Zero membuka matanya lalu melihat kearah Jendela yang Berada tepat disampingnya. Sudah seminggu ia Berada didunia ini dan Ia sudah mengetahui Namanya sekarang.
namanya sekarang adalah Ares Von Dunkenheit yang merupakan Putra tunggal dari Archduke Gerald Von Dunkenheit. Dari yang ia tahu Ares adalah Antagonis Utama yang akan Membunuh rekan-rekan Hero.
Namun itu bukan kemauan Ares tapi karena Lost Soul membuat Jiwa Ares musnah tak tersisa dan digantikan oleh jiwa Seorang Greater Demon.
Dan dunia yang ia tinggali sekarang adalah Dunia yang bernama Yggdrasil dan kerajaan yang ia tempati sekarang adalah kerajaan Gottlich yang merupakan Kerajaan Dengan kekuatan Militer terkuat kelima diyggdrassil.
sewaktu pertama kali ia Berada didunia ini Ia sempat berpikir, Apa-apaan ini?. Ia bereinkarnasi menjadi seorang Antagonis dari cerita novel yang ia baca dan lagi ia Berada dimasa sebelum kedatangan Hero.
Lebih tepatnya Dua tahun sebelum kedatangan Hero. Berdasarkan yang ia tahu Terdapat 4 Hero yang dipanggil dari Dunia lain dan mereka datang secara berurutan.
Namun yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana caranya bertahan didunia Ini?. Ia tidak mengetahui dengan Jelas ending novel ini karena 10 halaman Terakhir Disobek yang membuat ia tidak mengetahui Dengan jelas ending novel ini.
Namun Jika ia Ingat-ingat Setelah Demon God dikalahkan Oleh 4 Hero terdapat 2 entitas yang masih mengawasi Yggdrasil. Mereka adalah demiGod Dan Monarch.
Hanya sedikit yang ia ketahui tentang Dua entitas ini namun yang ia ketahui Mereka bersikap Netral dan tidak akan ikut campur dalam urusan apapun.
Semakin dipikirkan maka semakin pusing dirinya, Zero berjalan kearah jendela lalu melihat pemandangan diluar.
Pegunungan Bersalju, Dataran yang dipenuhi Salju dan sebuah Istana yang berada dipuncak Gunung Es.
Ini adalah wilayah Utara, Wilayah paling berbahaya sekaligus paling dingin dan Makmur. Wilayah ini dikuasai oleh ayahnya yang merupakan Seorang Archduke.
Wilayah ini dikatakan paling berbahaya karena banyak Monster berlevel Tinggi berkeliaran diwilayah Utara dan wilayah ini adalah Wilayah paling dingin dikerajaan Gottlich. Kerajaan ini dibilang makmur karena hampir tidak ada Warga yang kelaparan dan kedinginan.
Ini karena ayahnya yang Menjanjikan keamanan dan ketentraman wilayah Utara, Sandang Pangan didaerah ini terbilang cukup Murah dibandingkan kota-kota lain karena makanan Pokok Orang-orang wilayah Utara Adalah Daging monster dan Daging Beast.
Karena banyak Monster dan Beast diwilayah Utara membuat Perburuan Menjadi hal yang sering dilakukan Oleh Orang-orang wilayah Utara.
Daging monster dan Beast menjadi makanan pokok masyarakat disini karena Hanya Daging monster dan Daging Beastlah yang bisa dimakan disini.
Sayur-sayuran hanya bisa dipesan dari Luar kota dan itu membutuhkan waktu lama karena Medan yang mereka lalui cukup Extrim. butuh waktu berminggu-minggu Untuk sampai diwilayah Utara dan sekalipun mereka sampai barang yang mereka bawa akan Membusuk karena terlalu lama disimpan.
Zero Tertawa Kecil"Apa ini bisa dibilang sebuah Anugerah atau Sebuah Kutukan? Entahlah."Ucap Zero Sambil memandangi Pemandangan dari balik Jendela.
*Tok Tok Tok.
Zero mendengar suara pintu diketuk.
"Masuk."
