Bab 9: Mimpi (demensional after realitas)

Lanjut ke sudut pandang mayor herman di chapter 7.

Untuk chapter 8 sampai seterusnya akan dibuat menjadi babak penjelasan untuk semua alur cerita di novel days survival ini, akan tetapi dari sudut pandang ilmuwan marlin saja sebagai tokoh utama yang akan berpusat kepada masa lalu atas semua masalah yang terjadi. ( ini semua tidak akan dapat diprediksi dan ditebak chapter berapa saja yang akan dijadikan sebagai penjelasan dan code rahasia untuk jalan keluar pada cerita novel days survival ini ). Itu semua hanyalah sebagai rujukan apa yang sedang dipikirkan oleh marlin selama hidupnya didunia ini.

Semuanya dituangkan didalam buku jurnal hidupnya yang bernama the lost of human. Untuk sekarang bukunya sudah tidak bisa ditemukan lagi di beberapa negara besar terutama negara amerika serikat dan uni soviet, sebab dilarang oleh pemerintah pusat untuk di perjual belikan secara bebas kepada masyarakat sipil, hanya orang - orang yang terpilih dan berpengaruh saja yang memegang buku tersebut. Untuk cetak asli buku the lost of human sudah hilang untuk selama - lamanya tanpa memberikan jejak sedikit pun. kematian marlin dan penyebabnya semuanya di tutupi serapat - rapat mungkin oleh pemerintah. Supaya para pengikut dan penyuka teorinya di setiap penjuru dunia tidak menggila dan merepotkan para aparat keamanan negara.

( marlin : seorang imuwan yang sangat tertarik dan tergila - gila kapada ilmu spiritualisme dan sejenisnya. Yang pada akhirnya mengantarkan ia ke kematian yang sangat misterius, akibat rasa penasarannya sendiri.) itulah yang dicoba katakan oleh para pencari hal - hal yang barbau misteri yang menyebut kelompok mereka sebagai the world ilimunasion, sebuah organisasi besar yang terhitung memiliki 9000 pengikut yang tersebar diseluruh dunia terutama di negara iran itu sendiri. Pusat dari organisasi ini berpusat dikota tehran ( iran) dan memiliki hubungan langsung dengan kelompok mata - mata terbaik didunia yang bernama assasin.

Jadi kemungkinan chapter 8 yang lalu. Bukanlah timeline utama yang akan di ceritakan pada novel ini, bisa saja akan dibangun timeline abad ke - 16 sebagai garis waktu yang berbeda. Tapi memiliki kesamaan alur yaitu perjuangan seseorang manusia untuk bertahan hidup didunia yang sangat kejam dan membingungkan ini. Ditambah pada chapter 8 ini akan dibuat beberapa penjelasan dan code rahasia untuk beberapa misteri tentang kehidupan, takdir, masa depan, perjalanan waktu ( limbo dan porgatory) dan bisa juga bahkan timeline pada cerita yang benar.

Bagi yang bisa menebak atau sudah mengetahui endingnya.. ketik saja dikolom komentar, siapa tahu saja nanti jawaban kalian ada yang benar..

"Setiap cerita tidak ada akhirnya, tapi para authorlah yang mengakhiri cerita tersebut menjadi sebuah ending yang tak akan bisa dilupakan oleh para pemabacanya."

From napoleon

Author novel days survival

Lanjut ke sudut pandang : mayor herman...

Langit sangatlah gelap gulita seperti ingin menurunkan tetesan air yang basah dan dingin dari langit akan tetapi itu tidak terjadi, sebab langit yang mendung seakan tertahan air hujannya kerena sesuatu hal.

Mayor herman pun terus saja berjalan dengan sempoyongan tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Melewati jalan - jalan kota yang dipenuhi dengan sampah plastik dan sebagainya, yang bertebaran diseluruh bagian kota yang hancur berantakan itu. Dan juga disana beberapa dedaunan pun terlihat berterbangan dengan kondisi sudah terbakar hingga berubah menjadi abu, bila di pegang atau pun di tekan akan menghilang dibawah oleh angin yang sangat kencang.

