Status dan keadaan sekarang..
Jam :10.00. Pagi hari
Keadaan :berkendara di jalan kota murmansk
Timeline: 15 jam sebelum bencana datang
Status kota: berkabut tebal
Mobil pun melajuh dengan kecepatan (60 km/per jam). Mobil itu melaju di jalan yang sangat sepi dan berkabut hampir 1 mobil pun susah untuk terlihat melintas di jalan tersebut.
"Apa yang terjadi dijalan kota ini, biasanya banyak sekali orang yang melintasi jalan ini. Sebab jalan ini adalah jalan nasional yang biasanya dilintasi oleh puluhan ribu orang yang transit dari satu kota ke kota lainnya untuk mencari pekerjaan sama seperti diriku ini. Tapi Kenapa hari ini terasa agak mencekam dari pada hari - hari yang lalu, udaranya juga agak lembab disini dan dari mana kabut yang sangat tebal ini berasal, apakah ada sebuah kebakaran yang sangat hebat disekitar kota besar ini. Diriku harus sangat berhati - hati sekali untuk mengemudikan mobil ini" tanya wiliams dengan perasaan yang agak gelisah akibat cuaca dan suasana yang tidak biasa terjadi pada hari - hari lainnya.
"Tapi ya baguslah, perjalanan ini jadi sangat begitu cepat kerena tidak ada kemacetan yang terjadi seperti biasanya.Tapi kok aku merasa agak aneh seperti akan ada sebuah bencana yang akan menimpah negara ini dalam kurun waktu yang sangat cepat. ahhh, tidak usah dipikirkan yang terpenting kita harus cepat sampai ketujuan yang sudah diperintahkan" ucap wiliams dalam hatinya.
"Wiliams... berapa km lagi kita akan sampai ke tujuan kita" ucap mayor herman dengan mata yang kosong sambil melihat kaca depan mobil, yang membuat perasaan pelayan setianya menjadi merasa agak tegang.
"hmmm.1 km lagi tuan kita akan sampai ketujuan, dan sekitar 5 menit lagi kita akan sampai ketujuan yang tuan mintah" ucap wiliams dengan gelisah.
"Sepertinya diriku akan terlambat beberapa menit soalnya pertemuannya akan dimulai jam 10 sekarang ini, apa yang harus kulakukan nanti?" Tanya mayor herman didalam hatinya.
"Pak. Diriku sudah menganggap dirimu sebagai adikku sendiri walaupun kita tidak ada hubungan darah sedikit pun, kerena kedua orang tua kita berbeda. Oleh sebab itulah aku ingin bertanya kepadamu sebagai seorang kakak yang baik. Apa yang terjadi sebenarnya dikamar tersebut hingga kamu bisa melukai dirimu itu sendiri seperti itu. Kalau saja aku dapat membantumu walaupun itu hanya sedikit"
"Wiliams.. kamu sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri, oleh sebab itulah aku tak ingin dirimu terlibat dalam masalah yang sangat besar ini, biarkan diriku sendiri untuk menghadapinya masalah ini, diriku tidak ingin orang yang kucintai dan sekaligus orang kuperjuangkan hidupnya selama ini, hilang dari hadapanku selama - lamanya, lebih baik diriku mati dari pada kehilangan keluarga dan sahabatku sendiri." Ucap mayor herman dengan mata yang kosong.
"Mayor... tapi kita ini hampir menjadi sebuah keluarga yang saling melengkapi selama ini, kenapa kita tidak bisa berbagi rasa sakit yang sedang kamu hadapi sekarang ini. Kamu terus saja membantu diriku didalam kesusahan yang sedang kuhadapi pada masa lalu, bahkan kamu pernah menyelamatkanku dari kematian akibat obat - obatan yang terlarang yang pernahku konsumsi dulu, bahkan kamulah juga yang merawat diriku ketika aku kecanduan obat - obatan yang terlarang itu, sampai kapankah kamu ingin berbuat baik kepada diriku ini. Sudah cukup kamu membantu diriku selama ini, sekarang akulah yang akan membantumu didalam kesulitan yang sedang kamu hadapi sekarang ini. Kenapa aku tidak bisa membantu dirimu? apa yang kamu hadapi sebenarnya? apakah sesusah itu untuk dihadapi oleh diriku sendiri ini, diriku ingin berguna walaupun sedikit didalam hidupmu." Ucap wiliams sambil menangis.
