Setelah seharian ini mengerjakan lagu bersama Raymon,sore ini aku memutuskan untuk beristirahat ke apartemen ku.
Aku duduk di ruang tengah sambil menonton tv dan di temani secangkir susu stroberi hangat.Aku begitu suka susu stroberi.Dan seperti bukan hanya susu saja,dari shampoo,lotion,bahkan parfum ku sebagian beraroma stoberi.
Tiba-tiba, terdengar suara orang menekan bell.Ku buka pintu dan ternyata adalah kurir pengantar bunga."Nona ini ada bunga untuk anda.Silahkan tanda tangan di sini sebagai bukti bahwa sudah diterima oleh anda".Aku yang kebingungan pun segera menandatangani.
Sang kurir telah berlalu.Aku menghempaskan tubuh ku di sofa.Aku membuka kertas kecil yang ada di bunga itu dan membacanya. "Hi sweety,gimana hari ini?pasti kamu capek banget.Semangat terus ya nanti malem aku jemput kita dinner ok.Love and hug Leonardo Torrecelli".Cih yang benar saja orang itu, mengirimi ku bunga seperti ini,lagi pula kan bisa lewat pesan jika hanya ingin mengajak dinner.
Aku bukannya tidak suka ketika ada seseorang yang memberikan ku sesuatu justru aku akan menghargainya dan berterimakasih.Hanya saja ini sebuket bunga Magnolia.Bunga Magnolia melambangkan kesucian dan ketulusan dalam memberikan cinta kepada pasangan.Aku merinding geli.Jujur saja aku adalah tipe orang yang kurang suka dengan hal yang seperti ini.Aku tidak tau kenapa,tapi ketika ada yang bilang hal yang romantis padaku,aku langsung merinding geli.Tapi itu tidak berlaku untuk orang-orang tertentu,seperti keluarga ku misalnya.
Ku letakkan bunga tersebut di meja.Ku matikan siaran tv dan ku ambil gitar ku.Aku sudah lama tidak memainkannya sambil menyanyikan lagu ku.Iya aku sedang memainkan lagu "Me",lagu pertama ku yang melambungkan namaku.Saat lagu ini baru keluar,aku mendapatkan banyak sekali tawaran pekerjaan.
Waktu cepat sekali berlalu,hari pun sudah malam.Aku bersiap-siap untuk dinner bersama Leo.Aku hanya menggunakan celana model Boogie dan kaos berlengan panjang kemudian tidak lupa topi bucket kesayanganku.
Tak lama kemudian leo menjemput ku lalu kamipun berangkat.
...............................
Kami sudah tiba di sebuah restoran mewah.Leo membawaku ke sebuah private room.Lilin yang cantik tersusun rapih,meja yang di taburi kelopak mawar menambah kesan romantis yang membuatku merinding.
Leo mempersilahkan ku duduk.Kami menikmati makanan yang sudah di siapkan.Leo sesekali memandangi ku sambil tersenyum.Oh tuhan suasana macam apa ini.
Setelah makan,kami pun berbincang-bincang sambil menikmati hidangan penutup dan minuman yang tersedia di meja.
"Fi,kita udah temenan lama juga ya.Berawal dari acara talkshow waktu itu terus lanjut sampe sekarang"Ucap Leo sambil memandang ke arah ku."Iya,aku harap kita bisa temenan terus sampe tua".Senyumnya memudar.Apa ucapan ku salah?perasaan perkataan ku tidak ada yang menyinggung nya.
Ia lalu menggenggam tanganku,menatapku lalu berkata "Fiona Annelyn Prandika,coba tatap mata aku".Ia menyebut namaku penuh penekanan.Aku menatap matanya.Mata kami saling beradu pandang."Kamu tau kan apa makna dari bunga yang aku kirim tadi?. Sebenernya aku udah lama ada perasaan sama kamu.Aku ngga tau kapan perasaan ini mulai tumbuh tapi intinya aku pengen kita ngga cuman sebatas temen.Kamu tau Fi,aku cinta sama kamu.Aku pengen milikin kamu jadiin kamu pasangan hidup aku". Perkataan Leo membuat ku terdiam.Pikiranku seketika ngeblank.Ha?apa lagi ini?cinta katanya?.Aku bahkan sama sekali tidak pernah berpikir bahwa dia menyukaimu ku.Aku selama ini hanya menganggap dia teman dekat ku.
Aku berdehem mencoba menghilangkan perasaan yang tidak nyaman ini."Leo.Aku ngga tau mau jawab.Tapi intinya aku ngga mau pertemanan kita yang udah lama jadi rusak gara-gara perasaan cinta.Kalo kamu cinta sama aku,aku hargai tapi kalo untuk nerima.Maaf Leo aku ngga bisa"."Kenapa?apa aku punya banyak kekurangan.Atau aku ngga sesempurna Raymond?".Tanya Leo lagi dengan raut wajah yang kecewa.Aku lalu menjawab"Leo,listen to me.Aku ngga mau pertemanan kita rusak cuman gara-gara perasaan yang kayak gini dan stop! Jangan bawa-bawa Raymond"."Terus alasannya kenapa?terus apa ini?kamu belain Raymond?kamu suka sama Dia?"."Leo Stop!" Akhirnya emosi ku pun memuncak."Jangan bawa-bawa Raymond.Aku sama dia cuman temenan.Dari awal kita semua temen.Aku ngga mau pacaran dulu karena aku belum siap jalanin sebuah hubungan.Ini terlalu dini buat aku.Kamu bisa ngga sih ngertiin maksud aku".Aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Leo.
"Aku suka sama kamu,aku benci liat kamu deket-deket sama Raymond"ucap Leo lagi.Aku pun berdiri dan berkata "Leo,shut up!.Aku udah bilang aku pengen kita terus temenan.Aku baru aja mulai berkarir Leo,ini terlalu dini buat aku.Kita ngga pacaran ada media di luar sana pada ribut beritain kita macem-macem.Leo kau nolak kamu bukan berarti kamu ngga pantes.Aku cuman mau fokus sama apa yang aku jalanin.Jadi aku harap kamu jangan maksa.Dan satu lagi Leo,aku kecewa sama kamu".Lalu aku pergi meninggalkan Leo.Terdengar suara Leo yang memanggil-manggil namaku namun aku lebih memilih mengabaikannya.Aku berjalan tergesa-gesa lalu menyetop taksi.
Setelah sampai apartemen aku menghempaskan tubuhku di kasur.Aku begitu kesal sekaligus kecewa.
Aku tidak menyangka jika Leo akan berpikir seperti itu setelah bertahun-tahun lamanya kami berteman.Aku benci sekali situasi.Harusnya juga iya tidak memaksa ku dan membawa-bawa orang lain.Ini lah yang aku benci dari cinta.Semua jadi rusak dan berantakan.
Leo tidak salah mengungkapkan perasaannya,karena semua memiliki hak untuk menyukai siapapun.Tapi Leo juga lupa bahwa orang punya hak untuk menerima atau sebaliknya.Ia juga membawa-bawa Raymond yang jelas-jelas tidak ada hubungannya sama sekali dengan penolakanku.
*T*erimakasih untuk yang sudah mampir jangan lupa dukung Author ya.Borahae💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments