setelah lama terbang mereka akhirnya turun lalu masuk kesebuah Gua. Disana Ares diajarkan cara-cara membangkitkan Sirkuit Mana dan Metode Penyerapan Mana yang ada di keluarga Dunkenheit.
mereka berdua berdiskusi selama 30 menit hingga akhirnya memutuskan untuk membuka sirkuit Mana Ares.
"Baiklah apa kau sudah siap?."
Ares mengangguk pelan"Siap Kek!."Ares memberikan jawaban dengan wajah penuh kesiapan.
Ares duduk silang sementara kakeknya duduk dibelakang sambil menempelkan tangannya dibelakang.
"Ini seperti apa yang kita bicarakan tadi, ingat!?."tanya Kakeknya memastikan, Ares Mengangguk pelan"Ingat kek!."Seru Ares.
"Baiklah mari kita mulai!."
Kakeknya mulai mengalirkan Mana dalam Jumlah Besar kedalam tubuhnya, Ares merasakan sesuatu masuk dan mengalir kedalam tubuhnya.
[ Stat Magic meningkat 1! ]
Ares sama sekali tidak menghiraukan notifikasi System dan fokus ketubuhnya sekarang.
Ares mengalirkan Mana itu kesemua aliran pembuluh darah dan terus dia lakukan selama beberapa jam, Kakeknya melepaskan tangannya dan memperhitungkannya.
'Hmmm.... Sudah kuduga dia jenius, ia bisa mengalirkan Mana dalam besar dengan mudah, Padahal anak-anak diusianya mungkin tidak akan kuat menahan Mana sebesar itu.'Batin Richard.
Sudah beberapa bulan terakhir Richard memperhatikan Gerak-gerik Ares dan mengajarkan Seni Pedang Keluarga Dunkenheit, Ia amat pintar dan memiliki tubuh yang kuat.
Itu terbukti karena Ares pernah Sparring bersama dengannya, ia memang tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya namun itu tidak cukup untuk menekan Ares, Ia juga mempunyai stamina yang luar biasa dan ini terbukti ketika Ares berhasil melakukan Gerakan, Menusuk, menebas, memotong, menusuk, menarik dan memutar sebanyak 15.000x selama 3 bulan dan ia melakukan setiap hari.
Richard menyingkirkan semua pikiran-pikiran liar itu dan fokus untuk membuka Sirkuit Mana Cucunya ini.
"setelah kau berhasil dan mengingat semuanya, Serap Mana yang berasal dari luar lalu remas dan padatkan sepadat mungkin."Tutur Richard.
Ares lalu mengikuti instruksi dari kakeknya, ia mulai menyerap Mana dari luar tubuhnya lalu mengolahnya dan memadatkannya.
"Lalu kau alirkan itu kedalam jantung mu."
Ares sedikit demi sedikit mengalirkan Mana yang sudah dipadatkan itu masuk kedalam Jantung.
"Setelah kau berhasil mengalirkan kedalam Jantung lalu kau padatkan kembali sampai berbentuk Bintang."
'Ugh ini benar-benar menghabiskan stamina yang kumiliki.'Batin Ares.
Ia lalu memadatkannya kembali dan proses itu berlangsung selama 2 hari. selama dua hari itu Richard terus memperhatikan Ares.
Ares dipenuhi oleh keringat disekujur tubuhnya, Proses ini cukup menguras mental dan stamina.
jika bukan karena stat Staminanya yang Menyentuh angka dua puluh ribu lebih mungkin sekarang ia sedang berbaring dikasur sambil membaca buku.
"Kau tunggu lah disini, aku akan keluar mencari udara segar."Richard lalu keluar dari Gua dan Ares ditinggal sendirian.
"Hooammm..... Ini cukup menarik yang kuduga, Aku tidak menyangka cucuku akan bisa membuka sirkuit Mana dalam waktu singkat."Richard lalu Menarik Pedangnya.
Richard melirik kearah Pepohonan yang dipenuh salju lalu Tersenyum tipis dan mengarahkannya Pedangnya kesalah satu pohon.
"Sampai kapan kau mau bersembunyi?."Richard bersiap menyerang dan beberapa saat kemudian terdapat sebuah makhluk kecil berwarna merah yang mempunyai tanduk dan sayap seperti kelelawar.
Richard mengetahui makhluk yang ada didepannya ada Devil yang merupakan Demon King, Makhluk ini dikenal sebagai Imp.
"Kekekeke..... seperti yang diduga oleh Penguasa wilayah Utara, kau bisa mengetahui keberadaan dalam waktu singkat kekekek...."
Richard mengeraskan Rahangnya"Cukup basa-basinya beritahu apa maksud kesini!."Richard masih memasang Kuda-kuda Menyerang.
Imp itu terkekeh geli"kekekek.... baiklah jika itu maumu, Aku kesini seperti sebelumnya, Bergabunglah dengan kami! Tidak ada gunanya Manusia sehebat kau berada di lingkaran orang-orang lemah seperti mereka. Dengan kekuatan kami sekarang aku akan menjanjikan kekuatan, keabadian,Harta dan wanita untuk mu wahai Samurai Utara."Imp terus menerus mengeluarkan penawaran menarik namun Richard hanya terdiam lalu tersenyum tipis.
"Jadi apa kau mau?."Imp itu terkekeh kecil.
Richard Menggaruk-garuk kepalanya lalu dengan cepat memotong tubuh Imp itu menjadi dua. Imp itu baru menyadari kalau dirinya telah terbelah menjadi dua.
