Saat Voran mendengar jawaban dari Stuart, ia menutup matanya. Mereka berhadap-hadapan langsung dan hanya terpisah oleh sebuah meja.
Di luar ruangan itu ada beberapa penjaga, termasuk Gris Hainz. Di samping Voran ada sebuah pedang yang dapat ia gapai dalam beberapa detik saja, sehingga ia tidak terlalu khawatir bila ada bahaya.
Meski Stuart bukan pria yang berbahaya. Voran selalu mengutamakan keselamatannya, apalagi dunia yang kini ia tinggali sangatlah berbeda.
Penolakan yang Stuart lakukan memang tidak menyenangkan, sehingga membuat Voran berpikir untuk memaksanya. Namun, apa dia memang harus memaksanya?
Voran tahu jika dia melakukan sesuatu yang berlebihan pada Stuart pasti hanya akan membawa dampak yang tidak baik. Dia berhati-hati saat ini karena keinginannya untuk membuat Stuart menjadi bawahannya sangat tinggi.
Meski pria itu tidak banyak berbicara, Voran bisa merasakan kepandaian pria itu bukan hanya sekadar omong kosong belaka.
“Yang Mulia ingin aku menjadi seorang pemimpin Departemen Intelijen? Bukankah Yang Mulia merasa itu tidak pantas? Aku hanya orang biasa dan bukan bangsawan. Kemampuanku juga tidak terlalu banyak, lantas apakah pantas posisi itu Yang Mulia berikan pada orang ini?”
Stuart tidak merasa penunjukan yang dilakukan oleh Voran itu merupakan hal yang bijak. Selain itu, dia tahu betul jika banyak keluarga bangsawan yang memegang posisi di pemerintahan dimana hal ini hanya akan semakin membuat situasi menjadi sangat runyam.
“Ya, kau tidak salah dengar, Stuart. Memang seperti itu adanya. Para Bangsawan masih menjadi bagian terpenting di Kerajaan Salauster untuk saat ini. Meski mereka berguna, mereka juga masalah tersembunyi yang harus aku singkirkan sedini mungkin. Oleh sebab itu, aku membutuhkan orang-orang berbakat untuk membantuku mengubah kerajaan ini. Kau pasti sudah tahu bagaimana keadaan kerajaan setelah perang waktu itu. Tidak perlu bagiku menjelaskannya.” Voran memberikan sebuah tatapan mata yang menentu saat mengatakan hal tersebut.
Mendengar ucapan tersebut, Stuart tidak dapat membalasnya dan dia terdiam seketika. Sungguh perasaan yang dia miliki saat ini begitu kacau dan dia tidak bisa menolak atau menerimanya. Setiap pilihan memiliki risiko dan dia memikirkannya baik-baik.
Stuart tidak bisa menolaknya karena tawaran itu diberikan langsung oleh Raja. Selain itu, dia merasa rencana yang ditawarkan cukuplah baik. Di sisi lain, jika dia menerimanya, ia merasa bila masalah yang ada saat ini hanya akan menjadi semakin runyam.
Ada banyak arus tersembunyi di kerajaan dan dia tahu sebagian dari masalah tersebut. Hal inilah yang membuat dia berpikir hati-hati dalam mengambil tawaran tersebut.
Voran diam dan dia hanya menatap Stuart dalam waktu yang lama. Dia tidak tahu apakah Stuart akan menerima tawarannya atau tidak. Namun, bertemu dengannya sudah memberikan keuntungan tersendiri.
Dari pertemuan inilah, di kemudian hari sebuah departemen intelijen yang kokoh akan terbentuk dan pengaruhnya sangat luas.
Pertemuan itu tak berlangsung lama. Dari pertemuan itu Voran mendapatkan beberapa hal yang cukup membantunya.
Voran merasa bila kerajaan ini tidak sebaik yang terlihat di permukaan. Ada terlalu banyak hal buruk yang sedang melintas di area gelap. Meski hanya mendengar dari satu sisi dan dari sisi lain. Voran menyimpulkan satu hal kecil.
Memanglah benar jika dia membutuhkan sebuah kelompok intelijen yang akan memberikan berbagai macam informasi yang detail padanya. Selain itu, dia jua harus menjadi pemimpin mutlak dan langsung dari kelompok itu.
Tidak mungkin baginya untuk tidak mengubah struktur pemerintahan. Pertemuannya dengan Stuart memberikan sebuah ide sekaligus membuatnya mengerti jika keberadaan para Bangsawan di kerajaannya tidak memberikan keuntungan.
Bahkan, mereka menyebabkan banyak masalah yang merugikan. Oleh karena itu, dia tidak dapat menolerir keberadaan mereka.
Hanya saja dia tidak bisa secara langsung menunjukkan ketidaksukaannya ataupun memberikan sebuah perintah langsung untuk menghancurkan setiap Bangsawan tersebut.
