Mangkal

Retha mengepalkan kedua tangnnya, ia berjalan cepat di koridor sekolah dengan Tanesha yang sampai setengah berlari mengimbangi langkah lebar Retha. Setelah menyindir keras para siswi yang mengatai dirinya sebagai sugar baby, Retha akhirnya tau dari mana asal mula foto dan vidio itu menyebar. Ternyata berawal dari grup kelasnya sendiri.

“Awas aja si Windi! Ketemu gue hajar itu anak. Bisa-bisanya nyebar fitnah!”

“Ya bener Ret, harus dikasih paham emang orang kayak dia tuh.” Timpal Tanesha, “tapi ini jalannya bisa pelan dikit nggak sih, Ret? Gila gue ngos-ngosan nih.” Lanjutnya.

“Nggak bisa, kesel gue!” bukan memelankan jalannya, Retha justru kian berjalan cepat. Hingga akhirnya Tanesha makin ngos-ngosan mengikutinya.

Setelah keliling kesana kemari, menyambangi beberapa katin lain akhirnya Retha melihat Windi. Menyebalkan sekali, gadis itu malah berduaan dengan sang mantan di bawah pohon. Tanpa drama apalagi sedih-sedih melihat mantan udah punya gebetan baru, Retha langsung menghampiri keduanya.

“Indah banget yah idup lo, Win? Udah berhasil dapetin Rae, masih aja ngeganggu gue!” sentak Retha.

“Salah apa sih gue sama lo hah?” Retha menarik kerah baju Windi.

“Retha jaga sikap kamu!” ucap Rae.

Retha hanya melirik Rae sekilas diakhiri dengan senyuman kesal, “gue nggak ada urusan sama lo!”

“Tapi lo nggak boleh kayak gini sama temen!” Rae melepaskan cengkraman Retha dari kerah baju Windi. Cewek itu tersenyum penuh kemenangan karena merasa dibela oleh Rae.

“Ck!” Retha berdecak keras.

“Temen? Haha..”

“Temen macam apa yang ngefitnah temennya sendiri!” Retha tak peduli ada Rae disana, dia men jam bak rambut Windi dengan keras.

“Rasain nih jam ba kan sugar baby!”

“Enak kan?”

“Seenak ba cot aja lo ngatain gue sugar baby hah!”

“Tapi emang kenyataannya gitu kok!” Windi tak mau kalah ia balas men jam bak rambut panjang Retha.

Keduanya terlibat adu jam bak lumayan lama. Rambut keduanya sudah acak-acakan tak jelas, wajah mereka bahkan tertutup rambut. Tak hanya main tangan, keduanya terus meributkan soal sugar baby yang tak Rae ketahui. Rae yang awalnya memisahkan keduanya pun tak berhasil, siswa yang kian berdatangan dan bel tanda jam istirahat berakhir tak membuat keduanya berhenti ribut justru makin menjadi-jadi.

“Bubar! Bubar!!” kedatangan Pak Samsul yang kebetulan hendak masuk kelas membuat para siswa ketar ketir masuk ke ruang kelas masing-masing, menyisakan Windi dan Retha yang masih adu jam bak.

Pak Samsul menjewer telinga Retha dan Windi, barulah keduanya berhenti. “Mau jadi jagoan kalian hah!” sentak Pak Samsul.

“Mau jadi istrinya Kim Taehyung, Pak!” ucap Retha sambil meringis, menahan sakit akibat jeweran keras Pak Samsul.

“Mau jadi simpanan Om Om dia tuh, Pak.” Timpal Windi.

“Diam kalian! Ikut Bapak ke ruang BK!” sentak Pak Samsul.

“Aku nggak salah, Pak. Yang salah Windi tuh, dia udah ngefitnah aku. Pencemaran nama baik dia, Pak. Keluarin aja sekalian dari sekolah.” Berenti adu jam bak keduanya kini malah adu mulut.

“Gue nggak fitnah yah! Gue punya bukti!” jawab Windi.

“Keluarin Retha aja, Pak. Dia bikin nama baik sekolah kita tercemar, simpanan

Om Om dia tuh!”

“Stop! Kalian jelasin di ruang BK saja! Diem dan ikuti Bapak! Kalo kalian masih ngomong terus, nanti bapak lakban mulut kalian biar diem!” sentak Pak Samsul yang membuat keduanya bungkam dan mengikutinya dari belakang.

Pak Samsul dan keduanya siswinya melewati ruang guru, di dalam sana Adrian masih di kerumuni guru-guru yang jadwal mengajarnya kosong. “kalian tunggu disini, Bapak mau panggil wali kelas kalian dulu.” Ucap Pak Samsul kemudian meninggalkan kedua muridnya di depan pintu.

