Masih bersih

Hai maaf yah lama nggak up, kemaren-kemaren sibuk banget karena sepupu nikah. Hari ini aja rasany amasih capek banget, tapi aku inget sama kalian yang selalu dukung aku selama ini. So aku paksain nulis meskipun mataku udah pengen merem nih.

.

.

.

Adrian turun dari mobilnya, ia membiarkan mobilnya terparkir di depan sekolah. Adrian membawa amplop cokelat layaknya pencari kerja yang berisi surat lamaran berserta data diri lainnya. Jujur ia tak memeriksa isi amplop itu, tapi kata si Agus yang itu isinya.

Adrian mendatangi pos satpam yang terletak di samping gerbang, tertera tulisan tamu wajib lapor pada kaca ruangan itu.

“Ada yang bisa saya bantu, Pak?” tanya satpam begitu ia datang.

“Ya, bisa antar saya ke bagian HRD.”

“HRD?” si satpam justru balik tanya.

Adrian diam sejenak, soal karyawan di sekolan dan perusahaan pasti tak sama. jika di perusahaan urusan pegawai atau karyawan baru dihandle oleh bagian HRD maka di sekolah dihandle oleh siapa?

“Maksud saya kepala sekolah, Pak.” Ucap Adrian, “kebetulan saya guru sementara yang akan menggantikan bu siapa itu lah yang sedang cuti melahirkan? Saya lupa. Tapi kemarin saya dapat panggilan untuk mengajar disini.” Imbuhnya.

“Oh Bu Nia mungkin yah, Pak? Mari saya antar ke ruang bapak kepala.” Ucap satpam dengan sopan.

Adrian mengkuti satpam, dia memperhatikan kiri kanan jalan yang ia lewati. SMA Turangga benar-benar elit dengan bangunan megah 3 lantai yang mengelilingi lapangan serba guna. Ribuan siswa berjajar rapi di tengah lapang, mengikuti upacara rutin senin pagi. Adrian tak menyangka jika Yayasan milik orang tuanya bisa berkembang sepesat ini.

“Siswanya banyak yah, Pak.” Ucap Adrian.

“Iya, Pak. Hampir tiga ribu siswa, meskipun bukan sekolah negeri tapi peminatnya banyak. Bapak beruntung loh bisa mengajar disini. Gaji sekolah sini sama sekolah sebelah yang pegawainya pada PNS lewat deh. Sejahtera guru-guru disini makanya banyak yang antri pengen kerja disini.” Jelas satpam.

“Apalagi kalo Bapak bisa jadi Guru Tetap Yayasan disini mantap deh, Pak.” Imbuhnya.

Adrian diantar ke ruang kepala, ia diminta menunggu sebentar karena bapak belum hadir di sekolah. “Silahkan tunggu sebentar disini, Pak. Mungkin sebentar lagi Pak Wahyu datang.” Ucapnya sebelum pergi.

Adrian seorang diri diruang kela sekolah yang hadapan dengan ruang guru. Batas-batas ruangan yang menggunakan kaca membuatnya bisa melihat ke dalam ruang guru meski dari dalam ruang kepala sekolah. Sepertinya desain ruangannya sengaja diatur seperti ini supaya kepala bisa mengawasi guru.

“Desainnya sih keren, kepala bisa ngeliat semua aktivitas guru tanpa keluar dari ruangannya, yang jadi masalah sudah lebih dari empat puluh menit jam kerja tapi dia belum datang.”

Cukup lama Adrian menunggu, hingga jam 9 orang yang katanya kepala sekolah itu baru datang.

“Guru sementara yang menggantikan bu Nia yah?” ucapnya tanpa basa basi, “Perkenalkan saya Wahyudi kepala sekolah disini.” Lanjutnya.

Adrian menjabat tangan kepala sekolah “Adrian Haidar Putra-“ Adrian hanya tersenyum dan tak meneruskan ucapannya, hampir saja ia kebablasan menyebutkan nama lengkapnya, Adrian Haidar Putra Turangga.

“Baiklah Pak Adrian, boleh saya lihat profil bapak?”

“Silahkan, Pak.” Adrian memberikan amplop cokelat yang ia bawa.

“Adrian Haidar, 1 juli 1997, lulusan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dari univesitas terbuka.” Kepala sekolah membuka amplop tersebut dan membacanya dengan teliti. Pria berkacamata yang Adrian tebak usianya sekitar 50 tahun itu tersenyum pada Adrian dengan menganggukan kepalanya berulang. Senyuman itu, Adrian tak menyukainya. Senyum yang merendahkan orang lain.

“Si Agus bener-bener sampe ijazah gue aja dipalsuin. Universitas terbuka? Astaga! Gue lulusan luar negeri woy mana S2.” Batin Adrian.

