Dessy yang ditinggalkan oleh alex mengeretakan gigi marah
Kenapa dia tidak luluh sih - batin Dessy
Bukan Dessy namanya jika tidak licik melihat sekeliling Dessy keluar dari cafe dengan smrik entah apa yang dia rencanakan. Alex yang berada di cafe sedang meeting tanpa peduli dengan Dessy sedang tessa tertawa melihat wajah kaku Dessy
Selesai meeting alex keluar dari cafe tiba-tiba seorang menubruk punggungnya membuat alex tidak senang
" alex " pekiknya seperti penuh harapan
Melihat siapa yang menubruknya alex dan tessa menatap dengan sinis ternyata itu Dessy
" gadis cantik mari bermain dengan kami " seorang pria yang berlaga seperti bajingan menyeringai saat melihat Dessy
" pergi kau " Dessy ketakutan memegang tangan alex
Disentuh oleh Dessy membuat alex semakin suram , tessa yang melihat itu langsung mendorong Dessy menjauh dia tidak mau mendapatkan imbas jika bosnya suram
" akh kenapa kau mendorong ku " Dessy sedih tapi matanya menunjukkan keluhan terhadap tessa
Tessa mendengus tidak senang " nona anda itu adalah seorang gadis tapi menempel dengan suami orang itu buruk " suara tessa tidak kecil jadi semua orang dapat mendengar
Melihat para penonton berkumpul saat tessa bersuara membuat Dessy malu " apa yang kau katakan aku hanya berlindung dari orang jahat jangan merusak reputasi ku "
" cih kau bisa meminta kepada orang lain tapi kenapa hanya kepada bos ku "
Alibi tessa mendapatkan anggukan dari yang lain " i-tu karena aku hanya mengenal alex " suara kecil seakan dia sudah dibully
" murahan " cibir tessa
Dessy ingin sekali Mencabik-cabik mulut tessa tapi mencoba menahan diri dia berusaha menjaga image baik, polos dan tidak bersalah
Pria yang mengejar Dessy berkata " kenapa kalian ribut jika kau tidak mengenal wanita ini maka minggir aku akan membawanya " suara keras pria itu membangkitkan sisi jijik penonton
Alex menatap dengan males merogoh ponselnya " halo kantor polis di depan cafe jalan ***** ada seorang pria membuat keributan bahkan secara terang-terangan melecehkan seorang wanita " suara alex membuat pria itu ketakutan
" apa yang kau lakukan " teriak pria itu ketakutan
Alex menaikan alis " kenapa? Aku hanya menelpon polisi mungkin akan tiba-tiba beberapa menit lagi " suara santai alex membuat pria itu semakin ketakutan tidak peduli lagi dengan sekitar langsung kabut
Dessy tertegun di tempat hingga dia melihat alex akan masuk mobil pergi dia langsung berkata " alex Terimakasih karena menyelamatkan ku "
" aku tidak menyelamatkan mu, aku menyelamatkan kuping ku yang males mendengar suara mu " ujar alex masuk ke mobil dikuti tessa yang tertawa melihat ekspresi dari Dessy
Mobil alex semakin jauh meninggalkan Dessy yang menghentakkan kaki marah kemudian menatap sekitar dengan marah
" apa yang kalian liat bubar " teriaknya para penonton bubar tak lupa menatap Dessy dengan jijik ...
.
.
.
Selesai meeting kembali ke kantor alex mendapatkan ancaman dari seorang
081*******
-> serahkan semua aset mu atau istri tercinta mu akan mati
Membaca pesan itu alex berwajah gelap matanya penuh dengan ke marahan menatap pesan yang berani mengancam dengan istrinya
Sungguh cari mati !!!
Duduk di kursi alex mencari siapa pengirim pesan itu dan menemukan lokasi sang pengirim mengambil jasnya dia langsung membawa beberapa pengawal ke alamat tujuan
Sampai disana alex melihat apartemen yang merupakan apartemen menengah itu dengan tatapan datar ..
