Satu jam berlalu mata Berliana masih belum terpejam, sedangkan tangan kekar Keenan terus saja memeluknya dengan erat. Bahka kepala Keenan sangat menempel di dada Berliana seolah dadanya menjadi batal untuk Keenan.
Berliana menoleh ke arah nakas dilihatnya pistol Keenan di sana. Berliana perlahan mengangkat tangannya untuk meraih pistol tersebut dan berhasil mendapatkannya dengan tangannya.
Berliana dengan cepat mengarahkan pistol itu ke arah kening Keenan yang masih terpejam. Jika pun ia harus menjadi seorang pembunuh untuk lari dari cengkraman Keenan mungkin tak apa-apa pikirnya.
Saat Berliana menarik pelatuknya tiba-tiba Keenan membuka kedua matanya. Pandangan mereka saling bertemu dan mengunci. Berliana menatap Keenan dengan perasaan benci yang teramat sedangkan Keenan entah apa yang ada di pikirannya kala melihat Berliana seakan ada rasa yang sulit didefinisikan.
Berliana mencoba menarik pelatuknya ingin menembak Keenan. Betapa terkejutnya ia kala tahu pistol tersebut tidak ada pelurunya. Keenan tersenyum sinis ia tak menyangka gadis dihadapannya kini dengan berani ingin membunuhnya.
"Kau ingin membunuhku rupanya." ucap Keenan dingin dengan cepat ia meraih pistol ditangan Berliana. Ia kemudian mengarahkan ke wajah Berliana.
"Pistol ini awalnya berisi tiga peluru, namun sudah ku pakai dua itu artinya masih tersisa satu peluru lagi." Keenan berkata dengan santainya sedangkan Berliana sudah ketakutan setengah mati karena dengan berani ingin membunuh Keenan.
"Maafkan aku." ucap Berliana terbata-bata ia begitu takut saat ini melihat Keenan mengarahkan senjata ke arahnya.
"Kau memang harus dihukum !" Keenan menarik pelatuknya ke arah Berliana hingga terjadilah suara tembakan itu.
Dor
"Aaaaaaa"
Berliana memekik ketakutan saat mendengar suara tembakan yang begitu menakutkan di telinganya. Ia pikir Keenan akan menembak dirinya, ternyata tembakan itu Keenan melesat ke kepala ranjang.
Tubuh Berliana diam mematung tangannya bergetar hebat dan nafasnya naik turun setelah barusan Keenan hampir saja menembaknya.
"Sudah ku katakan, kau akan di tanganku, bukan saat ini tapi nanti." ucap Keenan dengan suara beratnya.
Berliana syok dengan kejadian barusan pandangan matanya tiba-tiba menggelap dan ia jatuh pingsan di atas ranjang. Keenan menarik sudut bibirnya saat Berliana tak sadarkan diri. Ia kemudian melemparkan pistol ditangannya dan kembali merebahkan diri di samping Berliana.
"Menyusahkan saja !" ucap Keenan memeluk tubuh Berliana kembali
Keenan pun memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Berliana kembali dan kemudian dua insan tersebut tidur bersama hingga menjelang pagi.
.... ...
Suara dering ponsel membangunkan Berliana, ia kemudian menatap wajah lelaki di hadapannya yang sedang memeluk tubuhnya. Wajah tampan lelaki itu begitu sangat mempesona dan sudah dipastikan idaman para kaum hawa.
"Ana." ucap Keenan tanpa sadar dihadapan Berliana.
Berliana mengernyitkan dahinya saat Keenan menyebutkan nama itu. Bagi Berliana nama Ana merupakan panggilan khusus dari Kakaknya.
"Jangan pergi lagi, gadis sepatu merah." Keenan terus mengigau membuat Berliana seakan penasaran pada lelaki dihadapannya kini.
Tak lama tangan kekar Keenan tiba-tiba menelusup masuk ke dalam pakaian yang dikenakan Berliana. Keenan me.re.mas dada Berliana hingga Berliana memekik sekaligus merasakan seperti tersengat aliran listrik.
"Aaaaaa"
Keenan membuka matanya dilihatnya gadis di hadapannya kini sudah bangun dari pingsan dan tidurnya. Keenan tersenyum jahat tanpa aba-aba Keenan langsung mencium bibir Berliana.
Awalnya Berliana meronta dan menolak tapi Berliana merasakan ciuman yang diberikan oleh Keenan begitu lembut dan memabukkan hingga Berliana terbuai.
