Mendadak Guru

"Nah ini anak nakal kita, baru pulang bukannya langsung ke rumah malah keluyuran." Meirani, ibu Adrian menjewer putranya yang baru saja turun dari mobil.

"Aduh sakit, Ma. Baru pulang udah kena KDRT aja." Ucap Adrian. Lelaki tinggi itu lantas memeluk mamanya.

"Mama apa kabar? Tadi aku kesasar jadi lama sampe rumahnya. Maklum lah kelamaan di luar negeri jadi lupa-lupa ingat sama jalanan."

"Lupa-lupa ingat tapi malah ngibulin sopir Papa dan pergi sendiri." Timpal Rangga, sang Papa.

"Sebenernya Adrian bukan kesasar tuh Om, abis belok ke rumah calon mertua dia tuh." Ledek Agus, teman SMA yang tadi hendak Adrian temui.

"Calon mertua pala lo! Bocah edan tuh anak." Jawab Adrian.

"Cakep nggak bocahnya? Pasti cakep yah makanya lo bela-belain nganterin."

"Ngobrolnya lanjut di dalem aja. Mama kangen sama kamu, udah nungguin dari siang malah kamu pulangnya malam banget. Mama bahkan udah nyiapin banyak makanan kesukaan kamu dari pagi. Makan dulu yah biar Mama angetin lagi makanannya."

Lama Adrian berbincang dengan kedua orang tuanya disela-sela makan malam yang kemaleman. Sang Mama terlihat sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan putranya.

"Besok temenin Mama belanja bulanan yah? Sekalian kita jalan-jalan. Kamu inget tante Rani? Temen arisan Mama, anak gadisnya sekarang udah gede loh. Sering nanyain kamu juga, mama udah janjian mau belanja bareng besok." Ucap Meirani.

"Ma, anak kita masih cape mama udah minta ini itu. Biarkan dia istirahat dulu." Sela Rangga. "Abis makan temuin Papa di ruang kerja yah." Lanjutnya.

"Ngelarang Mama minta tolong ini itu, Papa kamu pasti mau ngasih kerjaan tuh."

"Nggak apa-apa, Ma. Aku nggak capek kok, besok aku temenin Mama belanja. Sekarang aku temuin Papa dulu yah." Pamit Adrian.

Adrian menemui Papanya di ruang kerja. Pria paruh baya itu menyuruhnya duduk sambil menunjukan berkas tebal yang ia bawa. "Lihat ini, Ian."

"Laporan pertanggungjawaban yayasan?" Ucap Adrian seraya membaca cover tumpukan kertas tebal itu, kemudian membuka lembar demi lembar kertas berisi deretan angka itu. Berbeda dengan laporan keuangan perusahaan yang biasanya diakhiri oleh laba atau rugi yang dialami, laporan yayasan lebih menunjukan penggunaan dana dari aneka sumber ke dalam 8 poin-poin standar pendidikan.

Turangga Group merupakan salah satu perusahaan ternama kota kembang dengan profit yang kian meningkat tiap tahun. Sebagai bentuk tanggungjawab sosial mereka mendirikan Yayasan Turangga yang terdiri dari taman kanak-kanak hingga jenjang SMA. Rangga tak pernah menyangka jika Yayasan yang ia dirikan bisa bersaing dengan lembaga pendidikan lain, terutama untuk jenjang SMA. Sekolah dibawah naungan Yayasannya itu menjadi salah satu skolah swasta paling hits di kota kembang.

"Laporan ini terlalu sempurna. Tak satupun meleset dari anggaran yang sudah dibuat." Komentar Adrian.

"Sekolah kita mulai tak bersih lagi, Papa kira ada penyelewengan dana yang tersusun rapi. Seperti yang kamu bilang barusan, laporan ini terlalu sempurna. Baru dua tahun kebelakang tak ada satu pun yang jumlahnya berbeda dengan anggaran, nyatanya di lapangan biasanya selalu terjadi pergeseran anggaran. Ini semua menjelaskan jika pengelola sudah menggaet berbagai pihak untuk melancarkan rencana mereka." Jelas Rangga.

"Tinggal di audit saja, Pa. Bukankah setiap tahun selalu dilakukan audit?" Adrian memberi saran.

"Sepertinya tim audit kita juga sudah bekerjasama dengan mereka. Buktinya mereka tak mengungkap apa pun. Papa mau menggunakan tim audit dari luar tapi efeknya akan tak bagus jika ada temuan-temuan negatif, apalagi sekolah kita cukup ternama pasti banyak yang memanfaatkan situasi ini."

"Terus Papa maunya gimana?"

"Papa mau kamu yang audit SMA Turangga. Bereskan masalah pengelolaan dana disana sebelum mulai memimpin perusahaan. Anggap saja pemanasan sebelum mengelola perusahaan kita. Tapi satu hal yang harus kamu pahami, jangan sampai ada seorang pun yang tau jika kamu melakukan auditing. Lakukan dengan bersih dan hati-hati supaya kita bisa membersihkan semua hingga akarnya."

"Papa sudah mulai risih dengan slentingan-slentingan yang beredar di masyarakat. Dari mulai penerimaan siswa baru yang tak adil dan transparan, perekrutan guru yang tak seperti dulu, hingga beredarnya gosip jika guru di sekolah kita memaksa siswa untuk membeli produk mereka."

"Kalo aku kesana bukan sebagai auditor, lalu bagaimana aku bisa memeriksa setiap laporan?" Tanya Adrian, bingung.

"Ada lowongan guru olahraga 1 orang untuk menggantikan bu Nia yang cuti hamil. Papa sudah mengatur semuanya supaya kamu bisa diterima disana. Besok senin kamu bisa mulai masuk."

"Guru? Papa yang benar saja? Aku ambil magister management bisnis dan belajar mati-matian soal bisnis buat lanjutin usaha kita. Dan sekarang Papa malah nyuruh aku jadi guru. Ya ampun!" Adrian memijit keningnya sendiri.

"Aku nggak bisa, Pa."

"Kamu pasti bisa, bukan guru beneran. Hanya pemanasan. Papa tidak menerima penolakan, Adrian. Ini juga demi citra perusahaan kita. Kamu punya waktu 2 hari untuk mempersiapkan diri." Tegas Rangga.

Adrian pergi ke kamarnya, ada Agus yang rebahan santai di ranjang miliknya.

"Minggir lo! Gue mau tidur. Balik sana, pusing nih!" Usir Adrian.

"Kenapa sih lo mendadak uring-uringan? Tadi aja lo greget gemes nyeritain si bocah. Sekarang malah uring-uringan kayak kurang sajen." Ledek Agus.

"Kesel gue jauh-jauh S2 ke luar negeri, gue kira balik langsung bakal jadi CEO malah suruh jadi guru." Gerutu Adrian.

"Guru woy! Guru! Dulu aja gue tukang kabur waktu sekolah sekarang malah harus kerja di sekolah."

"Bokap gue lawak banget."

.

.

.

segitu aja dulu, akunya lagi di luar kota. Ini pun susah payah ngetik dari HP, typo mulu.

jangan lupa tampol like, komen sama awur-awur hadiahnya🤗🤗🤗😘

Terpopuler

Comments

Lotus hitam

Lotus hitam

pak samsul nih. beli vitamin

2022-10-31

0

Lisa Aulia

Lisa Aulia

ketemu lagi nih kek nya....

2022-10-20

0

Caramel Latte

Caramel Latte

tak awuri kembang y thor, kopinya nyusul😁 syukak sama ceritamu thor😍

2022-09-19

0

lihat semua
Episodes
1 Sugar Baby
2 Sahabat
3 Time's over
4 Sakit
5 Bughh!
6 Sesuai Aplikasi
7 Supir
8 Kapok
9 Mendadak Guru
10 Logika
11 Impas
12 Planning
13 Gagal Ilfeel
14 Papa Mertua
15 5 M? 10 M.
16 Ongkos
17 Trending
18 Pandangan
19 Masih bersih
20 Mangkal
21 Cendol
22 Adek Kakak, mau?
23 Nggak doyan bocah
24 Blacklist
25 Mas Bright
26 waktu = uang
27 waktu = uang
28 Malu-maluin!
29 Salah Jalan
30 Bapak Haidar
31 Empat Mata
32 Kencan
33 Ortu kedua
34 Rejeki
35 Bekal
36 Cuek
37 Galak
38 Profesional
39 Tipu
40 Takut
41 Bocah si alan
42 Permohonan
43 Tempat mantan
44 Jalur khusus
45 Tugas Tambahan
46 Pengen cucu
47 Kerja kelompok
48 Belum putus, baru rencana.
49 Ini kerja kelompok?
50 Gimana?
51 Masa nikah?
52 Pulang yuk!
53 Nggak bisa tidur
54 Istrinya Pak Haidar
55 Makan siang
56 Bad Mood
57 Nihil
58 Mohon maaf
59 Mertua kaku
60 Apapun boleh
61 Saling tolong
62 Dede bayi
63 Biru bersalju
64 Bagi tugas
65 Biar cepet jadi
66 Selingkuhan
67 Dadak Dedek
68 Gejala bucin
69 Punya saya
70 nggak tau aslinya
71 Istri solehah
72 Nggak bares
73 Vitamin B
74 Sayang?
75 Pacarnya Retha
76 Kurang sajen
77 PJ
78 Boleh aja
79 Vitamin mulu
80 D kompleks
81 Khawatir
82 Kok ngamuk?
83 Pengen makan
84 Susu cokelat
85 Merah-merah
86 Dedek kecil
87 Panggilan
88 Otoriter
89 Rapat
90 Hukuman
91 Yang yeng yong
92 Kepentingan keluarga
93 Lebay
94 Ribut
95 Panas
96 Ngadu
97 Nyesek
98 Pisah kamar
99 Kenalan
100 terus...
101 Gimana?
102 Dosa or pahala?
103 Fiesta
104 Kebablasan
105 Pil KB
106 Efek
107 Azab
108 Tugas luar
109 licik
110 Susul?
111 Strategi
112 Teman
113 KDRT
114 25 juta
115 Belum dapet
116 Aneh
117 Bakso
118 Cantik plus plus
119 Ngidam
120 Mama Papa
121 Dipecat
122 Tutorial
123 Nihil
124 Pewaris tunggal
125 Selalu Retha
126 No Respon
127 Image
128 Kok bisa?
129 Mama Happy
130 Papa Frustasi
131 Diluar kendali
132 Olahraga
133 Selalu salah
134 Rencana
135 Ancaman
136 Cipratan
137 ngidam nih
138 Cilok lokal
139 Asin
140 Pemanggilan
141 Double tangkap
142 Rumah sakit
143 Panen
144 Resepsi?
145 Motivasi
146 Kelulusan
147 Party
148 Be my wife, please...
149 Hari bahagia
150 Taman
151 Meninggal
152 Maba
153 Panik
154 Adretama Zein
155 Lovely Boss
156 Give away
Episodes

