Di belahan Padang Selatan, sebuah pendaftaran murid ke sekolah terbaik kota Padang Selatan sedang digelar.
Orang berbondong-bondong dari seluruh sudut penjuru Padang Selatan datang ke kota untuk mendaftarkan anak mereka yang berumur 8 sampai 17 tahun agar bisa masuk ke sekolah terbaik di kota Padang Selatan.
Tak terkecuali orang tua dari perempuan bernama Adelia Fidelia.
Keduanya meski selalu mendengar putri mereka dicemoh oleh orang-orang sebagai putri yang tidak memiliki bakat, namun mereka masih tetap ingin mengetes bakat mereka menggunakan bola pendeteksi kekuatan yang dimiliki oleh sekolah kota Padang Selatan.
"Ibu,, aku takut,," ucap Adelia sembari melihat ke arah bola pendeteksi kekuatan yang sedang diletakkan di atas panggung dengan seorang pria yang terkenal berbakat di kota itu meletakkan tangannya di atas bola.
"Jangan takut, nanti kalau kau tidak lulus pun, kita masih bisa kembali ke desa dan meneruskan bisnis keluarga." Ucap Menirika menenangkan putrinya.
"Tapi bu--"
Swing.......!!!!
Ucapan Adelia terhenti ketika kilatan cahaya dan suara yang memekakkan telinga mengejutkan semua orang.
Suara yang berasal dari bola pendeteksi kekuatan membuat semua orang menutup mata dan telinga mereka karena saking terkejutnya.
Setelah beberapa detik, suara dan cahaya putih yang menyilaukan mata kini meredup dan semua orang membuka mata mereka.
"Woooohhhh...!!!"
"Apa itu??"
"Astaga...!! Bolanya berubah warna menjadi merah pekat!!!"
Semua orang langsung satu fokus pada bola pendeteksi kekuatan yang ada di atas panggung dengan seorang pria kecil yang bersinar meletakkan tangannya di bola pendeteksi tersebut.
"Ha ha ha...!! Kalian semua orang awam yang belum pernah melihat kejadian ini, ini disebut sebagai kekuatan tingkat 9!!!" Ucap seorang guru dari sekolah tinggi kota Padang Selatan.
"Woah...!! Bukankah anak kecil itu masih terlihat berumur 12 tahun? Bagaimana bisa sudah memiliki kekuatan tingkat 9?"
"Astaga,, dia pasti anak yang sangat berbakat!!! Dari keluarga mana Dia berasal?"
Semua orang bertanya-tanya tentang identitas seorang anak pria yang ada di atas panggung.
Dan setelah beberapa menit sang pria kecil mengembalikan tenaga dalamnya lalu dengan tenang menghadap ke guru besar sekolah tinggi kota Padang Selatan.
"Perkenalkan nama saya Arisamon Wastradion, berumur 12 tahun." Ucap Arisamon mengagetkan semua orang.
"Astaga,, jadi dia lah putra dari keluarga Arisamon yang terkenal itu!!!"
"Keluarga Arisamon memang luar biasa!!! Selalu memiliki generasi yang berbakat!!!"
Guru besar yang berasal dari sekolah tinggi kota Padang Selatan langsung mengangguk melihat pria berumur 12 tahun di depannya, lalu guru besar itu berkata, "selamat nak, kau lulus menjadi murid sekolah tinggi kota Padang Selatan."
Arisamon langsung menyatukan kedua tangannya di dada lalu memberi hormat pada guru besar, "Terima kasih guru besar, Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengecewakan guru besar!" Ucap pria itu berjanji dengan sungguh-sungguh.
"Baiklah, Kau boleh kembali ke rumahmu untuk berkemas, dan besok pagi-pagi sekali, kau bisa datang kemari untuk memulai pelajaranmu." Kata guru besar langsung diangguki oleh Arisamon.
"Baik Guru," ucap Arisamon lalu pria itu segera turun dari panggung untuk kembali bersama pelayannya ke kediaman keluarga Wastradion.
Setelah itu, guru besar menatap kerumunan lalu berkata, "Siapa lagi yang ingin mencoba keberuntungannya memasuki sekolah tinggi kota Padang Selatan? Silakan maju satu persatu!!"
Maka semua orang langsung mengantri dan maju satu persatu untuk mengetes tingkat kekuatan anak-anak mereka, supaya bisa masuk ke sekolah terkenal di kota Padang Selatan.
Adelia bersama orang tuanya pun mengantri bersama dengan orang-orang yang lain, perasaan gugup memenuhi seluruh tubuh Adelia, sebab Dia begitu takut jika Dia mempermalukan kedua orang tuanya karena tidak memiliki tingkat kekuatan.
Apalagi ketika mereka sedang mengantri, lalu seorang pria kecil berumur kira-kira 11 tahun yang meletakkan tangannya di atas bola pendeteksi kekuatan.
Shhhuu......
Bola yang awalnya berwarna putih bukannya semakin terang tetapi malah meredup seolah menolak tangan yang menyentuh bola tersebut.
Hal itu membuat guru besar menggelengkan kepalanya karena baru pertama kali itu melihat seorang anak yang benar-benar tidak berguna di dalam hidupnya!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
Ajusani Dei Yanti
lanjut thorrrr kuh
2022-11-03
3
Septi Verawati
👍👍👍👍
2022-10-26
0
💮Aroe🌸
kasian bener anaknya😅😅😅
Adelia belum kan🤔 penasaran😁
2022-09-02
1