"Lihatlah, pakaianmu! Kau sangat tidak pantas berada di sini. Aku yakin kamu dapat masuk ke sini karena petugas di depan tadi sedang lengah. Tetapi kamu tidak berhasil untuk mengelabui petugas yang ada di dalam dan kau akan keluar sebelum diusir. Tetapi sialnya kamu bertemu diriku sebelum keluar. Ha.. Ha.. Ha.."
"Mengapa kamu tadi tidak bersujud dan memohon untuk memulung makanan sisa dari tempat ini. Aku punya ide, sebaiknya kamu jongkok dengan sesekali menggonggong. Nanti aku akan melemparkan duri dan tulang kepadamu." Sein seakan tiada puasnya menghina Arga. Terlebih Evely sama sekali tidak melarangnya melakukan hal tersebut. Menjadikan Sein seperti sedang di atas angin.
Tetapi Siska yang tidak tahan mendengarnya, terlebih Arga hanya diam dan menatap kepada wanita yang sedang bersama Sein. Siska paham dengan pandangan Arga terhadap wanita yang kini bersama Sein. Siska langsung dapat menebak jika wanita itu adalah mantan kekasih Arga.
"Tuan-tuan…" Sapa Siska agar Sein menghentikan ocehannya.
"Manajer siska…" Lalu Sein mendekat ke arah Siska dan menyalami Siska dan mencoba untuk mencium tangan Siska, tetapi sebelum hal itu terjadi, dengan segera Siska menarik tangannya. Sangat lama Sein berfantasi terhadap Siska. Karena Sein sangat mengagumi kecantikan dan bentuk tubuh Siska yang sangat seksi.
Mendapati usahanya yang akan mencium tangan Siska ditolak di depan banyak orang dan terlebih lagi di depan Arga, membuat Sein sedikit malu dan kembali kepada Evely yang bersiap untuk menggandengnya lagi.
"Tuan, anda ingin sarapan dengan menu apa hari ini? Biar pelayan menyiapkannya lebih cepat." Siska berusaha untuk menyingkirkan Sein dari Arga.
"Tidak perlu terburu-buru nona siska. Aku masih senang berada di sini dan bertemu dengan imigran gelap ini."
"Nona Siska, mengapa kamu tidak menendang orang semacam ini dari tempatmu? Dia akan menurunkan reputasi sebagai manajer muda dari hotel dan restoran ternama."
"Sein, apakah kau sudah selesai kicauan mu?" Arga yang dari tadi hanya diam dan mendengarkan, kini mulai berbicara karena sudah mulai banyak orang di tempat tersebut untuk melihat keributan yang sangat jarang terjadi di Hard Rock Hotel Valet Stand.
"Oh, sudah mu…"
"Diam, aku belum selesai berbicara." Arga memotong pembicaraan Sein.
"Apakah kamu lebih baik dariku? Jangan karena kamu mengenakan pakaian bermerek jadi kamu merasa lebih baik dariku di Hard Rock Hotel Valet Stand."
"Hei, lihatlah baik-baik. Ini adalah kartu anggota VIP 2. Hanya dapat dimiliki oleh seorang anggota terdaftar. Dan aku yakin kamu membayangkan harganya saja belum pernah untuk mendapatkan kartu ini." Sesuai dengan harapan Arga, kini sein telah masuk dalam perangkapnya.
"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Kini Arga tertawa sangat teramat kencang, bahkan lebih kencang dari tertawa Sein tadi.
"Nona Siska, sekarang juga aku minta agar kamu menghapus keanggotaan orang ini dari daftar anggota VIP 2 Hard Rock Hotel Valet Stand."
"Tapi tuan, hal itu…"
"Jika kamu tidak mau melakukannya, maka aku akan menarik semua deposit yang aku miliki di sini dan aku akan berhenti berlangganan untuk makan 3x dalam sehari dari tempat ini. Silahkan pilih, kau akan menghapus keanggotaannya atau jika kamu tidak mau melakukannya, aku akan menarik deposit yang aku miliki dan berhenti untuk makan 3x dalam sehari di tempat ini?"
"Baik tuan Arga, saya akan menghapus keanggotaan tuan Sein dari anggota VIP 2."
"Kau sudah dengar sein? Keanggotaanmu sebentar lagi akan dihapus."
"Nona Siska, apa maksudmu? Mengapa kamu menurut saja kepada bajingan ini?"
