"Benar sekali, Tuan kita pasti sangat senang kalau kita membawakan gadis cantik ini padanya!!" Ucap salah seorang yang lain langsung membuat Merinika memeluk erat putrinya.
"Tidak!!! Putriku tidak akan menikah dengan siapapun!!" Tegas Merinika dengan rasa cemas memenuhi seluruh pikirannya melihat suaminya yang kini berdiri di depan mereka sebagai tameng untuk melindungi kedua perempuan itu.
Tetapi para perampok yang terdiri dari belasan orang itu hanya tertawa melihat sikap Ketiga orang di depan mereka.
"Ha ha ha...."
"Ha ha ha...."
"Ha ha ha...."
"Apakah kalian pikir kami akan takut pada kalian? Atau menjadi kasihan pada kalian hingga melepaskan kalian?! Ha ha ha... Kami bukanlah orang-orang baik, melainkan orang-orang jahat yang semakin suka bila melihat orang yang mudah ditindas.
" Apalagi jika kami menginginkan sesuatu dari mereka, seperti misalnya gadis cantik yang duduk itu, sangat cocok untuk menjadi hadiah Tuan kami." Ucap salah seorang dengan senyum penuh arti menatap Adelia. .
Namun, Adelia bersikap tenang lalu dia segera berdiri dan berjalan ke depan ayahnya. .
"Adelia!! Apa yang kau lakukan?!!" Tanya Denrian sambil menarik putrinya agar tetap di belakangnya.
"Tidak apa ayah, mereka bukan orang yang jahat." Ucap Adelia mengejutkan Denrian dan Merinika.
Tetapi para perampok yang berdiri mendengarkan Adelia kembali tertawa.
"Ha ha ha..."
"Kami memang bukan orang yang jahat, kami hanya ingin mencari seorang nyonya untuk Tuan kami. Ha ha ha...."
Mendengar suara tawa para perampok itu, semakin membuat Denrian dan Merinika menjadi takut, lalu memegang erat putri mereka.
"Aku tidak akan menyerahkan putriku pada kalian!!!" Tegas Dendiran.
Tetapi Adelia yang berdiri diantara kedua orang itu hanya bisa menghela nafas, 'Hah,, ayah dan ibuku ini benar-benar tidak mengerti situasi. Sudah tahu kalau Kami bertiga tidak akan bisa menang kalau melawan mereka, sekarang malah menghasut semua orang itu menjadi semakin marah.'
Jadi Adelia menatap pria yang tampak seperti ketua dari seluruh perampok itu lalu berkata, "aku akan ikut dengan kalian tetapi ayah dan ibuku, biarkan mereka kembali ke desa."
Ucapan Adelia mengejutkan ayah dan ibunya, jadi kedua orang itu langsung menatap Putri mereka.
Tetapi Adelia tersenyum sembari menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ketua perampok yang tampak menatapnya dengan kening yang agak berkerut.
"Biarkan aku membujuk ayah dan ibuku sebentar, lalu kalian bisa membawaku pergi." Ucap Adelia langsung disambut tawa pria berbadan kekar yang sedang dibicarai Adelia.
"Ha ha ha...!! Kau gadis yang bijak, kalau begitu kuberikan padamu untuk berbicara dengan ayah dan ibumu selama 5 menit!!!" Ucap pria itu langsung membuat Adelia mengangguk mengerti lalu dia menarik ayah dan ibunya ke belakang pohon.
"Adelia,, sebaiknya kita lari saja, mungkin kita masih bisa Selamat kalau kita melarikan diri dari mereka," ucap Denrian sembari mengambil tasnya dan mengenakannya di punggungnya.
Tetapi Adelia menggelengkan kepalanya, "tidak ayah, aku dan Ibu tidak akan kuat berlari. Lagi pula mereka terlihat bepergian jauh dari suatu tempat, jadi setidaknya mereka memiliki kuda yang sedang diistirahatkan di suatu tempat.
"Jadi aku akan ikut bersama mereka dan mencari kesempatan untuk kabur, sementara ayah dan ibu kembali lagi desa dan 5 hari lagi kita akan bertemu di tempat ini!!! Apa kalian mengerti?" Tanya Adelia pada ayah dan ibunya langsung membuat kedua orang itu menggelengkan kepala mereka.
"Tidak!! Tidak putriku!!! Aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja!! Kau adalah putriku satu-satunya, tidak ada yang boleh mengambilmu dariku!!!" Ucap Merinika memeluk Adelia dengan erat dengan perempuan itu sudah menetaskan air matanya.
"Ibu,, kita tidak punya pilihan lain, bersabarlah selama 5 hari dan kita akan bertemu lagi di sini. Jika 5 hari kedepan aku tidak ada di sini, maka kalian kembali ke desa dan 5 hari berikutnya datang kemari. Seperti itu terus sampai kita bertemu di sini!!!" Ucap Adelia masih dijawab gelengan kepala Merinika.
"Tidak!! Tidak!!! Aku tidak bisa!!!" Ucap perempuan itu sembari terisak tak mampu membiarkan putrinya dibawa oleh sekelompok perampok.
Tetapi dia langsung menyekah air matanya ketika ketua perampok tiba-tiba berkata, "waktu kalian sudah habis Cepat serahkan gadis itu untuk pergi bersama kami atau Kalian bertiga akan mati terbunuh di sini!!!"
Ancaman pria itu langsung membuat Merinika dan Dendrian gemetar, sementara Adelia menenangkan kedua orang itu.
"Ayah dan ibu, aku harus pergi Kalian ingat apa yang kukatakan tadi, kita akan bertemu lagi, pasti!!!" Ucap Adelia segera berjalan menjauhi Ayah dan Ibunya.
Merinika sangat ingin mencegahnya, tetapi daripada melihat putrinya langsung dibunuh oleh para perampok itu, dia lebih berharap apa yang dikatakan putrinya akan terwujud.
Jadi perempuan itu hanya roboh dalam pelukan suaminya sembari menangis dengan keras menatap kepergian para perampok yang membawa putrinya.
"Hiks,, hiks,, putriku!!!"
Adelia masih bisa mendengar tangisan ibunya, jadi perempuan itu menoleh ke belakang selama beberapa detik sebelum kembali melangkah bersama dengan para perampok.
'Aku akan kembali,' ucap Adelia dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
ratna atiqah
B
2022-12-01
2
Ajusani Dei Yanti
semangat thorrrr kuh keren
2022-11-03
0
💮Aroe🌸
wuah, mau di bawa pergi juga? kasian ayah ibunya😪
2022-09-06
2