'Hm,,, jadi aku bereinkarnasi masuk ke dalam tubuh seorang perempuan yang dianggap tak berguna. Bahkan sekarang berada di belahan Padang Selatan.
'Ini sangat bagus, aku bisa mengumpulkan kekuatan di sini dan menyerang benua Padang Utara untuk membalaskan dendamku,' ucap Adelia dalam hati dengan pikiran dipenuhi kemarahan mengingat bagaimana dirinya dikhianati oleh para pasukan dan saudara angkatnya sendiri.
'Tapi tubuh ini,,,' Adelia berusaha merasakan kekuatan pada tubuh yang ia masuki. .
Namun sayangnya, fisik tubuh itu terlalu lemah, jadi dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kekuatannya di tubuh itu, karena tubuh itu akan hancur jika menerima kekuatan yang terlalu besar.
'Kalau begitu, aku harus memulai perlahan-lahan dari tubuh ini, agar tubuh ini bisa terbiasa, dan juga harus melatih tubuh ini menjadi lebih kuat lagi.' pikir Adelia dalam hati lalu perempuan itu menatap Ayah dan Ibunya.
"Aku ingin membersihkan tubuhku, di mana bisa melakukannya?" Tanya Adelia langsung membuat Merinika merasa sangat senang karena akhirnya putrinya tampak seperti orang yang normal.
"Ayo,, biar Ibu memperlihatkan tempat untuk membersihkan diri. Setelah itu, kita bisa kembali ke desa dan ibu akan memasak makanan yang sangat enak untukmu!!" Ucap Merinika begitu bersemangat menarik Adelia.
Adelia menatap perempuan yang tampak rentan itu, 'perempuan ini masih muda, tetapi karena dia terlalu bekerja keras menggunakan kekuatan fisiknya, maka dia menjadi lebih cepat menua. Tapi yang paling penting, dia sangat menyayangi putrinya, dan sekarang aku berada di tubuh putrinya.
'Karena aku berhutang Budi pada putrinya yang sudah memberikan tubuhnya untukku, maka aku akan membuat keluarga ini menjadi besar dan membalas semua kebaikan mereka.' pikir Adelia dalam hati sembari mengikuti langkah Merinika.
Mereka segera tiba di toilet sekolah tinggi kota Padang Selatan yang diletakkan di luar sekolah untuk orang-orang awam yang membutuhkannya.
Maka dengan segera, Adelia masuk yang salah satu bilik dan membersihkan tubuhnya.
Merinika berdiri di luar sembari berkata, "Ibu membawakan pakaian ganti untuk mu, jadi katakan pada ibu kalau kau sudah membutuhkannya baru ibu akan memberikannya padamu."
"Baik Bu," jawab Adelia yang sementara melepas pakaiannya lalu perempuan itu memandikan tubuhnya yang kotor.
'Hah,, perempuan ini tidak memiliki sedikitpun bekas luka di tubuhnya, artinya dia bukan pekerja keras. Namun, perempuan ini pasti tidak pernah mandi sampai tubuhnya sangat kotor seperti ini. Lalu apa yang dia lakukan setiap hari?' pikir Adelia dalam hati membersihkan banyak sekali kotoran dari tubuh Perempuan itu.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Adelia kemudian mengulurkan tangannya dari balik bilik toilet dan berkata, "Ibu, tolong berikan pakaianku."
Dengan segera Merinika yang berdiri di sana mengulurkan sebuah tas yang ia tempati menaruh pakaian Adelia.
Tetapi perempuan itu agak mengeryit melihat tangan putrinya yang basah oleh air kini tampak begitu cantik dan bersih.
"Ini,," ucap Merinika sambil mengerjapkan matanya memperhatikan dengan seksama tangan putrinya.
Setelah mendapatkan tasnya, Adelia kembali menarik tangannya lalu perempuan itu melihat pakaian yang diberikan oleh ibunya.
Robek sana sini hingga memiliki tambalan di sana-sini. Lebih parahnya lagi, pakaian itu sangat besar dan berat hingga membuat tubuh Adelia tak akan kelihatan jika mengenakan pakaian itu.
'Hah,, padahal ini adalah musim panas, Mana mungkin aku menggunakan pakaian seperti ini?' Adelia berdecak kesal lalu dengan keahliannya perempuan itu mengeluarkan sedikit tenaga dalamnya dan mengubah pakaian itu sesuai dengan seleranya.
"Hosh,, hoshh,, hosh,,," Adelia bernafas tersengal ketika dia selesai berpakaian.
'Aku hanya menggunakan sedikit tenaga dalamku untuk memperbaiki pakaian ini, tetapi tubuh Perempuan ini sudah kelelahan sampai seperti ini. Tubuh ini lebih lemah dari perkiraanku,' ucap Adelia dalam hati sembari berpegangan pada dinding agar bisa menopang tubuhnya tetap berdiri.
"Putriku, Apa kau sudah selesai?" Terdengar suara Merinika dari balik pintu kala perempuan itu sudah cemas sebab putrinya sudah terlalu lama di dalam toilet.
Padahal, selama ini perempuan itu tidak pernah berlama-lama di toilet, karena Adelia adalah gadis yang takut dengan air, sebab perempuan itu pernah mengalami trauma, hampir meninggal di sungai.
Hanya biasanya ketika Adelia tidur barulah ibunya diam-diam membersihkan tubuh Perempuan itu.
Tetapi karena perjalanan mereka dari desa sangat jauh dan melelahkan, maka ibunya tidak sempat lagi membersihkan tubuh Perempuan itu, jadinya tubuh Adelia tampak sangat kotor.
"Iya Bu, aku segera keluar," jawab Adelia masih berusaha mengatur nafasnya Lalu setelah dia merasa lebih baik ia kemudian membuka pintu dan keluar menemui ibunya.
Merinika "..."
Perempuan itu tercengang di tempatnya dengan mulut terbuka dan mata yang melotot menatap penampilan putrinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
@⒋ⷨ͢⚤L♡Marieaty♡
malas mandi itu bukan trauma air, masa iya gak mandi mandi jorok banget 🙁🙁🙁
2023-06-02
2
nacho
teruk malas mandi
2022-11-04
3
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
2022-11-03
0