"Ya.. kamu benar sekali wiliams, masalah ini tidak akan bisa kamu hadapi sendirian, bahkan badan intelejen yang sekelas fbi dan kgb pun akan kesulitan menghadapi musuh negara kita sekarang ini, mereka bukanlah sebuah negara yang besar dan adidaya atau pun sebuah kediktaktoran yang kuat dan berkuasa atas segalanya, akan tetapi mereka adalah musuh yang hidup didalam sendi kehidupan masyarakat negara kita ini. Mereka menyusup kedalam negara ini dan menghancurkan negara ini sedikit demi sedikit tapi itu pasti, mereka memiliki tujuan yang sangat besar untuk menguasai dunia ini dan membalaskan dendam mereka yang terjadi pada masa lalu." ucap mayor herman dengan nada suara yang lembut sambil menatap jam tangannya yang tiba - tiba berhenti bergerak di jam dua malam.
"Kehidupan ini memang tidak adil wiliams, dunia ini penuh dengan tipu daya, bahkan orang yang pintar pun akan kesulitan untuk menjelaskan semua yang terjadi pada dunia ini. Kecerdasan, amarah, dendam, keberanian dan kebijakan tidak akan bisa menyelesaikan semua ini, akan tetapi ada sebuah obat yang mampu menyelamatkan dunia ini dari kehancuran yaitu kasi sayang dan pengorbanan, saya dapat kata bijak itu dari sebuah jurnal yang berjudul my live in the world." ucap mayor herman yang tersenyum sendiri.
"apa yang anda maksud tentang jurnal itu, diriku belum pernah mendengarnya atau pun melihatnya sekali pun. oh pasti kamu menghayal lagi ya herman, mana ada jurnal atau pun novel seperti itu di dunia ini. Apa itu my live in the world kalau dirimu tahu, diriku ingin spoiler sedikit saja. saya sama sekali tak mengerti mayor, apakah anda bisa jelaskan tentang jurnal itu"
"Tunggu saja sampai tahun 2024 novel itu akan terbit dan kamu bisa membacanya kalau saja kamu masih hidup didunia ini. Ha, ha, ha, ha" ucap mayor herman sambil tertawa dengan sangat keras.
"Suatu saat nanti kamu pasti akan tahu semua itu, kita semua sudah di takdirkan untuk melihat masa depan yang gelap, dan takdir akan berubah menjadi sinar matahari yang terbit dari penjuruh barat. Dunia ini sementara dan kematian selama lamanya, suatu saat nanti kita akan kembali kepada sang pencipta." ucap mayor herman dengan raut wajah yang sangat cepat sekali berubah dari senang menuju serius.
Wiliams pun menepuk kepalanya dengan lembut dan lanjut berbicara.
"Kamu adalah satu - satunya orang yang sangat peduli kepada diriku melebihi kedua orang tua yang melahirkanku sendiri, aku telah mengabdi untuk keluarga kalian lebih dari 10 tahun. Diriku tumbuh dan hidup bersama keluarga kalian bagaimanakah diriku ini dapat membayar itu semua?" tanya wiliams dengan mata yang berkaca - kaca.
"Kenapa tidak bisa mayor? Apakah diriku terlalu lemah untuk melakukan hal itu semua, kamu dan ayahmu membantu diriku dari perbudakan yang dilakukan oleh bandar judi yang dilakukan oleh ayah dan ibuku sendiri, merekalah yang menjualku keseseorang pria yang kasar dan bertubuh yang sangat besar, pria itu setiap hari menyiksaku dengan semua alat yang ada. Ia menyiksaku demi kesenangannya sendiri, hingga seluruh bagian tubuhku mengalami luka - luka yang cukup parah, mentalku juga pada saat itu hampir hancur dan kacau akibat dipaksa memakan obat - obatan terlarang yang ia beli. Tapi kalian datang bagaikan dewa dari langit yang ingin menolong diriku ini, aku hidup sekarang ini kerena kalian. Lihatlah kedua orang tuaku sekarang mereka sudah mati dan membusuk didalam tanah kuburan yang mereka gali sendiri, itu semua akibat pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang kalah taruhan judi, apakah aku sedih melihat takdir mereka yang sangat tragis itu? Jawabannya Tidak, mereka sudah pantas untuk mendapatkannya, kerena diriku sudah mendapatkan keluarga baru yang lebih baik dari mereka yaitu kalian semua" ucap wiliams sambil menangis..
