Zero duduk diatas Kasur sambil mengusap dagunya, Ia terlihat serius melihat Jendela Biru Muda didepannya.
Selama seminggu Didunia ini dirinya tidak pernah Melihat Jendela Biru muda karena ia terlalu lemas Dan capek untuk menggerakkan Satu jarinya saja.
[ Anda Telah bereinkarnasi! ]
[ Kemampuan Bertarung dan kemampuan-kemampuan Lain akan dirubah menjadi skill. ]
[ Kekuatan Fisik anda ditubuh sebelumnya akan Berpindah 50% Ditubuh yang sekarang. ]
[ Sebagai Hadiah System Menghadiahkan Host All-Seeing Eyes. ]
Zero Menghela Nafas Pelan lalu mempersilahkan Hatinya"Buka Status Windows."Zero mengerutkan Keningnya melihat Statistiknya saat ini.
[ Nama : Ares Von Dunkenheit ( Zero )
Job Class : Professional engineer Lvl. 1
Level : 0
Title : The Jagger.
Power : 16 + 320
Defense : 19 + 230
Strength : 10 + 250
Dexterity : 15 + 275
Agility : 13 + 264
Vitality : 45 : 540
intelligence : 30 + 320
Constitution : 17 +199
Stamina : 30 + 497
Luck : 16 + 67
Magic : 0 ]
Zero menutupi Senyum Lebarnya menggunakan tangan"Bukannya dengan Stat segini aku bisa setara dengan Orang berLevel 100 keatas. Namun melihat ini hanya setengah dari kekuatan Sebelum aku bereinkarnasi ini tidak buruk."Ucap Zero Sambil Terkekeh kecil.
"Buka Skill List."
[ Pasif Skill :
Cold Resistance Lvl 8
Heat Resistance Lvl 8
Poison Resistance Lvl 8
Pain Resistance Lvl 9
Hand-To-Hand Combat Lvl 9
Aura of Intimidation Lvl 10
The Steel Hand of the machinist Lvl 1
All-Seeing Eyes Lvl Max
Aktif Skill :
The Machinist's Steel Hand Lvl 1 ]
Zero Mengangguk Puas melihat Pasif Skill yang ia miliki"Karena aku tidak memiliki Kemampuan yang berhubungan dengan Pengaktifan maka ini bisa diterima, namun Aku hanya mempunyai Satu Skill Aktif, ini akan Buruk jika aku tidak mempunyai Skill Aktif lain."Ucap Zero sambil mengusap dagunya.
"Oh, Aku belum melihat Efek dari All-Seeing Eyes. Kalau begitu."
[ Nama : All-Seeing Eyes.
Tipe Skill : Pasif.
Anda dapat melihat status Windows orang lain namun anda tidak dapat melihat Skill List orang tersebut. Anda juga dapat melihat Karma masing-masing Orang. Semakin Tinggi karma Seseorang semakin Baik dan sebaliknya. ]
Zero terlihat cukup terkejut melihat efek dari Skill All-Seeing Eyes"Dapat melihat status Windows seseorang dan dapat melihat Karma seseorang? Ini sangat berguna untuk mengukur Tingkat Kesulitan dan dapat mengukur baik atau tidaknya seseorang. Dengan ini aku tidak perlu mengkhawatirkannya apapun."Zero berbaring dikasur lalu memandangi langit-langit Kamar.
Jujur ia sama sekali tidak menduga akan diberikan kesempatan kedua untuk hidup dan mendapatkan sesuatu yang baru baginya, Dan lagi ia tidak perlu khawatir tentang Para Assassin yang menyerangnya setiap saat. disini ia tidak perlu mengkhawatirkannya Hal tersebut karena ia berada ditempat teraman menurut-nya sekarang.
"Dua tahun. Apa yang harus kulakukan dalam dua tahun sebelum kedatangan Para Hero? Menjadi lebih Kuat? Mengalahkan Para Demon King? Atau membuat sebuah Pasukan Khusus yang hanya patuh pada perintahku?."Zero Menghela nafas memikirkan apa yang harus ia lakukan kedepannya.
Ketika Sedang melamun dirinya dikejutkan dengan Notifikasi System yang muncul tepat didepannya.
[ Quest Newbie :
Naikkan Level hingga sepuluh dan dapatkan First Job Class!.
Hadiah : First Job Class + ????
Batas Waktu : 168 Jam.
Gagal : Kematian!. ]
Zero cukup terkejut melihat Quest yang ia dapatkan. ia lalu Menggaruk-garuk kepalanya"Ya, setidaknya aku memiliki Tujuan sekarang. Atau tidak? Ah sudahlah."Zero berganti pakaian lalu keluar Dari istana.
Didalam perjalanan ia beberapa kali ditanyakan hendak kemana namun Ia tidak menggubris pertanyaan tersebut dan berjalan menuju pintu Keluar.
Namun ketika Ia sampai dipintu keluar ia menemukan ayahnya dan para penjaga sedang menantikan kedatangannya.
"Mau kemana kau Ares?."tanya Gerald sambil melirik Zero dari atas sampai bawah.
Zero Menggaruk-garuk kepalanya lalu menghela nafas"Aku ingin keluar untuk berburu. apa ada masalah?.""Jawab Zero Tegas.