"Apa yang sedang terjadi dengan dunia ini? Kenapa semuanya bisa berantakan dan hancur seperti ini? Apakah ucapan pria tua itu benar bahwa jenderal vaskov selama ini mengkhianatiku, dan memperalatku sebagai pion penting dalam melaksanakan sebuah rangkaian rencana besar yang liciknya untuk menghancurkan negara ini dari dalam. Kalau semuanya benar, untuk apa perjuanganku selama ini untuk membelah yang benar kalau selama ini diriku mendukung orang yang jahat dari dalam." tanya mayor herman didalam hatinya, sambil menendang satu batu yang berukuran kecil. Yang berada tepat didepan hadapannya.

ketika mayor herman sedang sibuk dengan pertanyaan yang terus saja muncul didalam benak hatinya, ia pun pada akhirnya harus dikejutkan oleh suara bisikan misterius yang mengacau semua pemikirannya.

"Apa yang sedang kulakukan didunia ini? Kenapa diriku bisa hidup seperti ini? Dan takdir itu apa, kenapa tuhan menciptakan takdir itu?" ucap seseorang yang berada disamping mayor herman dengan nada suara yang sedih.

Mayor herman pun sangat terkejut akan suara seseorang yang aneh itu, keringat pun mulai mengalir membasahi semua bagian tubuhnya. Dengan keberaniannya sebagai seorang tentara ia pun mulai memalingkan wajahnya dengan sangat cepat menuju ke arah asal suara itu datang. (atau lebih Tepatnya berasal dari belakang mayor herman itu sendiri ), akan tetapi ia tidak menemukan satu pun orang yang berada disampingnya, hal itu pun membuat mayor herman semakin ketakutan.

"Siapa itu tadi? Kenapa aku merasa ia berbicara tepat dibelakangku. Apakah ini hanya imajinasi dan khyalanku saja? Yang Disebabkan kerena diriku sekarang sangatlah kelelahan seperti ini.." ucap mayor herman sambil melihat kanan kirinya untuk memastikan kembali keadaan.

"Haaa, itu pasti hanyalah hayalanku saja, sebab tidak ada satu pun orang disekitar sini. Kecuali hanya diriku ini" ucap mayor herman sambil menghela nafas panjangnya.

"Tapi diriku tidak boleh langsung mempercayai pendapat dan pemikiran awalku dulu, lebih baik diriku sekarang mencari asal suara itu sebentar saja, walaupun itu hanya akan membuang - buang waktuku saja. Diriku rasa ada hal yang menakutkan disekitar sini, sepertinya ada seseorang yang mencoba mengintaiku dari kejauhan. Diriku harus lebih berhati - hati." ucap mayor herman didalam hatinya dengan raut muka yang sudah penuh akan ketakutan akan sesuatu hal yang akan datang.

mayor herman terus mencari tanpa henti suara itu selama 20 menit hingga ia hampir kelelahan akibat pencariannya yang tidak membuahkan hasil sedikit pun itu, akan tetapi hal yang aneh dan misterius pun menimpah kembali mayor herman ketika ia sedang sibuk mencari suara itu.

ketika mayor herman sedang mencari tahu suara apa itu tadi, ia pun dikejutkan lagi dengan suara musik yang misterius dengan nada suara yang sangat rendah. Yang dapat menciptakan sebuah gelombang irama yang menenangkan jiwa setiap orang yang mendengarkannya. Nada itu pun terus saja berputar hingga mayor herman mulai jatuh kedalam imajinasi atau sebuah ilusi yang tercipta akibat rasa trauma yang terjadi pada masa lalu.

"Apa yang terjadi pada diriku ini, lagu apa itu tadi? Ini sangatlah menenangkan jiwa sekali. Diriku tak pernah mendengarkan sebuah irama kehidupan yang secantik dan sebaik ini didalam hidupku. Ini membuatku terbawah ke masa lalu yang sangat indah sekaligus berdarah, diriku ini memiliki sebuah pertanyaan yang sangat besar tentang tubuh dan raga ini." Ucap mayor herman dengan nada yang sangat rendah, akan tetapi yang mengucapkan kata tersebut terasa bukanlah mayor herman yang kita kenal akan tetapi lebih ke suara dan pemikiran orang lain.