"Mimpi kau!."Richard mengeluarkan tebasan-tebasan yang mencincang Imp itu hingga Hancur berkeping-keping.
Richard meludah ketempat Imp itu"Seberapa banyakpun kalian menawarkannya kepada ku! Aku tidak akan menerimanya, Ingat itu 23 Demon King!."Richard lalu masuk kedalam Gua.
Sementara itu ditempat yang tidak tahu dimana, Terdapat 23 Makhluk dengan bentuk dan penampilan yang berbeda-beda, mereka menatap cermin yang menunjukkan Richard pergi masuk kedalam Gua.
Salah satu dari mereka menghela nafas berat"Gagal lagi... dan kita kehilangan satu anggota lagi."Keluhnya.
Mereka adalah 23 Demon King dan yang dibunuh Richard barusan adalah Demon King Ke-23.
Sekarang jumlah mereka tersisa 22 demon king, Salah Satu Demon King menghentakan tangannya kelantai.
"Sialan! Berani manusia itu merendahkan kita!"Seru salah satu Demon King. ya ini mungkin adalah kejadian yang sering mereka lihat.
Sudah banyak Devil atau Demon yang diberi Gelar Demon King mati ditangan Richard. Walaupun mereka bisa memilih Demon King lain namun ini termasuk penghinaan paling berat karena mereka telah banyak membujuk Richard untuk menjadi bagian dari mereka.
salah satu Demon King tertawa bengis"Tenanglah Dragster, Tenangkan dirimu terlebih dahulu."Demon King itu menutupi senyum bengisnya Menggunakan Kipas tangan.
"Tapi tetap Saja!!-."amarah Dragster tertahan karena ia melihat pemimpinnya memasang wajah serius.
"Jadi, Apa yang harus kita lakukan Vorzan?"Demon King itu melirik kearah Seorang Pria Berbadan Besar dengan tanduk panjang dikeningnya, ia memiliki rambut berwarna silver yang menjuntai kebawah dan memiliki wajah Tampan.
Ia adalah Demon King Pertama Vorzan. Vorzan menatap para Demon King lain dengan tajam"Sudah cukup sampai disini, kita tidak perlu lagi mengirim Demon King untuk dijadikan pembawa pesan, kita sudah kehilangan terlalu banyak kekuatan untuk membangkitkan-Nya."Vorzan menatap lurus kearah pintu.
Ia lalu menghela nafas berat"Jalankan rencana yang kita bahas sebelumnya dan pastikan ini akan berjalan dengan mulus karena Tuan kita hanya memberi kita kesempatan satu kali."Vorzan lalu berjalan keluar dan menghentikan langkahnya."Dan awasi keluarga Dunkenheit dan keluarga lain yang ada dalam daftar, jika mereka melakukan pergerakan mencurigakan kerahkan seluruh kekuatan kita untuk menghancurkan mereka karena mereka adalah Benalu yang selalu menghalangi Kita."Vorzan berjalan pergi tanpa menoleh kebelakang.
para Demon King lain mengangguk Setuju lalu meninggalkan ruangan.
***********
Richard yang sedang dalam suasana hati yang buruk menjadi membaik Ketika melihat pemandangan didepannya.
itu adalah Ares yang Dikelilingi Mana hingga membuat ia tercengang"Jangan dia akan...".
'Padatkan! Bentuk! padatkan! Bentuk! Padatkan! Bentuk!...'
Sebuah Ledakan teredam keluar dari tubuh Ares, ia membuka matanya lalu merasakan ada sesuatu yang mengalir keseluruh tubuhnya dan lagi ia merasakan sebuah kekuatan besar yang ada didalam jantungnya.
"Jadi ini yang namanya Mana? dan ini adalah Star Circle?"
Richard memasang senyum lebar diwajahnya lalu menerjang Ares dan mengusap-usap Kepalanya"Sudah kuduga kau akan berhasil! Namun aku saka sekali tidak mengira kau akan berhasil membentuk Star Circle dalam waktu singkat! Kau adalah seorang Jenius."Richard terus memuji Ares namun semua itu berhenti ketika mereka melihat sesosok pria berbadan besar dipintu masuk Gua.
"ketemu kau kakek Tua...."Pria itu langsung melesat lalu mencengkram kepala Richard dan memendamnya Kedinding Gua.
Pria itu adalah ayahnya, ia terlihat berlumuran darah monster dan pedangnya juga dipenuhi darah monster.
Gerald menatap Richard tajam"Apa? mau Bertarung?."Richard melepaskan cengkeraman tangan Gerald lalu memukulnya hingga terpental keluar Gua.
Richard lalu menoleh kearahnya dan tersenyum"Kita akan rayakan keberhasilanmu Nanti yang lebih penting sekarang adalah ayahmu."Richard menarik pedangnya dan Gerald sudah bersiap diluar.
"Bersiaplah bandot Tua!."Seru Gerald lalu melesat kearah Richard.
"Siapa yang kau panggil bandot Ayam Lemah!."Richard juga ikut melesat kearah Gerald.
sebuah Ledakan kejut keluar ketika pedang Richard dan Pedang Gerald bertemu. Ares hanya bisa menonton dari kejauhan karena kalau ia ikut dalam pertarungan itu ia akan mati dalam beberapa detik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Frando Kanan
bandot?
2024-01-08
0
Eros Hariyadi
Lanjuuuutt Thor 😝😄💪👍🙏
2024-01-01
0
Eros Hariyadi
Kakek dan ayahnya bertempur seruu dengan sebab musabab yang tidak jelas...🤔🙄😠😝💪👍👍👍
2024-01-01
0