Karena kedatangan alex semua berdebatan terhenti yanti secara terang-terangan menatap alex dengan mata berbinar binar , alex mengabaikan gadis itu langsung berjalan menuju yuri
" yuri ini makan lah " alex menyodorkan buah-buahan yang sudah di cuci dan di potong
" Terima kasih mas " yuri tersenyum lembut
Alex mengangguk kembali lagi ke tempat para pria tadi saat sedang berbicara dia ingat yuri belum makan buah jadi dia memotong untuknya
Stefani melihat perhatian alex kepada yuri.langsung menarik yuri untuk berbicara
" wow kak yuri aku jadi merasa iri apakah aku bisa bertemu dengan pria seperti kak alex "
" mimpi " Rachel yang dari tadi menyaksikan
Stefani menatap dengan tajam
Malam itu alex dan yuri menginap di sana ,disaat semua tertidur lelap seseorang menyelinap ke dapur dengan tatapan smrik mengeluarkan sesuatu dari saku celananya menaburkan sesuatu di sana kemudian pergi tanpa jejak
Pagi 🌞
Keesokan harinya semua bangun dengan suasana baru dan berkumpul di ruang tamu meminum teh di pagi hari sungguh menyegarkan kan sambil menunggu sarapan siap kakek alex sesekali berbincang dengan yuri
William menatap puas ke arah yuri walaupun bukan dia yang memilih pasangan untuk alex tapi dia sangat bersemangat dapat dia liat bagaimana prilaku yuri sangat lembut, mata yang jernih membuat siapa saja langsung suka
' setidaknya anak bau itu tau cara memilihi pasangan untuk anaknya ' batin kakek alex
Selesai sarapan kakek alex langsung menginstruksikan untuk ke rumah kakek buyut mereka...
" kak alex kita barengan ya " riana menatap alex dengan puppy eyes bukannya terlihat lucu malah menakutkan
" tidak "
Riana langsung sedih " kak alex kenapa "
Alex menatap riana dengan tatapan menatap orang bodoh " apa kau tidak liat mobil ku hanya punya dua kursi "
Riana terdiam menatap mobil alex dengan malu kemudian menatap alex lagi " kak alex kalau begitu bagaimana kak yuri berangkat sama paman saja aku sama kak alex " dengan semangat
" tidak " dengan tegas menolak
Riana tampak kesal saat di tolak terus oleh alex tapi alex tidak peduli langsung membawa yuri masuk kedalam mobil
Kejadian itu di saksikan Stefani suara ketawa Stefani terdengar membuat riana semakin marah dia belum pernah sangat terhina seperti ini
Kendaraan mobil mewah meninggalkan mansion utama brian menuju sebuah mansion di pinggiran alex pikir mansion nya akan biasa saja tapi ternyata tempat kakek buyutnya tinggal adalah mansion bergaya tradisional namun megah di halaman depan penuh dengan bunga mawar merah masuk kedalam rumah mereka langsung disuguhkan dengan interior mewah dan banyak barang antik yang dapat di liat di setiap pojok ruangan
" William " suara pria terdengar semua menatap ke sumber suara
Seorang pria yang sangat tua turun dari tangga dapat alex liat orang itu masih sangat tegap di usia yang tidak muda lagi dengan mata yang tajam seakan dalam melihat segalanya
" ayah "
" ohhh anak bau ternyata tau kau masih memiliki ayah " suara ejekan dari pihak lain hanya membuat William kakek alex menghela nafas
" ayah kau tau aku sibuk bukan "
" uh dasar banyak alasan "
Pria tua itu turun kebawah dengan seorang wanita memapahnya turun
Pria tua itu memandang alex dengan tatapan bingung
Wiliam melihat itu langsung berkata " ayah ini adalah anak dari ardan sekaligus cicit mu "
Pria tua itu memandang alex dari atas hingga bawah langsung mengangguk " mereka memang mirip "
Keluarga itu berkumpul di ruangan tengah yuri duduk di samping alex dengan telanten menyuapi buah walaupun yuri mau tapi melihat kesungguhan hati alex dia luluh , wanita yang memapah kakek buyut alex menatap interaksi alex dan yuri dengan iri berbeda dengan dua wanita dia sebrang lain menatap dengan tatapan marah
' sial kenapa wanita itu sangat di perhatikan oleh alex apakah karena dia hamil? ' batin yanti menyaksikan setiap adegan dengan marah matanya penuh dengan kilataan kemarahan
Seharian alex dan yuri berada dia tempat kakek buyut alex , yuri memiliki pemahaman baru tentang kakek buyut alex dia akan ramah kepada orang yang pantas bahkan tadi saat dia tau yuri tengah hamil di langsung memberikan hadiah sebuah gelang yang sangat indah
Mata riana, yanti tidak bisa berhenti memandang gelang itu dan dengan terang-terangan menatap yuri dengan tatapan menghina + marah...