Pintu kamar terbuka dan menunjukkan seorang pria tua berpakaian Butler, Ia adalah Kepala Pelayan William.
William menundukkan kepalanya lalu baru berbicara.
"Tuan Muda, Tuan Gerald sudah menunggu anda diruang makan."Ucap William.
Zero mengangguk Pelan"Baiklah aku akan turun, Tapi aku akan ganti baju terlebih dahulu."Ucap Zero.
William Menggangguk pelan"Baiklah saya akan menunggu anda diluar, Jika anda membutuhkan bantuan panggil Saya."William menundukan kepalanya lalu Berjalan keluar kamar.
Zero berjalan kearah lemari baju lalu membukanya, Zero memasang tampang datar ketika melihat Baju-bajunya Sekarang.
"Ini benar-benar mengingatkan ku pada abad pertengahan."Ucap Zero.
Zero memilih salah satu baju lalu memakainya lalu keluar dari kamar, diluar kamar terdapat William yang sedang berdiri menunggu Dirinya.
"Ayo."
"Baik Tuan Muda."Ucap William lalu berjalan didepannya.
Memerlukan Waktu kalian turun Keruang makan karena Kamarnya sendiri Berada dipaling atas Istana Ini.
William membuka pintu dan memperlihatkan Sebuah Meja Panjang dengan Dua kursi. satu kursi itu Berada ditengah dan satu lagi berada disisi kiri.
Gerald duduk ditengah lalu menoleh kearahnya, Gerald tersenyum melihat Zero. Zero lalu berjalan dan duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Apa kabar mu nak? Apa kau Baik-baik saja?"Tanya Gerald.
Zero tersenyum lalu mengangguk pelan"Kabar saya baik ayah dan Saya sudah jauh lebih baik sekarang."Jawab Zero.
Mereka berdua berbincang-bincang Seperti Seorang ayah dan anak, mereka berbincang-bincang cukup lama sampai tidak menyadari niat mereka sebenarnya.
"Ah, sepertinya aku lupa, William Siapkan makanan sekarang."
William mengangguk Pelan lalu Menuju dapur untuk mengambil makanan, Suasana hening Menghiasi ruang makan hingga Gerald memecah keheningan.
"Ares. Apa tubuhnya Sudah benar-benar Bisa digerakkan?"Tanya Gerald khawatir.
Zero menghela nafas pelan menganggapi pertanyaan Gerald lalu Menggelengkan kepalanya"Ayah, Aku sudah bisa menggerakkan Tubuhku dan aku baik-baik saja, Aku tidak merasakan sakit apapun ditubuhku."Jawab Zero Tegas.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Gerald Bertanya hal ini, Ia sudah bosan mendengar Pertanyaan Gerald sampai Ia sudah tahu apa yang akan ia katakan jika Gerald Bertanya lagi.
meskipun Zero merasa terganggu Ia tahu Gerald mempertahankan Hal itu karena khawatir dengan dirinya. bagaimanapun Gerald ayahnya sekarang dan Lagi Ingatan Ares Benar-benar tercampur kedalam Ingatannya Sekarang.
Itu membuat perasaan Ares menjadi Lebih menghormati Gerald dan mulai Menganggap sebagai ayahnya sendiri, meskipun jika dihitung umur Ia 4 Tahun lebih muda dari Gerald.
Mereka berdua berbincang-bincang cukup lama hingga akhirnya Makanannya Siap. Terdapat Beberapa Maid yang membawa Makanan dan William yang membawa Sebotol Wine dengan satu buah Gelas.
Para maid itu meletakkan makanan dan minuman tepat didepannya, Bau harum dari makanan membuat perutnya berbunyi.
"....???"William melihat Zero sambil menahan Tawa dan ayahnya Pun ikut Melakukan hal itu.
"Hahaha.... sepertinya ada yang sudah kelaparan Disini, nah mari kita makan."Ucap Gerald lalu mulai memakan makanannya diikuti Oleh Ares.
Selama Mereka makan Gerald Tidak henti-hentinya Berbicara tentang Kesehatannya dan Zero tetap melakukan seperti biasanya.
jamuan makan telah selesai yang menyisakan para Maid yang sedang Membereskan peralatan Makanan.