Keenan berhasil membuka mulut Berliana ia mengeksplor lidah Berliana dan dua tangannya masih terus bermain di dua gunung kenyal itu.
"Aku akan memberikanmu hukuman atas tindakanmu semalam !" ucap Keenan dingin hingga Berlina membulatkan kedua matanya.
Srek
Pakaian yang dikenakan Berliana terbelah dua menampilkan dua gunung yang begitu indah dan menantang. Dengan cepat Keenan mer.emasnya dan memainkannya melepaskan Bra hitam itu menyedot pucuknya layaknya seorang bayi yang sedang men.yusu pada Ibunya.
"Aaahhh..hen..tikan" Berliana memukul-mukul bahu Keenan saat dadanya dihi.sap oleh Keenan.
Keenan kemudian merobek paksa kain penutup yang tipis dikenakan oleh Berliana menariknya dan membenamkan kepalanya di sana.
"Nikmati saja, wahai Ja.la.ng terhormatku." ucap Keenan dengan santainya ia melebarkan kaki Berliana dan menahannya memainkan inti Berliana dengan lidahnya. Ia menggigit, menye.sap dan menyapu inti Berliana hingga Berliana meracau dan men.de.sah tak karuan.
"Aaahhh...hen..tikan..aaahhh"
Keenan terus saja memainkannya hingga dua jarinya melesak masuk di sana mengobrak abriknya dengan cepat hingga Berliana menjerit entah Berliana harus bagaimana mengungkapkannya.
"Aaaaaahhhh" Berliana berteriak panjang saat mendapatkan pelepasannya tubuhnya seakan lemas tak berdaya.
Keenan dengan cepat melepaskan pakaian yang digunakannya ia menggesek-gesekkan miliknya ke inti Berliana hinga miliknya masuk ke dalam milik Berliana dengan satu hentakan kuat yang membuat Berliana memekik dan menangis sejadi-jadinya.
"Aaaaaaa...sakiiiiitt" Berliana berteriak kesakitan seakan intinya terobek terasa sesak, penuh dan perih.
Keenan merasakan cairan berupa selaput darah mengalir di intinya, ia membelalakkan matanya saat tahu jika Berliana ternyata gadis yang masih suci.
"Aaaaa...sakit tolong lepaskan" pinta Berliana memohon pada Keenan.
Namun kepalang tanggung Keenan tak mungkin mencabut miliknya yang sudah masuk ke dalam rasanya seperti dipijat-pijat karena merasakan keperawanan milik Berliana.
Keenan tak menghentikan aksinya ia kemudian memompa miliknya dengan pelan hingga Berliana terus menangis namun tangisan itu entah kenapa berubah menjadi sebuah de.sa.han yang membuah Keenan bersemangat untuk melakukan lebih.
"Aaahhhh aaahhh"
"Ooh...kau nikmat sekali Berliana aaaaahhh"
"Aaaahh aaahh aaahhh"
Hingga hentakan terakhir itu Keenan lakukan dengan kuat karena miliknya telah menyemburkan lava pijarnya. Keenan menyemburkannya ke dalam-dalam hingga menembus rahim Berliana.
Di lihatnya Berliana kembali jatuh pingsan setelah permainan itu. Keenan mencabut miliknya ia merasa bersalah pada Berliana saat melihat darah perawan bercampur cairan miliknya di atas sprei.
Keenan menyesal karena sudah menganggap Berliana bukan gadis yang suci dan menyebutnya seorang ja.la.ng. Keenan mengusap kasar wajahnya kemudian ia turun dari atas ranjang dalam ke adaan polos.
Keenan menyelimuti tubuh polos Berliana yang terdapat banyak bekas kiss mark yang ia lakukan. Hatinya tiba-tiba berdenyut nyeri melihat itu.
"Apa yang aku lakukan !" Keenan menjambak rambutnya kemudian ia bergegas masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya.
Ia mengguyur tubuhnya dibawah pancuran shower sekelebat bayangan barusan saat ia meniduri Berliana terus menubruk pikirannya.
"Berliana, namamu memang seperti Berlian." ucap Keenan setelah keluar dari kamar mandi yang masih mengenakan handuk melilit di pinggangnya ia menatap Berliana yang masih terlelap dalam tidurnya akibat kelelahan setelah Keenan menidurinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi ya ditunggu thor keen kamu udah buat berliana kecewa
2022-09-01
1
Ela
sekarang mah ga tiba2 ya,selalu ku tunggu kelanjutannya
2022-09-01
2
Uni Rasid
lanjut up thor
2022-09-01
1