Updated 156 Episodes

1
Sugar Baby
2
Sahabat
3
Time's over
4
Sakit
5
Bughh!
6
Sesuai Aplikasi
7
Supir
8
Kapok
9
Mendadak Guru
10
Logika
11
Impas
12
Planning
13
Gagal Ilfeel
14
Papa Mertua
15
5 M? 10 M.
16
Ongkos
17
Trending
18
Pandangan
19
Masih bersih
20
Mangkal
21
Cendol
22
Adek Kakak, mau?
23
Nggak doyan bocah
24
Blacklist
25
Mas Bright
26
waktu = uang
27
waktu = uang
28
Malu-maluin!
29
Salah Jalan
30
Bapak Haidar
31
Empat Mata
32
Kencan
33
Ortu kedua
34
Rejeki
35
Bekal
36
Cuek
37
Galak
38
Profesional
39
Tipu
40
Takut
41
Bocah si alan
42
Permohonan
43
Tempat mantan
44
Jalur khusus
45
Tugas Tambahan
46
Pengen cucu
47
Kerja kelompok
48
Belum putus, baru rencana.
49
Ini kerja kelompok?
50
Gimana?
51
Masa nikah?
52
Pulang yuk!
53
Nggak bisa tidur
54
Istrinya Pak Haidar
55
Makan siang
56
Bad Mood
57
Nihil
58
Mohon maaf
59
Mertua kaku
60
Apapun boleh
61
Saling tolong
62
Dede bayi
63
Biru bersalju
64
Bagi tugas
65
Biar cepet jadi
66
Selingkuhan
67
Dadak Dedek
68
Gejala bucin
69
Punya saya
70
nggak tau aslinya
71
Istri solehah
72
Nggak bares
73
Vitamin B
74
Sayang?
75
Pacarnya Retha
76
Kurang sajen
77
PJ
78
Boleh aja
79
Vitamin mulu
80
D kompleks
81
Khawatir
82
Kok ngamuk?
83
Pengen makan
84
Susu cokelat
85
Merah-merah
86
Dedek kecil
87
Panggilan
88
Otoriter
89
Rapat
90
Hukuman
91
Yang yeng yong
92
Kepentingan keluarga
93
Lebay
94
Ribut
95
Panas
96
Ngadu
97
Nyesek
98
Pisah kamar
99
Kenalan
100
terus...
101
Gimana?
102
Dosa or pahala?
103
Fiesta
104
Kebablasan
105
Pil KB
106
Efek
107
Azab
108
Tugas luar
109
licik
110
Susul?
111
Strategi
112
Teman
113
KDRT
114
25 juta
115
Belum dapet
116
Aneh
117
Bakso
118
Cantik plus plus
119
Ngidam
120
Mama Papa
121
Dipecat
122
Tutorial
123
Nihil
124
Pewaris tunggal
125
Selalu Retha
126
No Respon
127
Image
128
Kok bisa?
129
Mama Happy
130
Papa Frustasi
131
Diluar kendali
132
Olahraga
133
Selalu salah
134
Rencana
135
Ancaman
136
Cipratan
137
ngidam nih
138
Cilok lokal
139
Asin
140
Pemanggilan
141
Double tangkap
142
Rumah sakit
143
Panen
144
Resepsi?
145
Motivasi
146
Kelulusan
147
Party
148
Be my wife, please...
149
Hari bahagia
150
Taman
151
Meninggal
152
Maba
153
Panik
154
Adretama Zein
155
Lovely Boss
156
Give away

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!