...Selamat Membaca dan Menikmati...
.
.
.
.
.
.
.
Ketika Theo berjalan mendekat ke para penculik yang terdiri dari 6 orang berpakaian hitam dengan penutup wajah sedang berdiri menunggu 2 kawannya yang berpakaian sama, yang pada saat ini sedang berusaha menyeret seorang wanita yang sangat cantik dengan wajah khas indo
namun ketika mereka mendengar langkah kaki yang terdengar mantap dan berirama itu, semua penculik dan wanita menengok melihat kearah sumber suara ketika mereka melihat kearah itu mereka melihat seorang pemuda tampan dengan santai meroko dan salah satu tangannya masuk kedalam saku celananya.
keadaan memang gelap karena pada saat ini sudah malam walaupun masih jam 7an tapi sudah gelap. namun mereka tetap melihat wajah tampan pemuda itu, rambut perak itu dan mata biru pemuda itu.
sang wanita itu melihat ada orang yang datang dan melihat ada kesempatan untuk kabur karena para penculik itu fokus ke pemuda itu. wanita itu melepaskan diri lalu berlari ke belakang pemuda itu untuk berlindung.
Para penculik pun kembali tersadar dari lamanunan mereka karena ketika Theo datang kearah seakan-akan mereka terhipnotis untuk melihat kearah pemuda itu. dan ketika mereka sadar karena melihat wanita itu kabur dari genggaman mereka dan bersembunyi di belakang pemuda itu.
"Mas tolong say mass saya mohon tolongi saya, saya mau di culik sama mereka mas" ucap wanita itu sambil menangis dan panik.
Theo tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan hanya berbicara satu kata dengan lembut yaitu "Tenanglah".
Wanita itu yang tadinya menangis panik ketika melihat wajah Theo yang tampan dengan rambut perak di sinari cahaya rembulan wanita itu hanya punya satu pemikiran yaitu indah sekali senyum dan matanya. mukanya langsung memerah seakan dia lupa bahwa dia tadi mau di culik.
Theo yang melihat wanita itu memerah ketika dia sadar dia melihat Theo, Theo nanya menggeleng kan kepalanya lalu menatap para penculik itu dengan wajah datar seakan melihat sampah yang lebih buruk dari pada kotoran manusia.
para penculik yang melihat tatapan Theo seakan meremehkan mereka, lalu mereka langsung naik pitam dan membentak Theo.
"Heh bocah cantik ngapain lu ikut urusan orang!! pergi dari sini dan serahkan wanita itu kepada kami!! " ucap pemimpin kelompok penculik itu dengan nada tinggi mencoba men intimidasi Theo
"Mas saya mohon selamatkan saya mas, saya takutt" bals wanita itu kembali panik takut Theo akan menyerahkan dia kepada penculik itu.
Tapi Theo hanya diam mendengar ucapan wanita itu dan menatap penculik itu seakan melihat orang bodoh yang selalu bertanya lalu Theo mangambil rokok di mulutnya ia lalu menjepit rokok itu di jarinya, dan membuat gerakan seakan mau menyentil.
Lalu ia menyentil rokoknya kearah pemimpin penculik itu, dan langsung mengenai bola mata dia
"Argghhhhh brengsekkkkk sakittttt" ucap pemimpin itu yang membuat penculik itu teralihkan fokusnya, Theo yang melihat ini kesempatan ia langsung melesat menghantam 2 penculik tadi. dengan pukulan uppercut yang tepat di dagu salah satu dari mereka.
BRUKKKK BRAKKKK
satu penculik itu terpental dengan menabrak tembok dan memuntahkan seteguk darah serta giginya yang membuat nya langsung pingsan dengan satu pukulan.
Theo lalu kembali bergerak melakukan tendangan putaran 360° ke penculik satunya, dan tendangan itu langsung mengenai kepala penculik itu yang membuat dia langsung dengan keras menghantam aspal dan langsung jatuh pingsan juga. 2 Tumbang dengan 2 gerakan saja.
ke enam penculik yang tersisa dan wanita itu tidak menyangka kalau Theo langsung menyerang tanpa banyak bicara. ke enam penculik itu melihat kawannya langsung tumbang dengan dua gerakan saja menjadi sangat terkejut dan mereka langsung waspada karena mereka sadar kalau Theo bukan sembarangan orang.