"Diriku yang ini merasa ingin tertidur di kasur yang sangat putih dan tebal itu kembali lagi. Kumohon biarkanlah diriku tertidur kembali seperti dulu lagi. Disanahlah diriku akan mendapatkan semua kedamaian dan perdamaian yang sejati, dan mutlak. Yang seharusnya semua orang harus menerimanya didunia yang nyata, dan bukanlah sebuah mimpi yang seperti ini. Dimana didalam mimpi yang indah tersebut, diriku akan hidup dengan bahagia tanpa melihat pertumpahan darah antara bangsa yang saling berperang untuk mewujudkan cita - cita sekelompok individu yang berkuasa atas sebuah negeri, yaitu mewujudkan cita - cita para pejabat yang korup dan jenderal yang ingin memperoleh kekuasaan saja. Tanpa memperdulikan masyarakat sipil yang ikut turun tangan berjuang demi tujuan yang mereka sendiri tidak ketahui untuk apa sebenarnya. Mereka semua diperalat, mereka tertekan, mereka mati tanpa mendapatkan apa pun, mereka sudah kehilangan banyak darah dan keluarga mereka sendiri. mereka semua rakyat sipil yang mati dan menderita demi sebuah impian yang diinginkan oleh sekelompok orang - orang yang serakah dan haus dengan kekuasaan itu sendiri. tubuhku ini sangatlah lemah dan lemas sekali, aku tak dapat berpikir jernih lagi, apakah kamu akan datang untuk mengambil semua yang kumiliki sekali lagi?" Tanya mayor herman didalam hatinya dengan panik.

"Diriku tak tahan lagi untuk melihat seorang anak kecil yang harus kehilangan kedua orang tuannya, yang diakibatkan oleh perang yang tiada usainya antara bangsanya sendiri. Sampai kapan mereka akan menertawakan orang miskin dan tentara biasa seperti mereka dan kita semua? Sampai kapankah ketidak adilan ini akan berkuasa atas diri manusia? Sampai kapankah manusia akan lahir dari penderitaan manusia lainnya, sampai kapan kah. Pertanyaan tersebut terus saja menghantui diriku hingga saat ini."ucap mayor herman dengan beberapa tetes air mata yang tidak sengaja jatuh dari matanya yang seketika berubah menjadi merah, akibat air mata yang sangat banyak keluar.

Angin yang sangat kencang pun menerpah tubuh mayor herman hingga topi tentara yang berada diatas kepalanya jatuh ke sebuah semak - semak belukar yang berada disampingnya.

"Diriku tak boleh lagi tertidur atau semuanya akan berakhir seperti yang terjadi pada masa lalu, dia sudah sangat dekat denganku, diriku harus menggapainya untuk mendapatkan semua jawaban dan misteri didunia ini" ucap mayor herman sambil mengulurkan kedua tangannya mengarah ke atas langit yang mendung seperti ingin hujan.

"Bicara tentang apa diriku ini? Aku sudah kehilangan banyak hal didalam diriku ini. Janganlah juga diriku kehilangan akal sehat kerena itulah yang tersisah didalam diriku saat ini."

Pada saat yang bersamaan tempat yang berada disekitar mayor herman pun mulai berubah sedikit demi sedikit menjadi gelap gulita tanpa satu pun penerangan yang terlihat disana.

mayor herman pun tersadar kembali dari keanehannya dan mulai menyadari dirinya bukan berada dikota lagi akan tetapi disebuah tempat yang berbeda.

"Apa yang sedang terjadi pada diriku saat ini!!? Apa yang terjadi pada tempat ini, apakah efek lelah ini yang menyebabkan diriku mulai berhalusinasi separah ini." Ucap mayor herman dengan panik sambil memegangi sebuah benda kecil yang berada ditangannya.