"Karena dia bukanlah bajingan tuan. Dia adalah satu-satunya individu dan non perusahaan yang menjadi anggota VVIP kami. Dia juga satu-satunya yang melakukan deposit sebesar 100jt dollar dalam 1x transaksi." Degh.. Degh.. Pukulan sangat telak bagi Sein. Yang kini hanya dapat diam dengan mulut menganga.
"Nona Siska, aku harap kamu cepat melakukan penghapusannya. Lalu usir orang ini setelahnya… juga orang yang sedang bersamanya."
"Aku tinggal dan aku harap kamu cepat melakukannya Nona Siska." Arga mengingatkan Siska dan berlalu pergi menuju pintu keluar dan menuju mobilnya yang sudah disiapkan oleh petugas yang ada di depan. Sedangkan Sein hanya melihat Arga melangkah pergi hingga Arga memasuki sebuah mobil Supercar Bugatti Divo.
Saat Arga melangkah meninggalkan Sein dan Evely mantan kekasihnya, sangat-sangat senang dengan perasaan sangat puas mempermalukan Sein semacam itu di departemen banyak orang-orang kaya yang juga sedang sarapan atau hanya sekedar minum kopi di tempat tersebut.
Pandangan orang-orang yang dari tadi berkerumun juga terlihat sangat kaget. Bahkan beberapa sampai syok saat mendengarkan ucapan Siska, bahwa Arga melakukan deposit sebesar 100jt dollar dalam 1x transaksi. Hal yang menandakan bahwa Arga memang seorang yang sangat teramat kaya.
Beberapa orang bahkan berfikir untuk mencari kesempatan untuk mendekati Arga untuk sekedar melakukan kerjasama bisnis atau menjodohkan anak mereka dengan Arga.
"Pria tersebut makan di sini 3x dalam sehari, itu artinya jika lebih sering aku bertemu dengannya di sini, akan memudahkanku untuk memulai pembicaraan yang bagus. Aku tidak akan membuang kesempatan ini kedepannya."
Sedangkan Evely, kini sangat menyesal dengan keputusannya yang telah mencampakan Arga. Bahkan air mata Evely tanpa terasa menetes saat dirinya mengingat berapa bodohnya dirinya sampai tidak mengetahui jika sebenarnya Arga adalah orang yang kaya. Bahkan jauh lebih kaya daripada Sein.
****
Arga yang sudah ada di dalam mobil, melajukan mobilnya dengan tujuan yang belum jelas. Sebab dalam pikiran Arga kini pergi dari sini dengan kesan yang sangat keren. Arga tertawa-tertawa sendiri di dalam mobil dan merasa sangat puas saat melihat raut wajah Sein.
Arga terus menyusuri jalan dan hanya berputar-putar mengelilingi kota San Diego. Sebab selama hampir 20 tahun, Arga tidak pernah berputar-putar mengelilingi San Diego. Arga hanya selalu berkutat di peternakan dan hanya 1 bulan sekali keluar dari peternakan hanya sekedar untuk menemui Evely dan makan di warung-warung kaki lima.
Hingga Arga sampai di sebuah mall ternama dengan predikatnya yang menjadi mall dari barang-barang branded dan memiliki pemikiran untuk melakukan belanja besar di sana. Dengan mobil yang dibawa Arga, Arga sudah langsung mendapat pelayanan istimewa saat akan parkir. Mobil Arga di minta langsung di parkir di depan lobi mall yang memang disediakan untuk pengunjung yang mengenakan mobil mewah dengan harga minimal 3jt dollar.
"Ha.. Ha.. Cukup mengesankan, aku mendapat tempat parkir khusus di tempat umum seperti ini." Arga merasa senang karena baru kali ini dia langsung di hargai oleh pihak umum.
Dengan segera Arga turun dari mobil dan bersiap untuk memasuki mall yang sebelumnya hanya membayangkan untuk dapat masuk ke dalam mall ini.
🙏🙏 mohon dukungannya ya... Dengan cara LIKE, COMMENT, KIRIM GIFT dan VOTE SETIAP AWAL PEKAN. Oh iya, jangan lupa... Jadikan FAVORIT😍💕 🙏🙏
TERIMAKASIH...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Heru Dwiyantono
rehat dulu author
2024-10-02
0
~«Rimuru°chan~»•
dasar matre
2023-07-11
2
⏤͟͟͞R🍌 ᷢ ͩɢᴇɴɢᵐᵒˡᵒʳʳʳ𝐙⃝🦜
Nyesel kan hei wahai sang mantan
2022-12-08
0