"kenapaaa kalian diam saja begooo!! hajarr bocah bangsattt itu cepatttt!!" ucap pemimpin tadi yang menahan sakit, ya walaupun dia terkejut dengan kemampuan Theo tapi dia merasa tetap yakin dengan jumlah mereka saat ini.
ke lima penculik itu menyerang Theo dengan bersama, Theo yang melihat ini bukannya takut malahan tersenyum akhirnya dia bisa berantem lagi dengan bebas.
salah satu dari mereka maju dan dengan menggunakan pisau mencoba untuk menusuk ke arah leher Theo. Theo yang melihat ini langsung bergerak cepat untuk mendekat lalu menangkap tangannya dengan tangan kiri lalu mematahkan tangan penculik itu dengan tangan kanan.
KREKKKKKK
"Aarghhhhh sakittttt" ucap penculik 3
note : penculiknya kita namain 1 sampai 7 ya. kan tadi yang 1 dann 2 udah KO jadi skrng kita mulai dengan angka 3.untuk pemimpin mereka sebut penculik 0 ya
Lalu Theo melakukan gerakan membelakangi dengan masih memegang tangan patah penculik 3 ini. dan Theo langsung melakukan gerakan membanting dengan keras. dan penculik 3 langsung pingsan karena benturan keras itu
BRRAKKKKKK
disaat Theo selesai membanting penculik 3, Kenbonshoku haki dia merasa bahwa ada bahaya di belakang ia. Theo yang sadar akan bahaya yang datang iya lalu melakukan gerakan tendangan kebelakang tanpa melihat. ternyata itu penculik 4 yang sedang ia tendang, lalu Theo mengambil pisau penculik ke 3 dan kembali bergerak ke arah penculik ke 4 terhuyung mundur beberapa langkah.
Theo langsung bergerak mendekat lalu menusuk-nusuk pisau itu ke arah kaki penculik 4. Theo melakukan gerakan menusuk itu dengan cepat sebanyak 3 kali ke kaki penculik.
JLEBBBB JLEBBB JLEBBBB
"arghhhhhh sakittt setannnn!! " teriak penculik itu sebelum tusakan terakhir ke arah bahu penculik 4 itu. penculik itu pun lalu jatuh dan tak lama ia pingsang karena banyak darah yang keluar
Sisa 4 penculik termasuk pemimpin mereka. Theo kemudian melakukan gerakan cepat menghabisi ke tiga penculik itu dan hanya menyisakan pemimpin nya saja.
pemimpin penculik itu gemetar ketakutan ketika melihat teman-teman dia kalah dengan cepat dan brutal. lalu ia melakukan upaya terakhir untuk melawan walaupun kakinya gemetar hebat.
"Berhentiii kauu bajiangann!! aku adalah anggota gang black mamba, aku akan melupakan dan membiarkan kau aman ini jika kau melepaskan aku.!" pemimpin penculik itu mencoba menakuti Theo dengan nama gang nya.
namun yang membuat penculik itu semakin frustasi adalah melihat ekspresi Theo yang datar tanpa menghiraukan ucapan pemimpin penculik ini. Theo semakin mendekat kearah penculik itu.
"Berhentiii k..... "
BRUKKKK
ucap pemimpin penculik itu terhenti ketika tendangan keras tepat mengenai kepala penculik itu yang membuat dia jatuh menghantam aspal jalanan. Theo lalu menginjak kepala pemimpin penculik itu dengan sedikit di beri tekanan kepada kaki nya.
"Ampunnn tuan muda ampunn saya hanya menjalankan tugas" ucap pemimpin penculik itu sambil menangis menahan sakit dan darah yang keluar dari hidung ia karena di benturan keras tadi.
"Oh gitu?" Theo yang mendengar alasan penculik hanya suruhan seseorang iya lalu melakukan gerakan menendang kembali muka pemimpin penculik itu dengan keras. yang membuat penculik itu mundur hingga menabrak mobil van mereka dan langsung jatuh pingsan.
lalu Theo mengambil HP dia, lalu dia menelfon Sabas untuk datang ke posisi dia dan membersihkan kekacauan ini. Sabas langsung siap bergerak tanpa menanyakan perkara hal apa. Theo yang melihat Sabas tidak banyak bertanya hanya tersenyum karena dia memiliki pelayan yang kuat dan pintar.
lalu Theo berbalik ke arah wanita tadi dan melihat ekspresi dia yang sangat tak percaya dengan apa yang dia lihat.
POV wanita itu.
