Bab 17 (Raymond Yatra vs. Leonardo Torrecelli)

Hari ini aku sedang ke toko sepatu langganan ku.Aku telah membuat janji sebelumnya jadi aku sampai sini langsung ke ruang VIP yang telah mereka siapkan.Aku berencana membeli beberapa sepatu boots dan sneakers untuk hadiah Flora,Minggu depan dia ulang tahun.

Flora adalah adikku,sekarang ia sedang fokus berkuliah.Taun ini dia baru masuk kuliah.

Aku melihat-lihat terlebih dahulu dan pandanganku jatuh cinta pada sepasang sepatu seneakers berwarna putih.Itu akan cocok untuk Flora karena ia sangat suka sepatu dengan model seperti itu.

Saat akan memilih sepatu untukku,aku di kejutkan dengan kedatangan Leo.

"HI Fi"ia menghampiri ku sambil cengengesan."Ngapain ada di sini,kamu mata-matain aku?"ucapku curiga."Ia tertawa lalu "Inikan tempat umum,jadi siapapun boleh kesini"."Dih,kamu ini.Dari pada cengengesan gitu mending bantu aku pilih Boots,aku bingung mau pilih yang mana"."Oke"jawabnya lalu ia segera melihatnya sepatu yang tertata rapih di lemari display.

"Yang ini cocok ni kayaknya sama kamu" ia menunjukkan sepatu boots model combat dan ankle."Yang combat cocok di pake pas kamu mau jalan kemana kek atau lagi mau manggung,yang ankle cocok buat acara formal.Dua-duanya aja".Akupun meneliti setiap sisi sepatu yang di pilih Leo untukku.Lalu aku mencobanya dan cocok sekali dengan seleraku."Oke deh,ini boleh juga.Nona bungkus ini sama yang tadi juga ya".Ucapku pada seorang wanita muda penjaga toko.

Saat aku mengeluarkan kartu kredit ku,Leo menahannya."Biar aku aja yang bayar"."Eh mana bisa gitu,ini tuh ada yang mau aku kasihin buat adek aku,dia ulang tahun.Masa hadiahnya kamu yang bayarin"celotehku kesal.Ia tersenyum lalu menahan tanganku."Udah,ini aja Nona"Ia menyerahkan kartu kredit miliknya ke kasir.Tentu saja aku meras kesal dan tidak enak.Total harga belanjaan mu mencapai hampir tiga puluh lima juta.Bagaimana aku bisa merasa enak?.

Lalu Leo mengajak ku untuk makan siang dulu di sebuah restoran mewah dekat toko sepatu ini.Akupun memasang wajah kusut kum.Aku begitu kesal.Leo menarik tangan ku dan membawa ku ke restoran yang hanya berjarak beberapa puluh meter dari toko sepatu ini.

Ia memesan makanan yang sama seperti saat pertama kali kami bertemu.Hidangan pun sampai dan kami menikmatinya.

"Udah jangan marah terus"ucap nya sambil kepalaku."Aku ngga marah,maksud aku itu tadi aku beli sepatu sneakers buat Flora karena dia ulang tahun"."ya ngga apa-apa,tinggal bilang itu hadiah dari calon kakak iparnya terus kamu beli lagi kan gampang?"jawabnya enteng."Oh kamu mau aku cubit?!".Ia pun terkekeh.

Beberapa saat kemudian,saat kami sedang menikmati hidangan penutup tiba-tiba saja muncul Raymond entah dari mana.

Ia tiba-tiba duduk di kursi sebelah ku lalu berkata"Halo Fi,long time no see"."Eh,ngapain kamu di sini juga" tanyaku heran."Ya mau makan lah,ngapain lagi"."Dih,maksud aku kok bisa kebetulan banget gini.Kamu ngga lagi ngikutin aku kan?".Ia terkekeh."Ngga lah,geer banget kamu"."Ekhem,masih ada aku di sini"ujar Leo yang merasa di abaikan.

Aku pun mengenalkan Raymond kepada Leo.Ini pertama kalinya mereka bertemu tapi tingkah mereka seolah-olah sudah lama bermusuhan.Saat Leo akan mengelap sisah cake di pipiku,tangan Raymond menepisnya.Lalu Leo yang kesalpun menarik tangan Raymond.Mereka berdebat.

"STOP,AKU BISA NGELAP SENDIRI!"Teriakku pada mereka berdua.Mereka pun berhenti dan terdiam."Kalian kenapa sih?what's wrong with you both?.Kalo ngga bisa diem aku pulang".Mereka saling pandang."Iya maaf"ucap mereka bersamaan.

Tentu saja aku kesal,apa-apaan mereka ini seperti anak kecil saja.

