Dengan segala pemikiran di kepalanya, Arga meminum minumannya dan sesekali tersenyum sendiri dengan apa yang sudah dia dapatkan. "Kekayaan super, 1 Kuadriliun? Hal yang sangat tidak masuk akal. Tetapi ini benar-benar nyata dan aku memiliki kekayaan tersebut."
Setelah Arga menghabiskan minumannya, dengan lamunan atas segala hal yang sudah dia pikirkan atas kekayaan barunya.
"Ha.. Ha.. Ha.." Arga tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
"Sistem Kuadriliun ini benar adanya. Kalau begitu, sekarang aku orang terkaya dari yang terkaya dari siapapun di dunia. Kalian semua tidak memiliki banyak nol, bahkan jika kekayaan kalian di gabungkan. Mulai sekarang aku Arga Litohu akan mengubah cara hidupku dan akan membalaskan kematian ibuku."
"Aku telah menderita selama 19 tahun semenjak aku lahir. Aku ingin mengubah hidupku dengan cemerlang dan mengubah cara hidupku. Aku juga akan membalas orang-orang yang selama ini meremehkanku." Arga berbicara sendiri hingga beberapa orang memperhatikannya dan menganggap Arga adalah orang yang aneh.
Perut Arga kini terasa lapar dan menginginkan suatu makanan untuk dapat mengenyangkan perutnya. Tetapi dengan kekayaannya sekarang, Arga tidak ingin sekedar mengisi perutnya. Arga menginginkan makanan super mahal yang masuk ke dalam perutnya.
Teringat dalam pikiran Arga atas perkataan yang sangat menyakitkan dan terucap dari mulut Sein.
("Bahkan untuk membeli makan sisanya kamu tidak akan mampu") Kalimat yang sangat melekat di pikiran Arga. Bahkan Arga sangat mengingat betul tiap kata di tiap perkataan sein. Arga bertekad untuk membalas tindakan Sein dengan hal yang akan membuatnya malu.
"Hard Rock Hotel Valet Stand, ya… Itu nama hotelnya. Aku akan ke sana sekarang." Setelah berbicara sendiri di dalam hatinya, Arga memanggil sebuah taxi yang kebetulan sedang melintas.
"Antarkan aku ke Hard Rock Hotel Valet Stand." Arga memulai pembicaraan dengan sopir taxi sebelum sang sopir menanyakan tujuannya. Terlihat raut wajah keheranan dari sang sopir taxi tersebut, tetapi sang sopir tidak berani untuk bertanya kepada Arga yang menjadi penumpangnya.
Arga menyandarkan punggung dan kepalanya sambil memejamkan mata karena beban pikirannya yang sangat berat terus membayanginya. Bayangan atas kematian ibunya yang secara jelas dia melihat ibunya terbunuh tetapi tidak dapat berbuat apa-apa saat itu. Dengan tekad membalas dendam, beserta dukungan kekayaan yang kini ia miliki, seakan pembalasan atas kematian ibunya mendapat dukungan Tuhan.
"Tuan, kita sudah sampai lobby hotel." Ucapan sopir taxi yang membuyarkan lamunan Arga yang sedang melamun dengan memejamkan mata.
Mendengar ucapan dari sopir taxi tersebut, Arga membuka mata sambil kebingungan. Sebab Arga sangat yakin jika perjalanan mereka tidak sampai 2 menit. Arga yang tidak percaya jika dirinya sudah sampai, memperjelas perkataan Arga bahwa dirinya akan pergi menuju Hard Rock Hotel Valet Stand. Mendapati hal tersebut, sopir taxi membenarkan jika mereka telah benar-benar tiba di lobby Hard Rock Hotel Valet Stand. Sang sopir taxi juga menyampaikan jika Arga sebelumnya hanya menaiki taxi dari seberang lampu pemberhentian di seberang jalan.
Mendapati penjelasan sang sopir, Arga tersenyum sendiri dengan mengumpat di dalam hati karena terlihat sangat bodoh. Arga mencoba membayar tagihan taxi dengan pengenalan wajah dan berhasil melakukan pembayaran.
(Baru saja melakukan pembayaran transportasi dengan tagihan $11. Sisa saldo $999.999.999.999.986.)
"Jadi, informasi saldo terpotong dan sisa saldo akan langsung berada di kepalaku ya. Ok, aku semakin mengerti sekarang." Dengan langkah meyakinkan berjalan meninggalkan taxi lalu masuk ke dalam hotel dan menuju ke meja receptionist.
Kini semua mata di ruangan sekitar tertuju kepada Arga, hal itu disebabkan penampilan Arga seakan seperti orang yang sedang acak-acak di mata mereka. Meski terkadang orang kaya datang ke hotel tersebut menggunakan baju sederhana, tetapi setidaknya mereka tidak kusut dan bersih. Sedangkan Arga, yang terlihat dengan baju murah, baju Arga juga sedikit lusuh dan kotor karena baru mengalami hal buruk dengan Sein.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Meski petugas receptionist tidak suka dengan kedatangan Arga yang tidak terlihat seperti orang kaya, petugas receptionist tersebut berusaha bekerja dengan profesional dan menanyakan kepentingan Arga dengan sangat sopan.
"Aku mau makan di sini." Dengan singkat Arga menjawab pertanyaan receptionist.
