Setelah meninggalkan depan sekolah tinggi kota Padang Selatan maka ayah dan ibu Adelia menatap Putri mereka yang tampak berbeda dari biasanya.
Jika biasanya Putri mereka selalu tertunduk saat berjalan di jalanan, maka saat ini Adelia dengan begitu percaya diri mengangkat wajahnya tinggi-tinggi dan langkanya begitu percaya diri melewati jalanan kota.
Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka karena kecantikan Adelia yang tidak disembunyikan lagi, jadi para pria maupun wanita langsung satu perhatian ke arah Adelia.
Para perempuan menjadi iri dan para pria langsung terpukau melihat Adelia.
Ayah dan ibu Adelia yang menyadari itu merasa sangat cemas pada Putri mereka Jadi mereka berdua segera mengapit Adelia di tengah-tengah mereka.
Denrian menatap putrinya dengan cemas, "putriku, sebaiknya kau pakai pakaian yang masih tersisa di dalam tas ibumu. Semua orang melihat ke arah kita, dan ayah sangat cemas Jika ada yang berniat jahat pada kita." Ucap Denrian sembari memperhatikan orang-orang yang terus menatap ke arah mereka.
Orang-orang itu seperti kumbang yang sedang melihat madu di tengah-tengah mereka.
Tetapi Adelia menggelengkan kepalanya, "ayah dan ibu tidak usah khawatir, tidak ada yang berani melukai seorang jenderal!!" Ucap Adelia membuat ayah dan ibunya sangat terkejut.
Oleh sebab itu, Merinika menatap putrinya dengan cemas, "putriku, jangan terus mengatakan omong kosong. Bagaimana bisa dirimu adalah seorang jenderal?" Ucap Merinika yang begitu cemas Jika saja ucapan putrinya malah membuat putrinya sendiri celaka.
Tetapi Adelia tertawa terbahak-bahak, "ayah dan ibu, Tolong percayalah padaku. Pokoknya, mulai sekarang aku akan menjaga kalian dan tidak akan ada yang berani menyentuh keluarga kita, bahkan jika dia adalah seorang raja!!" Tegas Adelia sembari terus berjalan dengan penuh percaya diri.
Di kehidupan sebelumnya, Dia adalah seorang jenderal yang bahkan Raja pun tidak bisa memerintahnya, Raja dipilih hanya berdasarkan keturunan, tetapi dia yang adalah seorang jenderal dipilih berdasarkan kemampuan dan kekuatan.
Oleh sebab itu, orang-orang lebih segan terhadap dirinya yang adalah jenderal daripada terhadap raja yang memerintah seluruh benua Padang Utara.
Tetapi Denrian dan Merinika yang melihat putrinya, mereka sangat cemas akan perubahan Putri mereka yang sangat drastis.
Jadi mereka dengan was-was berjalan di tengah kota hingga mereka akhirnya keluar dari kota.
Ketika keluar dari kota, barulah kedua orang itu merasa lega, sebab tidak ada lagi yang memperhatikan mereka, karena jalanan ke desa mereka begitu sepi.
"Adelia, ibu membawa beberapa potong roti, sebaiknya kita istirahat sebentar untuk makan," ucap Merinika yang cemas Jika saja putrinya kelelahan.
Adelia langsung menganggukkan kepalanya,sebab dia pikir kedua orang tuanya juga sangat lelah berjalan melintasi kota, oleh sebab itu, mereka memilih sebuah pohon rindang dan berteduh di bawahnya sambil membuka makanan mereka.
Sembari makan, Adelia bersandar di batang pohon sembari berpikir, 'tubuh gadis ini sangat lemah, aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku, bahkan tadi ketika aku melompat dari punggung, aku merasa begitu sesak dan lelah.
'Aku harus mencari cara untuk meningkatkan kekuatan fisik tubuh ini, tapi di benua Padang Selatan ini, sangat sulit mendapatkan ramuan yang bisa meningkatkan kekuatan fisik.' Pikir Adelia.
Meski Adelia dulunya tinggal di benua Padang Utara, tetapi dia juga memiliki mata-mata yang tersebar di ketiga benua lainnya, sehingga dia mengetahui banyak hal di benua-benua lainnya selain di benua Padang Utara.
Perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan panjang memikirkan kesialannya terlahir kembali di benua yang begitu miskin akan bahan obat.
Tapi belum selesai menghela nafas panjangnya, mereka bertiga dikejutkan oleh datangnya segerombolan pria yang tampak seperti perampok.
"Ha ha ha...!! Di sini ada gadis cantik, sangat cocok untuk menjadi istri ke-30 Tuan kita!!!" Ucap salah seorang pria sembari memandang Adelia dengan mata berbinar-binarnya.
"Benar sekali, Tuan kita pasti sangat senang kalau kita membawakan gadis cantik ini padanya!!" Ucap salah seorang yang lain langsung membuat Merinika memeluk erat putrinya.
"Tidak!!! Putriku tidak akan menikah dengan siapapun!!" Tegas Merinika dengan rasa cemas memenuhi seluruh pikirannya melihat suaminya yang kini berdiri di depan mereka, pria itu bertindak sebagai tameng untuk melindungi kedua perempuan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
heran...udah tau masih lemah tp tetap sombong..
2024-04-03
2
Nf@. Conan 😎
sharusnya anak umur 12 thun ntuh msih anak2, kesannya tua bget klau blang nya wanita
2023-11-04
2
Afika Fika Yesy
siapa tdk heran coba anak usia 12thn,,ngomongin status jendral pasti bingunglah ortunya
2023-01-30
0