Perlahan-lahan dia mulai menyusun rencana yang tepat untuk menghapus keberadaan mereka, tindakan itu harus samar tapi juga akan memberikan mereka sebuah kemewahan tersendiri.
Voran tidak bisa tidak memikirkan konfliknya dengan Kerajaan Arannor saat ia sedang memikirkan masalah di kerajaannya.
Walaupun kekuatan militer Kerajaan Arannor tidak lemah, mereka juga tidak kuat. Dari sudut lain mereka memiliki kekuatan lain, oleh karenanya Voran tidak bisa secara asal menggunakan perintah militer dalam menghadapi mereka.
Selain itu, kurangnya informasi mengenai kerajaan tersebut menjadi kerugian serta kekurangannya. Dia benar-benar membutuhkan segala informasi terkait kerajaan tersebut.
“Ah … sial sekali!! Kenapa kelompok intelijen kerajaan ini begitu buruk? Apakah tidak ada yang sadar jika informasi bisa menjadi sebuah kartu mematikan? Ini membuatku kesal” gerutu Voran.
“Aku juga tidak bisa mengubah apapun di tempat ini sesuai kehendakku selama para Bangsawan itu masih bercokol di tempat ini. Aku harus segera menghilangkan benih-benih yang bisa membawa kerajaan ini hancur secepat mungkin. Meski mereka sudah mengakar cukup lama, mereka masih bisa aku hancurkan!!”
Voran sangat bertekad untuk menghilangkan ancaman-ancaman tersebut.
Voran mendapatkan ide setelah menghubungkan konflik antara kerajaannya dengan Kerajaan Arannor serta kepentingannya dalam membangun ulang kerajaannya.
Akan tetapi, ia tidak bisa mengeksekusinya langsung. Ia masih membutuhkan pendapat serta pandangan bawahan terpercayanya.
Oleh karena itu, dia memanggil Veus dan Fasuk, tentu saja dia juga melibatkan Stuart. Seharusnya dia juga memanggil Pilar Kerajaan terakhir, sayangnya pria itu belum keluar dari tempatnya, dan Voran tidak memiliki keinginan untuk mengganggunya.
Voran mengerti dan sudah mendengar jika pria tersebut merupakan Kultivator terkuat dan tertinggi yang dimiliki oleh Kerajaan. Hanya saja dia memiliki sikap yang sangat berbeda dengan dua pilar lainnya. Bisa dikatakan dia lebih mementingkan dirinya sendiri terutama dalam hal budidaya atau kultivasi.
Oleh karenanya, Voran tidak mengganggu pria itu dan membiarkannya melakukan apapun yang dia sukai, termasuk memperkuat dirinya sendiri. Toh, pada akhirnya dia juga yang akan diuntungkan.
Voran mengumpulkan mereka bertiga dan menjelaskan rencananya dengan rinci untuk mengubah keadaan dan status Kerajaan Salauster. Namun, dia juga menunda rencananya hingga diplomat yang dia kirim kembali serta melaporkan jawaban dari Kerajaan Elaydric. Voran tidak bisa bergerak sebelum mendengar kabar dari diplomat.
Mengantisipasi kegagalan dari rencananya, Voran membuat rencana cadangan, tapi untuk membuatnya dia perlu mengetahui bagaimana sikap Kerajaan Elaydric terhadap kerajaannya.
Jika dia ingin memulai rencana itu, dia perlu tahu bagaimana situasi kerajaan lain. Dengan begitu semuanya akan berjalan lebih cepat dan aman. Pergerakannya akan menjadi buruk jika dia buta akan sekitarnya. Rencana yang matang memerlukan persiapan yang matang juga.
Voran menjelaskan rencana yang telah dia buat kepada mereka bertiga. Menarik beberapa kekuatan di sekitar kerajaan dan menjadikan mereka sekutu selagi melakukan balas dendam kepada Kerajaan Arannor.
Dia juga memberitahu mereka jika dia tidak akan melakukan sabotase terhadap Kerajaan Arannor karena ketidaktahuannya akan situasi di kerajaan lainnya. Jadi, dia meminta mereka untuk meningkatkan kesiagaan kerajaan serta keamanannya.
Tidak hanya rencana untuk melawan Kerajaan saja, tapi Voran juga menunjukkan rencananya terhadap kekuatan Bangsawan yang terus membuat ulah di kerajaannya.
“Apakah kalian mengerti apa yang ingin aku capai dari rencana ini? Sekutu dan musuh perlu diperjelas agar mempermudah kita. Akan lebih bagus jika kita bisa membuat yang lainnya saling membunuh,” ucap Voran dengan sorot mata tajam dan dinginnya yang disertai dengan senyum menakutkan di wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 74 Episodes
Comments