Kepala sekolah meletakkan amplop cokelat itu di meja setelah selesai membacanya. “Meskipun profil Pak Adrian termasuk yang terendah disini, saya harap Pak Adrian tidak merasa rendah diri. Bapak bisa mulai mengajar besok, nanti saya perkenalkan bapak pada guru-guru disini.”

“Mari ikut saya ke ruang sebelah. Sebentar lagi jam istirahat biasanya guru ada di ruangan semua.” Lanjutnya.

Kurang dari 10 menit bel istirahat sudah berbunyi, Adrian bersama kepala sekolah pergi ke ruangan yang tepat berada di depan ruang kepala. Begitu kepala sekolah masuk, guru-guru yang sedang asik sendiri-sendiri langsung menyapa kepala sekolah dengan ramah. Beberapa guru bahkan menghampiri ke depan.

“Perkenalkan, ini Bapak Adrian. Guru pengganti yang akan mengisi jam Bu Nia selama cuti melahirkan.” Ucap kepala sekolah.

Adrian lantas memperkenalkan dirinya dengan singkat. Gru-guru terutama kaum hawa langsung terperangah melihat guru muda di hadapan mereka. Adrian bahkan langsung dikerumuni oleh guru perempuan jomblo yang kepo akan dirinya.

“Pak Adrian tolong, tiba-tiba saya ngidam.” Tak hanya guru perempuan yang jomblo, guru yang sedang mengandung saja menghampirinya dan memintanya untuk mengelus perut besarnya, katanya supaya kalo anaknya cowok gantengnya kayak pak Adrian.

“Modus aja si ibu udah melendung juga.” Ledek guru lainnya.

Adrian sedikit terkekeh namun menuruti permintaan guru tersebut, sontak hal itu membuat keadaan ruang guru kian heboh oleh tawa.

Kepala sekolah dengan 2 orang guru di sampingnya hanya menatap ke arah Adrian.

“Dia itu hanya modal tampang, tapi lulusan universitas terbuka. Sepertinya cocok untuk kita masukan dalam tim pengelolaan keuangan. Masih awam dan tak tau apa-apa, CV nya masih bersih, belum berpengalaman kerja. Kita bisa manfaatkan dia.” Ucap kepala sekolah.

.

.

.

Biasalah!! udah ngerti kan? tampol jempol sama komentarnya yang banyak...

awurin bunga sama kopinya juga dongs 😘😘😘

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwk gak tau aja kamu itu semua perangkap utk menjebak kamu pak kepsek,Tunggu aja tanggal mainnya..😏😏

2023-05-24

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mampus,Langsung kenak semprot nih pak kepsek ama pemilik yayasan..

2023-05-24

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Woooww banyak banget, di SMA aku dulu cuman ratus2 doang,gak ampe serinu juga..