"Oleh sebab itulah, diriku tak ingin mempertaruhkan nyawamu kerena dirimulah satu - satunya keluarga yang tersisah didalam hatiku yang paling dalam ini, apakah kamu lihat ayahku sekarang yang sedang kritis saat ini. Dia sebentar lagi akan mati, sama seperti ibuku yang mati akibat penyakit darah tingginya, kalau ia mati tinggal kamu saja orang yang paling kupercayai dan sekaligus kucintai, bila suatu saat kamu ikut mati juga, diriku akan kesepian tanpa satu pun orang yang kuanggap sebagai keluarga, aku akan mati didalam sunyinya dunia ini."
"Herman.... jangan katakan begitu, ayahmu pasti akan selamat" ucap wiliams sambil menangis tersedu - sedu.
Percakapan mereka pun harus berhenti ketika ada ribuan orang yang berkumpul di tengah jalan kota sambil memegang sebuah spanduk yang berisi "kami sudah tahu kebusukan pemerintah yang menutupi misteri tulisan axion di salah satu pilar gedung tentara jerman" semua orang itu berjalan menuju ke kantor tentara pusat yang berada di tengah kota, mereka berjumlah sangat banyak sekali hingga bebarapa bagian kota menjadi sepi kerena penduduknya pergi untuk turun ke jalan.
"Aduh apa - apaan mereka semua ini, apa hak mereka untuk memblokir semua jalan penghubung yang mengarah ke pusat kota. Kenapa polisi lalu lintas tidak menindak mereka semua, kita bisa saja terlambat kalau begini caranya." Ucap wiliams dengan kesal sambil memencet sirine mobilnya terus - menerus.
"Biar diriku telepon polisi lalu lintas terlebih dahulu untuk memintah mereka mengatasi semua orang - orang yang aneh ini"
Mayor Herman pun berdiri dari kursinya dan mulai membuka kunci pintu mobil itu dengan perlahan - lahan supaya wiliams tidak mengetahui ia akan pergi ke suatu tempat. Akan tetapi upayanya gagal ketika wiliams sudah mengetahui rencana mayor herman dari kaca depan mobilnya.
"Herman kamu mau kemana, tetaplah didalam mobil saja nanti mereka mencurigai dirimu"
"Tidak apa - apa aku akan turun sebentar saja untuk melihat keadaan apa yang sedang terjadi disana. Kamu didalam mobil saja, tolong jaga semua barang - barang itu jangan sampai di curi oleh orang lain"
"kalau kamu ingin pergi ambillah pistol ini untuk berjaga - jaga kalau ada bahaya yang akan datang." ucap wiliams..
"wiliams.. Saya adalah seseorang tentara yang melindungi masyarakat negara ini dengan sepenuh hati dan jiwa raga saya. Untuk apa diriku memerlukan senjata api ini. simpan saja untuk dirimu nanti suatu saat senjata itu dapat berguna bagi kita. Peluruhnya sisah berapa lagi wiliams?"
"Tinggal 20 lagi herman, itu semua sudah cukup untuk membunuh 5 orang sampai mati"
"baguslah suatu saat nanti peluruh itu akan menjadi pahlawan dunia ini, diriku akan menunggunya suatu saat nanti, aku sangat berharap pada saat itu diriku masih bisa melihat matahari terbit dan menyapaku seperti biasanya." ucap mayor herman kepada wiliams dengan raut wajah yang tersenyum lebar sambil sedikit meneteskan beberapa tetes air mata yang membasahi mukanya.
"Aku agak khawatir dengan dirinya, aku berdoa supaya ia terus diberi keberkahan untuk selamat didunia yang sangat kejam dan menyakitkan ini, dia orang yang cukup baik ya tuhan tolong berikanlah kekuatan padanya." ucap wiliams sambil mengepalkan kedua tangannya.
Mayor herman pun keluar dari mobilnya dan menghampiri salah - satu pria yang memegang spanduk itu.
"Selamat pagi pak, apa yang sedang terjadi saat ini, hingga semua orang berkumpul menuju kesebuah tempat?" Tanya herman dengan nada suara yang ringan.
Pria itu pun curiga dengan pakaian yang sedang dipakai oleh mayor herman. Pria itu pun terus saja melihat secara tajam dan seksama pakaian mayor herman hingga ia tiba - tiba menjerit histeris dan mengatakan "pembohong, pembohong, pembohong. Sambil menunjukkan jari telunjuknya yang mengarah ke mayor herman dengan menunjukkan raut mukanya yang sangat ketakutan seperti terancam oleh salah satu pihak yang berkuasa."