Masuk kedalam semua pusat perhatian berada di sekitar alex karena membawa begitu banyak pengawal di sekitarnya.berdiri di depan sebuah pintu alex mengisyaratkan dengan matanya seakan mengerti perintah bosnya salah satu pengawal mendobrak paksa pintu orang yang sedang bercumbu di kasur itu terkejut langsung melepaskan diri menutup dirinya dengan selimut
" siapa kalian " teriak wanita
Alex keluar dari belakang pengawal menatap kedua orang itu yang ternyata adalah yanti dan yang pria entah siapa
Yanti terkejut melihat alex bisa berada dia disini
Bagaimana bisa dia disini? - batinnya
Alex menyeringai dengan kejam " apakah kau pikir aku tidak bisa menemukan mu setelah berani mengancam ku "
" apa kau pikir pria itu bisa menyembunyikan keberadaan mu tanpa aku tau "
" hahaha sungguh kau mulai berani "
Yanti ketakutan melihat momentum alex yang menakutkan tanpa sadar badanya mulai gemeteran bahkan raut wajahnya mulai pucat , bukan hanya itu pria itu mulai menatap dengan takut-takut
" aku berikan kesempatan kau beri tau siapa yang menyuruh mu " alex menatap pria itu dengan tajam
" it-u _ " pria itu agak ragu-ragu
" cepat katakan " teriak alex membuat pria itu menjadi pengecut
Sial pria ini seperti iblis jika aku tau awalnya aku tidak mau berurusan dengan orang ini - batin pria itu meneguk ludah
" itu aku tidak tau siapa tapi orang itu meminta ku membantu menyembunyikan keberadaan yanti serta membantu mengirimkan pesan teror ke pada mu "
Alex menatap dengan tajam tapi tidak menemukan kebohongan sedikit pun kemudian menatap yanti dengan tajam
" jangan melihat ku itu bukan aku, aku hanya dibayar untuk menghangatkan ranjangnya " suara yanti mengatakan dengan jujur karena takut
Alex menatap dengan jijik memberi kode dengan mata seorang pengawal di belakang alex mengangguk menodongkan pistol menembak yanti di tempat
Dor
Bruk
Tubuh yanti jatuh ke lantai, pria disebelahnya ketakutan menatap alex seperti malaikat pencabut nyawa
" aku peringatan jika ada yang meminta mu mengusik ku maka siap-siap kepala mu pisah dari tubuh mu itu " dengan smrik yang mampu membuat siapa saja ketakutan
Puas alex keluar dari apartemen itu kembali ke mansion
Dalam perjalanan kembali pulang alex mampir membeli bunga mawar untuk istrinya
Sampai di mansion alex melihat yuri tengah menuruni tangga dengan pelan-pelan melihat itu alex cemas
" yuri apa yang kau lakukan? "
" mas kau sudah pulang " yuri tersenyum menatap alex
" kenapa kau turun tanpa pelayan yang menemani mu "
" mas aku cuma mau minum "
" kau kan bisa suruh pelayan sayang "
" tidak ah aku nggak mau menganggu lagi pula aku bisa ambil sendiri "
" sayang kamu kenapa keras kepala banget sih "
" mas aku mohon, aku bosen di kamar terus "
Alex menghela nafas mengangguk membuat gadis itu tersenyum ceria , alex menggendong yuri kebawah duduk di sofa sambil menyajikan makanan kesukaannya. Yuri yang melihat aneka makanan kesukaannya di buat senang seperti anak kecil mendapatkan mainan baru tak pakai lama yuri langsung menyantap dengan lahap melihat istrinya makan alex tersenyum bahagia
Dia sangat suka memberikan yuri makan-makan yang enak semua hal baik harus di berikan kepada istrinya
Stefani call....
" halo "
" kak alex "
" ada apa? Kenapa kau teriak "
" kak alex pliss temenin aku ke pesta sekolah ya "
" kenapa harus aku "
" kak alex yang lain tidak bisa datang jadinya aku minta tolong plisss "
" baiklah "
" yes terimakasih kak alex makin sayang deh "
Alex terkekeh mendengar suara antusias Stefani, yuri yang mendengar itu tersenyum lucu
" Stefani lucu untung saja riana tidak menyakitinya "
" iya " alex tersenyum mengelus kepala yuri
" kalau begitu nanti kita pergi bareng " tambah alex membuat yuri semakin senang
Alex tersenyum melihat tingkah yuri yang lucu...
Selesai makan Alex mengajak yuri berjalan-jalan ke sekitar taman yang ada di dekat mansion berjalan- jalan sebentar disana membuat beberapa orang yang berjalan disana mau tidak mau melihat kedua pasanagan itu apalagi yang satu tampan dan yang satu cantik sangat serasi dan cocok membuat siapa saja yang melihat dia buat terpesona senang melihatnya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments