Pertemuan itu memberikan sebuah pemahaman baru untuk setiap partisipan. Voran yang sebelumnya tak sering berbicara mulai menunjukkan perbedaan bahkan dia lebih sering berbicara dan mengatakan sesuatu yang lebih berharga daripada sebelum-sebelumnya.
Perubahan ini membuat Veus dan Fasuk senang. Mereka membutuhkan seorang Raja yang tak hanya pandai dalam bertempur saja, tapi juga seorang Raja yang mampu mengendalikan setiap hal yang ada dalam genggamannya. Mereka berdua juga tak mempersulit Voran.
Saat pertemuan itu mendekati akhir, mereka berdua memberikan sebuah isyarat di mana mereka ingin berbicara secara pribadi dengan Voran yang mana hal itu terjadi saat ini di mana Voran, Veus, dan Fasuk berada di sebuah ruangan tertutup.
“Maafkan keegoisan kami, Yang Mulia. Kami tidak bisa membicarakan hal penting ini dalam rapat pertemuan karena ada beberapa hal yang terkait dengan para bangsawan kerajaan. Jadi, kami hanya bisa meminta hal ini. Masalah yang ingin kami bicarakan cukup sensitif dan tidak boleh terdengar oleh orang lain,” ucap Fasuk dengan nada serius dan dia juga menunjukkan raut wajah yang sangat seriud berbeda dari beberapa saat lalu.
Veus yang berada di sampingnya juga menampilkan raut wajah serupa. Pemandangan itu membuat Voran tertarik karena dua Pilar Kerajaan memasang wajah cemas dan serius. Dari hal ini, dia bisa merasakan ada sesuatu yang akan mengguncang kerajaan.
Voran berpikir bila apa yang akan mereka sampaikan itu mirip dengan apa yang dia pikirkan. Bangsawan kerajaan merupakan lintah yang akan terus menghisap hingga korbannya kering.
“Katakan saja, aku jadi penasaran dengan apa yang hendak kalian sampaikan. Bahkan, kalian sampai repot-repot untuk merahasiakannya dari mereka. Tentu saja aku akan penasaran dan tertarik, jadi katakan saja apa yang terjadi?” tanya Voran dengan serius, dia menantikannya.
Di waktu bersamaan dia juga memikirkan tindakan seperti apa yang harus dia lakukan setelah mengetahui hal itu. Apa dia harus kejam? Membiarkannya serta memaafkannya dan memberi mereka kesempatan? Melepaskan mereka dan tidak memperbolehkan mereka kembali? Dia memikirkannya dengan masak-masak.
Voran tidak ragu untuk mengatakan jika dia tidak bisa mengambil keputusan selayaknya mereka yang memiliki kekuasaan. Selama dia hidup, dia sudah melewati beberapa peluang besar karena ketakutannya akan sebuah keputusan.
Kali ini dia tidak akan melewatinya, tapi tindakan seperti itu pastinya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia menenangkan batinnya yang cukup kacau saat pikirannya mencoba mengajaknya mengambil keputusan besar.
Meski pikirannya sudah menetap pada satu keputusan. Batinnya masih belum bisa menunjukkan sisi yang sama dengan pikirannya. Oleh sebab itu, dia menjadi sedikit tidak tenang sejak beberapa saat lalu.
Beruntungnya, mereka berdua tak melihat hal itu. Fasuk dan Veus menyatakan apa yang terjadi pada kerajaan semenjak Voran tak sadarkan diri.
Salah satu kerajaan yang berbatasan langsung dengan Kerajaan Salauster telah melakukan sebuah tindakan pelecehan terhadap kerajaannya.
Mereka menyerang salah satu wilayah dan mencoba untuk merenggutnya. Beruntungnya, Veus mampu mengendalikan dan menahan gerakan mereka hingga mereka tidak dapat keluar dari wilayahnya dan dipaksa untuk bertahan dan mengundurkan diri dari medan perang.
Begitu Voran mendengar kejadian tersebut, dia segera meminta sebuah peta yang menggambarkan keadaan wilayahnya. Enam wilayah yang dia miliki memang menjadi sebuah perbatasan sesuai dengan arah mata angin di mana dua menjadi area ibukota, dan empat area perbatasan.
Mereka yang melecehkan kerajaannya berasal dari utara, dan kekuatannya tidak terlalu lemah atau kuat. Sehingga akan sulit untuk berurusan dengannya. Voran menggenggam peta itu erat-erat dan dia juga menggenggam sebuah gulungan dokumen tentang setiap kerajaan yang berbatasan dengan kerajaannya.
“Jenderal Veus dan Menteri Fasuk. Hanya inikah informasi yang kita miliki? Ini sangat tidak memadai dan begitu buruk.” Voran sedikit mengerutkan dahinya setelah membaca informasi kekuatan masing-masing kerajaan yang masih kurang komprehensif. Dia merasa perlu membangun badan intelijen untuk memantau dan menyaring segala informasi baik di dalam kerajaan dan luar kerajaan.
Veus membahas masalah tentang Kerajaan Arannor yang melecehkan perbatasan utara kerajaan. Dia menjelaskan situasi di medan perang di mana setiap prajurit musuh memiliki kultivasi pada tahap 0-7 yang mana kekuatannya berada di bawah kerajaannya. Namun, mereka memiliki beberapa ahli yang membuat situasi menjadi lebih buruk.
Jauh dari itu, setiap ahli yang bekerja untuk mereka memiliki dukungan tersendiri yang entah bagaimana ikut mengacau di medan perang dan membuat mereka bisa lolos dari kehancuran.
“Kerajaan Arannor, kerajaan kecil dengan empat wilayah yang mencakup luas 10.000 km. Jumlah pasukan mereka tidak lebih dari 50.000 prajurit. Sebagian besar dari para prajurit berada pada tahap 0-7 dan menguasai keterampilan yang hampir mirip. Mereka memiliki keunggulan dalam infanteri dan memiliki persenjataan yang cukup baik. Selain itu mereka memiliki seorang Jenderal yang terkenal dengan kemampuannya dalam memerintah ataupun kekuatan individunya dan juga mereka memiliki dukungan dari beberapa faksi tak biasa.” Veus menjelaskan kekuatan yang dimiliki oleh Kerajaan Arannor yang berbatasan dengan Kerajaan Salauster di sisi utara.
Voran sedikit termenung setelah mendengarnya. Kekuatan musuh tidak terlalu besar, tapi mereka mampu memberikan ancaman yang menakutkan.
Di sisi lain, Fasuk dan Voran menduga jika semua ini terkait dengan faksi misterius yang memberikan dukungan pada kerajaan ini.
Voran mendengarkannya dengan seksama dan memperhatikan masing-masing kerajaan yang berbatasan langsung dengan kerajaannya dan berpikir jika salah satu dari mereka memberikan dukungan pada Kerajaan Arannor untuk menghancurkan kerajaannya.
Benaknya berkecamuk saat memikirkannya dan amarah terpancar dari sorot matanya ketika dia menatap informasi keempat kerajaan tersebut. Namun, dia tidak bisa menunjukkannya dan harus menyimpannya rapat-rapat.
Dari pertemuan sebelumnya, Voran sudah mendapatkan beberapa pemahaman baru tentang kerajaan dan masalah yang ada di dalamnya.
Akan tetapi, saat ini ia malah menemukan suatu berita yang mengejutkan. Perbatasan dilecehkan oleh musuh yang disinyalir memiliki dukungan dari faksi tertentu. Ia tidak mengharapkan hal semacam ini.
Di dalam ruangan hening itu, Fasuk dan Veus menatap Voran dengan sorot mata hening serta tajam. Mereka berdua menantikan sikap seperti apa yang akan Voran tunjukkan terhadap situasi yang cukup mendesak juga berbahaya ini.
“Kalian berdua pasti tahu betapa buruknya keadaan kita saat ini? Mereka yang memiliki peranan di dalam kerajaan ini sama sekali tidak berguna dan aku merasa perlu melakukan perubahan besar-besaran,” ucap Voran tiba-tiba.
Bukannya membahas masalah yang ada di perbatasan. Ia malah mengusulkan sebuah reformasi yang akan mengubah segala hal di kerajaan. Tentunya hal ini menangkap kelengahan kedua pejabat penting kerajaan.
“Namun, aku tidak bisa melakukannya secara langsung karena hal itu akan mematikan kerajaan dalam sekejap mata. Jadi, aku perlu kalian berdua untuk merekomendasikan orang yang tepat dan mengerti jelas tentang tugas yang akan mereka emban. Satu hal lainnya yang menurutku perlu untuk segera dilakukan, yakni membangun badan intelijen yang komprehensif.”
Awalnya Fasuk dan Veus hendak menentang perubahan tersebut karena situasi kerajaan tidak memungkinkan untuk mereka melakukan gerakan pengubah yang mengguncangkan struktur pemerintahan saat ini.
Akan tetapi, setelah mendengar hingga akhir Veus hanya tersenyum. Dia tidak berpikir itu hal buruk, dan dia merasa akan banyak membantu bila membangun badan intelijen daripada yang saat ini ada.
Sedangkan Fasuk merasa tidak nyaman dengan kata-kata Voran yang ingin memecat semua petinggi dan menggantinya. Ya, dia tahu jika sebagian besar dari mereka tidak berguna. Namun, tetap saja mereka sudah melakukan semua yang mereka bisa untuk membuat situasi di kerajaan menjadi lebih baik.
“Fasuk, kirimlah seorang diplomat dan cobalah untuk membangun hubungan baik dengan Kerajaan Elaydric di selatan. Kita harus membuatnya menjadi sebuah sekutu yang bisa memberikan bantuan, paling tidak untuk menghentikan serangan dari Kerajaan Sevaeni di Barat. Dari keempat kerajaan yang berbatasan langsung dengan kita, Kerajaan Seaveni-lah yang paling kuat dan berbahaya. Sedang tiga kerajaan lainnya tidak terlalu jauh dari kita. Jika kita ingin berkembang maka kita harus mengambil dua dari tiga kerajaan itu dan menjadikan salah satu darinya menjadi sekutu, lalu menghabisi Kerajaan Sevaeni!!”
Fasuk dan Veus terkejut diam saat mendengar ucapan Voran. Mereka terkejut dan tak bisa berkata-kata.
Perkataan Voran terlalu baik dan mereka merasa bila Voran tidak mungkin mengucapkan sesuatu seperti itu.
Dalam pertemuan saja, dia hanya diam dan tak melakukan apa-apa kecuali mendengarkan. Mereka termenung untuk beberapa detik sebelum kembali ke kenyataan dan memiliki sebuah senyum yang tidak biasa.
“Baik, Yang Mulia. Serahkan itu padaku, aku memiliki seseorang yang cukup mampu di bidang ini. Aku akan menugaskannya dan mempercayakan masalah ini padanya,” jawab Fasuk.
Fasuk begitu senang dengan perubahan yang terjadi pada Voran. Sebuah rencana untuk melakukan sebuah pendekatan yang berbeda pada beberapa kerajaan di sekitarnya, merupakan langkah yang baik.
Veus bisa merasakan ambisi yang dimiliki oleh Voran saat mendengar ucapan tadi. Secara kultivasi Voran masih di bawah dan tidak cukup baik. Namun, itu tidak berarti buruk karena seorang Raja tidak akan selalu berada di medan perang, apalagi memimpin seluruh pasukan.
“Baguslah. Aku mempercayaimu Bernan Fasuk selayaknya Ayahandaku mempercayaimu.” Voran menatapnya lekat-lekat dan mengutarakan apa yang ingin dia katakan sejak awal.
Voran perlu melakukan hal ini untuk menenangkan mereka berdua yang pastinya terkejut dengan perubahan yang akan dia lakukan dan sedang dia kerjakan. Mungkin terkesan aneh bagaimana bisa seseorang yang berpindah dunia langsung merombak segala hal yang ada di depannya, jadi dia melakukannya secara perlahan-lahan dan merombaknya dari titik tervital dan terpenting dahulu.
Voran terlalu banyak membaca literasi tentang kejadian semacam ini dan dia melakukan sesuai dengan apa yang ada di dalam literasi tersebut.
Tentu saja, dia melakukannya dengan versinya sendiri. Dia memikirkan beberapa hal lainnya saat menatap ke arah Veus. Militer bukan tempat yang mudah untuk dirubah, jadi dia berhati-hati dalam melakukannya.
Voran perlu mengetahui semua hal yang ada di militer terlebih dahulu sebelum bertindak, terutama mereka yang memiliki posisi tertinggi. Satu hal lainnya, dia perlu bertemu dengan Pilar Kerajaan terakhir yang belum dia temui.
“Militer kita terdiri dari tiga tipe pasukan, infanteri, pemanah, dan kavaleri dengan total pasukan berjumlah 75.000 prajurit dan mereka berada pada tahap 0-7. Kita juga memiliki beberapa jenderal muda ataupun letnan yang berpotensi menjadi jenderal. Yang Mulia tidak perlu terlalu khawatir dengan masalah ini. Jika memang Yang Mulia ingin mereformasinya, aku akan membantu Yang Mulia.” Veus menjelaskan kekuatan yang ada pada tangannya dan memberikan dukungan penuh pada keputusan yang akan Voran buat.
Hari itu juga, sebuah kabar yang mengejutkan tersiar di seluruh Kerajaan Salauster dimana akan dihelat sebuah pencarian bakat. Sebuah acara yang tidak pernah ada sebelumnya dan membawa antusiasme tersendiri untuk seluruh rakyat. Mereka yang memiliki bakat dan mendengarnya pun bergegas menuju ke Ibukota Kerajaan Salauster, Kota Higgster.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments