Tanesha merengkuh Retha, memeluk gadis itu dan mengusap-usap punggungnya pelan. Matanya bersitatap dengan Rifki yang sama-sama bingung.
“Bilang sama gue apanya yang sakit, Ret?” tanya Nesha setelah melepas pelukannya. Tangannya mengusap wajah Retha yang basah.
“Dada lo yang sakit? Sesak nafas?” tebak Nesha karena sahabatnya terus menepuk dadanya berulang kali.
“Mau ke rumah sakit gue anterin yah? Nanti biar Rifki ke rumah lo ngabarin tante Freya.” Lanjutnya.
“Ya biar gue ke rumah lo. Tante Freya pasti auto panik kalo dikabarin lewat telepon.” Rifki hendak beranjak pergi, namun tangan lemah Retha menarik ujung bajunya.
“Jangan, gue nggak apa-apa.” Ucap Retha.
“Gue... gue cuma putus sama Rae." lanjutnya.
"Putus?"
Retha hanya mengangguk mengiyakan.
"Kenapa tiba-tiba putus? tadi lo berdua baik-baik aja." tanya Nesha.
"Pasti abis di labrak Windi lagi yah? dia minta lo jauhin Rae lagi?" tebaknya, mengingat teman sekelasnya itu memang cukup dekat dengan Rae. Semua orang bahkan mengira Windi yang akan jadi pemilih hati Rae, namun sayang cowok itu justru melabuhkan cintanya pada Retha.
Retha menggeleng pelan. "Windi udah nggak pernah ngelabrak gue lagi semenjak kita ribut di kantin dulu."
"Rae yang mutusin gue, Nes. Dia jahat, Nes. Pacaran sama gue cuma taruhan. Di sini sakit banget.” Retha kembali memegang dadanya dan terisak.
"Bener kali yah kata Windi kalo Rae tuh cuma cinta sama dia." lanjutnya.
“Apa lo bilang? Bener-bener mesti dikasih pelajaran itu anak. Breng sek!” ucap Rifki.
“Rifki lo mau kemana? Rifki!” teriak Nesha.
“Ya ampun gimana ini? Itu bocah pasti baku hantam kalo ketemu Rae.” Panik Nesha tapi ia tak bisa berbuat apa-apa, sahabatnya butuh sandaran saat ini.
Rifki mengepalkan kedua tangannya, ia mencari keberadaan ketos si a lan yang sudah membuat gadis yang selama ini ia jaga perasaannya menangis. Hampir 3 tahun satu kelas dengan Retha baru kali ini gadis itu menangis.
“Breng sek!” setelah mendapati Rae, satu pukulan langsung mendarat di wajah Rae. Cowok itu tersungkur karena di serang tiba-tiba. Windi yang sedang bersama Rae segera membatu cowok itu berdiri.
“Minggir lo!” bahkan sebelum Rae berdiri, Rifki menyingkirkan paksa Windi yang sedang membantunya.
Bugh!! Satu pukulan lagi mendarat di wajah Rae.
“Ini buat taruhan lo yang nggak masuk akal!”
Bughh!!
“Ini balasan karena udah bikin Retha nangis.”
Bughh!
“Cowok breng sek!”
Bugh!
"Bang sat!"
“Rifki stop!” teriak Windi, “atau gue panggilin guru BP!” ancamnya kemudian.
“Gue belum selesai!” Rifki menarik kerah Rae kemudian menghempaskan cowok tanpa perlawanan itu dengan kasar. “Jangan deketin Retha lagi!” ucapnya kemudian berlalu pergi.
“Dasar sin ting!” cibir Windi kemudian membantu Rae. “Lo nggak apa-apa kan? Lo berdarah, gue obatin yah.”
Rae menepis kasar tangan Windi yang memegang sudut bibirnya yang berdarah. “Nggak usah so perhatian!”
“Sama cowok sendiri kan emang harus perhatian. Kalo bukan gue yang perahatian mau siapa lagi coba?”
“Win, kita...”
“Kita jadian! Lo cowok gue dan gue cewek lo! Atau lo mau foto-foto Retha sama sugar daddy nya gue sebar?”
Rae menghela nafas dalam, gadis cantik di hadapannya benar-benar sudah gila. “Ya, tolong obatin luka gue.” Ucapnya dengan malas.
.
.
.
Like sama komentarnya dong gaes😘😘
yang mau ngasih vote sama hadiahnya juga boleh banget🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
sherly
astaga emang bocah masa perkara foto aja bisa sampai segitunya rae. . kan bisa lu tanyain ke reth sapa yg difoto itu...
2023-07-10
0
Qaisaa Nazarudin
Poto Retha kenapa Rae yg takut??Rae juga gak tau kan ilelaki itu siapanya Retha.. Bodoh mau2 nyandi teror sama Windi ckckcowok lemah🙄🤦🏻♀️🙄
2023-05-24
0
Ita rahmawati
hadeuh bodohny kmu rae²,,org mah cari tau dulu bro...ak dh bc kisahny dirga sm kara yg ad rethanh walau cameo 😁 tp lupa sapa yg nama suaminy atau emg gk disebutin y 🤔🤔
2023-03-31
0