi buruk
219
Marah
220
sekeras itu
221
Janji
222
kembaran Letta
223
Berkumpul kembali
224
bintang itu
225
pesta
226
di usir
227
Diterima
228
nikahan letta
229
takut
230
ayam gepuk
231
minta cucu
232
tak bisa masak
233
point' rumah sakit
234
rangking 3
235
pemaksaan
236
berusaha
237
karma
238
Hamil
239
marahnya Letta
240
Mengundurkan diri
241
Dikit lagi
242
Draft

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!