"Ian, telepon Retha. Mama pengen jalan sama calon mantu. Kita healing healing gitu kalo kata anak sekarang mah." Masih pagi buta, Meirani sudah masuk ke kamar putranya dan membangunkannya dengan paksa.
"Males, Ma. Aku hari ini mau di rumah aja, santai-santai. Lagian besok kan aku mesti mulai masuk sekolah. Jadwalnya jadi pahlawan tanpa tanda jasa dan mencerdaskan anak bangsa." Jawab Ian penuh penekanan kemudian menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"Kalo gitu kamu telponin aja biar Mama yang jalan sendiri sama Retha, kamu nggak usah nganter nggak apa-apa."
"Retha nya lagi ngambek, Ma. Dia nggak mau angkat telpon aku."
"Ngambek kenapa? Tadi malem kan kalian masih baik-baik aja. Kasih Mama alamat rumah Retha aja, biar Mama jemput kesana sekalian silaturahmi sama calon besan."
Lain halnya dengan Adrian yang terus diganggu Meirani yang ingin bertemu dengan Retha, gadis itu justru sedang bermalas-malasan di rumahnya. Maraton drama korea menjadi hal paling menyenangkan baginya yang masih berusaha melupakan sang mantan. Hari kemarin ia begitu sibuk mendrama dengan Adrian hingga lupa akan sakit hatinya. Tapi pagi ini ada sedihnya sedikit karena HP nya begitu sepi, tak ada yang perhatian lagi.
"Yuk bisa yuk! Move on Retha!" Ucapnya menyemangati diri.
Tak terasa hari senin sudah tiba. Retha sudah siap dengan seragam sekolahnya. Diantar oleh Papa Arka dia berangkat sekolah. Papa nya sekarang tak membiarkan Retha berangkat sekolah dengan Ardi karena kemaren sempat kecolongan, Retha pacaran dan dia terlambat mengetahui.
" Sekolah yang bener. Awas kalo pacaran lagi kamu!" Ancam Arka sebelum putrinya turun.
"Siap laksanakan!" Jawab Retha.
Sebelum melewati gerbang Retha membuang nafasnya kasar, melihat sang mantan dan si cewek so ter segalanya berdiri di dekat gerbang, mengamati kelengkapan dan kerapihan tiap siswa yang lewat bersama dengan guru BP.
"Hei, Ret... Pagi..." Sapa Rae begitu dia lewat. Retha yang niatnya mengabaikan dan tak ingin melihat wajah Rae jadi terpaksa berhenti tepat di depan Rae.
"Lo baik-baik aja kan?" Tanyanya kemudian.
"Hei, gue baik kok. Kayak yang lo liat. Emang ada alesan yah buat gue nggak baik-baik aja?" Tanya balik Retha dengan senyum santai begitu melihat Windi yang melingkarkan tangannya di lengan Rae.
"Mungkin sekarang lo masih baik-baik aja, nggak tau deh kalo nanti. Rae milik gue!" Ucap Windi.
"Terus kalo dia milik lo, gue harus gimana? Harus wow gitu?" Ejek Retha.
"Ya harus wow dong, Ret. Secara lo udah bukan bu ketos lagi. Dan dari awal gue emang lebih layak sih jadi ceweknya Rae dari pada lo." ucap Windi, "Ya nggak Yang?" Lanjutnya meminta dukungan Rae tapi lelaki itu hanya diam saja, justru menatap Retha dalam-dalam.
"Dimata gue, Rae udah nggak ada artinya. Lo ambil aja dia silahkan. Bukan karena gue nggak layak buat Rae atau lo lebih layak buat dia dibanding gue. Tapi karena Rae yang nggak layak buat gue. Kalian berdua cocok deh, selamat!"
"Kalo lo kira putus dari Rae bakal bikin dunia gue hancur, jawabannya nggak sama sekali."
"Denger yah! Gue, Aretha Rahardian nggak bisa patah hati lebih dari 24 jam." Pungkasnya kemudian berlalu begitu saja.
Setelah kepergian Retha, Windi melepas pegangannya di tangan Rae. "Kenapa masih liatin dia terus? Lo masih cinta?"
"Nggak perlu gue jawab juga lo udah tau kan?" Sarkas Rae. "Kalo bukan gara-gara ancaman lo, gue nggak bakal mutusin Retha! Kesepakatan kita cuma sampe gue mutusin Retha, bukan jadiin lo cewek gue sampe bisa semena-mena ngejek Retha kayak tadi. Gue nggak suka, Win." Lanjutnya.
Windi menatap kesal Rae yang berjalan menjauh darinya. "Kalo lo masih terus perhatian sama tuh anak, gue nggak bisa nepatin janji. Kita lihat seberapa kuat si sugar baby kalo seisi sekolah tau kelakuannya di luar." Gumam Windi.
Jam istirahat pertama seisi sekolah dibuat heboh oleh kumpulan vidio dan foto Retha bersama Ardi yang menyebar di grup. Retha si sugar baby menjadi trending seketika di SMA.
"Pantesan dari tadi anak-anak pada ngeliatin kita terus, Ret. Liat deh!" Nesha menunjukan foto dan vidio itu. Sebenarnya halnya foto dan vidio saat dirinya pergi bersama Ardi dan meminta dibelikan ini itu dengan manja.
Melihat foto dan vidionya menyebar luas, Retha yang sedang menikmati bakso di kantin hanya terkekeh. "Gila kurang kerjaan banget nih yang nyebarin."
"Sugar baby? fix ini orang yang masalah sih sama gue." Retha meletakan sendok dan garpunya dengan kasar kemudian meneguk habis jus melonnya.
"Buruan cabut, Nes! kita cari si biang masalah!"
Retha tak peduli dengan tatapan para siswa, bahkan diantara mereka ada yang berkumpul di depan kantin sambil menatap ji jik padanya.
Retha dengan santai melewati mereka, ia bahkan sengaja lewat di tengah-tengah mereka padahal jalan di sisi lain masih luas.
"Permisi-permisi... sugar baby mau lewat nih! Kali aja kalian ada yang butuh stok Om Om bisa lah gabung sama gue." ucapnya dengan enteng diakhiri tawa renyah.
.
.
.
Udah double up lagi nih... kalo komen sama like nya lancar, update nya juga aku kasih banyak😘😘😘
pokoknya jangan lupa ritual wajib! like, komen sama awur-awur mawar plus kopi pait🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 156 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
UDAH DEH THOR,, AKU UDAH GAK NAHAN KETAWA MULU,SAKIT NIH PERUT AKU,DASAR SI OUTHORNYA YG SOMPLAK,,BIKIN AKU NGAKAK MULU 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-05-24
0
Qaisaa Nazarudin
KEREEEEENNN 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
2023-05-24
0
Qaisaa Nazarudin
Nah loe Ian kalo udah gini bukannya selesei maslahnya,nambah rumit aja, kamu salah planning nih 🤣🤣😜
2023-05-24
0