"Tuan, sekarang kita akan ke mana?"
"Aku ingin memiliki properti di 700 Front ST San Diego. Tetapi sebelum itu, aku ingin membeli sebuah handphone."
"Gila, kini dia ingin memiliki properti di 700 Front ST San Diego. Aku pernah mengantar PSK ke sana dan dia memiliki pelanggan di sana. Menurutnya 700 Front ST San Diego adalah kawasan elite. Hanya orang yang benar-benar kaya yang akan tinggal di sana, sebab harga unit termurah mencapai $11.000.000 dan unit tersebut semua sudah habis terjual. Hanya tersisa beberapa unit yang sampai saat ini tidak ada yang tertarik membelinya karena harga yang sangat mahal." Grant membatin di dalam hatinya karena sangat terkejut dengan apa yang baru saja Arga katakan.
Kawasan dekat pantai memang sangatlah mahal, jika hanya akan menyewa untuk satu atau dua malam. Banyak pelancong yang melakukannya, bahkan ada yang sampai satu minggu menyewa properti di kawasan tersebut. Tetapi tidak semua dapat disewa, karena properti dengan view terbaik tidak akan pernah disewakan meski properti tersebut berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak terjual.
Pramuniaga di sana hanya akan membersihkan ketika ada pelanggan yang ingin membeli bahkan hanya sekedar melihat untuk perbandingan harga. Selain setiap pagi memang ada petugas kebersihan sendiri yang bertugas membersihkan.
Sebelum sampai di 700 Front ST San Diego. Grant membawa Arga ke gerai apple dan membeli salah satu handphone terbaik yang sesuai dengan selera dan kebutuhan Arga. Arga melakukan pembelian handphone dengan cepat karena hari sudah mulai sore.
Setelah beberapa menit perjalanan dari gerai apple, akhirnya mereka sampai di kantor pemasaran 700 Front ST San Diego.
Pramuniaga dari kantor pemasaran 700 Front ST San Diego terlihat sedang duduk-duduk berkelompok. Tidak ada pramuniaga yang menyambut kedatangan Arga. Selain karena jam kerja akan segera berakhir dan juga karena mereka sudah pesimistis dengan kedatangan tamu yang memang tidak terlihat benar-benar orang kaya. Karena unit yang tersisa dari 700 Front ST San Diego hanya tersisa unit yang benar-benar mahal.
Hingga Arga sampai pada sebuah sofa dan duduk hingga beberapa menit. Tetap tidak ada pramuniaga yang berniat untuk menemui Arga yang sedang duduk membaca brosur-brosur yang berada di meja. Hingga saat Melisa yang baru keluar dari kamar kecil melihat Arga dan Grant duduk di sofa tamu. Dengan senyum menunjukkan sebuah kegembiraan Melisa berjalan menuju Arga berada.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? Perkenalkan saya Melisa, Pramuniaga 700 Front ST San Diego. Maaf jika membuat diri anda menunggu."
"Tidak masalah, lagi pula aku tau jika beberapa Pramuniaga lain enggan melayaniku karena jam kerja akan berakhir beberapa menit kedepan. Terimakasih karena nona masih mau melayaniku." Arga yang sebenarnya sudah tidak sabar, berusaha berbicara sesopan mungkin karena Arga menghargai pramuniaga yang sekarang melayaninya.
Tentu saja Melisa sangat mau melayani Arga. Sebab Arga adalah tamu pertamanya semenjak Melisa bekerja di tempat ini tiga hari yang lalu. Sebenarnya hari ini adalah hari terakhir Melisa menjalani pelatihan pengenalan unit yang tersisa. Sungguh hal sangat menyenangkan bagi Melisa, baru beberapa jam yang lalu Melisa mengakhiri pelatihan pengenalan unit di 700 Front ST San Diego. Tetapi kini Melisa sudah memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuan memasarkan unit tersisa.
Pramuniaga yang lain mencibir Melisa yang seakan tidak dapat mengenali mana tamu yang memiliki kemungkinan untuk membeli dan mana tamu yang tidak memiliki kemungkinan untuk membeli. Melisa adalah satu-satunya Pramuniaga baru di tempat tersebut. Sebab kantor pemasaran 700 Front ST San Diego sebenarnya sudah tidak ingin menambah Pramuniaga baru. Hal wajar karena unit tersisa hanya tersisa beberapa unit saja dan juga unit dengan harga termahal.