"Kalau begitu aku akan kembali kekamar."Zero hendeka bangun namun Ia terhenti.
"Tunggu, Nak ada yang ingin aku bicarakan Denganmu."Ucap Gerald sambil menatap Mata Zero.
"Baiklah."
Zero Dan Gerald pergi Keluar dari Istana.
...----------------...
Mereka Berdua Berjalan Dipekarangan Istana, Ini kali pertama ia melihat Taman Bunga didalam istana dan lagi Udara disini lebih hangat dibandingkan bagian istana lain.
Taman ini cukup luas dan memiliki beragam macam Jenis Bunga, Mereka berdua Berjalan sambil menghirup Udara Hangat dari ruangan itu.
"Kau tahu Tempat ini Adalah Tempat kesukaan Almarhum Ibumu Dulu. Tempat ini dulunya hanya sebuah Lahan kosong hingga Ibumu merenovasi lahan kosong ini besar-besaran hingga jadi seperti sekarang."tutur Gerald.
Gerald menjelaskan Tahap-tahap pembuatan Taman Bunga ini, Tanah ini diimpor dari Sebuah wilayah yang memiliki tanah yang subur dan Benih-benih Bunganya dibeli dari seorang Saudagar.
Gerald Juga menjelaskan Kenapa Tempat ini lebih hangat dan Lebih bercahaya Dibandingkan Tempat lainnya, Hawa hangat dari tempat ini berasal dari magic stone Monster yang memiliki elemen Api.
magic Stone ini dipasang dibeberapa tempat hingga menghasilkan Suhu Hangat yang pas untuk bunga bisa tumbuh, untuk pencahayaan Ibunya Menggunakan Sebuah Magic Spell yang bisa menghasilkan Cahaya sama persis seperti Cahaya Matahari dan terbuatlah Tempat ini.
Zero menyipitkan matanya mendengar Penjelasan Gerald"Apa alasan ayah menceritakan Hal ini?."Tanya Zero. Sejak Masuk Taman ini ia memperhatikan gerak-gerik Gerald dan menyimpulkan Gerald ingin melakukan sesuatu.
Gerald tidak menjawab dan melanjutkan perjalanan lalu berhenti Disebuah Pohon. Pohon itu cukup besar dan hingga ranting-rantingnya menggapai Langit-langit ruangan.
Gerald Memasang wajah Sedih lalu menyentuh Pohon itu, Jantung Zero berdetak cukup kencang dan ia merasakan perasaan asing dalam dirinya.
'Apa ini? Apa aku sakit?'Batin Zero.
"Ibumu adalah satu-satunya wanita yang menganggapku sebagai manusia dan Satu-satunya Cahaya yang menyinari Hidup ku yang dingin ini."Ucap Gerald lirih.
disetiap ucapannya Terkandung kesedihan yang luar biasa, bahkan Zero bisa langsung tahu ketika Gerald berbicara.
"Namun setelah kecelakaan Itu. Cahaya yang menyinari Redup dan mati."Gerald memejamkan matanya.
Zero jelas tahu apa kecelakaan itu, Kecelakaan itu adalah Sebuah tragedi.
Jika dijelaskan secara singkat, Itu adalah Tragedi Yang menimpa Wilayah Utara 5 Tahun yang lalu.
5 Tahun yang lalu terdapat Sebuah Kejadian dimana Serangan Demon, Devil dan Monster melonjak diwilayah Utara, Wilayah Utara digempur habis-habisan oleh Monster Hingga 2 demon Dan devil Berhasil Masuk kedalam istana.
Gerald Menyuruh Para Prajuritnya untuk membunuh para monster yang menyerang Kota-kota sedangkan Dirinya menghadapi Dua dalang Kejadian ini.
Mereka Adalah Demon Dan Devil yang berhasil masuk kedalam istana, Pertempuran Habis-habisan tidak terelakkan, Kedua Demon dan Devil menyerangNya Secara bersamaan namun gabungan Kekuatan mereka berdua tidak sebanding dengannya.