"Makanan di restoran hotel ini sangat mahal tuan, karena kami menggunakan bahan terbaik dari penjuru dunia. Apakah tuan sanggup membayarnya jika kami menghidangkan makanan ke meja tuan?" Tanpa menanyakan nama Arga, petugas receptionist berbicara dengan nada merendahkan Arga yang sangat tidak terlihat sebagai orang yang mampu membayar di restoran hotel tersebut.
"Aku ingin makanan terbaik di meja VVIP." Mendapati perkataan dari receptionist yang kurang mengenakkan, Arga menjawab dengan jawaban sangat menohok tetapi terdengar seperti lelucon bagi petugas receptionist. Jawaban Arga mengundang perhatian dari petugas receptionist lain yang juga berada di sana dan melayani tamu lain.
"Tuan, jika anda ingin makan di meja VIP di restoran hotel ini. Maka anda harus mendaftar sebagai anggota terlebih dahulu, dengan biaya pendaftaran $100.000 dan juga harus melakukan deposit dengan minimal deposit $1.000.000 untuk kartu anggota VIP 2. Biaya pendaftaran $500.000 dan deposit dengan minimal deposit $5.000.000 untuk kartu anggota VIP 1. Biaya pendaftaran $1.000.000 dan deposit dengan minimal $10.000.000 untuk kartu anggota VVIP. Jika anda tidak sanggup menjadi anggota, anda bisa makan di restoran tamu hotel yang berada di sebelah, anda cukup menginap di salah satu kamar di hotel ini dengan biaya kamar terendah $1450." Dengan nada tampak mengejek, receptionist tetap menjelaskan meski sangat yakin bahwa tamu yang berada di depannya tidak akan mampu membayar depositnya. Bahkan sekedar melakukan pendaftaran, receptionist tersebut sangat yakin tamu yang berada di depannya tidak akan sanggup membayar.
"Bagaimana jika aku deposit $100.000.000." Dengan santai Arga berucap meski dia tau dari nada petugas receptionist tersebut sedang merendahkannya.
"Tunggu sebentar tuan, saya akan memanggil manager saya untuk mengurus hal ini. Sebab dengan top up sebanyak itu, hanya manager yang dapat melayani." Petugas receptionist yang sudah muak dengan kepura-puraan tamu yang berada di depannya, dia menelpon manager hotel agar dapat bertindak lebih sopan serta tidak mengganggu keberadaan tamu yang lain jika terjadi keributan. Karena biasanya, manager akan membawa tamu yang berpotensi untuk melakukan onar, agar melakukan transaksi di dalam. Hal antisipasi jika pihak keamanan harus bertindak mengusir, maka kenyamanan tamu yang lain tidak terusik.
Tidak lama kemudian datang seorang wanita cantik dengan tinggi 170 cm dengan tubuh langsing dan kulit putih bersih. Sang manager yang sudah mendapatkan informasi dari petugas receptionist tentang hal-hal yang sudah mereka bicarakan sebelumnya melalui sambungan telepon. Pandangan sangat ramah ditunjukkan oleh sang manager meski di dalam hatinya sudah menebak bahwa Arga adalah seorang penipu dan berniat melakukan onar di hotel yang dia pimpin.
"Tuan, perkenalkan saya Siska. Saya manager Hard Rock Hotel Valet Stand. Saya sudah mendengar semua maksud dan tujuan tuan dari receptionist. Apakah benar tuan akan melakukan top up sebesar Seratus Juta Dolar?" Dengan suara sopan, manager perempuan tersebut berbicara kepada Arga. Terlihat, manager tersebut melakukan percakapan dengan profesional. Meski di dalam hatinya dia juga tidak percaya dengan apa yang akan Arga lakukan, yaitu melakukan top up sebesar $100.000.000.
"Ya, saya ingin menjadi tamu VVIP di hotel ini." Dengan senyum terkagum dengan kecantikan wanita yang sekarang berada di depannya.
"Jika demikian, mari tuan mengikuti saya ke dalam. Dengan top up sebesar itu, maka kami hanya dapat melakukannya di dalam tuan." Manager tersebut mempersilahkan Arga untuk mengikutinya ke dalam kantor hotel. Meski sebenarnya semua transaksi dapat di lakukan di meja receptionist, tetapi sang manager tidak ingin menanggung resiko jika tamu yang saat ini dia layani ternyata seorang penipu dan terpaksa harus dia usir dengan memanggil keamanan hotel.
Dengan santai Arga mengikuti sang manager hotel. Sesampai di ruang kantor hotel yang di dalamnya ada beberapa meja karyawan dan satu ruangan lagi yang merupakan ruangan khusus sang manager. Arga dipersilahkan menunggu di salah satu kursi yang memang disediakan untuk para tamu dan di minta untuk memberikan kartu identitasnya. Mendapatkan kartu Identitas Arga, sang manager memulai proses untuk pendaftaran anggota tamu VVIP dan juga untuk melakukan deposit.
"Sebentar lagi jika kamu tidak dapat membayarnya. Lihat saja, aku bukan hanya akan mengusirmu. Tapi juga akan memenjarakanmu." Siska berbicara di dalam hatinya ketika Siska menginput data-data yang diperlukan untuk melakukan registrasi anggota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Jemmy Tuasey
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
2024-11-30
0
Syasmile
ini terinspirasi dri novel sebelah kah? kyk rada” mirip alurnya cmn awalan, character and nama tmpt beda. Tpi ya gatau alur kedepannya gimna ya smoga aja beda klo ga jdi bosen baca alur yg sama” aja
2024-11-26
1
Gabutdramon
setelahnya nanti hotel dibeli beserta group bisnisnya.
2024-10-20
0