"Oi, oi, oi. Apa yang kamu coba katakan, tolong tenang dulu pak, bila ada permasalahan yang belum terselesaikan. Kita bisa berbicara dengan baik - baik saja tak perlu anda menjerit seperti itu." Ucap mayor herman dengan terkejut dan panik.
ratusan orang pun berlari mengarah ke mayor herman, dengan membawa pistol rakitan dan senjata konvensional lainnya, mereka pun langsung mengepung mayor herman hingga ia tidak mempunyai kesempatan lagi untuk melarikan diri kemana - mana pun.
Semua orang itu melihat mayor herman dengan tatapan yang marah dan kesal.
"Ada apa semua ini? Kenapa kalian membawa senjata itu didepan publik, kalian bisa saja terkena pidana akibat menakut - nakuti masyarakat sekitar" ucap mayor herman dengan panik.
"Ha? Menakut - nakuti masyarakat sekitar? Kalianlah yang menyebabkan bencana ini. Pemerintahlah yang telah menutup - nutupi sebuah konspirasi yang sangat gila yang telah tenggelam selama puluhan tahun terakhir" ucap salah - satu wanita muda disana.
"Apa yang kalian maksud? Diriku tidak tahu apa yang kalian katakan, tolong lepaskan aku sekarang"
"Apa? Kamu tidak mengetahui konspirasi itu ya? Mustahil kamu itu tentara pasti kamu tahu semua hal itu, kalau kamu tidak bisa berbicara biarkan darahmu saja yang mengatakan semua rencana kalian yang busuk itu. Semuanya pukul tentara itu hingga ia tidak dapat menghindari pertanyaan kita lagi"
"Kalian penipu, kalian penipu, kalian penipu" ucap ratusan orang yang mendekati mayor herman dengan tatapan yang sangat marah.
Semua orang yang berada disekitar mayor itu pun berlari dan mengangkat semua senjatanya mengarah ke mayor herman, akan tetapi sebuah keajaiban pun muncul yang menolong mayor herman untuk tetap hidup.
Dari kejauhan seorang pria menjerit dengan suara yang sangat kencang dan kuat hingga semua orang berhenti menatap mayor herman.
"hentikan semua ini!!!! Memaksa seseorang yang tak berdaya tanpa sebuah perlawanan sedikit pun, bukanlah sesuatu hal yang bagus untuk dilakukan oleh seorang ksatria yang tangguh dan berwibawah, kita semua bisa saja disingkirkan oleh para petinggi tentara itu dengan alasan ini. Tunggu sampai waktu yang tepat untuk melakukan perlawanan kepada mereka semua, jumlah kita belum banyak sekarang ini, kita harus lebih bersabar untuk melakukan sebuah perlawanan kejutan kepada mereka semua. Kita tidak dapat menjatuhkan mereka semua dalam waktu singkat, kita semua harus membuka pola pikiran seluruh masyarakat negara uni soviet ini, barulah setelah itu kita dapat melakukan perlawanan yang akan diharapkan bisa berhasil menghancurkan semua parasit yang menggerogoti sedikit demi sedikit negara yang kita cintai ini. Semuanya jangan biarkan emosi kalian menguasai diri kalian semua, kita semua harus lebih dewasa dalam mengambil sebuah tindakan yang sangat kritis ini, bila kita gagal dalam gerakan ini. Bisa dipastikan kita semua akan dihancurkan oleh mereka tanpa sisah sedikit pun." teriak seorang pria dengan nada suara yang sangat berat sekali.
Salah - satu pria tua berjengot tebal yang memakai baju compang - camping dengan nada suara yang sangat begitu berat itu pun berjalan menghampiri mayor herman dengan langkah kaki yang sangat berat yang dapat menggetarkan batu - batuan yang berada disekitarnya dengan sangat mudah, ratusan orang yang mengepung mayor herman pun langsung mundur memberikan jalan mereka kepada pria tua itu, semua orang yang berada disekitar seketika menunduk takut kepada pria tua yang bertubuh sangat besar seperti raksasa itu.
Mayor herman pun terjatuh kejalan akibat ketakutannya yang sangat luar biasa.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 9 Episodes
Comments