Mayor herman pun mulai memejamkan matanya sebentar kerena tidak dapat melihat apa pun dikegelapan.

"Apakah diriku sudah tertidur sangat lama didalam alam bawah sadar? Ini pastilah sebuah mimpikan atau diriku sudah tidak ada lagi didunia yang kejam ini? Aku sangat berharap itu iya tapi juga tidak. Kalau di pikirkan mana mungkin kalau ini sebuah kenyataan atau realita yang lainnya? Kalau iya itu pasti sangat tidak masuk akal dan menakutkan sekali? Sebab. Mana mungkin ada tempat yang segelap dan seaneh ini didunia yang luas ini, dan juga tidak ada bukti khusus yang dapat menerangkan tempat apa ini sebenarnya. diriku tak berani untuk melihat apa yang sedang terjadi didepan mataku sekarang ini, aku harap semuanya akan baik - baik saja seperti yang kuinginkan saat ini."

"Oh aku menyadari sedikit hal yang ku ingat. Ya mungkin saja itu benar sekali, ini semua pastilah hanya sebuah mimpi yang biasa aku lihat di film - film barat yang tidak masuk akal itu, dimana para korbannya akan tertidur sebentar dan pada akhirnya masuk kedalam sebuah mimpi yang sangat menakutkan dan sekaligus aneh. Dimana sang manusiannya akan dikejar oleh mahlukh yang sangat aneh dan menjijikkan, aku lupa mereka menamai mahlukh itu sebagai apa?"

"Diriku agak bingung orang - orang barat itu memberi nama apa ke mahlukh aneh itu, coba aku berusaha ingat - ingat dahulu."

"Oh iya, iya, iya. Mereka memberikan nama hantu sebagai nama dari para monster aneh itu."

"Untuk apa diriku merasa ketakutan seperti ini, ini kan hanya sebuah mimpi yang biasa terjadi kepada orang - orang normal didunia. Jadi kalau mereka memang benar - benar ada dan mencoba untuk menyakiti atau membunuhku ditempat ini, bisa diriku prediksikan para hantu itu tidak akan bisa menyakiti diriku ini walaupun itu hanya sedikit saja, sebab mereka hanyalah bagian dari imajinasi diriku saja, yang tidak memiliki kuasa sedikit pun atas realita yang asli dalam kehidupanku. Jadi diriku harus santai saja tentang masalah yang kuhadapi sekarang ini, dan menunggu mereka semua datang dan tinggal diriku mengucapkan kata ( musnahlah dari mimpiku ini) " Ucap mayor herman dengan sombong.

Mayor herman dengan kepercayaan yang masih ada didalam dirinya mencoba untuk membuka kelopak matanya dengan lebar - lebar.

Mata pun sedikit demi sedikit terbuka untuk melihat sesuatu diluar sana.

Akan tetapi yang dilihat oleh mayor herman bukanlah kenyataan yang diperkirakan oleh dirinya. Yang sebenarnya terlihat adalah sebuah alam yang kosong dan gelap tanpa satu pun mahlukh hidup yang terlihat disana

"Tunggu - tunggu, apa yang baru saja aku lihat didepan mataku sekarang ini. Apakah ini benar - benar sebuah mimpi atau kenyataan yang sedang ku alami." Ucap mayor herman sambil menampar mukanya dengan keras.

"Ah. Sakit sekali. Ini adalah Kenyataan bukanlah sebuah mimpi seperti yang kuharapkan tadi, apakah diriku benar - benar berada di alam atau dimensi lainnya. Tak mungkin ini pasti mustahil, tak masuk akal bila ini sebuah kebenaran, sepertinya diriku memang sudah terlalu gila dalam berpikiran jernih." Ucap mayor herman sambil terkejut panik ketika ucapannya tentang alam lain rupanya sebuah kebenaran, dan bukanlah sebuah kebohongan semata.

Apa yang harus kulakukan, apakah ada jalan keluar untuk pergi dari tempat yang aneh ini?

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!