“Bu Lia, permisi bisa ikut saya sebentar? Anak ibu ribut tadi, sekarang mau dibawa ke BK. Ibu silahkan mendampingi.” Ucap Pak Samsul pada wanita hamil yang sedang bercakap-cakap dengan Adrian.

“Siapa, Pak?” tanya bu Lia.

Pak Samsul lantas menunjuk dua bocah di depan pintu yang wajahnya nyaris tak terlihat karena keduanya kembali adu jam bak. “Baru ditinggal sebentar mereka kumat lagi.” Keluh pak Samsul.

Adrian melihat sekilas sebentar pada siswi yang di tunjuk Pak Samsul.

“Kayaknya si Agus salah info nih, katanya bening-bening? Ini kok malah acak kadul nggak jelas.” Batinnya.

Setelah kepergian Bu Lia, Adrian juga ikut berpamitan untuk mempersiapkan diri sebagai guru mulai besok. Meskipun tak langsung berhasil, tapi akhirnya setelah cukup lama berusaha dan beralasan berbagai hal, guru-guru kecentilan itu bisa membiarkan dirinya pergi.

“Sekolah elit tapi sebagian gurunya kok kayak gitu, pasti nggak bener nih seleksi penerimaan guru disini.” Adrian masih bersandar di mobilnya sambil mengamati sekolah elit yang akan menjadi tempat kerjanya. Dia memejamkan matanya sejenak, memikirkan harus mulai dari mana menyelidiki kebo bro kan sekolah yang berada dibawah Yayasan milik kedua orang tuanya hingga suara yang sangat ia kenali terdengar begitu jelas.

“Bang Ian...” teriak seorang gadis yang berjalan sambil mengikat rambutnya asal.

“Kebetulan Bang Ian lagi mangkal disini! Anterin gue ke kantor Papa!”

.

.

.

