Yanti dalam keadaan malu pergi dari sana dalam kemarahan yang membara didalam ruangan alex melepaskan jasnya dan melemparkan ke tempat sampai
" tessa buang jas itu , sayang sekali jas itu sudah tersentuh kuman "ujar alex membuat tessa menggelengkan kepala
Menghubungi bagian staff kebersihan untuk membereskan itu tessa tampak sangat tertekan melihat jas yang berada di tong sampah itu didalam hati mulai mengeluh tentang yanti jika bukan karena dia datang ke kantor dan menganggu bosnya apakah jas mahal yang termasuk edisi terbatas akan berada di tempat sampah
Semakin memikirkan nasib jas itu semakin membuat tessa tertekan berdoa dalam hati semoga dia di takdirkan memiliki suami yang kaya seperti bosnya tapi jangan seperti es kutub juga
Mood alex yang hancur karena yanti membuat alex bekerja dalam ke marahan bahkan para pegawai mengumpat dan menyumpahi yanti dengan marah penghuni perusahaan memiliki keluhan terhadap yanti mereka semua seperti harimau yang siap menerka mangsanya jika melintas di depan mata mereka
Alex tidak tau apa yang telah dia sebab sekarang tengah vc bersama istrinya
* VC \= VIDEO CALL
Saat jam pulang alex pulang lebih dulu melihat bos mereka pergi seruan nafas lega terdengar
Walaupun mereka kagum dan hormat kepada alex mereka tetap takut saat aura alex sedang suram atau marah..
.
.
.
Di lain tempat riana berada di sekolah membuat seakan-akan dia di bully oleh stefani
" stefani nggak bersalah kok " suaranya terisak isak tangis
" tuh kan stefani ngaku aja kenapa elu kan yang buat riana kayak gini, lu jahat banget tau nggak " teriak seorang membela riana
Stefani hanya menatap dengan tatapan jijik " dih ngapain juga gue bully manusia ini, untung juga kagak " stefani dengan enteng menjawab
Plak
" minta maaf kepada riana "
Stefani tertegun menatap kevin dengan tatapan tak percaya mereka sudah berteman sejak kecil tapi baru kali ini dia melihat teman masa kecilnya main tangan
" lu apa-apaan sih gue nggak pernah bully dia, dan gue nggak akan pernah minta maaf atas kesalahan yang bukan gue buat " stefani dengan lantang membalas menatap setiap orang dengan tatapan tajam
Kemudia menatap kevin dengan tatapan sinis " dan lu jangan sok deh hanya karena banyak rumor yang bilang gue suka sama lu, lu jadi besar kepala dengar ya lu terlalu buluk buat gue yang good looking " ujar stefani membuat kevin terdiam
Teman-teman stefani mengangguk setuju membantu stefani " pede amat jadi cowok "
" bener tuh, merasa paling cakep kali "
" cowok kok kayak cewek "
Para siswa yang lain hanya setia menjadi penonton tidak mau ikut nimbrung atau membela
Stefani sedih dan marah melihat teman masa kecilnya membela riana tapi melihat dia begitu mudah membela orang lain dari pada persahabatan stefani langsung mencoret nama kevin di hatinya, dia akuin dia sempat suka bukan cinta ya tapi semua itu hilang sejak hari ini.
Dengan tegas dan langkah pasti stefani pergi dari sana
Alex yang berada di mobil mendapatkan misi
Tuan ku tersayang
' yo sistem tumben muncul duluan '
Tuan saya dapat misi untuk anda
' apaan tuh mumpung aku lagi badmood nih '
Misi : Bantu stefani mengembalikan Reputasinya
Hadiah : keterampilan alat musik , saham 30 % di rumah sakit chingu
Hukuman : sengatana listrik 100 x
Yes/ no
'Yes '
Selamat mengerjakan misi tuan batas waktu tidak terbatas
Alex mengangguk langsung mengemudikan mobilnya ke cafe sesuai arahan sistem
Sampai di cafe alex melihat teman-teman stefani mencoba membujuk stefani untuk melupakan semua yang terjadi, alex menatap stefani yang agak sedih entah kenapa alex yang tidak sengaja mendengar penyebab stefani sedih langsung marah hanya karena pria
Pria brengsek!!!