2023-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Sugar Baby
2 Sahabat
3 Time's over
4 Sakit
5 Bughh!
6 Sesuai Aplikasi
7 Supir
8 Kapok
9 Mendadak Guru
10 Logika
11 Impas
12 Planning
13 Gagal Ilfeel
14 Papa Mertua
15 5 M? 10 M.
16 Ongkos
17 Trending
18 Pandangan
19 Masih bersih
20 Mangkal
21 Cendol
22 Adek Kakak, mau?
23 Nggak doyan bocah
24 Blacklist
25 Mas Bright
26 waktu = uang
27 waktu = uang
28 Malu-maluin!
29 Salah Jalan
30 Bapak Haidar
31 Empat Mata
32 Kencan
33 Ortu kedua
34 Rejeki
35 Bekal
36 Cuek
37 Galak
38 Profesional
39 Tipu
40 Takut
41 Bocah si alan
42 Permohonan
43 Tempat mantan
44 Jalur khusus
45 Tugas Tambahan
46 Pengen cucu
47 Kerja kelompok
48 Belum putus, baru rencana.
49 Ini kerja kelompok?
50 Gimana?
51 Masa nikah?
52 Pulang yuk!
53 Nggak bisa tidur
54 Istrinya Pak Haidar
55 Makan siang
56 Bad Mood
57 Nihil
58 Mohon maaf
59 Mertua kaku
60 Apapun boleh
61 Saling tolong
62 Dede bayi
63 Biru bersalju
64 Bagi tugas
65 Biar cepet jadi
66 Selingkuhan
67 Dadak Dedek
68 Gejala bucin
69 Punya saya
70 nggak tau aslinya
71 Istri solehah
72 Nggak bares
73 Vitamin B
74 Sayang?
75 Pacarnya Retha
76 Kurang sajen
77 PJ
78 Boleh aja
79 Vitamin mulu
80 D kompleks
81 Khawatir
82 Kok ngamuk?
83 Pengen makan
84 Susu cokelat
85 Merah-merah
86 Dedek kecil
87 Panggilan
88 Otoriter
89 Rapat
90 Hukuman
91 Yang yeng yong
92 Kepentingan keluarga
93 Lebay
94 Ribut
95 Panas
96 Ngadu
97 Nyesek
98 Pisah kamar
99 Kenalan
100 terus...
101 Gimana?
102 Dosa or pahala?
103 Fiesta
104 Kebablasan
105 Pil KB
106 Efek
107 Azab
108 Tugas luar
109 licik
110 Susul?
111 Strategi
112 Teman
113 KDRT
114 25 juta
115 Belum dapet
116 Aneh
117 Bakso
118 Cantik plus plus
119 Ngidam
120 Mama Papa
121 Dipecat
122 Tutorial
123 Nihil
124 Pewaris tunggal
125 Selalu Retha
126 No Respon
127 Image
128 Kok bisa?
129 Mama Happy
130 Papa Frustasi
131 Diluar kendali
132 Olahraga
133 Selalu salah
134 Rencana
135 Ancaman
136 Cipratan
137 ngidam nih
138 Cilok lokal
139 Asin
140 Pemanggilan
141 Double tangkap
142 Rumah sakit
143 Panen
144 Resepsi?
145 Motivasi
146 Kelulusan
147 Party
148 Be my wife, please...
149 Hari bahagia
150 Taman
151 Meninggal
152 Maba
153 Panik
154 Adretama Zein
155 Lovely Boss
156 Give away
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sugar Baby
2
Sahabat
3
Time's over
4
Sakit
5
Bughh!
6
Sesuai Aplikasi
7
Supir
8
Kapok
9
Mendadak Guru
10
Logika
11
Impas
12
Planning
13
Gagal Ilfeel
14
Papa Mertua
15
5 M? 10 M.
16
Ongkos
17
Trending
18
Pandangan
19
Masih bersih
20
Mangkal
21
Cendol
22
Adek Kakak, mau?
23
Nggak doyan bocah
24
Blacklist
25
Mas Bright
26
waktu = uang
27
waktu = uang
28
Malu-maluin!
29
Salah Jalan
30
Bapak Haidar
31
Empat Mata
32
Kencan
33
Ortu kedua
34
Rejeki
35
Bekal
36
Cuek
37
Galak
38
Profesional
39
Tipu
40
Takut
41
Bocah si alan
42
Permohonan
43
Tempat mantan
44
Jalur khusus
45
Tugas Tambahan
46
Pengen cucu
47
Kerja kelompok
48
Belum putus, baru rencana.
49
Ini kerja kelompok?
50
Gimana?
51
Masa nikah?
52
Pulang yuk!
53
Nggak bisa tidur
54
Istrinya Pak Haidar
55
Makan siang
56
Bad Mood
57
Nihil
58
Mohon maaf
59
Mertua kaku
60
Apapun boleh
61
Saling tolong
62
Dede bayi
63
Biru bersalju
64
Bagi tugas
65
Biar cepet jadi
66
Selingkuhan
67
Dadak Dedek
68
Gejala bucin
69
Punya saya
70
nggak tau aslinya
71
Istri solehah
72
Nggak bares
73
Vitamin B
74
Sayang?
75
Pacarnya Retha
76
Kurang sajen
77
PJ
78
Boleh aja
79
Vitamin mulu
80
D kompleks
81
Khawatir
82
Kok ngamuk?
83
Pengen makan
84
Susu cokelat
85
Merah-merah
86
Dedek kecil
87
Panggilan
88
Otoriter
89
Rapat
90
Hukuman
91
Yang yeng yong
92
Kepentingan keluarga
93
Lebay
94
Ribut
95
Panas
96
Ngadu
97
Nyesek
98
Pisah kamar
99
Kenalan
100
terus...
101
Gimana?
102
Dosa or pahala?
103
Fiesta
104
Kebablasan
105
Pil KB
106
Efek
107
Azab
108
Tugas luar
109
licik
110
Susul?
111
Strategi
112
Teman
113
KDRT
114
25 juta
115
Belum dapet
116
Aneh
117
Bakso
118
Cantik plus plus
119
Ngidam
120
Mama Papa
121
Dipecat
122
Tutorial
123
Nihil
124
Pewaris tunggal
125
Selalu Retha
126
No Respon
127
Image
128
Kok bisa?
129
Mama Happy
130
Papa Frustasi
131
Diluar kendali
132
Olahraga
133
Selalu salah
134
Rencana
135
Ancaman
136
Cipratan
137
ngidam nih
138
Cilok lokal
139
Asin
140
Pemanggilan
141
Double tangkap
142
Rumah sakit
143
Panen
144
Resepsi?
145
Motivasi
146
Kelulusan
147
Party
148
Be my wife, please...
149
Hari bahagia
150
Taman
151
Meninggal
152
Maba
153
Panik
154
Adretama Zein
155
Lovely Boss
156
Give away

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!