"Tuan besar," kepala perampok langsung memberi hormat pada Tuan besar dengan Adelia di belakangnya berdiri dengan tegap tanpa ada niat untuk memberi hormat pada pria di depannya.
Sikap Adelia yang seperti itu langsung membuat kepala perampok dan para anggota perampok yang sudah berlutut memberi hormat pada Tuan besar langsung menatap Adelia dengan bingung.
Bahkan Tuan besar dari para perampok itu juga langsung mengerutkan keringnya menatap gadis kecil di depannya itu sama sekali tidak bersikap sopan padanya.
"Cepatlah bersujud, beri hormat pada Tuan besar!!" Perintah kepala perampok yang sudah menahan rasa gugupnya menatap Adelia yang sama sekali tidak menghormati pemimpin mereka.
Tetapi Adelia sama sekali tidak bergeming, 'Heh!! Bahkan raja di benua Padang Utara memberi hormat ketika bertemu denganku, apalagi hanya seorang tuan besar perampok yang tidak memiliki apa-apa.' ucap Adelia dalam hati sembari berdiri dengan tenang menatap Tuan besar yang duduk di hadapannya.
"Ha ha ha.... Sepertinya kalian membawakanku seorang calon istri yang sangat cantik dan juga berani. Aku sangat menyukai seorang perempuan yang tidak mudah ditindas!!!" Ucap Tuan Besa sembari tertawa senang.
Hal itu membuat semua orang memejamkan mata mereka karena mereka tahu bahwa Tuan besa mereka memang suka tertawa jika berada di desa, berbeda dengan sikapnya Jika dia keluar dari desa untuk melakukan sesuatu.
Tetapi meskipun pria itu terkadang tertawa, tetapi pria itu juga masih bersikap kejam ketika dia melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Namun Adelia, perempuan itu tersenyum lalu dia berkata, "aku juga menyukai seorang pria yang suka tertawa seperti Tuan Besar. Namun sayangnya, aku baru-baru umur 12 tahun dan belum masuk kategori untuk menikah. Perlu 4 tahun lagi sebelum aku bisa menikah dengan seorang pria."
Ucapan Adelia kembali membuat sang Tuhan besar tertawa keras lalu pria itu meninggalkan singgasananya dan berjalan mendekati Adelia.
Semua orang yang masih bersujud di lantai langsung menyingkir ke pinggir membiarkan tuan besar melalui tengah-tengah mereka untuk menghampiri Adelia.
"Jadi gadis cantik, Siapa namamu?" Tanya tuan besar sembari menyentuh dagu Adelia untuk memperhatikan wajah perempuan itu.
Dan benar saja, dia merasa terpukau dengan wajah Adelia dan apalagi ketika dia melihat matanya yang tegas dan tajam, dia sungguh menyukai Adelia!!!
Adelia membiarkan pria itu menyentuh dagunya dan tersenyum membalas tatapan pria tuan besar yang kira-kira berumur 50 tahun di depannya itu.
"Namaku Alia." Kata Adelia dengan suara yang tegas tanpa ada keraguan maupun rasa takut.
Ucapan Adelia langsung membuat tuan besar perampok itu mengganggu kan kepalanya lalu dia tersenyum, "kalau begitu aku akan menyuruh orang-orang untuk menyiapkan mahar untukmu. Tetapi karena kau belum memenuhi usia untuk menikah, maka aku akan menunggu selama 4 tahun, dan kau harus tinggal di desa ini sampai kau dewasa nanti." Ucap Tuan besar langsung membuat Adelia tersenyum lalu dia mengangguk dengan patuh.
"Tentu saja, tetapi aku tidak mau tinggal jika tidak mendapat kediaman yang layak." Kata Adelia dengan suara tegas kembali membuat ban besar tertawa lalu pria itu melepaskan tangannya dari dagu Adelia dan berjalan menjauhi perempuan itu.
"Ha ha ha...!! Tentu saja, aku akan mengabulkan apapun permintaanmu." Ucap Tuan besar, lalu dia menatap pada kepala perampok sembari berkata, "penuhi semua keinginannya!!"
"Baik Tuan," jawab kepala perampok.
Maka dengan segera, Tuan besar memberi perintah pada semua orang untuk meninggalkan tempat itu dan Adelia pun pergi meninggalkan tempat itu.
Ketika dia keluar, Adelia langsung diantar kediaman nya yang merupakan sebuah rumah yang cukup besar dan memiliki 12 orang pelayan.
"Jadi ini rumah baruku,," ucap Adelia menatap rumah itu.
Kepala perampok menganggukan kepalanya, "Benar sekali, dan aku harus mengingatkanmu kalau kau Jangan coba-coba melakukan hal yang aneh-aneh, karena tidak ada satupun orang yang bisa keluar dari tempat ini!!
"Desa ini dikelilingi oleh hutan pegunungan yang penuh dengan binatang buas dan, satu-satunya jalan untuk keluar ialah jalan yang tadi kita lalui.
"Dan kau tahu saja terowongan di sana dijaga dengan sangat ketat hingga seekor tikus pun tidak bisa keluar melalui terowongan itu!!!" Kata Sang kepala perampok memperingatkan Adelia. ..
Dia tidak mau jika perempuan itu sampai melakukan hal yang aneh-aneh hingga membuatnya terluka.
Jika perempuan itu terluka, maka dia sendirilah yang akan dihukum oleh Tuan besar mereka.
Oleh sebab itu untuk memperketat keamanan Adelia maka dia memerintahkan dua orang mata-matanya untuk mengawasi perempuan itu.
Adelia pun tidak mengatakan apa-apa dan dia hanya berjalan pergi meninggalkan ketua perampok sebab Dia sudah merasa gatal untuk membersihkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
ARA
Wkwkkwkwk.. Apa mo di kata, jiwa dan karisma Jendral perang tak bisa disembunyikan walau terperangkap dalam tubuh dan usia muda😁
2022-12-18
3
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh seru
2022-11-03
0
Daniela Whu
adelia ini kok gk sadar" sih kl dia itu msih kecil walo dl seorang jendral kan sekrng tubuh msih kecil harusx agak merendah dl sambil liat situasi dan memulihkan tenaga x jangan" dikit" dia itu seorang jendral jd kayakx sombong gitu
2022-10-03
4