Melisa dapat bekerja di sana karena orang tua melisa memiliki teman di waktu sekolah yang merupakan pemilik saham dari 700 Front ST San Diego. Karena ingin membalas jasa orang tua melisa yang dulu sering membantunya, kini untuk menebusnya, Melisa dia pekerjakan di tempat dirinya memiliki saham.
Sebenarnya tanpa mendapatkan tamu dan penjualanpun, Melisa tetap mendapatkan upah minimum yang di tetapkan pemerintah Negara bagian California. Tetapi jaminan tersebut tidak membuat Melisa bersantai. Karena Melisa tetap ingin memiliki kontribusi maksimal untuk perusahaan. Melisa belajar dan berlatih dalam pelatihan dengan sungguh-sungguh dan kini saatnya membuktikan skill yang sudah dia dapatkan dari tiga hari pelatihan.
"Tuan, unit di sini tidak tersedia banyak. Karena telah banyak unit yang terjual dan hanya menyisakan unit-unit dengan harga termahal. Tetapi harga yang kami berikan sangat sebanding dengan unit yang di tawarkan. Mulai dari interior, keamanan, jaminan air dan listrik, kebersihan dan juga tentu View terbaik yang tidak di miliki oleh unit lain." Melisa yang sebelumnya nampak sangat anggun dengan cara berbicaranya yang sebanding dengan kecantikan yang dimiliki. Tetapi ketika Melisa mulai menawarkan unit, sangat terlihat keulesan berbicara yang di tunjukkan Melisa.
Arga mendengarkan penjelasan dari Melisa dengan senyum-senyum sendiri. Hal itu di karenakan cara bicara dari Melisa yang sangat berbeda saat pertama menyapa. Tetapi dengan cara bicara yang seperti ini, membuat yang mendengarkan merasa seolah menonton TV.
"Aku ingin melihat unit termahal yang tadi kamu tawarkan." Arga mulai berbicara ketika Arga merasa cukup untuk menikmati cara bicara dari Melisa. Sebenarnya dari awal Arga memang menginginkan unit termahal di tempat ini. Tetapi karena Pramuniaga yang melayani adalah Melisa yang sangat cantik dengan usia yang sama dengan Arga. Membuat Arga menikmati di saat Melisa berbicara.
"Maksud tuan unit blok 51? Unit di blok 51 hanya tersisa 1 unit dan merupakan unit termahal dari yang lain di blok 51." Melisa memperjelas kepada Arga karena selain melisa takut salah mendengar, Melisa juga tidak menduga bahwa tamu yang dia layani sedang membidik unit termahal yang sangat teramat sulit untuk di jual karena selisih harga yang signifikan dari unit yang lain.
"Jika demikian, tunggu sebentar tuan. Saya akan mengambil kuncinya." Melisa berlalu meninggalkan Arga dan Grant yang hanya mendengarkan tanpa memberi komentar sedikitpun.
Di saat Melisa menuju ke tempat semua kunci di simpan, Melisa meminta kepada Pramuniaga Senior yang bertanggungjawab dengan semua kunci unit tersisa.
"Kamu yakin akan mengajaknya melihat unit tersisa di blok 51? Unit itu adalah unit dengan interior termewah dan sangat mahal. Bahkan beberapa tiang menggunakan emas murni. Kamu harus benar-benar jeli untuk melihat siapa dan apakah dia pantas meski hanya sekedar melihat blok 51." Pramuniaga Senior tersebut memberi nasehat kepada Melisa.
"Aku sangat yakin hari ini aku akan menjual unit di blok 51 yang sangat sulit terjual."
"Terserah padamu, tetapi aku minta kamu harus membersihkan lantainya kembali setelah tamu yang kamu bawa pergi. Ini sudah waktu pulang, aku akan pulang terlebih dahulu. Sedangkan kunci tersebut adalah tanggung jawabmu untuk hari ini."
Semua Pramuniaga dan para karyawan pulang. Karena sekarang memang waktu pulang kerja. Kini hanya tersisa Melisa dan Manajer pemasaran dari 700 Front ST San Diego yang memang sedang lembur dengan tumpukan dokumen.
"Siap!!" Dengan tersenyum dan memberi hormat, Melisa menjawab perintah seniornya.
Kunci ini adalah awal dari perubahan dalam hidupku. Aku harus bisa meyakinkan tamu tersebut untuk mengeluarkan uangnya guna membeli unit di blok 51.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Heru Dwiyantono
lanjutkan membaca author semakin seru saja
2024-10-01
0
Gland Formanasion
itu namanya usah tidak mengkhianati hasil😎
2024-09-09
1
dark sistem
kau beruntung
2024-08-30
1