Kebetulan aku double up jadi like sama komennya juga banyakin yah🤗🤗

siram kopi sama awur-awur bunganya juga yah😘😘

yang punya vote silahkan boleh banget buat Bang Ian yang lagi mangkal😅😅

Terpopuler

Comments

fieth92

fieth92

kim taehyung udah jd suami si jasjus reth

2023-04-27

0

🌹meera❤💞

🌹meera❤💞

lawak aja terus karet 🤣🤣🤣🤣

2022-11-07

0

Siti Rohaemy

Siti Rohaemy

lambe mu Ret.. Ret..😂😂😂

2022-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Sugar Baby
2 Sahabat
3 Time's over
4 Sakit
5 Bughh!
6 Sesuai Aplikasi
7 Supir
8 Kapok
9 Mendadak Guru
10 Logika
11 Impas
12 Planning
13 Gagal Ilfeel
14 Papa Mertua
15 5 M? 10 M.
16 Ongkos
17 Trending
18 Pandangan
19 Masih bersih
20 Mangkal
21 Cendol
22 Adek Kakak, mau?
23 Nggak doyan bocah
24 Blacklist
25 Mas Bright
26 waktu = uang
27 waktu = uang
28 Malu-maluin!
29 Salah Jalan
30 Bapak Haidar
31 Empat Mata
32 Kencan
33 Ortu kedua
34 Rejeki
35 Bekal
36 Cuek
37 Galak
38 Profesional
39 Tipu
40 Takut
41 Bocah si alan
42 Permohonan
43 Tempat mantan
44 Jalur khusus
45 Tugas Tambahan
46 Pengen cucu
47 Kerja kelompok
48 Belum putus, baru rencana.
49 Ini kerja kelompok?
50 Gimana?
51 Masa nikah?
52 Pulang yuk!
53 Nggak bisa tidur
54 Istrinya Pak Haidar
55 Makan siang
56 Bad Mood
57 Nihil
58 Mohon maaf
59 Mertua kaku
60 Apapun boleh
61 Saling tolong
62 Dede bayi
63 Biru bersalju
64 Bagi tugas
65 Biar cepet jadi
66 Selingkuhan
67 Dadak Dedek
68 Gejala bucin
69 Punya saya
70 nggak tau aslinya
71 Istri solehah
72 Nggak bares
73 Vitamin B
74 Sayang?
75 Pacarnya Retha
76 Kurang sajen
77 PJ
78 Boleh aja
79 Vitamin mulu
80 D kompleks
81 Khawatir
82 Kok ngamuk?
83 Pengen makan
84 Susu cokelat
85 Merah-merah
86 Dedek kecil
87 Panggilan
88 Otoriter
89 Rapat
90 Hukuman
91 Yang yeng yong
92 Kepentingan keluarga
93 Lebay
94 Ribut
95 Panas
96 Ngadu
97 Nyesek
98 Pisah kamar
99 Kenalan
100 terus...
101 Gimana?
102 Dosa or pahala?
103 Fiesta
104 Kebablasan
105 Pil KB
106 Efek
107 Azab
108 Tugas luar
109 licik
110 Susul?
111 Strategi
112 Teman
113 KDRT
114 25 juta
115 Belum dapet
116 Aneh
117 Bakso
118 Cantik plus plus
119 Ngidam
120 Mama Papa
121 Dipecat
122 Tutorial
123 Nihil
124 Pewaris tunggal
125 Selalu Retha
126 No Respon
127 Image
128 Kok bisa?
129 Mama Happy
130 Papa Frustasi
131 Diluar kendali
132 Olahraga
133 Selalu salah
134 Rencana
135 Ancaman
136 Cipratan
137 ngidam nih
138 Cilok lokal
139 Asin
140 Pemanggilan
141 Double tangkap
142 Rumah sakit
143 Panen
144 Resepsi?
145 Motivasi
146 Kelulusan
147 Party
148 Be my wife, please...
149 Hari bahagia
150 Taman
151 Meninggal
152 Maba
153 Panik
154 Adretama Zein
155 Lovely Boss
156 Give away
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sugar Baby
2
Sahabat
3
Time's over
4
Sakit
5
Bughh!
6
Sesuai Aplikasi
7
Supir
8
Kapok
9
Mendadak Guru
10
Logika
11
Impas
12
Planning
13
Gagal Ilfeel
14
Papa Mertua
15
5 M? 10 M.
16
Ongkos
17
Trending
18
Pandangan
19
Masih bersih
20
Mangkal
21
Cendol
22
Adek Kakak, mau?
23
Nggak doyan bocah
24
Blacklist
25
Mas Bright
26
waktu = uang
27
waktu = uang
28
Malu-maluin!
29
Salah Jalan
30
Bapak Haidar
31
Empat Mata
32
Kencan
33
Ortu kedua
34
Rejeki
35
Bekal
36
Cuek
37
Galak
38
Profesional
39
Tipu
40
Takut
41
Bocah si alan
42
Permohonan
43
Tempat mantan
44
Jalur khusus
45
Tugas Tambahan
46
Pengen cucu
47
Kerja kelompok
48
Belum putus, baru rencana.
49
Ini kerja kelompok?
50
Gimana?
51
Masa nikah?
52
Pulang yuk!
53
Nggak bisa tidur
54
Istrinya Pak Haidar
55
Makan siang
56
Bad Mood
57
Nihil
58
Mohon maaf
59
Mertua kaku
60
Apapun boleh
61
Saling tolong
62
Dede bayi
63
Biru bersalju
64
Bagi tugas
65
Biar cepet jadi
66
Selingkuhan
67
Dadak Dedek
68
Gejala bucin
69
Punya saya
70
nggak tau aslinya
71
Istri solehah
72
Nggak bares
73
Vitamin B
74
Sayang?
75
Pacarnya Retha
76
Kurang sajen
77
PJ
78
Boleh aja
79
Vitamin mulu
80
D kompleks
81
Khawatir
82
Kok ngamuk?
83
Pengen makan
84
Susu cokelat
85
Merah-merah
86
Dedek kecil
87
Panggilan
88
Otoriter
89
Rapat
90
Hukuman
91
Yang yeng yong
92
Kepentingan keluarga
93
Lebay
94
Ribut
95
Panas
96
Ngadu
97
Nyesek
98
Pisah kamar
99
Kenalan
100
terus...
101
Gimana?
102
Dosa or pahala?
103
Fiesta
104
Kebablasan
105
Pil KB
106
Efek
107
Azab
108
Tugas luar
109
licik
110
Susul?
111
Strategi
112
Teman
113
KDRT
114
25 juta
115
Belum dapet
116
Aneh
117
Bakso
118
Cantik plus plus
119
Ngidam
120
Mama Papa
121
Dipecat
122
Tutorial
123
Nihil
124
Pewaris tunggal
125
Selalu Retha
126
No Respon
127
Image
128
Kok bisa?
129
Mama Happy
130
Papa Frustasi
131
Diluar kendali
132
Olahraga
133
Selalu salah
134
Rencana
135
Ancaman
136
Cipratan
137
ngidam nih
138
Cilok lokal
139
Asin
140
Pemanggilan
141
Double tangkap
142
Rumah sakit
143
Panen
144
Resepsi?
145
Motivasi
146
Kelulusan
147
Party
148
Be my wife, please...
149
Hari bahagia
150
Taman
151
Meninggal
152
Maba
153
Panik
154
Adretama Zein
155
Lovely Boss
156
Give away

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!