Arga pergi menuju parkiran mobil untuk mengendarai mobil sport barunya, Bugatti Divo. Arga yang memang sudah bisa mengendarai mobil, merasa yakin dengan skil mengemudinya. Meski selama di peternakan Arga hanya mengendarai sebuah truk kecil untuk sekedar mengirim hasil ternak.
Saat Arga menghidupkan mesin mobil, terdengar suara yang sangat dia idam-idamkan. Suara deru dari mesin 7.999cc terdengar sangat nikmat di telinga Arga. Dengan berhati-hati karena belum terbiasa mengemudikan sebuah mobil sport, Arga melaju menuju Hard Rock Hotel Valet Stand untuk sarapan.
Sesampai di lobi hotel, semua mata petugas tertuju pada mobil yang di kendarai Arga. Dengan mobil berlogo bugatti, menandakan sang pengemudi bukanlah orang sembarangan. Sehingga kini semua petugas yang berada di lobi bersiap menyambut turunnya orang yang sedang mengemudikan mobil tersebut. Saat Arga turun, semua mata kini semakin terkejut karena orang yang berada di kursi kemudi merupakan tamu VVIP Hard Rock Hotel Valet Stand yang akan selalu makan 3x dalam sehari di restoran hotel tersebut.
Arga yang turun dari mobil hanya mengenakan celana pendek dan kaos polos tanpa motif seolah tidak sebanding dengan yang sedang Arga kendarai dan status sebagai tamu VVIP. Tetapi meski Arga hanya menggunakan kaos polos yang banyak tersedia di minimarket, Arga tetap mendapat sambutan sangat baik. Bahkan salah satu petugas sampai mengantar dan mengawal Arga sampai di depan meja resepsionis.
Terlihat di depan meja resepsionis berjejer semua karyawan dan juga sang manajer yang sudah menunggu Arga masuk ke dalam. Saat Arga sudah dekat, semua membungkuk memberi salam. Kini mata Arga langsung tertuju kepada Siska yang cukup menarik di mata Arga. Terlebih dari kejauhan, Siska sudah memberi sapaan dengan mengedipkan satu matanya dengan senyuman terbaik dari Siska.
"Ini dia pangeranku sudah datang. Dia benar-benar pria kaya raya dengan tampilan sangat sederhana. Bahkan, meski dia kini sudah menjadi tamu VVIP dan tentu sangat sadar jika dirinya sangat dikagumi oleh semua karyawan wanita di hotel ini, dia tetap datang dengan pakaian yang bisa dikatakan alakadarnya. Bahkan itu mungkin lebih cocok disebut setelan baju tidur." Siska membatin di dalam hatinya.
"Tuan, silahkan…" Siska mempersilahkan Arga untuk jalan di sampingnya dan pergi menuju ke meja yang sudah di khususkan untuk Arga.
"Tuan, makanannya akan siap sebentar lagi. Karena proses memasak sudah dilakukan dari 30 menit yang lalu. Sesuai dengan arahan dari tuan."
"Wanita ini kemarin sudah berbincang denganku dengan bahasa yang sudah cukup santai. Tetapi kini dia kembali berbicara dengan bahasa profesionalnya lagi." Arga berbicara di dalam hatinya dengan terus memandang Siska dengan lekat.
"Tuan, pandanganmu yang seperti itu dapat membuat semua jantung wanita berhenti di lihatnya. Jadi tolong jangan menatap saya seperti itu tuan. Karena jantung saya hanya ada satu, jika jantung saya sampai berhenti. Saya harus bagaimana?" Rayuan dari Siska yang terdengar sedang menegur membuat Arga tersenyum senyum sendiri.
"Wanita ini memang pintar merayu. Jika aku bersama wanita ini, aku merasa adrenaline ku meningkat. Kelebihan seorang wanita yang sangat menonjol di depan juga sangat memukau bagi siapapun yang melihatnya."
Tidak lama kemudian hidangan mulai datang dan pelayan mulai menata satu persatu piring yang berisikan masakan di meja. Saat pelayan masih sibuk menata makanan yang akan disajikan. Arga berdiri dan menarik satu kursi di sebelahnya dan mempersilahkan Siska untuk duduk dan menikmati sarapan bersama. Ajakan tersebut membuat semua pelayan yang sedang menyajikan makanan sangat iri kepada Siska. Sebab, semua wanita di tempat tersebut bahkan kini rela menjilat kepada Arga karena kekayaan Arga.