Kedua Demon dan Devil itu berhasil dipojokkan oleh-nya namun kejadian Yang tidak terduga terjadi.
Demon Yang ia hadapi Menyerang dengan membabi-buta yang membuatnya menjadi lebih berhati-hati, Disaat yang bersamaan Sang Devil Menggunakan Kesempatan Itu Untuk menyerang Ares dan istrinya.
Gerald bergerak cepat dengan membunuh Demon itu dengan satu tebasan namun ketika ia ingin Menyerang Devil itu, Devil itu berhasil Melukai Istri dan anaknya dengan parah.
Melihat Demon sudah mati Sang Devil menjadi panik dan berniat untuk kabur namun Pedang Gerald dengan cepat memotong Anggota tubuh Devil itu.
Gerald melihat istrinya sudah mati namun melihat Anaknya masih hidup namun dengan keadaan Kritis. Dengan Cepat menolong Anaknya namun Sayangnya anak terkena Lost Soul yang membuat jiwa anaknya Rusak dan akhirnya koma selama 5 tahun.
Ditinggal Mati istri dan anaknya Dalam keadaan koma + Terkena Lost Soul membuat Gerald Menjadi Gila.
selama Lima tahun terakhir Gerald Membasmi Para Demon, Devil dan Monster diwilayah Utara sebagai pelampiasan Rasa Murkanya.
Namun semua itu hilang ketika Melihat Ares bangun dari tempat tidur, Rasa murka tergantikan Oleh rasa bahagia melihat anaknya yang terbaring Selama 5 tahun ditempat tidur sekarang Bisa berbicara, Berjalan, Makan dan lain-lain.
Ia selalu menceritakan Hal-hal yang terjadi selama seminggu terakhir Dipohon ini karena Pohon ini adalah Makam Ibunya. Countess Elizabeth Olsen.
'Jujur aku tidak pernah merasakan Kasih sayang Sebuah keluarga namun karena Ingatan dari Ares membuatku mengetahui Apa itu kasih sayang Sebuah Keluarga.."Batin Zero Sambil tersenyum.
Ayahnya duduk Dipohon Itu sambil memandangi ranting-ranting Pohonnya. Zero juga ikut duduk dan memandangi Ranting-ranting pohon.
Ia duduk bersebelahan dengan ayah lalu menyenderkan kepalanya"Ayah tidak perlu khawatir dengan diriku, Aku baik-baik Saja dan yang lebih penting jangan salahkan Dirimu sendiri Karena ini bukan salah ayah."Ucap Zero lirih.
Gerald Tertegun dan menghela Nafas Pelan"Ya, kau benar nak, ini bukan salahku, Ini adalah sesuatu yang sudah ditakdirkan untuk Terjadi Dan tidak bisa Dihentikan oleh siapapun."Sebuah air mata Keluar.
dalam hati Gerald Ia merasakan sebuah Belenggu Lepas dari dirinya dan membuatnya menjadi Lebih Lega.
Gerald mengusap air matanya lalu bangun, Ia mendekatkan diri lalu Menempelkan Dahinya Kepohon itu.
"Aku akan kembali Sayang."Ucap Gerald lalu berjalan keluar.
Gerald berhenti lalu menoleh Kebelakang"Apa yang Tunggu nak?."Gerald melihat Zero yang sedang Menyentuh Pohon itu menggunakan telapak tangannya.
"Tidak ayah, Tidak apa-apa, Ayo."Zero Berjalan Disebelah Gerald.
didalam hatinya ia berjanji'Demon God, Hero, Dragon, DemiGod. Monarch. Aku tidak peduli siapa Kalian! Aku akan melakukan apapun untuk membuat diriku menjadi lebih kuat dari siapapun! Dan aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yangku mau dan kulindungi!.'Batin Zero.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 228 Episodes
Comments
aa kasep
jangan pake almarhum. pake kata ' mendiang ' aja itu lebih cocok
2024-12-27
0
SweetiePancake
Bisakah Kesadaran jiwa berpindah kejiwa lain?🗿🙏
2024-02-04
0
Frando Kanan
monarch? rasany gk asing 🤔
2024-01-08
0