"Vertikal Slash."Ares menebas gerombolan Cannibal Mantis yang menyerangnya. "Vertikal Slash."Ia menebas lagi dan lagi.
Ares berjalan diantara tumpukan mayat Cannibal Mantis yang memenuhi lorong, Ares lalu menggunakan Void Eater untuk membersihkannya dan berjalan lagi.
"Aku harus sebisa mungkin tidak mengandalkan Skill Aktif yang kumiliki, karena Jika suatu hari nanti aku tidak bisa menggunakan Skill Aktifku, ah aku tidak bisa membayangkannya."Ucap Ares sambil menghela Nafas Pelan.
Skill Aktif pada dasarnya memang lebih menguntungkan karena sang pengguna hanya harus menyebutkan Skillnya dalam Hati atau dari Mulut. Tapi meski begitu terdapat satu kekurangan Fatal.
Yaitu Jika Skill Aktif sudah akan diaktifkan maka sang pengguna tidak dapat membatalkannya ataupun Memindahkan musuh yang sudah dibidiknya. maka dari itu tidak jarang banyak orang yang sering terkena sasaran.
Maka dari itu ayahnya dan kakeknya mengajarkannya padanya untuk tidak bergantung Pada Skill Aktif yang dimiliki namun Pada Seni Beladiri ataupun Insting yang dimiliki, walaupun Jika Seseorang mempelajari satu Seni Beladiri dan pada akhirnya Seni beladiri itu akan Menjadi Skill Passif itu akan berbeda dengan Skill Aktif karena Skill Passif bisa dipelajari Diluar Kepala.
Dan menurut ayah dan kakeknya banyak sekali kemampuan yang tidak digolongkan Menjadi skill Aktif maupun Skill Passif. Ares sendiri sudah tahu tentang hal ini namun dirinya sendiri tidak benar-benar paham karena penjelasannya terlalu panjang dan sulit untuk Dicerna.
Namun yang pasti Ares harus sebisa mungkin tidak menggunakan Skill Aktif yang ia miliki saat ada didalam Tower.
"Ini terbilang Cukup sulit namun juga cukup Mudah. karena ini Hanya perlu kesabaran dan kreativitas."Ares lalu berjalan menuju sarang Dari Cannibal Mantis.
Ares lalu berpikir apa yang dikatakan ayahnya dahulu, Itu adalah saat ia masih berlatih Seni Pedang namun Seni Pedang yang diajarkan ayah dan kakeknya adalah seni Pedang Gerakan dasar yang dapat dipelajari oleh siapapun.
Tidak henti-hentinya ia melatih Gerakan Dasar Seni Pedang hingga Level Skill Dunkenheit Sword art Naik satu level, Lalu ia mulai memutuskan Melatih Gerakan dasar Seni Pedang Puluhan Ribu kali Dalam sehari.
Hingga Ia mencapai Titik dimana ia mengkokohkan Gerakan Seni Pedang Dasar yang ia pelajari, Sekarang Ia telah mencapai tingkat pemahaman yang sama seperti Ayah dan kakeknya.
Didalam Dunkenheit Sword art terdapat beberapa Gerakan dasar yaitu.
Vertikal Slash
Horizontal Slash
Straight Piercing
Twisted Stab
Sebenernya masih ada beberapa gerakan Dasar lain namun Ares sudah mempelajari Mereka sama seperti yang diatas.
*Sebenernya Writer males nyebutinnya.
Ares menarik Pedangnya lalu membidik Gerombolan Cannibal Mantis yang berjalan mengarah padanya. Ia lalu menghela nafas Pelan lalu Mencengkram Erat Pedangnya "Dunkenheit Sword art Basic Movement : Twister Stab."Ares Menusukkan Pedangnya dengan Cepat kearah Gerombolan Cannibal Mantis itu.
Sebuah gelombang Tusukan mengenai Gerombolan Cannibal Mantis itu dan puluhan dari mereka tumbang dengan Badan bolong. Mereka semua terdiam sesaat dan berlari kearahnya dengan brutal.
"Cih! sepertinya tidak akan cukup jika seperti itu. Vertikal Slash!."Ares menarik Pedangnya dan menebas para Gerombolan Cannibal Mantis itu sambil menerobos masuk kedalam mereka.
Ares Dikelilingi para Cannibal Mantis dan ia terus Menebaskan pedangnya sambil menghindari Ratusan Serangan yang ingin merenggut nyawanya.
Ares lalu mencengkram erat Pedang Menggunakan kedua tangannya"Swirling Slash."Ares berputar-putar seperti angin Topan dan para Cannibal Mantis langsung tertebas dan mati.
Anggota tubuh para Cannibal Mantis berterbangan keatas lalu Ares mengepalkan Satu tangannya, Ares melepaskan sebuah Tinju yang menghancurkan Puluhan Cannibal Mantis dan banyak dari mereka yang terpental mundur.
Ares menggenggam Erat Pedangnya sambil tersenyum Sinis"Maju."Ares melesat Maju dan menebaskan pedangnya.