Tanpa bisa menolak dan memang sesuai dengan harapan Siska. Kini Siska duduk di kursi yang sudah Arga siapkan.
"Tuan, silahkan di nikmati hidangannya yang sudah ditemani oleh manajer kami. Bahkan jika tuan membutuhkan teman wanita lagi, saya siap melayani tuan Arga dengan segala bentuk pelayanan. Meski sebelumnya saya belum pernah melayani seorang laki-laki selain melayani tentang makanan. Saya siap melayani tuan Arga yang sangat tampan." Seorang pelayan mempersilahkan Arga untuk menyantap sarapannya karena tidak mungkin Siska mempersilahkan Arga sedangkan dirinya juga sedang duduk. Bahkan pelayan tersebut memberanikan diri untuk menawarkan dirinya kepada Arga.
Arga hanya menanggapi tawaran dari seorang pelayan tersebut dengan senyuman. Karena tidak mungkin Arga menerima tawaran tersebut di depan Siska, meski pelayan tersebut lebih cantik dari Siska jika di rias dan menggunakan pakaian yang sama dengan Siska.
Sedangkan Siska dengan spontan mengerutkan alis dan memandang tajam kepada pelayan tersebut.
"Pelayan murahan, lihat saja kamu nanti. Akan ku beri kamu hukuman." Siska berbicara di dalam hatinya.
Selesai berkata demikian, semua pelayan meninggalkan ruangan tersebut. Dan menyisakan Arga dengan Siska berdua. Dengan suasana menyantap sarapan, sesekali Siska merayu Arga yang duduk di sebelahnya.
Hingga mereka selesai menyantap makanan, mereka berdua masih terus bercengkrama. Bahkan, kini Siska memanggil Arga dengan panggilan sayang. Tetapi Arga tidak terlalu mempermasalahkan panggilan tersebut karena Arga senang dengan rayuan-rayuan yang selalu di selipkan di setiap perbincangan mereka berdua.
Selesai Arga sarapan, Arga pergi meninggalkan Hard Rock Hotel Valet Stand. Seperti saat pertama kali Arga meninggalkan tempat tersebut, semua karyawan di lobi dan Siska sebagai manajer di hotel tersebut memberikan salam dengan cara membungkuk.
Di saat Arga akan keluar dari hotel, Arga melihat Sein dan mantan kekasihnya Evely. Mereka berdua hendak memasuki Hard Rock Hotel Valet Stand. Pertemuan yang memang sebelumnya diharapkan oleh Arga. Tetapi tidak sekarang, karena Arga merasa masih belum siap untuk bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang selama ini selalu dia jaga.
"Hei sayang, lihatlah… Seorang imigran gelap sedang berada di lobi sebuah hotel bintang 8. Arga Litohu sedang ingin mempermalukan diri sendiri dengan mencoba untuk mencari makanan sisa di tempat ini. Bukankah sudah aku katakan padamu! Bahkan untuk membeli makanan sisa di sini saja kamu tidak akan mampu. Ha.. Ha.. Ha.." Dengan suara yang sangat keras, Sein menghina Arga.
Melihat bos mereka sedang mengalami masalah, ke empat pengawal Arga yang juga berada di sana untuk sarapan dengan segera berdiri dan mendekat ke tempat Arga berada. Tetapi Arga memberikan kode agar mereka berempat tidak perlu ikut campur. Jadi mereka bertahan beberapa meter dari Arga berada seperti seorang yang sedang melihat keributan.
Dengan status Sein yang merupakan tamu VIP 2. Petugas keamanan di sana tidak berani menegur Sein yang terlihat sedang membuat keributan. Terlebih orang yang diajak ribut oleh sein adalah Arga, seorang tamu VVIP.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Heru Dwiyantono
wouw belum tahu dia Sein
2024-10-02
0
Sang M
mulut bisu ini Arga.. gak punya harga dancookk
2024-01-07
1
Sang M
bantaiii goblok.jgn sok kalem..
2024-01-07
0