Selesai dari drama di restoran mewah tadi aku memutuskan untuk pulang ke apartemen ku.Kepalaku mendadak menjadi pusing akibat ulah mereka

................

Sampai di apartemen aku menaruh belanjaan ku di kamar,lalu merebahkan diri di kasur.Sial kepalaku tambah sakit sekarang dan mataku berkunang-kunang.Aku buru-buru mengambil ponsel untuk menghubungi Erald.Aku meminta Erald untuk membawaku ke rumah sakit langganan secara diam-diam.Aku tidak ingin nanti ada media yang merilis berita aneh-aneh tentang ku.

Aku mencoba meminum air mineral di nakas,kepalaku semakin sakit lalu pandangan ku menjadi gelap dan aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

.......................

Saat aku membuka mata,yang pertama kali aku lihat adalah Leo kemudian Erald.Mereka tampak khawatir padaku."Kamu udah bangun,mana yang sakit?" Tanya Leo padaku.Aku heran,kenapa bisa ada Leo."Leo kamu kok bisa di sini?"bukannya menjawab pertanyaan Leo aku malah balik bertanya."Tadi aku mau nganter cake kesukaan kamu,tapi ada Erald yang lagi panik sambil buka pintu Apartemen kamu.Aku curiga kamu kenapa-napa dan ternyata kamu pingsan" kamu sama Erald cepet-cepet bawa kamu ke sini."Oh gitu, terimakasih kalian udah nolongin aku"."Nona,dokter tadi bilang asam lambung Nona tinggi,Nona kan udah beberapa hari ini ngga jaga pola makan,banyak minum kopi.Buat sekarang Nona jangan makan yang aneh-aneh dulu"ucap Erald padaku.Aku mengangguk pelan

"Erald,hp aku kamu bawa ngga?"."ini nona" Erald menyerahkan ponsel Milikku."Makasih Erald"."Sama-sama Nona.Oh ya nona aku izin mau keluar sebentar mau beli makan siang Nona"."Iya udah Erald,maaf ya gara-gara aku kamu jadi tekat makan"."ngga apa-apa kok Nona,oh ya Tuan Leo tolong jaga Nona Fiona sebentar ya"."Iya Erald".Lalu Eraldpun pergi

Saat aku akan membuka ponselku Leo menahannya."Kamu ngapain sih?kondisi lagi begini masih sempat-sempatnya kepikiran mau maen hp"."Ish ngga gitu,Malem nanti aku ada jadwal buat bahas lagu sama Raymond.Kalo ngga ngabarin kan ngga enak.Masalahnya manager aku ngga tau keadaanku sekarang"jelasku padanya."Cih,dia lagi dia lagi" ucap Leo tak suka.

Baru saja aku akan mengirimi pesan kepada sudah ada panggilan Video masuk dari Raymond.Akupun mengangkat panggilan video nya."Fi,you ok?,kamu sakit apa?"ia langsung panik,ia tahu jika aku sedang di rumah sakit.Tentu saja karena kami sedang melakukan panggilan video.Aku pun menceritakan semuanya pada Raymond.Dan kalian tau,raut wajah Leo berubah menjadi seperti raut wajah seseorang yang sedang menahan amarah.Aku bingung ada apa dengan mereka.

Setelah panggilan Video berakhir.Aku melihat ke arah Leo yang kini sedang berdiri menatap ke arah luar jendela."Leo" aku memanggil Leo.Leo menoleh lalu kembali duduk di kursi dekat ranjang ku.Ia mendengus kesal"Kamu punya hubungan apa sih sama Raymond?"."Astaga Leo, Raymond sama aku itu temenan.Kita lagi mau garap projek lagu bareng.Lagian kamu kenapa sih"."Ya aku,aku.Ah ngga tau ah".Aku tertawa melihat tingkah temanku satu ini.

Tak berselang lama, Raymond datang dengan sekeranjang buah-buah dan buket bunga mawar warna-warni yang indah sekali.Ia tampak panik lalu tanpa sadar menggeser Leo yang sedang duduk lalu ia berkata"Kata Erald kau pingsan sepulang dari restoran tadi karena pusing.Pasti gara-gara aku sama si brewok ini kan"."Apa?kamu bilang aku apa?"Leo tampak tidak terima.""Emang kenyataannya kan".Mereka terus berdebat.Jujur ingin sekali aku rasanya menghilang dari sini.Kepalaku rasanya makin pusing.Aku makin tidak mengerti dengan tingkah kedua teman ku ini Tidak bisakah mereka akur sebentar saja?.Oh tuhan!.

Saat mereka akan adu jotos tiba-tiba pintu terbuka........

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!