Alex geram ingin membunuh orang yang menyakiti adiknya Alex memang tidak mudah untuk menerima yang lain tapi stefani yang jujur, dan mudah di tipu membuat Alex membayangkan saat dia dulu di dunia nyata di mana dia ditempa menjadi pria yang kejam oleh kehidupan
" kenapa belum pulang "
Stefani yang sedang mendengar suara temannya tiba-tiba kaget saat mendengar suara yang familiar
" ah kakak Alex "
Alex berjalan mendekat ke arah stefani
" kenapa? " suara alex bingung melihat reaksi berlebihan stefani
" tidak....tidak ada, kak alex kenapa bisa disini "
" emang kenapa tidak boleh "
" boleh tentu saja boleh "
" balik sudah mau sore tidak baik anak gadis pulang malam-malam "
Stefani mengangguk dengan patuh tapi teman-teman menghentikan stefani
" fan siapa lu "
" kakak gue , gue balik duluan ya "
Stefani langsung ikut alex keluar dari cafe
Didalam mobil stefani agak melamun
" kenapa ? "
" akh tidak "
" jangan bohong, ada masalah apa "
Stefani agak ragu tapi langsung berkata " kak alex kalau misalnya ada teman kakak dia lebih milih orang lain dari kamu apa yang akan kak alex lakukan "
Alex menatap stefani dan menjawab " jangan dekati orang itu lagi karena orang itu berarti tidak menganggap kamu "
"..... "
" jangan terpaku dengan orang yang menyakiti kamu tapi liat siapa yang ada saat kamu terluka "
Stefani terdiam entah kenapa dia mulai membayangkan Arthur pria yang yang selalu membantunya dan selalu ada untuk nya bahkan siapa melawan temannya demi dia
Sampai di depan mansion melihat stefani masih melamun alex berdehem membuat stefani sadar
" akh sudah sampai ya "
Alex hanya diam menepuk kepala gadis itu " jauhi bocah itu "
Stefani menatap alex dengan tatapan kaget ' apakah kak alex tau'
Alex tidak melanjutkan apa yang di akan katakan membiarkan gadis itu pergi dalama keadaan linglung
Menyalahkan mobil alex langsung pergi dari mansion Brian
Skip
Sampai di mansion alex langsung berhampur ke pelukan yuri memegang perut yuri mencoba merasakan keberadaan anaknya
" mas kok pulang agak lama " tanya yuri
Alex tidak berbohong memberi tau apa yang terjadi kecuali tentang misi tidak mungkin alex memberi tau
" ah riana sangat jahat "
Alex mengangguk " jadi menjauh lah darinya "
" aku mengerti " yuri tersenyum membalas
Kedua pasangan itu tersenyum penuh pengertian untuk masing-masing
Lain halnya dengan suasana stefani di mansion Brian mencoba memikirkan perkataan alex
Tiba-tiba seakan mendapatkan pencerahan tiba-tiba stefani berdiri dari duduknya
" kenapa aku bodoh, benar kata kak alex pria seperti itu tidak cocok untuk ku " stefani mendengus saat mengingat wajah ke pedean dari kevin
" cih pria menjijikkan lebih tampan Arthur jika di liat lagi " gumam stefani membuat gadis itu merona mengingat perhatian yang di berikan pria itu kepadanya
Wajah stefani memerah " stefani ayo sadar mungkin saja Arthur hanya menganggapnya mu sahabat "
Tapi hati stefani benar-benar berdetak kencang tidak seperti saat dia bersama kevin ' kenapa dengan jantung ku apakah bermasalah ' batin stefani
Dari balik pintu ibu stefani melihat keanehan putrinya dengan tatapan bingung meroboh ponselnya menghubungi anak pertamanya Jackson " halo sayang "
" iya ibu ada apa "
" sayang ibu minta tolong coba cari tau apa yang terjadi dengan stefani hari ini, ibu takut riana menganggu stefani "
Jackson di sisi lain khawatir dengan adik perempuannya " ibu aku akan segera mencari tau "
" iya ibu minta tolong ya "
Setelah mengatakan itu sambungan ponsel dimatikan dan ibu stefani menatap putrinya dengan tatapan khawatir
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments