"Tuan, anda akan melakukan pembayaran melalui bank apa?" Manager hotel tersebut tetap bertanya dengan sopan tanpa menunjukkan perasaan yang penuh dengan curiga. Siska tetap menunjukkan bahwa dirinya tetap melakukan prosedur yang sesuai dengan SOP perusahaan secara profesional.
"Apa saja boleh. Namaku berada di semua bank di dunia." Jawaban santai yang terlihat sangat meyakinkan.
"Penuh dengan keyakinan, apakah dia benar-benar pemuda kaya raya? Tetapi jika dia benar-benar pemuda kaya raya, dia adalah satu-satunya pemuda yang aku lihat sangat sederhana dan tidak menampakkan kekayaannya. Sebagian besar orang kaya akan menunjukkan kekayaannya dengan segala macam cara. Bahkan yang pura-pura memiliki kekayaan yang sangat besar juga menunjukkan kekayaan dengan berbagai cara meski sebenarnya tidak benar-benar kaya." Siska mulai berhati-hati dengan kata-katanya setelah merasa Arga memang benar-benar salah satu orang kaya yang sederhana dengan pakaiannya.
"Aku tidak boleh terlalu jauh menebak, semua akan terlihat saat dia akan melakukan pembayaran. Dia benar-benar kaya atau hanya pura-pura kaya." Siska berbicara sendiri serta berusaha menepis pemikirannya dan hanya berusaha untuk tetap melakukannya dengan profesional.
"Tuan anda akan melakukan pembayaran dengan cara bagaimana?" Siska bertanya kembali kepada Arga yang terlihat memperhatikan ke segala penjuru ruangan.
"Sidik jari, tolong lakukan dengan sidik jari saja." Arga menjawab tanpa melihat Siska yang sedang memperhatikan Arga yang terlihat jelas melihat ke segala penjuru ruangan.
"Baru saja aku berfikir dia berbicara layaknya orang kaya yang sederhana. Tetapi kini dia seakan seperti seorang yang merencanakan pencurian dengan memperhatikan ke semua sudut ruangan untuk memetakan. Benar-benar penipu ulung." Siska berbicara sendiri dengan membawa sebuah alat menuju tempat di mana Arga berada.
"Tuan, silahkan anda meletakkan jari anda di alat ini." Siska berbicara saat sudah berada di depan Arga sambil menjulurkan sebuah alat yang dia letakkan di atas meja.
Tiiiit. Suara mesin menandakan pembayaran telah berhasil.
("Baru saja melakukan deposit hotel dan restoran dengan tagihan $101.000.000. Sisa saldo $999.999.898.999.986.")
("Arga Litohu mendapatkan 10 poin skil. Poin skil dapat di tambahkan ke skil yang sudah di miliki.")
(+10 poin skil belum di tambahkan)
(Skill saat ini)
(Fisik 22)
(Kecerdasan 15)
(Kecepatan 11)
(Kekuatan otot 17)
(Akurasi 19)
Siska benar-benar terkejut dengan suara mesin tersebut, meski sudah tidak terhitung berapa kali Siska mendengarkan suara mesin tersebut saat transaksi sukses. Suara yang sebenarnya tidak diharapkan sebelumnya. Sebab, Siska sangat tidak yakin dengan penampilan dari Arga.
Bukan hanya Siska yang terkejut dengan apa yang baru saja di lihat. Melainkan 2 orang resepsionis yang juga ikut mengikuti sang manajer dan juga Arga menuju ruangan kantor, kini ikut melotot dengan kenyataan yang baru saja mereka lihat. 7 Karyawan di ruangan tersebut juga terkejut sampai mereka menelan ludah ketika mendengar suara mesin yang menyatakan pembayaran berhasil.
Seolah-olah mereka semua kini ingin menelan Arga secara bulat-bulat.
Michel Siska sudah bekerja di tempat ini sudah 4 tahun. Tapi baru kali ini Siska melihat orang super kaya dengan penampilan lusuh seperti Arga. Meski uang deposit mereka dapat di tarik kembali kapan saja. Tetap saja, deposit seratus juta dolar adalah jumlah yang sangat fantastis. Dengan jumlah deposit seratus juta dollar, menandakan kekayaan Arga Litohu sangatlah besar dengan penghasilan bersih puluhan juta dollar per tahun, bahkan mungkin perbulan. Setidaknya hal itu yang di pikirkan oleh Siska dan para karyawan yang menyaksikan Arga melakukan deposit.
Kini Siska mengubah cara pandang terhadap Arga. Pandangan yang sebelumnya merupakan pandangan kebohongan dikarenakan tuntutan profesional kerja seorang manajer. Pandangan penghargaan kepada seorang tamu yang akan menjadi tamu VVIP, padahal di dalam hatinya, Siska berharap segera menendang Arga keluar dari hotel dan restoran yang dia pimpin. Kini Siska sampai termenung menatap Arga yang sedang duduk dikursi.
Meski orang-orang kaya merupakan selebritas papan atas, dengan penghasilan puluhan juta dollar, dan tempat ini sering di tempati berbagai pertemuan penting, tapi seratus juta dolar dalam sekali transaksi merupakan hal yang sangat mengejutkan. Kini mata Siska semakin terbuka, bahwa masih sangat banyak orang kaya yang tersembunyi di dunia ini. Yang ada di daftar milyader dunia mungkin tidak sampai 1℅ dari semua milyader di dunia ini.
"Orang kaya kebanyakan sangat rendah hati. Salah satunya kini sedang berada di depanku. Meski dari tadi ada kata-kata yang sebenarnya cukup merendahkannya, tetapi dia sama sekali tidak menunjukkan amarahnya karena merasa di rendahkan. Dia masih sangat muda, jadi dia benar-benar putra dari orang tua yang sangat kaya raya dengan penghasilan bersih yang mungkin aku sendiri tidak dapat membayangkannya."
"Mungkin ini adalah kesempatanku untuk bisa bersandar kepada orang yang benar-benar kaya. Orang yang kekayaannya tidak bersanding dengan sifat kesombongan yang menjadi dasar dari kekayaan. Bagaimana caraku agar aku dapat mendekatinya? Kini aku harus lebih sopan dan lebih baik lagi untuk berkata-kata. Untung saja aku dari awal tidak sampai mengeluarkan kata-kata yang kurang baik."
"Jika aku dapat hidup dengan pria yang memiliki kekayaan sejati seperti ini, aku akan rela mengorbankan apapun untuk mendapatkannya. Setidaknya aku harus dapat berteman dengan orang kaya ini. Tadi jika tidak salah dia bernama Arga Litohu yang tertulis di kartu identitasnya." Siska cukup lama berdiam diri untuk melamun dan terlihat raut wajah senang di wajah Siska. Hanya Siska yang tau akan apa yang dia pikirkan sebenarnya.
Tetapi dengan paras wajah yang sangat cantik, membuat senyum dari Siska yang sebenarnya sedang memikirkan banyak hal terlihat seperti senyuman kedamaian bagi yang melihatnya. Termasuk Arga yang melihat kedamaian dari senyum yang ditampilkan oleh Siska saat Siska melamun dengan pemikirannya sendiri. Siska juga sangat yakin dengan dirinya sendiri bahwa dirinya cukup menarik untuk kebanyakan dari kaum pria.
Sedangkan resepsionis yang awal menerima Arga, kini sangat menyesal karena peluang emas dia lepaskan begitu saja hanya karena dia memandang penampilannya saja. Kini dia berharap memiliki kesempatan kedua agar dapat berkomunikasi lagi dengan Arga. Setidaknya agar dia dapat melakukan suatu hal untuk mendapatkan keuntungan dari Arga. Hal yang menurutnya tidak akan merugikan jika dia bisa melakukan sesuatu hal agar ia mendapat keuntungan.
Pemikiran agar bisa mendapatkan keuntungan dari Arga bukan hanya dari karyawan resepsionis yang tadi sempat melayani Arga saja. Melainkan semua orang di ruangan tersebut, yang kini telah mengetahui tentang kekayaan Arga Litohu. Terlebih lagi saat mereka mengetahui jika usia Arga baru 19 tahun dan hanya beberapa hari lagi berusia 20 tahun.
Pria muda yang sangat boros, dengan melakukan deposit seratus juta hanya untuk kebutuhan makan. Setidaknya dengan keborosan Arga dalam hal makanan, menandakan bahwa Arga adalah orang kaya yang bisa sangat loyal. Hal itulah yang terpikirkan oleh semua orang di ruangan tersebut. Sehingga mereka meyakinkan diri untuk mencari kesempatan agar dapat dekat dengan Arga.
"Tuan, ini kartu identitas anda dan mari saya antar ke kamar khusus bagi anggota VVIP. Setelah itu, saya akan mengantar tuan ke restoran lantai 34 yang di khususkan bagi semua tamu VIP kami." Tidak ingin Arga menjadi bahan untuk mencari keuntungan dari anak buahnya. Siska mengajak Arga untuk meninggalkan ruangan tersebut. Sebab, Siska menyadari pandangan dari semua anak buahnya terhadap Arga.
Siska membimbing jalan Arga menuju kamar yang diperuntukkan untuk tamu VVIP. Dalam perjalanan menuju kamar, Siska mengatakan kepada Arga, bahwa dirinya sendiri yang akan melayani tamu VVIP khusus semacam Arga. Hal itu dia sampaikan untuk lebih membuka peluang agar dirinya bisa memiliki kesempatan menjadi orang dekat Arga. Bahkan jika memungkinkan, Siska ingin menjadi kekasih Arga.
Sesampainya di depan kamar yang di maksud, Siska mengatakan akan menyiapkan hidangan yang akan disajikan kepada Arga. Siska juga mengatakan bahwa akan menemui Arga kembali setelah 1 jam kemudian. Setelah mengatakan hal tersebut, Siska minta undur diri dari tempat tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Gabutdramon
ada uang abang disayang
2024-10-20
0
Gabutdramon
dimasak dulu biar enak, jangan lupa dikunyah biar gak keselek
2024-10-20
0
Heru Dwiyantono
lanjutkan membaca author mulai seru saja
2024-10-01
0