Stefani mencibir kedua wanita itu mengabaikan mereka berbicara dengan akrab dengan wanita di sebelah kakeknya yang merupakan cucu angkat dari kakeknya bernama bianca walapun cucu angkat tapi kakek buyut alex tidak memberikan marganya untuk orang yang tidak memiliki garis keturunan yang sama itulah peraturan yang telah turun dari generasi dan masih di pertahanan oleh kakek buyut alex
"Stefani aku melihat yanti selalu mencari kesempatan melirik alex " bisik Bianca dengan suara pelan yang hanya bisa di dengar Stefani
Menatap yanti Stefani berkata " itu benar wanita itu memiliki hati yang gelap, ingin merebut suami orang "
Bianca mendengar itu mencibir yanti karena memiliki perilaku buruk " cih memalukan "
Saat menatap yanti pandangan Bianca tidak sengaja menatap riana dia dapat melihat riana terus menatap alex pikiran Bianca mulai bingung jika yanti menatap alex karena suka kenapa riana juga menatap alex seperti itu
Disaat kebingungan Bianca , Stefani melihat itu langsung berbisik ke telinga Bianca membuat sang empu menatap riana dengan jijik
" apa kau serius? "
" tentu saja kak Jackson bisa bersaksi " Stefani dengan percaya diri
Bianca melihat ke serius dan keteguhan Stefani langsung percaya dia sudah lama mengenal Stefani dia tidak akan pernah membawa-bawa nama kakaknya jika itu tidak benar
" cih mereka sangat menjijikan "
Disaat kedua wanita itu berbicara secara bisik-bisik yuri dan tante pertama alex membicarakan tentang kelahiran ketiga anaknya membuat yuri mencari antusias dia sangat penasaran bagaimana tampilan bayinya jika lahir apalagi melihat alex sangat tampan tentu saja pasti bayi kecilnya akan terukir sama
Membayangkannya saja sudah membuat yuri eksaited !!!!!
Alex melihat reaksi istrinya tersenyum kecil ' mengemaskan '
" William apakah kau sudah memutuskan siapa penerus keluarga brian "
" ayah aku masih mempertimbangkan pro dan kontra nya "
" itu bagus sangat penting apalagi semua sudah dewasa "
" iya ayah "
" tapi ayah saran kan untuk mempertimbangkan alex melihat bagaimana perilaku dan perusahaan itu sudah bagus "
" ayah aku tau alex sangat cocok untuk mendekati kursi penerus tapi aku ingin melihat bagaimana dia bertindak dalam menghadapi lawan "
Kakek buyut alex mengangguk kemudian menatap ke arah yuri
Disaat semua sedang berbicara dengan santai satya tiba-tiba berkata " ayah Steven sudah sangat dewasa bagaimana jika dia memulai bisnis keluarga "
" . . ... "
" ayah , satya benar steven pasti bisa melakukan bisnis dengan benar apalagi aku yakin Steven akan memenangkan banyak tender besar "
Alex menatap dengan tatapan menghina kepada kedua pasangan itu siapa yang tidak tau tentang anaknya di sekolah sering bolos , keluar malam, balapan, dan tidak melakukan apapun yang positif
Kakek buyut menatap istri satya dengan dingin " diam, sejak kapan menantu dapat berbicara sebelum para tetua "
Istri satya terdiam dia lupa bahwa pria tua itu masih menganut feodal kepercayaan dulu
" kakek maaf aku salah " mengeretakan gigi menahan amarah
Kakek buyut alex mendegus menatap satya dengan tatapan meremehkan " jika benar anak mu bisa memenangkan tender besar maka buktikan jangan hanya bisa membuat onar "
Mendengar sindiran dari kakek buyut Steven merasa kesal tapi tidak bisa melawan hanya mengeluh dalam hati
' sialan pak tua ini cepatlah mati'
Alex hanya memandang dengan tenang tidak berniat berbicara baginnya ini tidak terlalu penting
Suasana keluarga satya tidak terlu bagus tapi tidak ada yang berbicara
Sampai sore hari mereka kembali alex hampir ke mansion brian karena lupa membawa tasnya
Tiba disana alex menyuruh yuri menunggu sambil duduk di sofa
Alex pergi ke kamar mengambil tasnya saat masih berada di kamar tiba-tiba suara sistem bergema di benaknya
⚠️ peringatan
⚠️ peringatan
' ada apa ini? '
Tuan nyonya rumah sedang dalam bahaya
Mendengar suara sistem Alex terkejut berlari dengan tergesa-gesa kebawah melihat yanti memberikan buah kepada yuri sebelum yuri sempat makan Alex mengambil buah itu
" mas " suara kaget yuri
" sayang ayo kita pulang sebentar lagi malam " Alex tersenyum
Yuri mengangguk tidak melihat ke anehan suaminya bangkit berjalan duluan
Melihat yuri sedikit menjauh Alex menatap yanti dengan tajam " makan buah ini "
Yanti gelagapan " alex_ "
" makan " suara dingin seperti menusuk hati yanti
Yanti ingin menangis melihat tatapan menakutkan dari alex " saya peringatan jangan coba-coba menyakiti istri saya atau kamu dan keluarga mu habis di tangan saya camkan itu "
Memberikan peringatan alex melemparkan buah itu kepada yanti langsung ditangan sang empu langsung pergi dari sana
Punggung alex menghilang dari pandangan yanti barulah yanti terduduk lemas di lantai menangis ketakutan dia belum pernah merasakan aura mematikan seperti itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
AitchAre
excited
2023-08-11
0