Aku saat ini sedang dalam perjalanan pulang kearah rumahku setelah aku mengunjungi salah satu sabahat ku di kampus. ketika aku pulang sambil telfonan dengan kakak perempuananku dan aku lewati salah satu gang yang sangat sepi namun aku tidak takut karena aku sering sekali lewat ini.
"Iya kak ini aku baru mau pulang ko, kakak tunggu aja. emangnya mau cerita apa si?" tanyaku kepada kakak ke perempuan ku katanya dia ingin menceritakan seorang pria.
Namun ketika aku mematikan telfon ku dan fokus untuk pulang, tiba-tiba ada sebuah mobil van hitam berhenti tepat di belakangku dan keluarlah orang-orang berpakaian hitam dengan penutup wajah.
aku merasa bahaya akan datang lalu aku berlari namun orang-orang berpakaian hitam itu mengejarku.
dan akhirnya akupun tertakap oleh 2 dari mereka, lalu aku memberontak dan berteriak minta tolong berharap ada seseorang yang membantuku.
namun ketika aku sudah mulai pasrah dan menangis dengan keadaan ku saat ini. tiba-tiba terdengar suara langkah kaki satu orang dengan terdengar sangat berirama. kemudian aku melihat kearah sumber suara itu hanya melihat siluet seorang pria muda. ketika aku melihat ada kesempatan untuk kabur karena melihat para penculik ini fokus kepada sumber suara langkah kaki itu.
aku berusaha dengan kekuatan terakhir ku untuk berusaha melepaskan diri, dan akhirnya aku berhasil dan lari dari 2 penculik itu. dengan maksud aku bersembunyi di belakang pria muda itu.
saat ini aku dalam keadaan panik dan menangis mencoba meminta tolong kepada pemuda itu dengan sambil memegang baju pria itu. namun ketika aku sadar dan pria muda itu menatapku dengan senyum kepadaku kemudian aku mendengar hanya satu kata yaitu 'Tenanglah' dari mulut pria muda ini.
disaat itu aku sangat terpesona dengan ketampanan pemuda itu dengan tubuh tinggi, rambut perak, senyum manis, suara lembut dan yang terpenting ketika kami saling menatap aku melihat hal yang terindah yaitu mata biru di matanya itu.
aku langsung terpesona oleh pemuda yang baru aku temui ini dan seketika wajahku memanas malu karena dia mungkin melihat penampilan ku saat ini.
namun aku kembali tersadar ketika mendengar penculik itu berkata untuk menyerahkan aku dan pada saat itu aku kembali panik takut pemuda itu akan menyerahkan ku.
namun yang membuatku tak percaya adalah ketika pemuda itu menurunkan rokoknya dan melakukan gerakan akan menyentil rokok. dan ternyata rokok itu di arahkan kearah mata pemimpin penculik itu dan kemudian aku melihat pemuda itu langsung menghajar dua penculik yang tadi menangkapku.
dengan cepat dan kuat ia langsung mengalahkan 2 penculik hanya dengan 2 gerakan saja. aku sangat senang dia kuat tapi aku khawatir karena masih ada enam penculik lagi.
pada saat aku khawatir dengan pemuda tampan itu aku melihat dia menyerang para penculik dengan sangat cepat, kuat dan kejam. pada akhirnya semua penculik itu kalah hanya menyisakan pemimpin nya saja yang saat ini kepalanya sedang diinjak. namun aku tidak mendengar apa percakapan mereka karena posisi ku terlalu jauh.
ketika aku melihat pemuda itu seperti telah selesai berbicara dengan pemimpin itu dia langsung menendang kepala pemimpin itu dengan keras yang membuat ia menabrak mobil .
setelah semua orang di kalah kan aku melihat pemuda itu mengeluarkan handphone nya lalu menelfon seseorang ketika ia selesai menelfon. ia berbalik ke arahku dengan senyum dan ada sedikit bercak darah di pipinya yang membuat itu semakin terlihat tampan menurut ku.
POV End.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terima kasih karena telah membaca dan support nya. maaf kalau ada salah dalam penulisan dan pemilihan kata. like, komen dan sarannya. Terima kasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
argha putera
tanpaa povv author bakal stres krn target kata. hahahahahha ampas
2024-09-08
1
Rivaldy gamers
bisa ga gausah make pov nya,tolong ya thor di mengerti gausah pake pov karna cuma buang buang chapter
2023-05-28
2
👣
Black mamba hitam dan berurat
2023-03-03
4