Pedang itu menembus para Cannibal Mantis hingga terpotong menjadi Dua, Ia lalu mengangkat kaki kirinya lalu menendang salah satu Cannibal Mantis hingga terpental Cukup jauh.
Ares lalu terus Menebaskan pedangnya hingga akhirnya ia berhasil membersihkan Gerombolan Cannibal Mantis Sendirian, Ares lalu menggunakan Void Eater untuk memakan mayat para Cannibal Mantis.
"Ah. Yang terakhir Tinggal Bossnya saja."Ares berjalan lalu menatap Tajam pintu batu dengan ukiran-ukiran unik didepannya.
ini adalah Ruangan Boss Cannibal Mantis. Ares menendang Pintu itu dengan kencang lalu ia masuk kedalam Ruangan itu.
Ruangan yang berbau anyir dan mengeluarkan aura tidak mengenakkan, Ares Mencengkram Erat Pedangnya lalu menghela nafas"Maju kau Serangga."Ares mengacungkan Pedangnya kearah Seekor Cannibal Mantis.
Cannibal Mantis itu memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari yang lain dan Ia juga terlihat memakan Seekor Cannibal Mantis lain.
"Hoh? Seperti namanya. Kanibal."
Cannibal Mantis itu Berdiri dan memperlihatkan Wujud penuhnya, ia lalu menatap tajam Ares lalu menjerit keras.
[ Boss Monsters : Cannibal Mantis Lvl 196 ]
"KIEEEIIKKKIK!!!....."Cannibal Mantis itu lalu Meluncurkan salah satu tangannya kearah Ares dan Ares bisa dengan mudah menghindari itu.
"Ini akan berakhir lebih cepat."Ares lalu menebas Tangan Cannibal Mantis itu dan salah satu tangannya Terpotong.
Cannibal Mantis itu berteriak cukup keras lalu mundur darinya. Cannibal Mantis itu memasang kuda-kuda lalu mengerahkan seluruh kekuatannya pada tangannya yang tersisa.
"mau apa lagi dia?."
Cannibal Mantis itu menghilang dari pandangannya lalu muncul disisi kirinya"Cepat Juga."Sebuah Tebasan Horizontal meluncur kearahnya.
Ares dengan sigap memutar tubuhnya dan balik Menyerangnya, Itu adalah sebuah Tebasan Vertikal.
Tangan Cannibal Mantis itu beradu dengan Pedang Erebus dan Tangan Cannibal Mantis itu terpotong beserta seluruh bagian tubuhnya.
Tubuh Cannibal Mantis itu terbelah menjadi dua dan memperlihatkan Organ-organ tubuh Cannibal Mantis itu yang terpotong dengan Rapih.
Ares memasukkan kembali Pedangnya lalu berjalan kearah Sebuah Peti yang ada dipojok ruangan. Peti itu ditutui oleh jaring laba-laba yang tebal hingga membuat keseluruhan Peti Itu tertutup rapih.
"Berikan aku barang yang bagus! kumohon!."Ares membuka peti itu dan melihat Isi peti itu.
Ares tersenyum pasrah melihat apa yang ia dapat, itu adalah sebuah Masker yang terlihat sudah Usang.
"Hah... Aku memang tidak mengharapkan apapun Sekarang."Ares mengambil Masker itu lalu Memperhatikannya.
Masker itu adalah sebuah Masker Berwarna Hitam legam dengan sebuah senyum tipis. Ares cukup terkejut melihat Informasi Masker itu.
[ Soul Terror Mask.
Tingkat : Rare
sebuah Masker Yang pernah dipakai Seorang Iblis yang selalu tersenyum, Ketika anda memakai masker ini lawan Bicara anda akan sedikit ketakutan dengan anda dan anda akan mendapatkan Peningkatan Kekuatan Sebesar 5% setiap anda membuat takut orang lain. ]
"Ya, bisa dibilang beruntung, toh aku tidak rugi apapun sekarang."Ares lalu memakainya dan mengambil Cermin dari storage Box.
ia lalu melihat Dirinya saat memakai Masker ini, sekarang ia terlihat seperti seorang Psikopat bermata Merah menyala yang selalu tersenyum, Ares tertawa kecil lalu mencoba sesuatu.
ia lalu memperlihatkan Bentuk Mahkota Dewa Kerakusan. Ia sekarang seperti Seorang Raja yang Tersenyum Lebar dengan mata yang memancarkan Niat membunuh.
"Hehehehe..... aku terlihat cukup keren jika seperti ini, Sepertinya tidak ada salahnya jika aku terus seperti ini saat menjadi Zero."Ucapnya sambil berjalan menuju tempat selanjutnya.
tempat yang selanjutnya ia tuju adalah Sarang Blood Bee. Ares berjalan sambil mencengkram erat Pedangnya"tempat selanjutnya!."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
Ren
hahahaha
2023-08-20
1
Hentai Yarou
sikopet
2022-11-20
0
King
👍
2022-11-20
0