Zero mencoba menerobos keluar namun ia dihalangi oleh para penjaga. Zero menatap tajam para penjaga dan seketika Para Penjaga menjadi Bergidik ketakutan.
"Ayah! apa maksudnya ini?."Zero mempertanyakan Tindakan Ayahnya. Ayahnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya"Kau masih belum cukup kuat untuk pergi keluar istana, Setidaknya kau harus bisa menghancurkan Pilar itu."Gerald menunjuk ebuah pilar yang terlihat sudah patah yang menyisakan setengah saja.
Zero mengerutkan keningnya"Baiklah, kalau aku bisa menghancurkan Pilar itu apa aku bisa keluar?"Ucap Zero sambil menatap Mata Gerald. Gerald Mengangkat Kedua Bahunya"ya, Aku izinkan."ucap Gerald Sambil terkekeh kecil.
Menurut Gerald dengan Kekuatan Fisik Anaknya sekarang, Membuat goresan kecil dipilar itu saja tidak mungkin karena anaknya bahkan belum membangkitkan Quest Newbie.
Zero berjalan kearah Pilar sambil mengeraskan tangan kanannya, Ia sampai didepan Pilar lalu memasang gerakan memukul.
[ Anda menggunakan Hand-To-Hand Combat! ]
Tangannya mendarat dengan keras dipilar itu dan seketika Pilar itu hancur berkeping-keping dan membuat debu yang memenuhi seisi Ruangan.
"Jadi, apa aku boleh keluar sekarang?."ucap Zero sambil mencengkram bongkahan Batu yang berasal dari pilar lalu menghancurkan dengan tangan kosong.
Gerald, para penjaga dan maid yang ada tercengang melihat Zero mampu menghancurkan Pilar dengan satu kali pukulan.
"Apa mataku buta? Apa baru saja aku melihat Tuan Muda Ares baru saja menghancurkan Pilar itu dengan satu kali pukulan?."Tanya salah satu Maid. Para Maid yang lain mengangguk pelan mendengar Pertanyaan maid itu.
Ares berjalan kearah pintu dan berhadap-hadapan dengan ayahnya, Matanya dan mata Gerald saling bertemu. Pupil mata Zero dan pupil mata Gerald berwarna merah darah dan mereka berdua bertatapan cukup lama.
"Hey menurutmu apakah Tuan Muda akan diizinkan keluar?."Tanya salah satu penjaga sambil berbisik
"Bisa ya bisa tidak, tergantung keputusan Tuan sendiri."Jawab Penjaga disampingnya sambil berbisik.
Gerald yang melihat kekuatan dan tekad Zero menjadi luluh' Ini mengingatkan ku pada istriku.'
"Baiklah aku izinkan! Namun apa kau ingin berburu dengan perlengkapan seperti itu? Ikuti aku."Ucap Gerald Sambil berjalan dan diikuti oleh Zero.
"Mau kemana kita?."Tanya Zero.
"Gudang persenjataan."Jawab Gerald Singkat.
Mereka berdua berjalan cukup lama hingga mereka sampai ditempat tujuan. Sebuah Gerbang berukuran besar dan memiliki ukiran-ukiran kuno. disampingnya terdapat sebuah Bola kristal yang berwarna putih.
Gerald lalu meletakkan tangannya diatas bola kristal putih itu dan seketika Gerbav itu terbuka.
"Pilihlah satu item digudang persenjataan. Ingat! Satu!."Ucap Gerald.
Zero Mengangguk pelan lalu masuk kedalam Gudang Persenjataan. Didalam Ia dibuat takjub dengan Koleksi Persenjataan ayahnya.
Tombak, Pedang, Tameng, Panah dan masih banyak lagi terpampang lengkap Didepannya. Zero mengusap dagunya sambil melihat Item apa yang ingin ia ambil.
"Pedang? atau Tombak? Oh atau Tameng?. Ah lebih baik aku lihat-lihat saja dulu."Zero lalu berkeliling untuk memilih senjata yang akan ia pakai, ia terlihat tertarik dengan sebuah Mace namun ia menaruhnya kembali dan memilih lagi.
"Um... yang mana ya? Oh!?."Perhatian Zero teralihkan oleh sebuah Tong yang berisi senjata-senjata Berkarat dan terlihat Usang.
Zero memilah dengan hati-hati dan pandangan tertuju pada sebuah Pedang, Itu mengambil Pedang itu dan sedikit Membersihkannya, Pedang dengan Sarung Berwarna Merah Tua seperti sisik dan mengeluarkan aura yang cukup mengintimidasi.
Zero Menarik pedang itu dan seketika terkesan dengan Pedang itu. Pedang yang cukup panjang dan memiliki bilah berwarna hitam Legam.
Zero mencoba mengayunkan namun ia mengurungkan niatnya karena tempatnya sekarang terlalu kecil dan berharga, ia tidak mau item-item disini rusak karenanya.
Ketika Zero hendak memasukkannya terdapat Kepingan-kepingan ingatan masuk kedalam kepalanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Frando Kanan
pedang lg 😒
2024-01-08
0
Frando Kanan
njirr gagal kematian bah!!
2024-01-08
0
Frando Kanan
50% huh....
2024-01-08
0